Terimakasih atas kepercayaan anda kepada Penerbit Poltekkes Kemenkes Kendari. Kami menutup sementara Sistem Penerimaan Naskah (submission) hingga 03 Januari 2024. Anda dapat melakukan konsultasi penyiapan naskah anda untuk terbit pada edisi tahun 2024, melalui pos elektronik: editorial.jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id.
Beralih ke bagian utama Beralih ke menu navigasi utama Beralih ke bagian footer website
Original Research
Diterbitkan: 2022-12-30

Strategi Coping Perawat Dalam Menghadapi Stres Kerja Selama Masa Pandemi Covid-19: penelitian kualitatif

STIKES Papua
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua
Strategi koping Stres kerja Perawat COVID-19

Lisensi

Cara Mengutip

Hardiyanti, R., Nasedum, I. R., & Fitriani, F. (2022). Strategi Coping Perawat Dalam Menghadapi Stres Kerja Selama Masa Pandemi Covid-19: penelitian kualitatif. Health Information : Jurnal Penelitian, 14(2), 168–176. https://doi.org/10.36990/hijp.v14i2.686 (Original work published 14 Desember 2022)

Abstrak

Stres kerja merupakan masalah kesehatan yang serius, baik dari segi tingginya angka kejadian maupun dampaknya. Stres kerja dilaporkan terjadi pada tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi koping yang efektif digunakan oleh perawat dalam menghadapi stres kerja selama pandemi COVID-19 di Rumah Sakit di Kota Sorong. Desain penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi pada 12 responden. Data dikumpulkan melalui diskusi grup terpumpun. Peneliti mengidentifikasi 3 tema utama, dan 6 kategori yang menjelaskan strategi koping perawat. Tema tersebut yaitu 1) mencari dukungan, dengan kategori utama a) tempat berbagi masalah, dan b) bantuan untuk penyelesaian masalah. 2) spiritualitas, dengan kategori utama a) mendekatkan diri kepada tuhan, dan b) membuat makna yang positif. 3) pengendalian diri, dengan kategori utama a) memahami kondisi, dan b) mengendalikan emosi. Penelitian lanjutan pada kelompok partisipan dengan cakupan karaktersitik yang lebih luas diperlukan untuk melengkapi penelitian ini.

PENDAHULUAN

Pandemi COVID-19 menyebabkan krisis pada berbagai bidang pelayanan masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan masyarakat, dan tenaga kesehatan yang berimplikasi pada meningkatnya stres kerja pada tenaga kesehatan yang bertugas (Gupta et al., 2021). Sebagaimana pada berbagai studi bahwa sebelum pandemi COVID-19, isu tentang stres tenaga kesehatan di tempat kerja telah dikaji (Gebeyehu & Zeleke, 2019; Koinis et al., 2015). Besarnya implikasi yang ditimbulkan oleh kondisi COVID-19 ini tidak dapat dipungkiri berimbas pada perawat sebagai garda perawatan terdepan dalam berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya. Peningkatan risiko terhadap stres yang dialami oleh perawat turut serta mempengaruhi kondisi kesehatan fisik dan psikoligisnya (El-Zoghby et al., 2020).

Terdapat survei mengenai berbagai faktor pemicu stresor pada tenaga kesehatan. Arnetz et al. (2020) menyimpulkan bahwa keterpaparan infeksi, kematian, lingkungan kerja, alat pelindung diri, pandangan politik pemerintah. Peningkatan stress kerja perawat mengharuskan mereka tetap maksimal memberikan asuhan keperawatan. Mekanisme penyelesaian terhadap masalah tersebut mengharuskan koping yang adaptif (Akbar et al., 2015).

Pentingnya koping yang adaptif untuk menyeimbangkan tuntutan kerja dengan kesehatan perawatan. Peran tenaga kesehatan khususnya perawat selama pandemi COVID-19 justru diharapkan sebagai pemberi penanganan di fasilitas layanan kesehatan secara prima dan selalu bekerja profesional (Permatasari & Utami, 2018; Sinsky et al., 2021).

