<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-model type="application/xml-dtd" href="http://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.1d3/JATS-journalpublishing1.dtd"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.1d3 20150301//EN" "http://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.1d3/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML" dtd-version="1.1d3" specific-use="Marcalyc 1.2" article-type="research-article" xml:lang="in">
<front>
<journal-meta>
<journal-id journal-id-type="redalyc">657</journal-id>
<journal-title-group>
<journal-title specific-use="original" xml:lang="in">Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat</journal-title>
</journal-title-group>
<issn pub-type="ppub">2776-5628</issn>
<issn pub-type="epub">2776-5628</issn>
<publisher>
<publisher-name>Poltekkes Kemenkes Kendari</publisher-name>
<publisher-loc>
<country>Indonesia</country>
<email>edofficejippm@myjurnal.poltekkeskdi.ac.id</email>
</publisher-loc>
</publisher>
</journal-meta>
<article-meta>
<article-id pub-id-type="art-access-id" specific-use="redalyc">6573225003</article-id>
<article-id pub-id-type="doi">https://doi.org/10.36990/jippm.v2i1.466</article-id>
<article-categories>
<subj-group subj-group-type="heading">
<subject>Article</subject>
</subj-group>
</article-categories>
<title-group>
<article-title xml:lang="in">Pelaksanaan Pos Gizi pada Masa Pandemi COVID-19 di Posyandu Kasih Ibu, Puskesmas Tanah Garam, Tahun 2020</article-title>
<trans-title-group>
<trans-title xml:lang="en">Implementation of Pos Gizi the COVID-19 Pandemic inMother's Love Posyandu, Tanah Garam Health Center, Year 2020</trans-title>
</trans-title-group>
</title-group>
<contrib-group>
<contrib contrib-type="author" corresp="yes">
<name name-style="western">
<surname>Arwin</surname>
<given-names>Pophy</given-names>
</name>
<xref ref-type="corresp" rid="corresp1"/>
<xref ref-type="aff" rid="aff1"/>
<email>phi111184@gmail.com</email>
</contrib>
<contrib contrib-type="author" corresp="no">
<name name-style="western">
<surname>Arta</surname>
<given-names>Alharis</given-names>
</name>
<xref ref-type="aff" rid="aff2"/>
</contrib>
<contrib contrib-type="author" corresp="no">
<name name-style="western">
<surname>Adhyka</surname>
<given-names>Nurmaines</given-names>
</name>
<xref ref-type="aff" rid="aff3"/>
</contrib>
</contrib-group>
<aff id="aff1">
<institution content-type="original">Puskesmas Tanah Garam, Dinas Kesehatan Kota Solok, Indonesia

</institution>
<institution content-type="orgname">Puskesmas Tanah Garam, Dinas Kesehatan Kota Solok, Indonesia</institution>
<country country="ID">Indonesia</country>
</aff>
<aff id="aff2">
<institution content-type="original">Puskesmas Tanah Garam, Dinas Kesehatan Kota Solok, Indonesia</institution>
<institution content-type="orgname">Puskesmas Tanah Garam, Dinas Kesehatan Kota Solok, Indonesia

</institution>
<country country="ID">Indonesia</country>
</aff>
<aff id="aff3">
<institution content-type="original">Jurusan Kesehatan Masyarakat, Universitas Baiturrahmah, Padang, Indonesia

</institution>
<institution content-type="orgname">Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Baiturrahmah, Padang, Indonesia</institution>
<country country="ID">Indonesia</country>
</aff>
<author-notes>
<corresp id="corresp1">
<email>phi111184@gmail.com</email>
</corresp>
</author-notes>
<pub-date pub-type="epub-ppub">
<season>Enero-Mayo</season>
<year>2022</year>
</pub-date>
<volume>2</volume>
<issue>1</issue>
<fpage>13</fpage>
<lpage>17</lpage>
<history>
<date date-type="received" publication-format="dd mes yyyy">
<day>15</day>
<month>02</month>
<year>2022</year>
</date>
<date date-type="accepted" publication-format="dd mes yyyy">
<day>15</day>
<month>05</month>
<year>2022</year>
</date>
</history>
<permissions>
