Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Articles
Published: 2023-11-27

Efforts to Improve Management of CERDIK Behavior of Elderly with Hypertensive in Tanjungrejo Village, Malang City

Universitas Tribhuwana Tungga Dewi
Universitas Tribhuwana Tungga Dewi
Universitas Tribhuwana Tungga Dewi
Community service CERDIK Health checks Smoking Physical activity Stress Elderly

License

How to Cite

Putri, R. S. M., Devi, H. M., & Rosdiana, Y. (2023). Efforts to Improve Management of CERDIK Behavior of Elderly with Hypertensive in Tanjungrejo Village, Malang City. Jurnal Inovasi, Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat, 3(2), e1183. https://doi.org/10.36990/jippm.v3i2.1183

Abstract

The prevalence of hypertension in the elderly is increasing. Various risk factors play an important role in the incidence of hypertension. By knowing the various risks, it will be easier to prevent hypertension. The need for efforts by the elderly to lower blood pressure. Hypertension can be prevented by controlling various risky behaviors. The aim of community service is to increase the knowledge of the elderly through managing the elderly's SMART behavioral movements. The activity was carried out on Saturday, April 15 2023, starting at 13.10-15.00WIB, for 48 elderly Karang Werda in Tanjungrejo Village. The service consists of 3 lecturers, assisted by 1 student. The activities carried out in the month of Ramadan are packaged into 2 stages, namely 1). counseling (CERDIK theme) with audiovisual media (video and PPT) either with video or PPT and 2) tera gymnastics. Efforts to reduce hypertension through CERDIK have been achieved, namely regular health checks, eliminating cigarette smoke, practicing physical activity, a healthy diet with balanced calories, adequate rest and managing stress. SMART behavior as an effort to lower the blood pressure of the elderly.

PENDAHULUAN

Hipertensi merupakan keadaan meningkatnya secara kontinu dengan berbagai faktor penyebab, dan ditandai dengan nilai tekanan darah diastolik > 80 mmHg dan tekanan sistolik > 120 mmHg (Coca & Burnier, 2021). Hipertensi pada lansia memerlukan penanganan utama dan terutama jika terjadi dengan penyakit penyerta dan komplikasi (Muli et al., 2020). Kendati demikian, kasus hipertensi terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), penderita hipertensi pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 1,5 miliar, dan 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya (World Health Organization (WHO), 2023). Sedangkan data riset kesehatan dasar tahun 2018 menemukan bahwa pada lansia usia 55-64 tahun (55,2%), sebanyak 45,3% lansia berusia 45-54 tahun serta 31,6% di usia 31-44 tahun (Tim Riskesdas 2018, 2019). Peningkatan kasus memerlukan tatalaksana yang komprehensif dan holisti (Ningrum, 2020) agar menungjang kualitas hidup lansia.

Menajemen hipertensi melalui pengendalian perilaku yang berisiko (Benetos et al., 2019), kontrol konsumsi garam, gula, lemak berlebih, diet yang tidak sehat, merokok, dan konsumsi alkohol. Meningkatkan asupan nutrisi dengan konsumsi buah dan sayur, melaksanakan aktivitas fisik, dan mengelola kondisi psikologis (Bilen & Wenger, 2020; Oliveros et al., 2019).

Sebagai upaya tatalaksana perilaku pada lansia yang merupakan salah satu komponen pentingnya adalah penguatan pengetahuan tentang hipertensi melalui modifikasi kegiatan kemasyarakatan (Devi & Putri, 2021). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk referensi ulang manajemen komprehensif CERDIK ‘cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat yang cukup dan kelola stres’.

METODE

Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan permintaan tim pengabdi kepada Pemerintah Kecamatan Sukun, Kelurahan Tanjungrejo. Kelurahan Tanjungrejo mempunyai program CERDIK, dan penyuluhan ini dilakukan agar meningkatkan pengetahuan lansia, menyegarkan serta mengingatkan kembali ingatan lansia terkait pentingnya pola hidup sehat melalui CERDIK. Waktu pengabdian dilakukan pada bulan April 2023. Peserta kegiatan adalah lanjut usia Karang Werdha berjumlah 48 orang yang dipilih oleh mitra dari pemerintah Kecamatan Sukun.

