Beralih ke bagian utama Beralih ke menu navigasi utama Beralih ke bagian footer website
Original Research
Diterbitkan: 2021-12-29

Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Tingkat Akhir Dimasa Pandemi Penyakit COVID-19 di Universitas Harapan Bangsa, Purwokerto

Program Studi Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Harapan Bangsa, Indonesia
Program Studi Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Harapan Bangsa, Indonesia
Program Studi Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Harapan Bangsa, Indonesia
Program Studi Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Harapan Bangsa, Indonesia
Kualitas tidur Stres Mahasiswa Skripsi

Abstrak

Mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi sering mengalami kejadian stres, terutama dimasa penyakit COVID-19, sistem pembelajaran dilakukan secara daring, dan mengalami ganguan tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa semester akhir. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif, pengambilan data secara potong lintang, dengan populasi mahasiswa semester akhir progra studi keperawatan Universitas Harapan Bangsa sejumlah 66 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Depression, Anxiety and Stress Scale (DASS-42) dan Pittshurgh Sleep Qualiy Index (PSQI) yang dibagikan secara daring menggunakan google formulir. Mayoritas responden mengalami stres ringan (48,5%), dan gangguan tidur sedang (71,2%). Analisis data menggunakan metode uji statistik Sprearman's-rank nilai p 0,001, dan nilai r 0,445. Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur mahasiswa tingkat akhir di Universitas Harapan Bangsa.

PENDAHULUAN

Penyakit virus corona 2019 (COVID-19) adalah serangan virus pada sistem pernafasan manusia. Penyakit ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China, pada 31 Desember 2019, dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia coronavirus pertama kali ditemukan pada bulan Maret 2020 sampai saat ini (Rahayu et al., 2020). Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenskes RI) melaporkan kasus COVID-19 pertama terjadi di Indonesia pada 2 Maret 2020, yaitu dua pasien di Jawa Barat. Tidak berselang lama, 7 April 2020, penyakit COVID-19 telah menjangkiti 2.738 jiwa masyarakat di Indonesia, dengan angka kematian sebanyak 8,1% (Adiputra, 2020).

Sebagai salah satu dampak kejadian penyakit COVID-19 ini, terdapat banyak aturan pemerintah untuk menghindari penyebaran wabah, yang dampaknya pada berbagai sektoral, dan terutama pendidikan, yang mengharuskan penggunaan media pembelajaran daring agar aktivitas akademik dapat terus dilakukan (Haris & Fahrina, 2020).

Pembelajaran secara daring ini menyebabkan berbagai permasalahan selain daripada penyebaran penyakit COVID-19 itu sendiri. Mahasiswa mengalami masalah finansial, tugas yang bertambah banyak dengan waktu penyelesaiannya sangat singkat. Ridwan (2020) berpendapat bahwa masalah ini tidak hanya dialami oleh mahasiswa, namun sivitas akademika lainnya, seperti dosen. Berdasarkan survei Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan & Kebudayaanl, 89,17% mahasiswa merasa bahwa pembelajaran yang dilakukan secara langsung (tatap muka) lebih efektif dibandingkan pembelajaran secara daring (Dewi, 2020). Permasalahan yang dialami oleh sivitas akademika dapat saja menjadi kejadian stres.

Stres yang merupakan respons nonspesifik dari tubuh terhadap adanya beban (Pratiwi, 2015). Kejadian stres pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu emosi, aktivitas perkuliahan, kepribadian individu, tidak ada keinginan untuk mengerjakan skripsi, sering begadang untuk mencari judul, kurangnya fasilitas untuk mencari referensi, suara bising dari lingkungan sekitar dan tidak dapat berkonsentrasi, revisi yang berulang, tidak mempunyai kemampuan mengolah kata dan menulis, pembimbing yang sibuk dan sulit dihubungi. Keadaan tersebut menjadi pemicu munculnya stres (Qurtubi, 2020).

