Indikasi Jamur Dermatofita pada Jari Kaki Pekerja Batu Alam Di Desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon

Isi Artikel Utama

Pipin Supenah

Abstrak

Dermatofita merupakan golongan jamur yang mempunyai sifat dapat mencerna keratin seperti stratum korneum pada kulit (epidermis), rambut, kuku dan menyebabkan dermatofitosis. Tinea pedis disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita sering ditemukan pada telapak kaki dan sela jari kaki. Faktor predisposisi tinea pedis adalah penggunaan sepatu tertutup yang lama setiap hari, pemakaian kaos kaki ketika bekerja dan kontak langsung dengan air dalam jangka waktu lama. Penelitian ini berlokasi di  Desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon dan dilakukan pada pekerja batu alam yang sehari harinya bekerja di tempat yang lembab karena sering terkontak dengan air dan memakai sepatu boot dalam jangka waktu lama. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jamur dermatofita dan persentase pekerja batu alam yang terinfeksi jamur dermatofita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan melakukan survei. Hasil identifikasi jamur dermatofita pada sela-sela jari pekerja batu alam yaitu ditemukan jamur Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Supenah, P. (2021). Indikasi Jamur Dermatofita pada Jari Kaki Pekerja Batu Alam Di Desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon. Health Information : Jurnal Penelitian, 12(1), 38–45. https://doi.org/10.36990/hijp.vi.166 (Original work published 30 Juni 2020)
Bagian
Artikel

Referensi

Amanah, A., Sutisna, A., & Alibasjah, R. W. (2015). Isolasi dan identifikasi mikrofungi dermatofita pada penderita tinea pedis. Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan, 2(1). https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=ISOLASI+DAN+IDENTIFIKASI+MIKROFUNGI+DERMATOFITA+PADA+PENDERITA+TINEA+PEDIS&btnG=

Anra, Y., Putra, I. B., & Lubis, I. A. (2017). Profil dermatofitosis pada narapidana lembaga pemasyarakatan kelas I tanjung gusta, medan. Majalah Kedokteran Nusantara The Journal of Medical School, 50(2). http://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/729068

Brooks, G. ., Carroll, K. ., Butel, J. ., & Morse, S. . (2007). Jawetz, melnick & adelberg’s medical microbiology. McGraw-Hill. https://onesearch.id/Record/IOS3504.libra-103406416002018

Farihatun, A. (2018). Identifikasi jamur penyebab tinea pedis pada kaki penyadap karet di ptpn viii desa cikupa kecamatan banjarsari kabupaten ciamis tahun 2017. Meditory?: The Journal of Medical Laboratory, 6(1). https://doi.org/https://doi.org/10.33992/m.v6i1.236

Hapcioglu, B., Yegenoglu, Y., Disci, R., Erturan, Z., & Kaymakcalan, H. (2006). Epidemiology of Superficial Mycosis (Tinea Pedis, Onychomycosis) in Elementary School Children in Istanbul, Turkey. Coll. Antropol, 30(1), 119–124. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Epidemiology++of+superficial+mycosis+%28tinea+pedis%2C+onychomycosis%29+in+elementary+school+children+in+Istanbul%2C+Turkey&btnG=

Hidayati, A. N., Suyoso, S., Desy, H. P., & Sandra, E. (2009). Mikosis Superfisialis di Divisi Mikologi Unit Rawat Jalan Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya Tahun 2003-2005. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin, 21(1), 1–8. https://scholar.google.com/scholar?as_q=Mikosis+Superfisialis+di+Divisi+Mikologi+Unit+Rawat+Jalan+Penyakit+Kulit+dan+Kelamin+RSUD+Dr+Soetomo+Surabaya+tahun+2003+2005&as_epq=&as_oq=&as_eq=&as_occt=any&as_sauthors=hidayati&as_publication=&as_ylo=2009&as_yhi

Husni, H., Asri, E., Andalas, R. G.-J. K., & 2018, undefined. (2018). Identifikasi Dermatofita Pada Sisir Tukang Pangkas Di Kelurahan Jati Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(3). https://doi.org/https://doi.org/10.25077/jka.v7i3.882