<copyright-statement>Authors retain copyright and grant the journal right offirstpublication with the work simultaneously licensedunder a CreativeCommons Attribution-ShareAlike 4.0International License thatallows others to share the work with anacknowledgment of theworks authorship and initial publication inthis journal and ableto enter into separate, additional contractualarrangements for thenon-exclusive distribution of the journalspublished version of thework (e.g., post it to an institutionalrepository or publish it in abook).</copyright-statement>
<copyright-year>2022</copyright-year>
<copyright-holder>Author</copyright-holder>
<ali:free_to_read/>
<license xlink:href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/">
<ali:license_ref>https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</ali:license_ref>
<license-p>This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.</license-p>
</license>
</permissions>
<abstract xml:lang="in">
<title>Ringkasan</title>
<p>Permasalahan gizi di masyarakat merupakan salah satu perhatian pemerintah. Hal ini terkait dengan kerawanan pangan dan gizi dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi akut (gizi kurang dan gizi buruk) pada kelompok rentan, bahkan permasalahan gizi kronik (stunting). Pengoptimalan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial di masa pandemi Covid-19 diharapkan tetap bisa berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh Tim Puskesmas Tanah Garam Kota Solok menekankan pada Pos Pemulihan Gizi Berbasis Masyarakat (Pos Gizi). Pos Gizi merupakan upaya pemberdayaan keluarga yang dalam pelaksanaannya berasal dari, oleh dan untuk masyarakat dalam upaya pengoptimalan potensi ekonomi keluarga dan mengembangkan kebutuhan gizi seluruh anggota keluarga. Pelaksanaan kegiatan Pos Gizi ini dibantu oleh kader posyandu dengan jumlah peserta sebanyak 12 ibu yang memiliki balita. Metode pengabdian yang dilakukan adalah: penyuluhan; diskusi; pendampingan ibu balita dalam bentuk menu gizi seimbang serta pola asuh. Hasil pengabdian ini diperoleh adanya peningkatan berat badan balita sebesar 75%. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan ini sangat berpengaruh dalam meningkatkan kualitas hidup balita terutama pada masa pandemi Covid-19.</p>
</abstract>
<trans-abstract xml:lang="en">
<title>Abstract</title>
<p>The problem of nutrition in the community is one of the government's concerns. This is related to food and nutrition insecurity that can increase the risk of acute nutritional problems (malnutrition) in vulnerable groups, even chronic nutrition problems (stunting). The optimization of Essential Public Health Efforts during the Covid-19 pandemic is expected to continue by implementing strict health protocols. The implementation of community service was carried out by the Tanah Garam Community Health Center Team, Solok City, emphasizing the Community-Based Nutrition Recovery Post. Nutrition Post is an effort to empower families which in its implementation comes from, by and for the community in an effort to optimize the family's economic potential and develop the nutritional needs of all family members. The implementation of this Nutrition Post activity was assisted by posyandu cadres with a total of 12 mothers with toddlers. The methods of service carried out are: counseling; discussion; assistance to mothers of toddlers in the form of a balanced nutritional menu and parenting. The result of this service is that there is an increase in the toddler's weight by 75%. This proves that this activity is very influential in improving the quality of life of toddlers, especially during the Covid-19 pandemic.</p>
</trans-abstract>
<kwd-group xml:lang="in">
<title>Kata kunci</title>
<kwd>Pos gizi</kwd>
<kwd>Pemberdayaan</kwd>
<kwd>Ibu balita</kwd>
<kwd>Menu seimbang</kwd>
<kwd> Pendampingan

</kwd>
</kwd-group>
<kwd-group xml:lang="en">
<title>Keywords</title>
<kwd>Nutrition Post</kwd>
<kwd>Empowerment</kwd>
<kwd>Mother under five</kwd>
<kwd>Balanced nutrition</kwd>
<kwd>Assistance</kwd>