Terdapat dua kegiatan utama yang dilaksanakan, penyuluhan tentang CERDIK dan senam lansia. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di Kantor Kelurahan Tanjungrejo. Materi yang diberikan yaitu teman CERDIK dengan poin utama 1) melakukan cek kesehatan secara berkala, 2) enyahkan asap rokok, 3) rajin beraktivitas fisik, 4) diet sehat dengan kalori seimbang, 5) istirahat yang cukup dan 5) kelola stress. Setelah penyuluhan, dilaksanakan senam lansia yang dipandu oleh pemateri, dan menggunakan tiga iringan musik, yaitu senam tera, senam siko bagi duo, dan senam otak.

Dampak yang Diharapkan

Dampak yang diharapkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah lanjut usia dapat mengetahui dan memahami pentingnya melakukan CERDIK secara rutin dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terjadi perubahan sikap dan perilaku dalam melaksanakan hidup sehat.

Evaluasi dilakukan dengan wawancara secara langung kepada lanjut usia.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 1. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan pengabdian masyarakat mulai dilaksanakan pada pukul 13.10-15.30 WIB. Unsur yang hadir adalah 48 lansia, 3 dosen pengabdi, dan 1 mahasiswa. Kegiatan dibuka langsung oleh Lurah Tanjungrejo (Gambar 1).

Gambar 2. Grafis CERDIK

Penyuluhan menggunakan media audiovisual, baik dengan video dan presentasi Kegiatan penyuluhan CERDIK dengan menggunakan media audiovisual, baik dengan video, dan tayangan salindia (Gambar 2).

Pemaparan materi disampaikan dengan metode komunikasi dua arah, selain pemaparan materi diselingi tanya jawab langsung antara pengabdi dan lanjut usia. Selain itu, digunakan bahasa awam agar menyederhanakan maksud dari CERDIK dengan dialek Bahasa Jawa halus. Terdapat kajian yang menyatakan bahwa bahasa pertama yang dimampui oleh masyarakat mengoptimalkan alih ilmu pengetahuan (Perkins & Zhang, 2022).

Pengabdi mengajak para lansia untuk rutin menerapkan CERDIK agar tekanan darah lansia dapat terkontrol dan memiliki raga yang sehat. Pemeriksaan kesehatan secara rutin bertujuan sebagai upaya kontrol terhadap penurunan kemampuan fisiologis lanjut usia (McGuffee et al., 2020), dan melalui penyuluhan CERDIK yang terus menerus dapat dilakukan kembali dengan mengupayakan peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap. Berdasarkan penelitian AL-Kahil et al. (2020) perilaku untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin tidak secara langsung berkolerasi pada pengetahuan, kendatipun terdapat pengetahuan yang baik tentang hal tersebut.

Penuaan yang mempengaruhi organ lanjut usia diperburuk oleh perilaku berisiko di masa lalu. Perilaku merokok yang terus menerus dapat mempengaruhi kesehatan sistem saluran pernapasan (Rouatbi, 2022) dan meningkatkan risiko perburukan pada hipertensi, baik pada perokok aktif maupun yang berstatus pasif (Jaakkola, 2002). Berdasarkan data dari riset kesehatan dasar 2018 bahwa masyarakat pada kolompok umur lanjut usia (60-65 +) dengan persentase perilaku merokok setiap hari pada kisaran 25 persen, dan 10 persennya adalah mantan perokok (Tim Riskesdas 2018, 2019).

Poin utama CERDIK lainnya adalah pengelolaan gaya hidup sehat. Perilaku hidup seimbang melalui aktivitas fisik yang cukup, konsumsi makanan lengkap gizi, istirahat dan kelola stress dapat dikemas dengan kegiatan rutin oleh pemerintah kecamatan. Pada penelitian Chia et al. (2023) melalui intervensi selama depalan minggu dengan adanya korelasi positif antara perilaku hidup sehat dan promosi gaya hidup sehat.

Gambar 3. Senam Bersama Lanjut Usia

Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Banyak lansia yang secara langsung melontarkan pertanyaan disela paparan, dan langsung diapresiasi baik oleh Pengabdi. Pengabdi menjawab pertanyaan lanjut usia dengan Bahasa Jawa halus agar mudah dipahami. Berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh pengabdi dijawab oleh lansia. Para lansia saling sahut menyahut dalam menjawab pertanyaan, dengan sesekali diiiringi tawa.

Lanjut usia tertawa lepas bersama karena melihat temannya yang salah gerakan saat senam otak (Gambar 3). Diakhir sesi kegiatan, lansia menyampaikan senang mengikuti kegiatan tersebut, dan berharap akan ada kegiatan serupa kedepannya.

