Beralih ke bagian utama Beralih ke menu navigasi utama Beralih ke bagian footer website
Original Research
Diterbitkan: 2021-12-31

Peningkatan Pengetahuan Perawat melalui Pelatihan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari

Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia
Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia
Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia
Pengetahuan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Perawat

Crossmark

Lisensi

Cara Mengutip

Akhmad, A., Sahmad, S., & Taamu, T. (2021). Peningkatan Pengetahuan Perawat melalui Pelatihan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Health Information : Jurnal Penelitian, 13(2), 75–80. https://doi.org/10.36990/hijp.v13i2.283

Abstrak

Standar diagnosis keperawatan indonesia merupakan pedoman yang disusun oleh persatuan perawat nasional indonesia, dan digunakan dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di fasilitas layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perawat terhadap pemanfaatan standar diagnosis keperawatan indonesia di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari Tahun 2020. Pelaksanaan penelitian menggunakan metode eksperimen semu, terdapat pra-pasca tes, dan responden sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isian kuesioner sebelum diberikan pelatihan, 4 responden (13,3 %) memperoleh nilai baik, 14 responden (46,7%) dengan nilai cukup, dan 12 responden (40,0%) dengan nilai kurang. Setelah pelatihan, total nilai dari isian kuesioner adalah 24 responden (80,0 %) memperoleh nilai baik, 5 responden (16,7 %), dan 1 responden (3,3%) memperoleh nilai cukup dan kurang. Nilai p hasil uji statistik adalah 0,000. Pelatihan meningkatkan pengetahuan perawat tentang standar diagnosis keperawatan indonesia.

PENDAHULUAN

Asuhan keperawatan terstandar merupakan bentuk inovasi dalam pelayanan keperawatan yang terus menerus dilakukan untuk sebagai bentuk pengembangan keilmuan dan kualitas asuhan keperawatan (Leming-Lee & Watters, 2019; Reichembach & Pontes, 2018). NANDA-NOC-NIC merupakan tiga dari banyak jenis bahasa keperawatan standar yang dikembangkan diberbagai belahan dunia (Adubi et al., 2018; Chae et al., 2020), dan merupakan satu kesatuan yang terdiri atas tiga komponen utama: diagnosis/NANDA, rencana luaran/NOC, dan intervensi NIC.

Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) merupakan standar diagnosis keperawatan yang dikembangkan oleh Perkumpulan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan merupakan gabungan atas tiga referensi utama bahasa keperawatan terstandar yaitu the North American Nursing Association (NANDA), the International Classification of Nursing Practice (ICNP) dan Carpenito Nursing Care Plans. Terdapat 148 diagnosis keperawatan dalam SDKI dengan label diagnosanya sesuai dengan NANDA 2015-2017. SDKI merupakan inovasi PPNI sebagai wadah perawat Indonesia yang bertujuan untuk memberikan bahasa keperawatan terstandar yang sesuai dengan kondisi di Indonesia (Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2016).

Standar ini disusun oleh PPNI sebagai organisasi profesi perawat yang bertanggung jawab dalam meningkatkan profesionalisme perawat dan kualitas asuhan keperawatan (Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2016). Budaya klien akan mempengaruhi tipe masalah kesehatan yang dihadapi (Potter & Perry, 2009), perbedaan budaya akan mempengaruhi perawat dalam memilih indikator diagnostik dalam menegakkan diagnosis (Wieck, 1996).

METODE

Penelitian ini merupakan eskperimen semu pada satu kelompok yang pengambilan datanya dilakukan dua kali, prates dan pascates. Kelompok perlakuan diberikan pelatihan standar diagnosis keperawatan Indonesia.

Lokasi, Waktu, Populasi dan Sampel

Pemberian pelatihan standar diagnosis keperawatan Indonesia dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari pada tanggal 20-22 November 2020 pada seluruh perawat yang ada di RSUD Kota Kendari sejumlah 180 orang. Metode penentuan sampel adalah purposive sampling non-probability, dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 30 responden.