METODE

Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Aspek yang dikaji adalah pengalaman pemilihan strategi koping perawat selama pandemi COVID-19. Wawancara dengan metode fenomenologi untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang pengalaman pemilihan strategi coping setiap perawat dalam menghadapi stres kerja. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit di Kota Sorong pada tanggal 13 Juni-30 Juli 2022. Penentuan sampel menggunakan metode total sampling, sehingga semjumlah 12 partisipan direktut sebagai responden.

Responden diwawancarai oleh peneliti dengan waktu rata-rata sekitar 45-65 menit, setiap wawancara yang dilakukan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari responden. Data diolah dengan membaca kembali hasil verbatim wawancara, meninjau ulang data, mengartikulasikan makna, membuat kategori, mengintegrasikan hasil sesuai deskripsi tema yang telah disusun, merumuskan deskripsi lengkap tentang fenomena, memvalidasi tema-tema, dan membandingkan tema dari sisi pandang peneliti.

HASIL

Sejumlah 12 partisipan mengikuti penelitian dari awal hingga akhir. Secara umum, usia responden dalam rentan 30-54 tahun, 7 partisipan berjenis kelamin perempuan, dan 5 partisipan berjenis kelamin laki-laki. Pendidikan formal terakhir adalah Diploma III dan Profesi Ners, dengan rata-rata lama bekerja dalam rentan 5-23 tahun.

Peneliti mengidentifikasi 3 tema utama, dan 6 kategori yang menjelaskan strategi koping perawat. Tema tersebut yaitu 1) mencari dukungan, dengan kategori utama a) tempat berbagi masalah, dan b) bantuan untuk penyelesaian masalah. 2) spiritualitas, dengan kategori utama a) mendekatkan diri kepada tuhan, dan b) membuat makna yang positif. 3) pengendalian diri, dengan kategori utama a) memahami kondisi, dan b) mengendalikan emosi.

Mencari Dukungan

Tabel 1. Hasil Koding pada Tema Mencari Dukungan

Responden melakukan tindakan ini untuk mengurangi dan membantu dalam mengatasi masalah atau situasi stres kerja dalam pekerjaan. Strategi koping mencari dukungan dapat memberikan solusi untuk partisipan dalam memilah atau menentukan pemilihan penyelesaian masalah. Dukungan sosial yang diperoleh partisipan berasal dari keluarga, rekan kerja, atasan (kepala ruangan), tenaga medis lainnya, dan juga senior (Tabel 1).

Risiko pekerjaan di Rumah Sakit membuat partisipan membutuhkan dukungan dari senior sebagai perawat yang telah bekerja lebih dahulu dan lebih lama. Menurut partisipan, peran senior sangat membantu dalam tukar pikiran dari setiap permasalahan yang dihadapi, senior juga membantu dengan memberikan solusi yang baik untuk rekan kerjanya. Sedangkan kepala ruangan memiliki peran tersendiri untuk memberikan solusi atau arahan yang tepat kepada setiap rekan kerjanya yang tidak dapat menyelesaikan masalah secara pribadi. Sebagian partisipan memberikan tanggapan bahwa rekan kerja, atasan, dan juga senior di Rumah Sakit sangat solid, sehingga setiap permasalahan dapat terselesaikan tanpa merugikan pihak manapun.

Partisipan yang diwawancarai juga menyimpulkan bahwa membutuhkan bantuan orang lain dalam menangani keluarga pasien yang tidak menerima dengan status positif COVID-19 keluarganya yang terkadang keluarga melakukan tindakan amuk (agresif). Partisipan juga memerlukan waktu dan banyak belajar dari pengalaman sebagai bentuk penyesuaian bekerja di ruang perawatan COVID-19.

Spiritualitas

Tabel 2. Hasil koding pada Tema Spiritualitas

Partisipan menjelaskan bahwa dengan melakukan shalat maupun dzikir mereka merasa jauh lebih tenang dalam menghadapi berbagai permasalahan maupun kejenuhan dalam pekerjaan, beberapa partisipan mengungkapkan bahwa selalu merasa bersyukur telah diberikan kesempatan bekerja di Rumah Sakit meskipun ditempatkan di ruang perawatan COVID-19 dengan risiko terpapar dengan pasien COVID-19, dan tidak jarang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari keluarga pasien. Perawat juga mengkhawatirkan keluarganya sendiri. Partisipan berusaha untuk selalu berpikir positif dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan (Tabel 2).

