<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.2 20190208//EN" "https://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.2/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Family Empowerment of Supervised Treatment for Pulmonary Tuberculosis Patients in the Coastal Area, District of Soropia </article-title>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Misbah</surname>
            <given-names>Sitti Rachmi</given-names>
          </name>
          <email>evaluasijurkepkd1@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Atoy</surname>
            <given-names>Lena</given-names>
          </name>
          <email>lenaatoy@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Saranani</surname>
            <given-names>Muhaimin</given-names>
          </name>
          <email>muha@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-3"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Nurfantri</surname>
            <given-names>Nurfantri</given-names>
          </name>
          <email>nurfantri@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-4"/>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="person">
          <name>
            <surname>Rini</surname>
            <given-names>Dewi Sartiya</given-names>
          </name>
          <email>dsrini@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-5"/>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <institution>Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <institution>Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-3">
        <institution>Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-4">
        <institution>Jurusan Keperawatan</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-5">
        <institution>Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia</institution>
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2021-03-01">
          <day>01</day>
          <month>03</month>
          <year>2021</year>
        </date>
        <date data-type="published" iso-8601-date="2021-04-21">
          <day>21</day>
          <month>04</month>
          <year>2021</year>
        </date>
      </history>
    </article-meta>
  </front>
  
  
<body id="body">
    <sec id="heading-fd8a32135a7654a3a3a4e0fa28b0d254">
      <title>
        <bold id="bold-b400ba55bb33ca918238d090cdade253">Pendahuluan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-6">Data <italic id="_italic-5">World Health Organization</italic> (WHO) tahun 2016 menyatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke 8 dari 27 negara dengan  beban penderita MDR TB terbanyak di dunia. Salah satu provinsi dengan angka kejadian TB Paru yang cukup tinggi adalah Provinsi Sulawesi Tenggara. Distribusi kasus TB Paru menurut Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara tahun 2018 menunjukkan, kasus tertinggi TB paru BTA positif terjadi di Kabupaten Muna sebanyak 829 kasus dari 279.928 penduduk dengan prevalensi sebesar 296 per 100.000 penduduk, Kabupaten Konawe sebanyak 607 kasus dari 223.727 penduduk dengan prevalensi sebesar 271 per 100.000 penduduk, Kota Kendari sebanyak 551 kasus dari 335.889 penduduk dengan prevalensi sebesar 164 per 100.000 penduduk dan yang terendah terdapat di Kabupaten Buton Utara sebanyak 30 kasus dari 58.918 penduduk dengan prevalensi sebesar 51 per 100.000 penduduk. </p>
      <p id="_paragraph-7">Kecamatan Soropia merupakan salah satu daerah di Kabupaten Konawe dengan prevalensi kejadian TB paru yang meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil survey awal diketahui bahwa masyarakat yang bertempat tinggal dipesisir kecamatan Soropia minim pengetahuan terkait perawatan dan pencegahan TB paru sehingga penularan penyakit TB paru masih cukup meningkat terjadi di wilayah tersebut. </p>
