Pengaruh Konsetrasi Tawas terhadap Penurunan Kadar Fosfat Limbah Industri Penatu di Kota Cirebon

Penulis

  • Supriyatin Akademi Analis Kesehatan An-Nasher Cirebon, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36990/hijp.vi.167

Kata Kunci:

Fosfat, Limbah, Penatu, Tawas

Abstrak

Industri kecil penatu saat ini berkembang pesat. Perkembangan industri ini perlu mendapat perhatian karena pada umumnya di kalangan industri ini membuang langsung limbah sisa produksinya ke selokan atau ke badan air tanpa pengolahan terlebih dahulu. Pencemaran terhadap lingkungan dapat timbul karena air limbah yang banyak mengandung polutan berupa lemak dan senyawa organik lain yang berasal dari pakaian kotor, beberapa senyawa kimia seperti tripolyphosphat sebagai pengisi, detergen dan surfaktan yang sulit terombak secara alami di alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tawas terhadap penurunan kadar fosfat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif terhadap limbah cair sisa pencucian pakaian di perumahan yang dibuang ke selokan dan air selokan yang mengalir sampai ke area pesawahan penduduk.  Penentuan kadar fosfat menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode Vanadate pada panjang gelombang 410 nm. Hasil penelitian pada menunjukkan pengaruh penambahan tawas pada konsentrasi tertentu terhadap penurunan kadar fosfat.

Referensi

Abidin, J. (2015). Kajian Pemanfaatan Limbah Laundry untuk Penanaman Azolla dan Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Kualitas Limbah [UPN Veteran Yogyakarta].

Agustina, T. E. (2014). Application of activated carbon and natural zeolite for phosphate removal from laundry wastewater. Sriwijaya International Seminar on Energy-Environmental Science and Technology, 1(1), 165–170.

Ahmad, J., & EL-Dessouky, H. (2008). Design of a modified low cost treatment system for the recycling and reuse of laundry waste water. Resources, Conservation and Recycling, 52(7), 973–978. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.resconrec.2008.03.001

Anam, M. M., Kurniati, E., & Suharto, B. (2013). Penurunan Kandungan Logam Pb Dan Cr Leachate Melalui Fitoremediasi Bambu Air (Equisetum hyemale) dan Zeolit (In Press, JKPTB Vol 1 No 2). Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis Dan Biosistem, 1(2), 43–59.

Asmadi, S. (2012). Dasar-dasar teknologi pengolahan air limbah. Gosyen Publishing.

Aziz, T., Pratiwi, D. Y., & Rethiana, L. (2013). Pengaruh penambahan tawas dan kaporit terhadap karakteristik fisik dan kimia air sungai lambidaro. Jurnal Teknik Kimia, 19(3), 55–65.

Budi, S. S. (2006). Penurunan fosfat dengan penambahan kapur (lime), tawas dan filtrasi zeolit pada limbah cair (studi kasus RS Bathesda Yogyakarta)) [Universitas Dipnonegoro].

Çeçen, F., & Özgür, A. (2011). Activated Carbon for Water and Wastewater Treatment: Integration of Adsorption and Biological Treatment. John Wiley & Sons.

Ciabattia, I., Cesaro, F., Faralli, L., Fatarella, E., & Tognotti, F. (2009). Demonstration of a treatment system for purification and reuse of laundry wastewater. Desalination, 245(1–3), 451–459. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.desal.2009.02.008

Eribo, O., & Kadiri, M. (2016). Growth performance and phytoremediation ability of Azolla pinnata in produced water. Journal of Applied Sciences and Environmental Management, 20(4), 1053–1057. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.4314/jasem.v20i4.18

Herryanto, Musadad, D. A., Hananto, M., & Elsi, E. (2006). Survei Penyakit Kulit Pada Petani Rumput Laut Di Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2005.

Jiang, J.-Q., & Graham, N. J. (1998). Pre-polymerised inorganic coagulants and phosphorus removal by coagulation- a review. Water SA, 24(3), 237–244.

Majid, M., Amir, R., Umar, R., & Hengky, H. K. (2017). Efektivitas penggunaan karbon aktif pada penurunan kadar fosfat limbah cair usaha laundry di kota parepare sulawesi tenggara. Prosiding Seminar Nasional IKAKESMADA “Peran Tenaga Kesehatan Dalam Pelaksanaan SDGs,” 85–91.

Mentari, A., Probosunu, N., & Adharini, R. I. (2016). Pemanfaatan azolla sp. untuk penurunan kandungan cod dalam limbah laundry. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada, 18(2), 67–72. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jfs.25978

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Pub. L. No. 5, Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (2014).

Ningsih, R. (2011). Pengaruh pembubuhan tawas dalam menurunkan tss pada air limbah rumah sakit. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 79–86. https://doi.org/10.15294/kemas.v6i2.1756

Puspitahati, C., & Supriyadi, D. B. (2012). Studi kinerja biosand filter dalam mengolah limbah laundy dengan parameter fosfat [Institut Teknologi Sepuluh Nopember].

Rifai, M., & Nugraha, I. (2013). Kajian adsorpsi linear alkyl benzene sulphonate (las) dengan bentonit-kitosan. Molekul: Jurnal Ilmiah Kimia, 8(2), 186–196.

Rochman, F. (2009). pembuatan ipal mini untuk limbah deterjen domestik. Jurnal Penelitian Medikal Eksakta, 8(2), 134–142.

Smulders, E., Rähse, W., von Rybinski, W., Steber, J., Sung, E., & Wiebel, F. (2001). Detergent ingredients. Wiley & Sons. https://doi.org/10.1002/3527600450

Stefhany, C. A. (2013). Fitoremediasi Phospat dengan menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) pada Limbah Cair Industri kecil Pencucian Pakaian (Laundry). Jurnal Reka Lingkungan, 1(1), 13–23. https://doi.org/10.26760/REKALINGKUNGAN.V1I1.13-23

Sulistyani, E., & Fitrianingtyas, M. (2010). Pengendalian fouling membran ultrafiltrasi dengan sistem automatic backwash dan pencucian membran [Universitas Diponegoro].

##submission.downloads##

Diterbitkan

2020-06-30 — Diperbaharui pada 2021-04-13

Versi

Cara Mengutip

Supriyatin. (2021). Pengaruh Konsetrasi Tawas terhadap Penurunan Kadar Fosfat Limbah Industri Penatu di Kota Cirebon . Health Information : Jurnal Penelitian, 12(1), 8–15. https://doi.org/10.36990/hijp.vi.167 (Original work published 30 Juni 2020)

Terbitan

Bagian

Artikel