</kwd-group>
<funding-group>
<award-group award-type="contract">
<funding-source>Puskesmas Tanah Garam</funding-source>
</award-group>
</funding-group>
<counts>
<fig-count count="1"/>
<table-count count="2"/>
<equation-count count="0"/>
<ref-count count="7"/>
</counts>
</article-meta>
</front>
<body>
<sec sec-type="intro">
<title>
<bold>PENDAHULUAN</bold>
</title>
<p>Pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia memaksa pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan status tanggap darurat dengan menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas atau kegiatan masyarakat. Pembatasan aktivitas atau kegiatan masyarakat ini dimaksudkan kepada daerah-daerah dengan tingkat kematian dan kasus aktif Covid-19 dalam kategori rata-rata. Hal ini bertujuan untuk menekan laju pertambahan kasus Covid-19 di Indonesia (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573225003_ref5">Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, 2021</xref>). Kebijakan yang dikeluarkan oleh presiden tersebut memaksa gubernur di setiap daerah mengeluarkan peraturan tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah kerjanya. Kebijakan tersebut memaksa masyarakat untuk melakukan pembatasan aktivitas di luar rumah dan tidak berkegiatan di tempat atau fasilitas umum (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573225003_ref2">Peraturan Gubernur Sumatra Barat, 2020</xref>). Hal ini menyebabkan menurunnya akses dan daya beli masyarakat terhadap pemenuhan pangan. Pemberlakuan PSBB menyebabkan gangguan kebiasaan konsumsi makanan masyarakat karena keterbatasan dengan masalah waktu dan tempat yang memengaruhi pola konsumsi keluarga (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573225003_ref7">Sheth, 2020</xref>).</p>
<p>Permasalahan ketersediaan pangan ini juga menjadi perhatian pemerintah, terlihat adanya berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga pemenuhan pangan kepada masyarakat. Program yang telah dilakukan oleh pemerintah di antaranya Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Subsidi Gaji, Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Sembako (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573225003_ref4">Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, 2020</xref>). Program-program yang telah dijalankan oleh pemerintah ini nampak belum sepenuhnya membantu untuk mengatasi permasalahan dalam gizi di masyarakat selama masa pandemi ini. Hal ini dikarenakan permasalahan dalam gizi di masyarakat tidak hanya terletak pada ketersediaan akan tetapi juga pada akses pangan masyarakat. Akses pangan di masyarakat ini mengacu kepada keterjangkauan, alokasi makanan serta preferensi individu dan rumah tangga mengenai makanan yang bergizi itu sendiri (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573225003_ref6">Saragih &amp; Saragih, 2020</xref>).</p>
<p>Perlunya penanganan serius tentang permasalahan gizi dikarenakan kerawanan pangan dan gizi dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi akut (gizi kurang dan gizi buruk) pada kelompok rentan, bahkan permasalahan gizi kronik (<italic>stunting</italic>) akan meningkat jika penetapan tanggap darurat Covid-19 berlangsung dalam waktu yang cukup lama (<italic>prolonged emergency situation</italic>). Menyadari hal tersebut, pemerintah dalam hal ini Kementrian Kesehatan melalui Puskesmas diminta tetap melaksanakan Upaya Pelayanan Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial untuk tetap menjalankan tugasnya dalam memenuhi pelayanan kesehatan masyarakat berupa pelayanan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif kepada kelompok intervensi (ibu hamil, ibu menyusui, bayi 0-23 bulan, balita dan remaja) di masa pandemi Covid-19. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat pada kelompok rawan selama masa pandemi Covid-19 (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573225003_ref3">Direktorat Gizi Masyarakat, 2020</xref>).</p>