      <p id="_paragraph-8">Pemberantasan TB di Indonesia  tentunya tidak lepas dari faktor kedisiplinan pasien dalam menjalankan pengobatan. Penderita TB paru wajib minum obat secara teratur selama enam bulan karena jika terputus maka penderita sewaktu-waktu akan kembali kambuh dan kuman tuberkulosis menjadi resisten. Pengobatan yang terputus ataupun tidak sesuai dengan standar DOTS juga dapat mengakibatkan munculnya kasus kekebalan multi terhadap obat anti TB yang memunculkan jenis kuman TB yang lebih kuat, yang dikenal dengan <italic id="_italic-6">Multi Drug Resistant </italic>(MDR-TB)<italic id="_italic-7">.</italic> Dalam proses pengobatan pasien TB Paru, keluarga memegang peranan penting. Pengobatan yang memerlukan waktu kurang lebih 6 bulan, tentunya menimbulkan rasa jenuh pada pasien sehingga diperlukan anggota keluarga sebagai orang terdekat dalam mengawasi  keteraturan minum obat pasien TB Paru. Pentingnya peran keluarga dalam pengobatan pasien tentunya perlu dibarengi dengan peningkatan pengetahuan keluarga meliputi pendampingan perawatan dan  pengawasan minum obat <xref id="_xref-1" ref-type="bibr" rid="bib1">[1]</xref> <xref id="_xref-2" ref-type="bibr" rid="bib2">[2]</xref>. </p>
      <p id="_paragraph-9">Dukungan dan perawatan dari keluarga memberikan kontribusi besar dalam proses penyembuhan pasien TB paru. Kehadiran keluarga dalam mengawasi kepatuhan minum obat sangat membantu dalam mencegah terjadinya kegagalan pengobatan. Selain itu, dukungan emosional dari keluarga menjadi sumber motivasi bagi pasien TB paru dalam menyelesaikan pengobatan <xref id="_xref-3" ref-type="bibr" rid="bib3">[3]</xref> <xref id="_xref-4" ref-type="bibr" rid="bib4">[4]</xref>.</p>
      <p id="_paragraph-10">Berdasarkan uraian diatas maka diperlukan pemberdayaan keluarga dalam mendampingi pasien minum obat sehingga meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien. oleh karena itu, kami membuat rencana pelatihan keluarga sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) dengan tema “Pemberdayaan Keluarga Dalam Pendampingan Minum Obat Pasien TB Paru Di Wilayah Pesisir Kecamatan Soropia”.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-55d1a6b4298c5c26695e62f80c69444d">
      <title>
        <bold id="bold-03ef9cc23d1274b1d330e7b5b5d649d8">Metode</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-12">Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan PMO dengan menggunakan beberapa media antara lain: booklet dan materi dalam bentuk power point.</p>
      <p id="_paragraph-13">Pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 2 hari mulai tanggal 2 November sampai dengan 3 November 2021 pada 20 orang peserta yang merupakan keluarga dari pasien TB paru yang sedang menjalani pengobatan TB di wilayah kerja puskesmas Soropia. Adapun kriteria peserta pada kegiatan ini adalah anggota keluarga terdekat dari pasien TB paru yang sedang menjalani pengobatan, peserta pelatihan bersedia ikut serta dalam kegiatan pelatihan (<xref id="xref-c4d066ff52c15439a7bf269788c124a6" ref-type="table" rid="table-figure-dc1ab0c68d921a667237159204b6e3f8">Table 1</xref>).</p>
      <table-wrap id="table-figure-dc1ab0c68d921a667237159204b6e3f8">
        <label>Table 1</label>
        <caption>
          <title>Alur pelaksanaan pengabmas PMO TB paru</title>
          <p id="paragraph-fd1ea10691f209fdb4b374290db0a3b5"/>
        </caption>
        <table id="table-39db29591770bd3dc6aba6765009880a">
          <tbody>
            <tr id="table-row-060ee714b0b9222e734d5d7147a97f81">
              <th id="table-cell-9bb7b4e90dff3a30d024f1f3920e35aa">Alur</th>
              <th id="table-cell-fc2d30dce9420b72e953381df47c8489">Kegiatan</th>
            </tr>
            <tr id="table-row-ee6a79154b629dd6550a705fd11a0677">
              <td id="table-cell-08f9d1c8b560dfeb736b2586eda738df">1</td>
              <td id="table-cell-a4eaa06b1426bf788bb2763d29dcb739">Penjajakan sasaran (keluarga yang bersedia menjadi kader)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e3c2bbda2adf854ac0363e2a92afa67f">
              <td id="table-cell-ddb65c282d43cec3b2ed1048dc5b9a29">2</td>
              <td id="table-cell-1192e8b6c39335776af76066568894ee">Sasaran dikumpulkan di tempat pelaksanaan pelatihan (kantor kecamatan)</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-4edece0d3363ca386a5c03a175afcc94">