Pengendalian Diri

Tabel 3. Hasil Koding pada Tema Pengendalian Diri

Pengendalian diri merupakan tindakan yang dilakukan partisipan untuk mengurangi, mencegah, serta membantu dalam konteks pilihan koping saat mengalami kondisi stres di tempat kerja. Strategi pengendalian diri partisipan berbeda-beda (Tabel 3).

PEMBAHASAN

Tema pertama adalah mencari dukungan sosial. Dukungan sosial dapat bersumber dari teman sekerja, pimpinan, dan orang-orang yang terlibat dalam pekerjaan, tetapi dapat pula bersumber dari keluarga, teman maupun kelompok di luar lingkungan kerja. Adanya dukungan yang berasal dari lingkup tempat kerja dan komunitas memberikan ruang toleransi terhadap stres kerja bagi perawat (Soha et al., 2016). Lingkungan kerja yang cenderung memberikan ruang untuk tidak berkembang (toxic workplace) justru membuat sesama pekerja berkonflik, dan meningkatkan stresor dalam bekerja (Rasool et al., 2021).

Dukungan sosial adalah tersedianya bantuan dari lingkungan sekitar yang diperoleh individu. Thorsteinsson et al. (2013) mengidentifikasi empat jenis dukungan sosial, 1) dukungan emosional yang merupakan bentuk bentuk bantuan yang menjadi kebutuhan setiap orang, diantaranya adalah empati, cinta, dan kepercayaan diri sebagai bentuk dukungan, kepedulian dan perasaan untuk didengarkan, 2) dukungan instrumental yang diwujudkan sebagai bantuan secara nyata yang dapat dinilai fisiknya, misal, uang, transportasi, waktu, dan yang berkaitan dengan kebutuhan hidup individu, 3) dukungan informasi yang dapat berupa pemberian nasihat, saran, atau informasi umum sesuai dengan yang dibutuhkan, dan 4) Dukungan penghargaan merupakan impresi positif kepada orang lain untuk membantu meningkatkan pengembangan kepribadiannya.

Dukungan sosial yang baik memberikan implikasi pada kesehatan mental yang stabil pada individu khususnya di tempat kerja (Koinis et al., 2015; Scully-Russ & Torraco, 2020). Aspek psikologis ini justru meningkatkan komitmen terhadap pekerjaan, perasaan memiliki tempat kerja, dan bekerja dengan baik (Grailey et al., 2021; Rasool et al., 2021; Soha et al., 2016).

Salah satu koping terhadap stres pada tempat kerja adalah aspek spiritualitas. Aspek spiritual merujuk kepada segala upaya dalam pelibatan untur Ketuhanan pada kondisi ketidaknyamanan yang dialami, dan dalam konteks pandemi COVID-119, spiritualitas, dan keyakinan tentang Tuhan, memberikan pengaruh pada penurunan stress, dan kecemasan (Algahtani et al., 2022).

Strategi coping yang menjadi pilihan partisipan termasuk sebagai koping berfokus emosi (emotional focused coping) dalam kategori positive reappraisal yaitu, memberi penilaian positif dengan makna yang menguatkan sebagai pengembangan diri dan termasuk sebagai aspek religius (Varela et al., 2021). Metode koping spiritualitas dengan memperbanyak dzikir, melakukan shalat, percaya kepada Tuhan, dan membuat makna positif dengan selalu bersyukur dan berpikir positif. Individu yang usianya telah memasuki masa usia dewasa akan cenderung memiliki pemikiran dan keputusan yang bijaksana dan matang dalam menghadapi masalah (Chen et al., 2018). Hal ini bisa saja terjadi karena faktor yang mempengaruhi stres pada perawat selain kejenuhan dalam bekerja adalah pengalaman seseorang dalam menghadapi suatu pekerjaan dan beban kerja yang dirasakan oleh perawat (Babapour et al., 2022).