KESIMPULAN

Kegiatan peningkatan penatalaksanaan perilaku CERDIK lansia terlaksana dengan baik. Perlu adanya pelaksanaan kegiatan serupa dengna frekuensi yang terjadwal.

Implikasi

Dampak dari kegiatan ini diharapkan lansia dapat menerapkan perilaku CERDIK dalam kehidupan sehari-hari.

Kekurangan

Tidak terdapatkan kuesioner awal dan akhir kegiatan sebagai bentuk evaluasi kegiatan. Evaluasi kegiatan hanya dilakukan dengan memberikan pertanyaan kepada lansia secara langsung.

References

  1. AL-Kahil, A. B., Khawaja, R. A., Kadri, A. Y., Abbarh,MBBS, S. M., Alakhras, J. T., & Jaganathan, P. P. (2020). Knowledge and Practices Toward Routine Medical Checkup Among Middle-Aged and Elderly People of Riyadh. Journal of Patient Experience, 7(6), 1310–1315. https://doi.org/10.1177/2374373519851003
  2. Benetos, A., Petrovic, M., & Strandberg, T. (2019). Hypertension Management in Older and Frail Older Patients. Circulation Research, 124(7), 1045–1060. https://doi.org/10.1161/CIRCRESAHA.118.313236
  3. Bilen, O., & Wenger, N. K. (2020). Hypertension management in older adults. F1000Research, 9, F1000 Faculty Rev-1003. https://doi.org/10.12688/f1000research.20323.1
  4. Chia, F., Huang, W.-Y., Huang, H., & Wu, C.-E. (2023). Promoting Healthy Behaviors in Older Adults to Optimize Health-Promoting Lifestyle: An Intervention Study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(2), 1628. https://doi.org/10.3390/ijerph20021628
  5. Coca, A., & Burnier, M. (2021). Editorial: Hypertension in the Elderly. Frontiers in Cardiovascular Medicine, 8, 645580. https://doi.org/10.3389/fcvm.2021.645580
  6. Devi, H. M., & Putri, R. S. M. (2021). Peningkatan Pengetahuan dan Kepatuhan Diet Hipertensi melalui Pendidikan Kesehatan di Posyandu Lansia Tlogosuryo Kota Malang. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 10(2), Article 2. https://doi.org/10.36565/jab.v10i2.399
  7. Jaakkola, M. S. (2002). Environmental tobacco smoke and health in the elderly. European Respiratory Journal, 19(1), 172–181. https://doi.org/10.1183/09031936.02.00270702
  8. McGuffee, A. E., Chillag, K., Johnson, A., Richardson, R., Williams, H., & Hartos, J. (2020). Effects of Routine Checkups and Chronic Conditions on Middle-Aged Patients with Diabetes. Advances in Preventive Medicine, 2020, 4043959. https://doi.org/10.1155/2020/4043959
  9. Muli, S., Meisinger, C., Heier, M., Thorand, B., Peters, A., & Amann, U. (2020). Prevalence, awareness, treatment, and control of hypertension in older people: Results from the population-based KORA-age 1 study. BMC Public Health, 20(1), 1049. https://doi.org/10.1186/s12889-020-09165-8
  10. Ningrum, A. F. (2020). Penatalaksanaan holistik pada pasien hypertensive heart disease. JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia, 8(1), Article 1. https://doi.org/10.53366/jimki.v8i1.45
  11. Oliveros, E., Patel, H., Kyung, S., Fugar, S., Goldberg, A., Madan, N., & Williams, K. A. (2019). Hypertension in older adults: Assessment, management, and challenges. Clinical Cardiology, 43(2), 99–107. https://doi.org/10.1002/clc.23303
  12. Perkins, K., & Zhang, L. J. (2022). The Effect of First Language Transfer on Second Language Acquisition and Learning: From Contrastive Analysis to Contemporary Neuroimaging. RELC Journal, 00336882221081894. https://doi.org/10.1177/00336882221081894
  13. Rouatbi, S. (2022). Aging, tobacco use and lung damages. La Tunisie Médicale, 100(4), 295–302.
  14. Tim Riskesdas 2018. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB).
  15. World Health Organization (WHO). (2023). Hypertension. Fact Sheets. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

UN/PBB SDGs

This output contributes to the following UN Sustainable Development Goals (SDGs)/Artikel ini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB berikut

SDG 3 good-health-and-well-being

Endorse

Usage Statistics Information

Abstract viewed = 70 times