Penerapan Intervensi Manajemen Halusinasi terhadap Tingkat Agitasi pada Pasien Skizofrenia

Penulis

  • Fitri Wijayati Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia
  • Nurfantri Nurfantri Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia
  • Gita Putu Chanitya Devi Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36990/hijp.v11i1.86

Kata Kunci:

Terapi, Bercakap, Skizofrenia, Halusinasi pendengaran, Agitasi

Abstrak

Skizofrenia merupakan keadaan dimana seseorang mengalami perubahan prilaku yang signifikan seseorang yang mengalami gangguan ini menjadi lupa diri, berprilaku tidak wajar, mencederai diri sendiri, mengurung diri, tidak mau bersosialisasi, tidak percaya diri dan sering kali masuk ke alam bawah sadar dalam dunia fantasi yang pennuh delusi dan halusinasi. Penelitian studi kasus ini menggunakan desain penelitian deskriptif bertujuan untuk melakukan penerapan intervensi manajemen halusinasi terhadap tingkat agitasi pada pasien dengan halusinasi pendengaran Sampel dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi pendengaran yang kooperatif Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh pemberian terapi bercakap – cakap dengan orang lain terhadap tingkat agitasi gelisah dan insomnia. Dalam sembilan hari intervensi, untuk tingkat agitasi gelisah menunjukan skala 4 kategori ringan dan untuk tingkat agitasi insomnia menunjukan skala 3 kategori sedang. Saran diharapkan peneliti selanjutnya dapat menggunakan sebagai pedoman dalam melakukan penerapan manajemen halusinasi pada pasien skizofrenia.

Biografi Penulis

Fitri Wijayati, Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia

Poltekkes Kemenkes Kendari

Nurfantri Nurfantri, Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia

Poltekkes Kemenkes Kendari

Referensi

Arif, I S. 2006. Skizofrenia. Bandung: PT.Refika Aditama

Direja, Ade Herman S.2011. Buku Ajar Asuhan keperawata Jiwa. Yogyakarta.Nuha Medika

Keliat B, ddk. 2006, Proses Keperawatan Jiwa Edisi II. Jakarta. EGC

Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar ; Riskesdas. Jakarta : Balitbang Kemenkes RI

Maramis. 2012. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa (Edisi 2). Surabaya. Airlangga

Maramis F.W. 2005. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya: Airlangga University Perss

Muhith, A. (2015). Pendidikan Keperawatan jiwa ( teori dan aplikasi ). Yogyakarta: Andi dan NANDA,NIC, NOC. Yogyakarta:MediAction

Moorhead Sue,ddk.2013. Nursing Outcomes Classification (NOC),edisi lima, Indonesia Edition.Indonesia.Mocome dia.

Nanda. (2015). Diagnosis Keperawatan Definisi & Klasifikasi 2015-2017 Edisi 10 editor T Heather Herdman, Shigemi Kamitsuru. Jakarta: EGC

Notoatmojo, S. 2010. Metodologi Penelitian kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

Stuart, G,W.2007. Buku Saku Keperawatan Jiwa.Edisi 5.Jakarta:EGC

Nurarif, A.H. dan Kusuma, H. 20015. Aplikasi Asuhan keperaatan Berdasarkan Diagnosa Medis

Sumiati. 2009. Kesehatan jiwa remaja dan Konseleing. Jakarta.Tans info Media

Suliswati, dkk. (2005). Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa, Jakarta : EGC

Videbeck, Sheila L. (2008). Buku Ajar Keperawatan Jiwa, Jakarta : EGC.

WHO. World Health Statistic 2016 : World Health Organization ; 2016

Yosep, I, 2009, keperawatan Jiwa, Edisi Revisi, Bandung : Revika aditama

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-06-01

Cara Mengutip

Wijayati, F., Nurfantri, N., & Devi, G. P. C. (2019). Penerapan Intervensi Manajemen Halusinasi terhadap Tingkat Agitasi pada Pasien Skizofrenia. Health Information : Jurnal Penelitian, 11(1), 13–19. https://doi.org/10.36990/hijp.v11i1.86

Terbitan

Bagian

Laporan Kasus