<p>Merujuk pada panduan yang keluarkan oleh Kementrian Kesehatan maka Puskesmas di Indonesia mulai melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat terkait gizi di wilayah kerja. Puskemas Tanah Garam Kota Solok adalah salah satu Puskesmas rawat inap yang terletak di Kota Solok Sumatera Barat. Puskesmas ini memiliki 5 Puskesmas Pembantu, 3 Pos Kesehatan Kelurahan dan 25 Posyandu. Puskesmas Tanah Garam juga melaksanakan pengabdian kepada masyakat dengan membentuk Pos Gizi (Pos Pemulihan Gizi Berbasis Masyarakat) di Wilayah Kerjanya.</p>
<p>Pos Gizi adalah salah satu upaya pemberdayaan keluarga untuk menanggulangi masalah gizi pada masyarakat yang berbasis masyarakat dimana dalam pelaksanaannya dari, oleh dan untuk masyarakat. Pos gizi merupakan suatu bentuk kegiatan pemberdayaan keluarga yang bertujuan meningkatkan kemampuan keluarga untuk mengetahui potensi ekonomi keluarga dan mengembangkannya untuk memenuhi kebutuhan gizi seluruh anggota keluarga. Pelaksanaan program pemberdayaan ini ditujukan tidak hanya kepada masyarakat akan tetapi juga kepada kader posyandu. Salah satunya kegiatan ini dilakukan di Posyandu Kasih Ibu yang terletak di RT 2 RW 05 Kelurahan Tanah Garam Kota Solok.</p>
</sec>
<sec sec-type="materials|methods">
<title>
<bold>METODE</bold>
</title>
<p>Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan oleh Tim Puskesmas Tanah Garam, Kader Posyandu Kasih Ibu dan ibu balita di wilayah kerja Posyandu Kasih Ibu Kelurahan Tanah Garam Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok Sumatera Barat. Sasaran kegiatan ini adalah semua anak balita dengan berat badan pada pita kuning dan di bawah pita kuning pada KMS (&lt; 7 kg) dengan usia di atas 1 tahun tanpa melihat status ekonomi keluarga serta tidak menderita penyakit kronis dan komplikasi. Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang balita dan dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober sampai dengan 23 Oktober 2020. Adapun cara pelaksanaan kegiatan ini yaitu Tim Puskesmas bersama Kader Posyandu menyusun Rencana Kalender Pos Gizi kemudian menentukan peserta Pos Gizi. Selanjutnya membuat kesepakatan Pos Gizi dengan menjelaskan tujuan pembentukan, tata tertib, jadwal kegiatan dan pembagian tugas kader dan menyusun menu untuk Pos Gizi. Pemberdayaan masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan, tanya jawab dan kegiatan yang berupa pendampingan pada ibu balita dengan kategori BGM atau 2T dalam bentuk menu gizi seimbang serta pola asuh. Anak balita diukur berat badan sebelum dan setelah dilaksanakan Pos Gizi. Pos Gizi ini dilaksanakan pada masa pandemi maka setiap ibu balita yang datang membawa balitanya wajib memakai masker, jika anak atau ibu demam pada hari kegiatan maka makanan akan diantar ke rumah.</p>
</sec>
<sec sec-type="results|discussion">
<title>
<bold>HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
</title>
<p>
<fig id="gf1">
<label>Figur 1</label>
<caption>
<title>Dokumentasi kegiatan Pos Gizi</title>
</caption>
<alt-text>Figur 1 Dokumentasi kegiatan Pos Gizi</alt-text>
<graphic xlink:href="6573225003_gf2.png" position="anchor" orientation="portrait">
<object-id pub-id-type="DOI">https://doi.org/10.36990/jippm.v2i1.466.g453</object-id>
</graphic>
<attrib>A.1 dan A2 Proses edukasi kesehatan; B menu pada Pos Gizi</attrib>
</fig>
</p>
<p>Pos Gizi atau yang sering juga disebut dengan pos pemulihan gizi berbasis masyarakat) merupakan salah satu upaya pemberdayaan keluarga untuk mengatasi masalah gizi pada masa balita. Kegiatan ini mengandalkan partisipasi masyarakat yang mana dalam pelaksanaannya dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya ibu balita (<xref ref-type="fig" rid="gf1">Figur 1</xref>).</p>
<p>
<table-wrap id="gt1">
<label>Tabel 1</label>
<caption>
<title>Karakteristik Balita berdasarkan umur</title>
</caption>
<alt-text>Tabel 1 Karakteristik Balita berdasarkan umur</alt-text>