              <td id="table-cell-34508efe4cab8e22e0a21398f97cba92">3</td>
              <td id="table-cell-a778e1b95da33f26dd9763f48248573c">Pemberian prates</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-15d0cfd8a61c00628eb1193bbe2d1203">
              <td id="table-cell-7eb95cb19c054a6876595f7b3b882744">4</td>
              <td id="table-cell-6119a6b3ffe7dcdb7e4a58eda874d459">Pelatihan PMO</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-5a51e6e3dd1557f0c3cdc29ea3d8ac2b">
              <td id="table-cell-b1834627bdb7fb55e151cf1fff23b291">5</td>
              <td id="table-cell-2fa607ec8350077ff7a5e87a25bb20a8">Pemberian pascates</td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
    </sec>
    <sec id="heading-50def3ea0c751e8449e12fcab8913ceb">
      <title>
        <bold id="_bold-17">Hasil dan Pembahasan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-16">Kegiatan ini diawali dengan pre test pada 20 orang peserta pelatihan Pengawas Menelan Obat (PMO) selama ± 15 menit, dilanjutkan dengan pemberian materi dan diakhiri dengan post test dihari kedua pelatihan. Dari hasil pre test diperoleh data, 60% peserta memiliki pengetahuan yang baik dan 40% peserta yang memiliki pengetahuan kurang (<xref id="xref-6d1923387553df8a77779393b1613790" ref-type="table" rid="tbl3">Table 2</xref>). </p>
      <table-wrap id="tbl3">
        <label>Table 2</label>
        <caption>
          <title>Hasil pemberian prates</title>
          <p id="_paragraph-22">Data primer (tidak dipublikasikan umum)</p>
        </caption>
        <table id="_table-3">
          <tbody>
            <tr id="table-row-7798e5482330aab64dec4b8ac8e1dfe9">
              <td id="7658d48598392e946e0dbb92eb73d2cc">
                <bold id="_bold-31">Tingkat Pengetahuan</bold>
              </td>
              <td id="6238bffcec01d03ad8135a0ecea77442">
                <bold id="_bold-32">Jumlah (n = 20)</bold>
              </td>
              <td id="7a1863954ea9c7b3895446040071935a">
                <bold id="_bold-33">Persentase (100 %)</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-14b82bf7271429cea52eda93fcc5eff2">
              <td id="f2802834dd643369b047552cff04dc3a">Baik</td>
              <td id="5d2cf8dab521f9f1bfdf69628e03b98e">12</td>
              <td id="7f5b163155919c8fddc1fc18ee9d4b82">60%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-c8959e2854fd13701a063d239f14dd87">
              <td id="5dabc6d736c79602b77af3bda10182f6">Kurang</td>
              <td id="c2f774d6306985c20e56ce89a36645d3">8</td>
              <td id="eb8132bc24abde3f5b48cbd731648418">40%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-85ffba0b7bac968a2ca14a4579df842b">
              <td id="cc039573dee07c8cc603871014a781c0"/>
              <td id="3a507c37fc7fe3c352a4bc23b40204a8"/>
              <td id="a6245139635cbbd43564560a9272c605"/>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-f13938f0ecfe92435974ebe1ea84428a">Pada hari kedua pelatihan, post test dilakukan pada 20 peserta dan diperoleh data adanya kenaikan persentase peserta yang memiliki pengetahuan baik yaitu 90% sedangkan peresentase peserta dengan kategori pengetahuan kurang yaitu 20% (<xref id="xref-f7f6dc8168d45ea7d500cdfdbf95b541" ref-type="table" rid="tbl4">Table 3</xref>). Proses pengobatan TB paru memerlukan waktu minimal 6 bulan sehingga memerlukan kedisplinan penderita TB dalam minum obat sampai dengan selesai masa pengobatan sehingga peran PMO sangat penting dalam mengawasi pengobatan dan memastikan penderita TB meminum obatnya secara benar <xref id="_xref-5" ref-type="bibr" rid="bib5">[5]</xref>.</p>
      <table-wrap id="tbl4">
        <label>Table 3</label>
        <caption>
          <title>Hasil pemberian pascates</title>
          <p id="_paragraph-28">Data primer (tidak dipublikasikan umum)</p>
        </caption>
        <table id="_table-4">
          <tbody>
            <tr id="table-row-6590aacc8e62a11c37313a95a99befe1">
              <td id="30969f02e6f8509bce9c14aa5e6ba1e0">
                <bold id="_bold-47">Tingkat Pengetahuan</bold>
              </td>
