Penggunaan Sarung Tangan Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Petani Rumput Laut

Isi Artikel Utama

Muhammad Risal
https://orcid.org/0000-0002-5913-7349

Abstrak

Dermatitis kontak iritan merupakan peradangan kulit yang terjadi sebagai respon non-spesifik kulit terhadap zat kimia melalui pelepasan mediator inflamasi dari sel-sel epidermis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan alat pelindung diri yaitu sarung tangan terhadap kejadian dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut di Desa Bawalipu Kecamatan Wotu. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional pada responden sebanyak 47 orang. Dari hasil kajian menggunakan uji chisquare didapatkan nilai p = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan sarung tangan memiliki hubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut khusunya yang berada di Desa Bawalipu Kecamatan Wotu, sehingga diharapkan kepada pemerintah Desa untuk mensosialisasikan manfaat penggunaan sarung tangan yang salah satunya melalui kerja sama dengan pusat pelayanan kesehatan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Risal, M. . (2021). Penggunaan Sarung Tangan Mempengaruhi Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Petani Rumput Laut . Health Information : Jurnal Penelitian, 12(1), 23–29. https://doi.org/10.36990/hijp.vi.181 (Original work published 30 Juni 2020)
Bagian
Artikel

Referensi

Azhar, K., & Hananto, M. (2011). Hubungan Proses Kerja Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Petani Rumput Laut Di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Indonesian Journal of Health Ecology, 10(1). https://www.neliti.com/id/publications/79001/hubungan-proses-kerja-dengan-kejadian-dermatitis-kontak-iritan-pada-petani-rumpu#cite

Fielrantika, S., & Dhera, A. (2017). Hubungan Karakteristik Pekerja, Kelengkapan Dan Higienitas APD Dengan Kejadian Dermatitis Kontak (Studi Kasus Di Rumah Kompos Jambangan Surabaya). The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 6(1), 16. https://doi.org/10.20473/ijosh.v6i1.2017.16-26

Frosch, P. J., & John, S. M. (2011). Clinical aspects of irritant contact dermatitis. In Contact Dermatitis (Fifth Edition) (pp. 305–345). Springer Berlin Heidelberg. https://doi.org/10.1007/978-3-642-03827-3_16

Harrington, J. ., & Gill, F. . (2005). Buku saku kesehatan kerja (3rd ed.). EGC. http://ucs.sulsellib.net//index.php?p=show_detail&id=30326

Herryanto, Musadad, D. A., Hananto, M., & Elsi, E. (2006). Survei Penyakit Kulit Pada Petani Rumput Laut Di Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2005. http://repository.litbang.kemkes.go.id/2536/

Irzal. (2016). Dasar-dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (1st ed.). Kencana. https://onesearch.id/Record/IOS4564.INLIS000000000778321

Jeyaratnam, J. (2010). Buku ajar praktik kedokteran kerja (texbook of occupational medicine practice). EGC.

Kesehatan, B. P. dan P. (2015). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013. Lembaga Penerbitan Balitbangkes.

Malik, A. J. (2013). Pengaruh Kebijakan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (k3) Terhadap Kinerja Karyawan Proyek Konstruksi Pada PT. Pembangunan Perumahan (persero) Tbk. Di Makassar. http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/5084/ANHAR JANUAR MALIK - A21108318 %28Pengaruh Kebijakan K3 terhadap kinerja karyawan proyek konstruksi pada PT. PP %28persero%29 t~1.pdf?sequence=2

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan (2nd ed.). Rineka Cipta. https://onesearch.id/Record/IOS13415.NUTBA000000000006032#description

Nurika, G., & Susanto, B. H. (2019). Pengaruh Faktor Internal Terhadap Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Petani Garam Desa Karanganyar Kabupaten Sumenep. Journal of Public Health Research and Community Health Development, 3(1), 56. https://doi.org/10.20473/jphrecode.v3i1.14281

Pardiansyah, R. (2015). Association Between Personal Protective Equipment With Contact Dermatitis In Scavengers. Jurnal Majority, 4(4), 80–87. http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/585/589

Retnoningsih, A. (2017). Analisis Faktor-Faktor Kejadian Dermatitis Kontak Pada Nelayan. http://lib.unimus.ac.id

Rudyarti, E. (2017). The Relationship Of Safety And Health Knowledge And Attitude Of Use Of Self-Protector Equipment With Work Accident Accident In Batik Knife Crafts In PT. X. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health, 2(1), 31. https://doi.org/10.21111/jihoh.v2i1.1271

Saftarina, F., Sibero, H. T., Aditya, M., & Dinanti, B. R. (2015). Prevalensi Dermatitis Kontak Akibat Kerja dan Faktor yang Mempengaruhinya pada Pekerja Cleaning Service di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek. Prosiding Seminar Presentasi Artikel Ilmiah Dies Natalis FK Unila Ke 13, 19–25. http://fk.unila.ac.id/wp-content/uploads/2016/06/4.pdf

Suma’mur. (2013). Higiene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Sagung Seto. https://onesearch.id/Record/IOS3359.slims-1800

Suryani, F. (2011). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Dermatitis Kontak Pada Pekerja Bagian Processing Dan Filling PT. Cosmar Indonesia Tangerang Selatan Tahun 2011. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/1821/1/FEBRIA SURYANI-FKIK.PDF

Tarwaka. (2008). Keselamatan dan kesehatan kerja?: manajemen dan implementasi K3 di tempat kerja. Harapan Press.

Tombeng, M., Darmada, I., & Darmaputra, I. (2013). Occupational Contact Dermatitis In Farmers. E-Jurnal Medika Udayana, 2(2), 200–217. https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/view/4882

Wijaya, I. P. G. I., Darmada, I., & Rusyti, L. M. M. (2016). Edukasi Dan Penatalaksanaan Dermatitis Kontak Iritan Kronis Di RSUP Sanglah Denpasar Bali Tahun 2014/2015. Jurnal Medika, 5(8). https://sinta.unud.ac.id/uploads/wisuda/1002006132-2-Edukasi dan Penatalaksanaan Dermatitis Kontak Iritan Kronis di RSUP Sanglah Denpasar Bali 2014:2015.pdf