Berdasarkan studi pendahuluan pada 37 mahasiswa semester akhir di Universitas Harapan Bangsa, semua mahasiswa mengalami kejadian stres yang disebabkan oleh karena harus membagi waktu antara mengerjakan skripsi, kuliah online, pekerjaan rumah, referensi yang terbatas dan juga kesulitan dalam menghubungi dosen. 35 mahasiswa mengalami gangguan tidur sebagai akibat dari kejadian stres karena padatnya kegiatan dari pagi hingga sore akhirnya mahasiswa memilih mengerjakan skripsi pada malam hari, dua mahasiswa yang tidak mengalami gangguan tidur karena menurut mereka kejadian stres mempercepat mereka untuk tidur. Berkaitan dengan cara mahasiswa untuk mengatasi kejadian stres tersebut, mereka melakukan hal-hal yang menyenangkan dengan melakukan ibadah, curhat, bermain game, membuka sosial media.

METODE

Jenis Penelitian

Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan desain potong lintang untuk dapat mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur mahasiswa tingkat akhir di Universitas Harapan Bangsa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang tidak dilakukan uji validitas & reliabilitas karena kuesioner telah dibakukan dan disesuaikan dengan bahasa Indonesia.

Lokasi, Waktu, Populasi dan Sampel

Penelitian dilakukan di Universitas Harapan Bangsa, Purwokerto, Jawa Tengah mulai tanggal 17 Mei-17 Juni 2021. Seluruh mahasisawa semester akhir dari program studi keperawatan reguler angatan tahun 2017 dijadikan populasi penelitian, dan penentuan sampel menggunakan metode total sampling, sehinggga jumlah sampel yang menjadi responden sebanyak 66 mahasiswa.

Pengumpulan, Pengolahan dan Analisis Data

Sebelum pengumpulan data, penelitian ini dinyatakan laik etik Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Universitas Harapan Bangsa.

Pengumpulan data dilakukan secara secara daring menggunakan menggunakan platform google form yang berisi kuesioner DASS-42 dan PSQI, dan diisi secara mandiri oleh responden. Peneliti menghubungi responden melalui sosial media WhatsApp untuk meminta persetujuannya mengisi formulir kuesioner, disampaikan tentang cara pengisian kuesioner, dan diberikan akses ke formulir kuesioner jika responden setuju untuk mengikuti proses penelitian.

Pengolahan dan analisis data menggunakan metode uji statistik univariat dan bivariat, data disajikan distribusi frekuensinya, dan untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur mahasiswa tingkat akhir digunakan metode uji statistik Spearman's rank menggunakan pemrograman komputer SPSS V.24.

HASIL

Tabel 1. Karakteristik kelas, usia, dan jenis kelamin responden Pada kolom tabel responden kategori kelas, S1 Keperawatan 8A dan 8B berjumlah 66 responden yang terdiri dari 30 (45,5%) responden berasal dari kelas A dan 36 (54,5%) responden dari kelas B. Rentang usia responden sangat bervariasi, 30 (45,5%) berusia 22 tahun, dan 24 (36,4%) berusia 23 tahun. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan 52 (78,8%).

Tabel 2. Distribusi dan kategori variabel tingkat stres dan kualitas tidur 66 responden yang sedang menyelesaikan tugas akhir skripsi dimasa pandemi penyakit COVID-19 di Universitas Harapan Bangsa, Purwokerto, 32 (48,5%) responden yang mengalami stres ringan, 47 (71,2%) responden yang mengalami gangguan tidur sedang.

Tabel 3. Uji statistik Spearman's rank correlation coefficient Hasil tabulasi data mayoritas responden yang mengalami kualitas tidur sedang dengan tingkat stres ringan frekuensi 26 (81,3%). Pada uji bivariat Spearman's rank nilai p 0,001, dan r 0,445.

PEMBAHASAN

Hasil penelitian pada mahasiswa semester akhir yang sedang menyelesaikan tugas akhir skripsi (Tabel 1), mayoritas mengalami kejadian stres ringan (Tabel 2), dan gangguan tidur sedang (Tabel 2). Hasil uji statistik Spearman's rank dengan nilai p 0,001 (Tabel 3), nilai r yang kuat (0,445) dengan arah hubungan yang positif. Semakin tinggi tingkat stres maka semakin berat pula gangguan tidur.

Peneliti berasumsi bahwa kejadian stres kategori ringan yang dialami oleh responden disebabkan oleh tuntutan akedemik yang untuk meraih pencapaian yang telah ditentukan oleh kampus dan mahasiswa itu sendiri. Tuntutan tersebut berupa banyaknya tugas kuliah dan penyelesaian skripsi.