              <td id="89031ef51dc3c705ea01140cb29b1a9a">
                <bold id="_bold-48">Jumlah (n=20)</bold>
              </td>
              <td id="73165b64688e76e3757df5d645e6b770">
                <bold id="_bold-49">Persentase (100 %)</bold>
              </td>
            </tr>
            <tr id="table-row-83bf878d22a68884b13d5e988a0875c2">
              <td id="148faee6ae0ec787bed076827624f1e2">Baik</td>
              <td id="cd051f851f5f77ed06caf1e40fd74fa8">18</td>
              <td id="2a57a9cf5938d28c87c489314055d786">90%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-00f112539e3c8f4785311f9924162540">
              <td id="ef49598ab52db33d6ba38b5243d75850">Kurang</td>
              <td id="cce627074fd7a6bfbec2410a5495481a">2</td>
              <td id="c5e44a95e79d62dd264528b7ec6ce27f">10%</td>
            </tr>
            <tr id="table-row-e1c80a00fa27bd72922db08a48cfc244">
              <td id="1c3d4867ef8755e5a6403d5078975d65"/>
              <td id="771d50e55505b893b67a6c431170b2c2"/>
              <td id="2a572839a573a26956ee4e66cd37b565"/>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="paragraph-947dad2a0162598e00725ce5ff226c96">Keluarga yang bertugas sebagai PMO  tidak hanya mengawasi pasien dalam minum obat tapi juga mampu memberikan edukasi  tentang penyakit TB Paru pada anggota keluarganya yang lain sehingga rantai penularan dapat diputus. Peningkatan pengetahuan PMO didukung oleh tingkat pendidikan responden itu sendiri. Semakin tinggi pendidikan seseorang, maka kemampuan dalam menerima informasi tentunya lebih baik dibandingkan dengan responden dengan tingkat pendidikan rendah. Hal ini sejalan dengan hasil tingkat pendidikan peserta pelatihan dalam kegiatan  pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada 20 peserta di Kecamatan Soropia. Adapun tingkat pendidikan peserta pelatihan  yaitu 3 orang peserta (15%) berada pada tingkat pendidikan tinggi yaitu tamatan Diploma/S1,  14 orang peserta (70%) berada pada  tingkat pendidikan sedang yaitu tamatan SMA, 3 orang peserta (15%) berada pada tingkat pendidikan rendah yaitu tamatan SMP dan SD <xref id="_xref-6" ref-type="bibr" rid="bib6">[6]</xref> <xref id="_xref-7" ref-type="bibr" rid="bib7">[7]</xref>.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-4b5c212aa23bf255acef630571f3e0f7">
      <title>
        <bold id="bold-54f592dce1b4a6776e61516ebfb8b0b2">Kesimpulan</bold>
      </title>
      <p id="_paragraph-45">Ada perubahan pengetahuan peserta pelatihan PMO sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan ditandai dengan peningkatan  jumlah peserta yang memiliki pengetahuan baik saat post test yaitu 18 peserta (90%)  dari 20 peserta  pelatihan.</p>
    </sec>
    <sec id="heading-130986a6d5f8bfed5aa74bece1fea0aa">
      <title>
        <bold id="bold-dfb7146592d9febb9be7cd5a3a1be0a0">Pernyataan</bold>
      </title>
      <sec id="heading-c704f30938950ae10e894c7b0a154597">
        <title>
          <bold id="bold-5fddd2ccd4dd345ea011a137697b9524">Ucapan terimakasih</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-47">Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Keperawatan mengucapkan terima kasih kepada aparat Desa Mekar yang telah memfasilitasi tempat dan perizinan untuk dilaksanakannya kegiatan ini. Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada pihak Puskesmas Soropia yang telah membantu dalam mengidentifikasi keluarga yang ikut serta dalam kegiatan pelatihan serta sumbangsihnya dalam pemberian edukasi pada peserta pelatihan.</p>
      </sec>
      <sec id="heading-1a00def4e417182d451ce952b8ebcf4b">
        <title>
          <bold id="bold-80d06aa64e887903b9bf18f8a87a1508">Sumber dana</bold>
        </title>
        <p id="_paragraph-49">Sumber dana kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berasal dari DIPA Poltekkes Kemenkes Kendari.</p>
      </sec>
    </sec>
    <sec id="heading-038db41320a6ea1fa90eb151c006fcf4">
      <title>
        <bold id="bold-3445abf20fd99e3ed1d38f47dbb4de07">Sumber Pustaka</bold>
      </title>