Baldacchino (2017) berpendapat bahwa makna spiritualitas yang lebih umum dan universal, koping spiritualitas yang dimanfaatkan dalam aspek kehidupan, keyakinan pada makhluk Ilahi, dan melakukan ritual untuk menjaga harmoni dengan orang lain, sebagai pengaruh untuk meningkatkan pemberdayaan diri. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jannati et al. (2011) yang merupakan penelitian kualitatif, menunjukkan bahwa koping spiritual adalah strategi yang digunakan oleh perawat untuk mengatasi stres kerja. Kemper et al. (2011) menyatakan bahwa perawat yang bekerja di rumah sakit, dan menggunakan doa atau meditasi menjadi satu strategi untuk mengatasi stres kerja. Dalam studi Bakibinga et al. (2014), semua perawat yang berpartisipasi dalam penelitian menyatakan bahwa nilai-nilai agama memiliki pengaruh positif dalam situasi yang menantang, iman kepada Tuhan membantu mengatasi situasi dengan lebih baik dan bahkan membuat individu mempertahankan pekerjaan mereka dalam situasi yang sulit.

Perawat memerlukan kesiapan kesiapan fisik dan psikologis dalam memberikan asuhan keperawatan. Seringkali perawat menghadapi situasi yang tidak menyenangkan (risk situation) di tempat kerja dengan perilaku pasien maupun keluarga pasien itu sendiri. Strategi koping menjadi amat penting bagi perawat sebagai bentuk pertahanan diri, baik koping yang berfokus pada penyelesaian masalah maupun yang berfokus pada emosi diri sendiri (Ding et al., 2021). Perawat memilih strategi koping yang menurutnya paling efektif sehingga tidak terjebak dalam kondisi stres yang lebih parah, dengan melalui koping, perawat memilih berbagai upaya, baik mental maupun perilaku untuk mengatasi, menoleransi, mengurangi, atau meminimalisir suatu situasi atau kejadian yang penuh tekanan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang memiliki kemampuan mengendalikan kondisi kerja dapat mengatasi stres dalam pekerjaan, dan mengalami lebih sedikit stres kerja (Eslami Akbar et al., 2017). Masalah stres kerja pada perawat juga menunjukkan bahwa pengendalian diri dapat dianggap sebagai salah satu strategi perawat untuk mengatasi stres kerja (Behzadi et al., 2021).

Strategi koping pengendalian diri dengan memahami kondisi dan juga mengendalikan emosi. Strategi koping ini termasuk dalam kategori self controlling yaitu pengendalian diri individu dalam regulasi baik sebagai respons perasaan maupun tindakannya. Perawat baru yang masuk ke lingkungan kerja dapat merasakan stres sejak awal memulai pekerjaan sebagai perawat, namun perawat yang sudah lama bekerja memiliki pengalaman dalam mengenal lingkungan kerja serta beradaptasi terhadap stresor yang timbul dalam lingkungan kerja (Babapour et al., 2022).

KESIMPULAN DAN SARAN

Strategi koping perawat dalam menghadapi stres kerja selama masa pandemi COVID-19 tiga tema yaitu mencari dukungan, spiritualitas, dan pengendalian diri. Meningkatnya strategi koping perawat agar meminimalkan stres kerja dan meningkatkan kualitas hidup tenaga kesehatan itu sendiri.

Kekurangan Penelitian

Penelitian ini mengkaji partisipan dalam lingkup yang homogen, sehingga temuan data masih bersifat lokal.

