<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-model type="application/xml-dtd" href="http://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.1d3/JATS-journalpublishing1.dtd"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.1d3 20150301//EN" "http://jats.nlm.nih.gov/publishing/1.1d3/JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML" dtd-version="1.1d3" specific-use="Marcalyc 1.2" article-type="research-article" xml:lang="in">
<front>
<journal-meta>
<journal-id journal-id-type="redalyc">657</journal-id>
<journal-title-group>
<journal-title specific-use="original" xml:lang="in">Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat</journal-title>
</journal-title-group>
<issn pub-type="ppub">2776-5628</issn>
<issn pub-type="epub">2776-5628</issn>
<publisher>
<publisher-name>Poltekkes Kemenkes Kendari</publisher-name>
<publisher-loc>
<country>Indonesia</country>
<email>edofficejippm@myjurnal.poltekkeskdi.ac.id</email>
</publisher-loc>
</publisher>
</journal-meta>
<article-meta>
<article-id pub-id-type="art-access-id" specific-use="redalyc">6573024003</article-id>
<article-id pub-id-type="doi">https://doi.org/10.36990/jippm.v1i1.271</article-id>
<article-categories>
<subj-group subj-group-type="heading">
<subject>Article</subject>
</subj-group>
</article-categories>
<title-group>
<article-title xml:lang="in">Edukasi Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal sebagai Booster Air Susu Ibu</article-title>
<trans-title-group>
<trans-title xml:lang="en">Education on the Use of Local Food Ingredients as a Breast Milk Booster</trans-title>
</trans-title-group>
</title-group>
<contrib-group>
<contrib contrib-type="author" corresp="yes">
<contrib-id contrib-id-type="orcid">https://orcid.org/0000-0002-2633-3693</contrib-id>
<name name-style="western">
<surname>Wulandari</surname>
<given-names>Hesti</given-names>
</name>
<xref ref-type="corresp" rid="corresp1"/>
<xref ref-type="aff" rid="aff1"/>
<email>hestiwulandari85@gmail.com</email>
</contrib>
<contrib contrib-type="author" corresp="no">
<name name-style="western">
<surname>Aswita</surname>
<given-names>Aswita</given-names>
</name>
<xref ref-type="aff" rid="aff2"/>
</contrib>
<contrib contrib-type="author" corresp="no">
<name name-style="western">
<surname>Nurmiaty</surname>
<given-names>Nurmiaty</given-names>
</name>
<xref ref-type="aff" rid="aff3"/>
</contrib>
</contrib-group>
<aff id="aff1">
<institution content-type="original">Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia</institution>
<institution content-type="orgname">Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia</institution>
<country country="ID">Indonesia</country>
</aff>
<aff id="aff2">
<institution content-type="original">Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia</institution>
<institution content-type="orgname">Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia</institution>
<country country="ID">Indonesia</country>
</aff>
<aff id="aff3">
<institution content-type="original">Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia</institution>
<institution content-type="orgname">Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia</institution>
<country country="ID">Indonesia</country>
</aff>
<author-notes>
<corresp id="corresp1">
<email>hestiwulandari85@gmail.com</email>
</corresp>
</author-notes>
<pub-date pub-type="epub-ppub">
<season>Mayo-Octubre</season>
<year>2021</year>
</pub-date>
<volume>1</volume>
<issue>1</issue>
<fpage>11</fpage>
<history>
<date date-type="received" publication-format="dd mes yyyy">
<day>22</day>
<month>03</month>
<year>2021</year>
</date>
<date date-type="accepted" publication-format="dd mes yyyy">
<day>28</day>
<month>05</month>
<year>2021</year>
</date>
<date date-type="pub" publication-format="dd mes yyyy">
<day>30</day>
<month>05</month>
<year>2021</year>
</date>
</history>
<permissions>
<copyright-statement>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the works authorship and initial publication in this journal and able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book).</copyright-statement>
<copyright-year>2021</copyright-year>
<copyright-holder>Author</copyright-holder>
<ali:free_to_read/>
<license xlink:href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/">