      <p id="heading-e4cd14e9e3326f019e3c255648a91e65">[1]Fauziah LA, Sudaryo MK. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Tuberkulosis Multidrug Resistant ( TB-MDR ) di RSUP Persahabatan Tahun 2013. <italic id="italic-1">Universitas Indonesia</italic>. 2013;:http://lib.ui.ac.id/detail?id=20345373.</p>
      <p id="paragraph-7b8a1b1666cae35ff5b1b9c3ee790521">[2]Badar B, Amiruddin A, Setiadi R, Rahman G. Pelatihan Dengan Metode Role Play Efektif Terhadap Kader PMO-TB Tentang Penemuan Kasus Baru TB Paru. <italic id="italic-2">Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan</italic>. 2019;4(7):419. <ext-link id="external-link-1" xlink:href="https://doi.org/10.35963/hmjk.v4i7.148">https://doi.org/10.35963/hmjk.v4i7.148</ext-link></p>
      <p id="paragraph-01598571789d781127e5603847397e24">[3]Firdaus KMZ, Widodo A. Pengaruh Peranan Pengawas Menelan Obat Terhadap Keberhasilan Pengobatan TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Baki Sukoharjo. <italic id="italic-3">Universitas Muhamadiyah Surakarta</italic>. 2012;:1-13.</p>
      <p id="paragraph-370d4de531681ea792c7d01b3234ca81">[4]R Puspitha A, Erika KA, Saleh U. Pemberdayaan Keluarga dalam Perawatan Tuberkulosis. <italic id="italic-4">Media Karya Kesehatan</italic>. 2020;3(1):50-58.</p>
      <p id="paragraph-b7c9d22057eba1a5f80334eb93c40dc3">[5]Hermawan AD, Erlina L, Biatmojo BA. Intervensi TB-Paru Melalui Edukasi dan Konseling di Desa Pasir Panjang Wilayah Binaan Puskesmas Antibar Kabupaten Mempawah. <italic id="italic-5">Buletin Al-Ribaath</italic>. 2019;16(2):65-68.</p>
      <p id="paragraph-790e8f8d7ecd913670d8774a6b105654">[6]Manurung M, Nurchayati S, Woferst R. Hubungan Tingkat Pengetahuan Pengawas Menelan Obat (PMO) Dengan Keberhasilan Pengobatan Tuberculosis (TB) Paru. <italic id="italic-6">Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan</italic>. 2020;7(1):388-391.</p>
      <p id="paragraph-5903a839c5833835227470b2cc288468">[7]Pratama ANW, Aliong APR, Sufianti N, Rachmawati E. Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Pasien dan Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Jember. <italic id="italic-7">e-Journal Pustaka Kesehatan</italic>. 2018;6(2):218-224.</p>
    </sec>
  </body><back>
    <ref-list>
      <ref id="bib1">
        <element-citation publication-type="journal">
          <elocation-id>http://lib.ui.ac.id/detail?id=20345373</elocation-id>
          <year>2013</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Fauziah</surname>
              <given-names>Lia Alfiana</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sudaryo</surname>
              <given-names>Mondastri Korib</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Universitas Indonesia</source>
          <article-title>Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Tuberkulosis Multidrug Resistant ( TB-MDR ) di RSUP Persahabatan Tahun 2013</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib2">
        <element-citation publication-type="journal">
          <issue>7</issue>
          <page-range>419</page-range>
          <volume>4</volume>
          <year>2019</year>
          <pub-id pub-id-type="doi">10.35963/hmjk.v4i7.148</pub-id>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Badar</surname>
              <given-names>Badar</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Amiruddin</surname>
              <given-names>Amiruddin</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Setiadi</surname>
              <given-names>Rizky</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rahman</surname>
              <given-names>Gajali</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan</source>
          <article-title>Pelatihan Dengan Metode Role Play Efektif Terhadap Kader PMO-TB Tentang Penemuan Kasus Baru TB Paru</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib3">
        <element-citation publication-type="journal">
          <elocation-id>http://eprints.ums.ac.id/21949/</elocation-id>
          <page-range>1-13</page-range>
          <year>2012</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Firdaus</surname>