Referensi

  1. Akbar, R. E., Elahi, N., Mohammadi, E., & Khoshknab, M. F. (2015). What Strategies Do the Nurses Apply to Cope With Job Stress?: A Qualitative Study. Global Journal of Health Science, 8(6), Article 6. https://doi.org/10.5539/gjhs.v8n6p55 DOI: https://doi.org/10.5539/gjhs.v8n6p55
  2. Algahtani, F. D., Alsaif, B., Ahmed, A. A., Almishaal, A. A., Obeidat, S. T., Mohamed, R. F., Kamel, R. M., Gul, I., & Hassan, S. un N. (2022). Using Spiritual Connections to Cope With Stress and Anxiety During the COVID-19 Pandemic. Frontiers in Psychology, 13, 915290. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.915290 DOI: https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.915290
  3. Arnetz, J. E., Goetz, C. M., Arnetz, B. B., & Arble, E. (2020). Nurse Reports of Stressful Situations during the COVID-19 Pandemic: Qualitative Analysis of Survey Responses. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(21), 8126. https://doi.org/10.3390/ijerph17218126 DOI: https://doi.org/10.3390/ijerph17218126
  4. Babapour, A.-R., Gahassab-Mozaffari, N., & Fathnezhad-Kazemi, A. (2022). Nurses’ job stress and its impact on quality of life and caring behaviors: A cross-sectional study. BMC Nursing, 21(1), 75. https://doi.org/10.1186/s12912-022-00852-y DOI: https://doi.org/10.1186/s12912-022-00852-y
  5. Bakibinga, P., Vinje, H. F., & Mittelmark, M. (2014). The role of religion in the work lives and coping strategies of Ugandan nurses. Journal of Religion and Health, 53(5), 1342–1352. https://doi.org/10.1007/s10943-013-9728-8 DOI: https://doi.org/10.1007/s10943-013-9728-8
  6. Baldacchino, D. (2017). Spirituality in the Healthcare Workplace. Religions, 8(12), Article 12. https://doi.org/10.3390/rel8120260 DOI: https://doi.org/10.3390/rel8120260
  7. Behzadi, S., Alizadeh, Z., Samani, N. K., Ghasemi, A., Fereidouni, Z., Kargar, L., & Rostami, K. (2021). Effect of stress management on job stress of intensive care unit nurses in hospitals affiliated to the University of Medical Sciences. Archivos Venezolanos de Farmacología y Terapéutica, 40(8), 824–827.
  8. Chen, Y., Peng, Y., Xu, H., & O’Brien, W. H. (2018). Age Differences in Stress and Coping: Problem-Focused Strategies Mediate the Relationship Between Age and Positive Affect. The International Journal of Aging and Human Development, 86(4), 347–363. https://doi.org/10.1177/0091415017720890 DOI: https://doi.org/10.1177/0091415017720890
  9. Ding, Y., Fu, X., Liu, R., Hwang, J., Hong, W., & Wang, J. (2021). The Impact of Different Coping Styles on Psychological Distress during the COVID-19: The Mediating Role of Perceived Stress. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(20), 10947. https://doi.org/10.3390/ijerph182010947 DOI: https://doi.org/10.3390/ijerph182010947
  10. El-Zoghby, S. M., Soltan, E. M., & Salama, H. M. (2020). Impact of the COVID-19 Pandemic on Mental Health and Social Support among Adult Egyptians. Journal of Community Health, 45(4), 689–695. https://doi.org/10.1007/s10900-020-00853-5 DOI: https://doi.org/10.1007/s10900-020-00853-5
  11. Eslami Akbar, R., Elahi, N., Mohammadi, E., & Fallahi Khoshknab, M. (2017). How Do the Nurses Cope with Job Stress? A Study with Grounded Theory Approach. Journal of Caring Sciences, 6(3), 199–211. https://doi.org/10.15171/jcs.2017.020 DOI: https://doi.org/10.15171/jcs.2017.020
  12. Gebeyehu, S., & Zeleke, B. (2019). Workplace stress and associated factors among healthcare professionals working in public health care facilities in Bahir Dar City, Northwest Ethiopia, 2017. BMC Research Notes, 12(1), 249. https://doi.org/10.1186/s13104-019-4277-1 DOI: https://doi.org/10.1186/s13104-019-4277-1