Pengumpulan, Pengolahan dan Analisis Data

Pemberian perlakuan yang berupa pelatihan tentang standar diagnosis keperawatan Indonesia dilakukan secara daring menggunakan, selama proses pelatihan, responden diberikan kuesioner daring sebelum dan setelahnya. Data yang dikumpulkan berupa karakteristik responden (usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan tempat pekerjaan), sedangkan data pengetahuan tentang SDKI dan dikategorikan ke dalam baik, cukup, dan kurang. Uji statistik menggunakan metode uji distribusi frekuensi dan paired sample t-test.

HASIL

Tabel 1. Karakteristik responden

Data karakteristik responden berdasarkan usia mulai dari rentan 29-37 adalah mayoritas 30%, 20%, 20%. Mayoritas responden adalah perempuan (73,3%), pendidikan terakhir profesi (60%), dan sebaran ruang kerja di fasilitas rawat inap (ruang rawat) (73,3%).

Tabel 2. Kriteria berdasarkan total skor quesioner

Variabel pengetahuan yang menjadi fokus adanya perubahan, dikategorikan ke dalam tiga bagian, sebelum pemberian pelatihan responden berpengahuan cukup 46,7% dan kurang 40%. Setelah pemberian pelatihan, 80% responden berpengatahuan baik.

Tabel 3. Uji statistik variabel pengetahuan berdasarkan isian kuesioner pada pengambilan pra-pascates

Uji statistik menggunakan metode uji paired sample t-test untuk waktu pengukuran pra-pasca tes, nilai rata-rata isian kusioner, dengan nilai p 0,000.

PEMBAHASAN

Pelatihan SDKI di RSUD Kota Kendari dilaksanakan selama tiga hari, sejak tanggal 20-22 November tahun 2020 secara daring atau online dengan menggunakan aplikasi pembelajaran maupun media sosial. Daring adalah proses pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka secara langsung, tetapi melalui platform yang telah tersedia.

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sebelum dilakukan pelatihan jumlah responden yang memperoleh nilai baik berjumlah 4 (13,3 %) responden, dan yang memperoleh nilai cukup 14 (46,7%) responden. Setelah diberikan pelatihan, responden yang memperoleh nilai baik sebanyak 24 (80,0 %) responden (Tabel 2). Terjadi peningkatan pengetahuan tentang SDKI pada responden penelitian yang bekerja sebagai perawat di RSUD Kota Kendari.

Pelatihan merupakan pendidikan lanjutan dengan tujuan untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan, dan lebih mengutamakan pada praktek dari pada teori (Nelson, 2014). Pelatihan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas kerja yang sesuai dengan tanggung jawabnya ditempat kerja (Ten Ham-Baloyi et al., 2020; Subke et al., 2020), terutama karena layanan rumah sakit yang semakin beragam (Tabel 1).

Informasi yang diperoleh perawat dalam pelatihan tentang SDKI ini sangat berperan dalam membantu perubahan perilaku perawat dalam penetapan diagnosis keperawatan yang tepat. Pelatihan adalah usaha secara sistematis untuk menguasai keterampilan, peraturan, konsep ataupun cara berperilaku yang berdampak pada peningkatan kinerja (Brunt & Morris, 2022; Gray, 2016), sebagaimana hasil pada Tabel 3, pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan. Pelatihan pada dasarnya meliputi proses belajar mengajar yang bertujuan untuk mencapai tingkat kompetensi tertentu atau efisiensi kerja (Gray, 2016).