Sedangkan asumsi peneliti pada gangguan tidur responden disebabkan responden memikirkan masalah sebelum tidur sehingga responden kesulitan untuk mengawali tidurnya, dan pengalaman terbangun dimalam hari. Selain itu, dapat juga disebabkan karena menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan sehingga total jam tidurnya kurang dari 7 jam.

Pengaruh kejadian stres pada tubuh, khususnya aktivitas tidur adalah gangguan tidur disebabkan karena adanya perubahan keseimbangan hormonal pada tubuh. Stres dapat mempengaruhi seseorang, seperti akan bermimpi buruk dan gangguan tidur lainnya (Asmadi, 2008) yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kualitas tidur. Perubahan hormonal kortisol, norepinefrin, dan epinefrin yang menyebkan keadaan terjaga (Sherwood, 2011), sehingga siklus tidur akan terganggu yang berpengaruh terhadap kualitas tidur (Setiawati et al., 2016). Bagi mahasiswa semester akhir, kejadian stress dapat memperburuk kualitas tidur (Ratnaningtyas & Fitriani, 2019; Sulana et al., 2020).

KESIMPULAN DAN SARAN

Kajadian stres bervariasi pada seluruh responden, mulai dari stres ringan, dan mengalami gangguan tidur sedang. Dari hasil uji statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kejadian stres dengan gangguan tidur pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Harapan Bangsa.

Diperlukan mekanisme koping untuk mengatasi kejadian stres dan gangguan tidur.

Kekurangan Penelitian

Responden tidak mengikuti proses penelitian secara antusias.

Metrik

Metrik sedang dimuat ...

Referensi

  1. Adiputra, P. A. T. (2020). Dampak pandemi covid-19 pada pelayanan pasien kanker di rumah sakit tersier di indonesia: Serial kasus. JBN (Jurnal Bedah Nasional), 4(1), 29. https://doi.org/10.24843/JBN.2020.v04.is01.p07
  2. Asmadi. (2008). Konsep dasar keperawatan (E. A. Mardella, Ed.). EGC.
  3. Dewi, S. N. (2020). Dampak covid 19 terhadap pembelajaran daring di perguruan tinggi. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS), 12(2), 87–93.
  4. Haris, M., & Fahrina, A. (2020). Minda Mahasiswa Indonesia: Ketika Masyarakat Indonesia Bersatu Melawan Pandemi. Syiah Kuala University Press.
  5. Pratiwi, A. (2015). Buku ajar keterampilan dasar kebidanan 1. Salemba Medika.
  6. Qurtubi, A. (2020). Perilaku organisasi. Jakad Media Publishing.
  7. Rahayu, S., Nugroho, R., Nugraha, S. M., Manik, C., Handayani, N., Jovina, T., & Budiati, N. (2020). Covid-19: The nightmare or rainbow. Mata Aksara.
  8. Ratnaningtyas, T. O., & Fitriani, D. (2019). Hubungan stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir. Edu Masda Journal, 3(2), 181–191. https://doi.org/10.52118/edumasda.v3i2.40
  9. Ridwan, S. (Ed.). (2020). 21 refleksi pembelajaran daring di masa darurat. Universitas Katolik Soegijapranata.
  10. Setiawati, O. R., Wulandari, M., & Mayestika, D. (2016). Hubungan kualitas tidur dengan stres pad a mahasiswa fakultas kedonteran universitas malahayati tahun akademik 2015/2016. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 3(3). https://doi.org/10.33024/.v3i3.752
  11. Sherwood, L. L. (2011). Fisiologi manusia: Dari sel ke sistem (2nd ed.). EGC.
  12. Sulana, I. O. P., Sekeon, S. A. S., & Mantjoro, E. M. (2020). Hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur mahasiswa tingkat akhir fakultas kesehatan masyarakat universitas sam ratulangi. KESMAS, 9(7). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/31609

Cara Mengutip

Oktaviani, F. T., Apriliyani, I., Yudono, D. T., & Dewi, F. K. (2021). Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Tingkat Akhir Dimasa Pandemi Penyakit COVID-19 di Universitas Harapan Bangsa, Purwokerto. Health Information : Jurnal Penelitian, 13(2), 54–60. https://doi.org/10.36990/hijp.v13i2.379 (Original work published 20 Desember 2021)