  13. Grailey, K., Leon-Villapalos, C., Murray, E., & Brett, S. J. (2021). The Psychological Impact of the Workplace Environment in Critical Care A Qualitative Exploration. Human Factors in Healthcare, 1, 100001. https://doi.org/10.1016/j.hfh.2021.100001 DOI: https://doi.org/10.1016/j.hfh.2021.100001
  14. Gupta, N., Dhamija, S., Patil, J., & Chaudhari, B. (2021). Impact of COVID-19 pandemic on healthcare workers. Industrial Psychiatry Journal, 30(Suppl 1), S282–S284. https://doi.org/10.4103/0972-6748.328830
  15. Jannati, Y., Mohammadi, R., & Seyedfatemi, N. (2011). Iranian Clinical Nurses’ Coping Strategies for Job Stress. Journal of Occupational Health, 53(2), 123–129. https://doi.org/10.1539/joh.O10015 DOI: https://doi.org/10.1539/joh.O10015
  16. Kemper, K., Bulla, S., Krueger, D., Ott, M. J., McCool, J. A., & Gardiner, P. (2011). Nurses’ experiences, expectations, and preferences for mind-body practices to reduce stress. BMC Complementary and Alternative Medicine, 11, 26. https://doi.org/10.1186/1472-6882-11-26 DOI: https://doi.org/10.1186/1472-6882-11-26
  17. Koinis, A., Giannou, V., Drantaki, V., Angelaina, S., Stratou, E., & Saridi, M. (2015). The Impact of Healthcare Workers Job Environment on Their Mental-emotional Health. Coping Strategies: The Case of a Local General Hospital. Health Psychology Research, 3(1). https://doi.org/10.4081/hpr.2015.1984 DOI: https://doi.org/10.4081/hpr.2015.1984
  18. Permatasari, Y. D. A., & Utami, M. S. (2018). Koping Stres dan Stres pada Perawat di Rumah Sakit Jiwa “X.” Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 23(2), Article 2. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol23.iss2.art4 DOI: https://doi.org/10.20885/psikologika.vol23.iss2.art4
  19. Rasool, S. F., Wang, M., Tang, M., Saeed, A., & Iqbal, J. (2021). How Toxic Workplace Environment Effects the Employee Engagement: The Mediating Role of Organizational Support and Employee Wellbeing. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(5), 2294. https://doi.org/10.3390/ijerph18052294 DOI: https://doi.org/10.3390/ijerph18052294
  20. Scully-Russ, E., & Torraco, R. (2020). The Changing Nature and Organization of Work: An Integrative Review of the Literature. Human Resource Development Review, 19(1), 66–93. https://doi.org/10.1177/1534484319886394 DOI: https://doi.org/10.1177/1534484319886394
  21. Sinsky, C. A., Brown, R. L., Stillman, M. J., & Linzer, M. (2021). COVID-Related Stress and Work Intentions in a Sample of US Health Care Workers. Mayo Clinic Proceedings: Innovations, Quality & Outcomes, 5(6), 1165–1173. https://doi.org/10.1016/j.mayocpiqo.2021.08.007 DOI: https://doi.org/10.1016/j.mayocpiqo.2021.08.007
  22. Soha, H. M., Osman, A., Salahuddin, S. N., Abdullah, S., & Ramlee, N. F. (2016). The Relationship of Work Influence, Sense of Community and Individual Spirituality towards Organizational Performance. Procedia Economics and Finance, 35, 591–596. https://doi.org/10.1016/S2212-5671(16)00072-1 DOI: https://doi.org/10.1016/S2212-5671(16)00072-1
  23. Thorsteinsson, E. B., Ryan, S. M., & Sveinbjornsdottir, S. (2013). The Mediating Effects of Social Support and Coping on the Stress-Depression Relationship in Rural and Urban Adolescents. Open Journal of Depression, 2(1), Article 1. https://doi.org/10.4236/ojd.2013.21001 DOI: https://doi.org/10.4236/ojd.2013.21001
  24. Varela, J. P. G., Cruz, C. de la C. la, Guerrero, J. G. L., Rodríguez, K. E. S., & Valle, O. K. (2021). Positive reappraisal as a stress coping strategy during the COVID-19 pandemic. Salud Mental, 44(4), 177–184. https://doi.org/10.17711/SM.0185-3325.2021.023 DOI: https://doi.org/10.17711/SM.0185-3325.2021.023

UN/PBB SDGs

This output contributes to the following UN Sustainable Development Goals (SDGs)/Artikel ini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB berikut

SDG 3 good-health-and-well-being

Endorse

Informasi Statistik Pemakaian

Abstrak viewed = 968 times

Pemberi Dana