Ilkit, M., & Durdu, M. (2015). Tinea pedis: The etiology and global epidemiology of a common fungal infection. In Critical Reviews in Microbiology (Vol. 41, Issue 3, pp. 374–388). Taylor and Francis Ltd. https://doi.org/10.3109/1040841X.2013.856853

Kidd, S., Halliday, C. ., Alexiou, H., & Ellis, D. . (2016). Descriptions of Medical Fungi (3rd ed.). CutCut Digital. https://scholar.google.com/scholar?q=Descriptions+of+Medical+Fungi&hl=id&as_sdt=0%2C5&as_ylo=2016&as_yhi=2016

Koga, T. (2009). Fungal Immunology in the Skin: Immune Response to Dermatophytes. Japanese Journal of Medical Mycology, 50(3), 151–154. https://scholar.google.com/scholar?q=+Fungal++Immunology++in+++the+++Skin%3B++Immune+++Response+++to+Dermatophytes&hl=id&as_sdt=0%2C5&as_ylo=&as_yhi=

Kumar, V., Tilak, R., Prakash, P., Nigam, C., & Gupta, R. (2011). Tinea pedis: an update. Asian Journal of Medical Sciences, 2(2), 134–138. https://doi.org/https://doi.org/10.3126/ajms.v2i2.4430

Napitupulu, A. N., Subchan, P., & Widodo, Y. L. . (2016). Prevalensi dan faktor risiko terjadinya tinea pedis pada polisi lalu lintas kota semarang. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 5(4). http://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1422059

O’Boyle, C. A., Henly, S. J., & Larson, E. (2001). Understanding adherence to hand hygiene recommendations: The theory of planned behavior. American Journal of Infection Control, 29(6), 352–360. https://doi.org/10.1067/mic.2001.18405

Pray, W. . (2010). Recognizing and Eradicating Tinea Pedis (Athlete’s Foot). OTT MEDICATIONS. https://www.uspharmacist.com/article/recognizing-and-eradicating-tinea-pedis-athletes-foot

Sahoo, A. ., & Maharaja, R. (2016). Management of tinea corporis, tinea cruris, and tinea pedis: A comprehensive review. Indian Dermatology Online Journal, 7(2), 77–86. https://doi.org/10.4103/2229-5178.178099

Sondakh, C. E. E. ., Pandaleke, T. ., & Mawu, F. . (2016). Profil dermatofitosis di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado periode Januari–Desember 2013. Jurnal E-Clinic (ECl), 4(1). https://doi.org/10.35790/ecl.4.1.2016.10956

Sutanto, I., Ismid, I. S., Sjarifuddin, P. K., & Sungkar, S. (2009). Buku Ajar Parasitologi Kedokteran. Fakultas Kedokteran UI. https://onesearch.id/Record/IOS13263.ai:slims-576

Viegas, C., Sabino, R., Parada, H., Brandão, J., Carolino, E., Rosado, L., & Veríssimo, C. (2013). Diagnosis of Tinea pedis and onychomycosis in patients from Portuguese National Institute of Health: a four-year study. Saúde & Tecnologia, 10, 36–41. https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Diagnosis+of+Tinea+pedis+and+Onychomycosis+in+Patients+from+Carlo+CJ%2C+Bowe+MC.+Tinea+pedis+Athlete’s+foot&btnG=

Walling, H. . (2009). Subclinical onychomycosis is associated with tinea pedis. British Journal of Dermatology, 161(4), 746–749. https://doi.org/10.1111/j.1365-2133.2009.09315.x

Wolff, Klaus, Johnson, R. A., Saavedra, A. P., & Roh, E. (2013). Fitzpatrick’s color atlas and synopsis of clinical dermatology (Karen G. Edmonson, Robert Pancotti, & Cindy Yoo (eds.); Eight edition). The McGraw-Hill Companies, Inc. https://scholar.google.com/scholar?as_q=Fitzpatrick%27s+color+atlas+and+synopsis+of+clinical+dermatology&as_epq=&as_oq=&as_eq=&as_occt=any&as_sauthors=&as_publication=&as_ylo=2013&as_yhi=2013&hl=id&as_sdt=0%2C5