              <given-names>Kholifatul Ma'arif Zainul</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Widodo</surname>
              <given-names>Arif</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Universitas Muhamadiyah Surakarta</source>
          <article-title>Pengaruh Peranan Pengawas Menelan Obat Terhadap Keberhasilan Pengobatan TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Baki Sukoharjo</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib4">
        <element-citation publication-type="journal">
          <elocation-id>https://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1650345</elocation-id>
          <issue>1</issue>
          <page-range>50-58</page-range>
          <volume>3</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>R Puspitha</surname>
              <given-names>Arnis </given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Erika</surname>
              <given-names>Kadek Ayu</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Saleh</surname>
              <given-names>Umniyah</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Media Karya Kesehatan</source>
          <article-title>Pemberdayaan Keluarga dalam Perawatan Tuberkulosis</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib5">
        <element-citation publication-type="journal">
          <elocation-id>https://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1261079</elocation-id>
          <issue>2</issue>
          <page-range>65-68</page-range>
          <volume>16</volume>
          <year>2019</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hermawan</surname>
              <given-names>Andri Dwi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Erlina</surname>
              <given-names>Lia</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Biatmojo</surname>
              <given-names>Bayu Ari</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Buletin Al-Ribaath</source>
          <article-title>Intervensi TB-Paru Melalui Edukasi dan Konseling di Desa Pasir Panjang Wilayah Binaan Puskesmas Antibar Kabupaten Mempawah</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib6">
        <element-citation publication-type="journal">
          <elocation-id>https://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1461575</elocation-id>
          <issue>1</issue>
          <page-range>388-391</page-range>
          <volume>7</volume>
          <year>2020</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Manurung</surname>
              <given-names>Mian</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Nurchayati</surname>
              <given-names>Sofiana</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Woferst</surname>
              <given-names>Rismadefi</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan</source>
          <article-title>Hubungan Tingkat Pengetahuan Pengawas Menelan Obat (PMO) Dengan Keberhasilan Pengobatan Tuberculosis (TB) Paru</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="bib7">
        <element-citation publication-type="journal">
          <elocation-id>https://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1898726</elocation-id>
          <issue>2</issue>
          <page-range>218-224</page-range>
          <volume>6</volume>
          <year>2018</year>
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Pratama</surname>
              <given-names>Antonius Nugraha Widhi</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Aliong</surname>
              <given-names>Amelya Prastica Rahayu</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Sufianti</surname>
              <given-names>Nili</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Rachmawati</surname>
              <given-names>Ema</given-names>
            </name>
          </person-group>
          <source>e-Journal Pustaka Kesehatan</source>
          <article-title>Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Pasien dan Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Jember</article-title>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back></article>