<ali:license_ref>https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/</ali:license_ref>
<license-p>This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.</license-p>
</license>
</permissions>
<abstract xml:lang="in">
<title>Ringkasan</title>
<p>Potensi penggunaan pangan lokal seperti daun kelor, daun katuk, pepaya muda, dan jantung pisang dapat dimanfaatkan sebagai booster ASI oleh ibu menyusui. Edukasi tentang pemanfaatan bahan makanan lokal sebagai booster ASI diperlukan agar para ibu menyusui dan keluarga dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan produksi ASI. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui dan keluarga tentang pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai booster ASI. Metode yang digunakan yaitu ceramah tanya jawab dengan memberikan modul. Lokasi pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Telaga Biru Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Hasil pre-postest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari rerata skor pengetahuan 68,5 menjadi 89 setelah diberikan edukasi. Melalui pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan ibu dapat memaksimalkan konsumsi bahan pangan lokal yang dapat meningkatkan produksi ASI sehingga ibu berhasil menyusui.</p>
</abstract>
<trans-abstract xml:lang="en">
<title>Abstract</title>
<p>The potential utilization of local foods such as Moringa leaves, katuk leaves, young papaya, and banana flower can be utilized as a breast milk booster by the breastfeeding mothers. Education about utilization of local food ingredients as a breast milk booster is needed so that breastfeeding mothers and their families can apply the knowledge gained to increase breast milk production. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of breastfeeding mothers and their families about utilization of local food ingredients as a breast milk booster. The method used is a question and answer lecture by providing modules. The location of community service is carried out in Telaga Biru Village, Soropia District, Konawe Regency, Southeast Sulawesi. The pre-posttest results showed an increase in the participants' knowledge from an average knowledge score of 68.5 to 89 after being given education. Through this community service, it is hoped that mothers can maximize the consumption of local food stuffs which can increase milk production so that the mother can breastfeed successfully.</p>
</trans-abstract>
<kwd-group xml:lang="in">
<title>Kata kunci</title>
<kwd>Edukasi</kwd>
<kwd>Bahan pangan lokal</kwd>
<kwd>Booster Air Susu Ibu</kwd>
</kwd-group>
<kwd-group xml:lang="en">
<title>Keywords</title>
<kwd>Education</kwd>
<kwd>Local food</kwd>
<kwd>Breast milk booster</kwd>
</kwd-group>
<funding-group>
<award-group award-type="grant">
<funding-source>Poltekkes Kemenkes Kendari</funding-source>
<award-id>PK.08.01/1/1094/2020</award-id>
</award-group>
</funding-group>
<counts>
<fig-count count="0"/>
<table-count count="4"/>
<equation-count count="0"/>
<ref-count count="22"/>
</counts>
</article-meta>
</front>
<body>
<sec sec-type="intro">
<title>
<bold>PENDAHULUAN</bold>
</title>
<p>Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan salah satu dari strategi global untuk kesehatan dan kelangsungan hidup bayi (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref20">World Health Organization, 2011</xref>). Meskipun banyak manfaat dari pemberian ASI eksklusif bagi bayi, ibu, keluarga dan masyarakat, namun cakupannya masih rendah di berbagai negara termasuk Indonesia. Pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih di angka 35,7 persen pada 2017 (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref8">Kementerian Kesehatan, 2018</xref>). Angka ini terbilang sangat kecil jika mengingat pentingnya peran ASI bagi kehidupan anak. Salah satu faktor yang paling umum dengan gagalnya pemberian ASI eksklusif adalah faktor ASI belum keluar di minggu pertama setelah melahirkan dan pandangan ibu bahwa produksi ASI tidak cukup (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref5">Gatti, 2008</xref>).</p>