Menurut Winter (2016), dalam melakukan pelatihan ada tahapan- tahapan yang harus dilakukan antara lain melakukan analisis terhadap kebutuhan pelatihan, merancang program pelatihan, mengembangkan dan menyusun serta membuat materi pelatihan, mengimplementasikan program pelatihan dan menilai dan mengevaluasi efektifitas materi. ada tiga tujuan dari pelatihan yaitu : mengembangkan keahlian, mengembangkan pengetahuan serta mengembangkan sikap sehingga menimbulkan kemampuan kerjasama antara teman teman sejawat dan dengan pimpinan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Pelatihan standar diagnosis keperawatan indonesia memberikan dampak yang baik terhadap pengetahuan perawat tentang SDKI. Kegiatan pengembangan untuk meningkatkan profesionalisme dalam pemberian pelayanan perlu dilakukan oleh rumah sakit secara terstruktur menggunakan media yang mudah digunakan.

Kekurangan Penelitian

Hasil penelitian ini dapat diperluas dalam aspek pemanfaatan SDKI pada konteks sosio-kultural, seperti diagnosa yang paling tepat pada suatu penyakit dari beberapa pilihan diagnosa dan pilihan tersebut dihubungkan dengan konsep perawat pasien secara menyeluruh.

Referensi

  1. Adubi, I. O., Olaogun, A. A., & Adejumo, P. O. (2018). Effect of standardized nursing language continuing education programme on nurses’ documentation of care at University College Hospital, Ibadan. Nursing Open, 5(1), 37–44. https://doi.org/10.1002/nop2.108
  2. Brunt, B. A., & Morris, M. M. (2022). Nursing professional development. In StatPearls. StatPearls Publishing. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK531482/
  3. Chae, D., Kim, J., Kim, S., Lee, J., & Park, S. (2020). Effectiveness of cultural competence educational interventions on health professionals and patient outcomes: A systematic review. Japan Journal of Nursing Science, 17(3). https://doi.org/10.1111/jjns.12326
  4. Gray, A. (2016). Advanced or advancing nursing practice: What is the future direction for nursing? British Journal of Nursing, 25(1), 8–13. https://doi.org/10.12968/bjon.2016.25.1.8
  5. Leming-Lee, T. ‘Susie,’ & Watters, R. (2019). Translation of Evidence-Based Practice. Nursing Clinics of North America, 54(1), 1–20. https://doi.org/10.1016/j.cnur.2018.10.006
  6. Nelson, A. M. (2014). Best practice in nursing: A concept analysis. International Journal of Nursing Studies, 51(11), 1507–1516. https://doi.org/10.1016/j.ijnurstu.2014.05.003
  7. Potter, P. A., & Perry, A. G. (2009). Fundamental keperawatan (D. Sjabana, Ed.; A. Ferderika, Trans.). Salemba Medika.
  8. Reichembach, M. T., & Pontes, L. (2018). Evidence-Based Nursing Setting and image. Revista Brasileira de Enfermagem, 71(6), 2858–2859. https://doi.org/10.1590/0034-7167-2018710601
  9. Subke, J., Downing, C., & Kearns, I. (2020). Practices of caring for nursing students: A clinical learning environment. International Journal of Nursing Sciences, 7(2), 214–219. https://doi.org/10.1016/j.ijnss.2020.03.005
  10. Ten Ham-Baloyi, W., Minnie, K., & Van der Walt, C. (2020). Improving healthcare: A guide to roll-out best practices. African Health Sciences, 20(3), 1487–1495. https://doi.org/10.4314/ahs.v20i3.55
  11. Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
  12. Wieck, K. L. (1996). Diagnostic language consistency among multicultural english-speaking nurses. International Journal of Nursing Terminologies and Classifications, 7(2), 70–78. https://doi.org/10.1111/j.1744-618X.1996.tb00295.x
  13. Winter, P. (2016). Using a high-performance planning model to increase levels of functional effectiveness within professional development: Journal for Nurses in Professional Development, 32(1), 33–40. https://doi.org/10.1097/NND.0000000000000204

Endorse

Informasi Statistik Pemakaian

Abstrak viewed = 283 times

Pemberi Dana

Data Sitasi