<graphic xlink:href="6573225003_gt3.png" position="anchor" orientation="portrait">
<object-id pub-id-type="DOI">https://doi.org/10.36990/jippm.v2i1.466.g451</object-id>
</graphic>
</table-wrap>
</p>
<p>Karakteristik balita berdasarkan usia menunjukkan hampir setengah peserta berusia 13-36 bulan sebanyak 6 peserta (50%) dan berusia 37-60 bulan sebanyak 6 peserta (50%) (<xref ref-type="table" rid="gt1">Tabel 1</xref>).</p>
<p>
<table-wrap id="gt2">
<label>Tabel 2</label>
<caption>
<title>Karakteristik berat badan Balita</title>
</caption>
<alt-text>Tabel 2 Karakteristik berat badan Balita</alt-text>
<graphic xlink:href="6573225003_gt4.png" position="anchor" orientation="portrait">
<object-id pub-id-type="DOI">https://doi.org/10.36990/jippm.v2i1.466.g452</object-id>
</graphic>
</table-wrap>
</p>
<p>Berat badan balita yang mengikuti kegiatan ini sebagian besar mengalami kenaikan berat badan secara normal (&gt; 400 gr) (<xref ref-type="table" rid="gt2">Tabel 2</xref>). Hasil dari kegiatan ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Aulia (2010) pada Pos Gizi di Desa Pondok Jaya Kecamatan Sepatan Kota Tangerang bahwa balita yang terehabilitasi setelah mengikuti pos gizi sebesar 75% sehingga Pos Gizi tersebut dinyatakan efektif dalam meningkatkan status gizi balita berdasarkan target program yang ditetapkan pemerintah sebesar 70%.</p>
</sec>
<sec sec-type="conclusions">
<title>
<bold>
<bold>KESIMPULAN</bold>
</bold>
</title>
<p>Kegiatan pemberdayaan Pos Gizi di wilayah kerja Posyandu Kasih Ibu diikuti oleh 12 ibu balita dengan usia balita 0-36 bulan sebanyak 50% dan usia balita 37-60 bulan sebanyak 50%. Berdasarkan hasil pengukuran berat badan terjadi peningkatan berat badan balita sebanyak 75% ini membuktikan bahwa kegiatan ini sangat besar pengaruhnya untuk meningkatan kualitas hidup balita terutama pada masa pandemi Covid-19. Program Puskesmas ini berjalan dengan baik sesuai dengan rencana kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan. Antusias warga terlihat dengan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.</p>
</sec>
</body>
<back>
<ack>
<title>Mengakui</title>
<p>Kegiatan ini terselenggara dengan adanya dukungan dari masyarakat RT 02 dan RW 05 Kelurahan Tanah Garam, Kader Posyandu Kasih Ibu, serta Tim Puskesmas Tanah Garam. Adapun pembiayaan pada kegiatan ini diperoleh dari dukungan dana Puskesmas dan partisipasi kader serta ibu balita. Sedangkan kontribusi dari penulis adalah sebagai tim pengabdian masyarakat dan tim penulisan artikel.</p>
</ack>
<ref-list>
<title>
<bold>
<bold>DAFTAR PUSTAKA</bold>
</bold>
</title>
<ref id="redalyc_6573225003_ref1">
<mixed-citation>Aulia, N. (2010). Penilaian Kebermanfaatan Program Pos Gizi Di Desa Pondok Jaya Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang Tahun 2010. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA.</mixed-citation>
<element-citation publication-type="confproc">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Aulia</surname>
<given-names>N.</given-names>
</name>
</person-group>
<source>UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA</source>
<year>2010</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573225003_ref2">
<mixed-citation>Peraturan Gubernur Sumatra Barat. <italic>Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Sumatera Barat</italic>. , (2020).</mixed-citation>
<element-citation publication-type="other">
<source>Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease ovid- di Provinsi Sumatera Barat</source>
<year>2020</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573225003_ref3">
<mixed-citation>Direktorat Gizi Masyarakat. (2020). Pedoman Pelayanan Gizi Pada Masa Tanggap Darurat Covid-19 untuk Tenaga Kesehatan. In <italic>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia</italic>. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.</mixed-citation>
<element-citation publication-type="other">
<person-group person-group-type="author">
<collab>Direktorat Gizi Masyarakat</collab>
</person-group>
<source>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia</source>
<year>2020</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573225003_ref4">
<mixed-citation>Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2020). Pemerintah Upayakan Daya Beli Masyarakat Terjaga Di Masa Pandemi. Retrieved from 7 September website: <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/490/pemerintah-upayakan-daya-beli-masyarakat-terjaga-di-masa-pandemi">https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/490/pemerintah-upayakan-daya-beli-masyarakat-terjaga-di-masa-pandemi</ext-link>
</mixed-citation>
<element-citation publication-type="webpage">
<person-group person-group-type="author">
<collab>Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia</collab>
</person-group>
<source>https://www.ekon.go.id/</source>
<year>2020</year>
<comment>
<ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/490/pemerintah-upayakan-daya-beli-masyarakat-terjaga-di-masa-pandemi">https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/490/pemerintah-upayakan-daya-beli-masyarakat-terjaga-di-masa-pandemi</ext-link>
</comment>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573225003_ref5">
<mixed-citation>Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2021). Pemerintah Terapkan Kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada 11-25 Januari 2021. Retrieved from 6 Januari website: <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://setkab.go.id/pemerintah-terapkan-kebijakan-pembatasan-aktivitas-pada-11-25-januari-2021">https://setkab.go.id/pemerintah-terapkan-kebijakan-pembatasan-aktivitas-pada-11-25-januari-2021</ext-link>/</mixed-citation>
<element-citation publication-type="webpage">
<person-group person-group-type="author">
<collab>Sekretariat Kabinet Republik Indonesia</collab>
</person-group>
<source>https://setkab.go.id/</source>
<year>2021</year>
<comment>
<ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://setkab.go.id/pemerintah-terapkan-kebijakan-pembatasan-aktivitas-pada-11-25-januari-2021">https://setkab.go.id/pemerintah-terapkan-kebijakan-pembatasan-aktivitas-pada-11-25-januari-2021</ext-link>
</comment>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573225003_ref6">
<mixed-citation>Saragih, B., &amp; Saragih, F. M. (2020). Gambaran Kebiasaan Makan Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19. <italic>Research Gate</italic>, (April), 1–12.</mixed-citation>
<element-citation publication-type="confproc">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Saragih</surname>
<given-names>B.</given-names>
</name>
<name>
<surname>Saragih</surname>
<given-names>F. M.</given-names>
</name>
</person-group>
<source>Research Gate (April)</source>
<year>2020</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573225003_ref7">
<mixed-citation>Sheth, J. (2020). Impact of Covid-19 on Consumer Behavior: Will The Old Habits Return or Die? <italic>Journal of Business Research, 117</italic>, 280–283. Retrieved from www.elsevier.com/locate/jbusres Impact</mixed-citation>
<element-citation publication-type="journal">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Sheth</surname>
<given-names>J.</given-names>
</name>
</person-group>
<article-title>Impact of Covid-19 on Consumer Behavior: Will The Old Habits Return or Die?</article-title>
<source>Journal of Business Research</source>
<year>2020</year>
</element-citation>
</ref>
</ref-list>
<fn-group>
<title>Catatan kaki</title>
<fn id="fn3" fn-type="other">
<label>Editor Akademis</label>
<p> Dintya Ivantarina (STIKes Karya Husada Kediri, Indonesia)</p>
</fn>
<fn id="fn4" fn-type="other">
<label>Catatan Penerbit</label>
<p> Poltekkes Kemenkes Kendari menyatakan tetap netral sehubungan dengan klaim dari perspektif atau buah pikiran yang diterbitkan dan dari afiliasi manapun.</p>
</fn>
</fn-group>
</back>
</article>