<p>Rendahnya cakupan pemberian ASI berakibat menurunnya pertumbuhan anak yang ditandai dengan berat badan dan panjang badan dibawah standar dan kerentanan terhadap infeksi. Gangguan pertumbuhan (<italic>growth faltering</italic>) dapat dialami oleh hampir semua anak sejak usia 2-6 bulan. Hasil penelitian di negara berkembang menemukan penyebab utama defisiensi gizi dan retardasi pertumbuhan pada bayi berumur 3–15 bulan karena rendahnya pemberian ASI dan buruknya pemberian MP-ASI (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref17">Shrimpton et al., 2010</xref>).</p>
<p>Faktor penyebab stunting pada bayi, salah satunya yaitu asupan makanan yang tidak seimbang, dan ASI eksklusif yang tidak diberikan selama 6 bulan, termasuk ke dalam kategori asupan makanan yang tidak seimbang (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref21">United Nations Children's Fund, 2019</xref>). ASI adalah air susu yang dihasilkan oleh ibu dan mengandung zat gizi yang diperlukan oleh bayi untuk kebutuhan dan perkembangan bayi. ASI eksklusif yang berarti bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain selama sejak usia 0-6 bulan (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref12">Mufdlilah, 2017</xref>).</p>
<p>Kebutuhan gizi ibu menyusui lebih banyak daripada ibu hamil. Kebutuhan makanan pada ibu menyusui meningkat karena makanan diperlukan untuk memproduksi ASI. Kebutuhan gizi ibu menyusui pada enam bulan pertama memerlukan tambahan kalori sebanyak 330 kalori, protein sebanyak 20 gram dan lemak sebanyak 11 gram dari kebutuhan utama sebesar 2150-2250 kalori, 56-57 gram protein dan 60-75 gram lemak (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref22">Kementerian Kesehatan, 2019</xref>).</p>
<p>Data dari Propinsi Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif berdasarkan data SDKI 2012 adalah 32,45% (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref1">Badan Pusat Statistik, 2013</xref>). Di Kota Kendari, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Kendari, persentase pemberian ASI eksklusif sejak tahun 2010 hingga 2013 terus menurun, yakni 52,2% (2010), 52,4% (2011), 51,53% (2012) dan 40,07% (2013) (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref3">Dinas Kesehatan Kota Kendari, 2013</xref>).</p>
<p>Pangan lokal merupakan jenis dan jumlah bahan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat yang bersumber dari wilayah sendiri. Hal yang mempengaruhi konsumsi pangan lokal adalah tingkat pendapatan dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref13">Naim et al., 2020</xref>). Salah satu dari tanaman pangan yang memiliki fungsi sebagai <italic>laktogogue</italic> adalah tanaman bangun-bangun (<italic>Coleus amboinicus L</italic>). Berbagai penelitian yang telah dilakukan tentang daun bangun yang terkait dengan fungsinya sebagai <italic>laktogogue</italic> masih difokuskan pada penggalian dan pembuktian secara ilmiah pada fungsi daun bangun-bangun yang memiliki kandungan <italic>laktogogue</italic> pada olahan sebagai sayuran (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref18">Syarief et al., 2014</xref>). Potensi penggunaan pangan lokal lain seperti daun kelor, daun katuk, papaya muda, jantung pisang dapat digunakan oleh masyarakat khususnya ibu menyusui untuk memanfaatkan sumber daya lokal yang ada.</p>
</sec>
<sec sec-type="materials|methods">
<title>
<bold>METODE</bold>
</title>
<p>Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi interaktif dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai <italic>booster</italic> ASI. Peserta diberikan modul saat edukasi dan kuesioner yang diberikan sebelum (pra) dan setelah (pasca) edukasi.</p>
</sec>
<sec sec-type="results|discussion">
<title>
<bold>HASIL DAN PEMBAHASAN</bold>
</title>
<p>Pengabdian kepada masyarakat (Pengabmas) ini dilaksanakan pada bulan November tahun 2020 di Desa Telaga Biru, Kecamatan Soropia, yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Konawe, Propinsi Sulawesi Tenggara. Sejumlah 20 ibu menyusui sebagai responden yang mengikuti proses Pengabmas.</p>
<sec>
<title>
<bold>Karakteristik Responden</bold>
</title>
<p>Mayoritas responden berusia di atas 36 tahun (55%), berusia antara 20-35 tahun sebanyak 40% dan 5% dari total responden berusia di bawah 20 tahun (<xref ref-type="table" rid="gt1">Tabel 1</xref>).</p>
<p>
<table-wrap id="gt1">
<label>Tabel 1</label>
<caption>
<title>Karakteristik usia peserta</title>
</caption>
<alt-text>Tabel 1 Karakteristik usia peserta</alt-text>
<graphic xlink:href="6573024003_gt2.png" position="anchor" orientation="portrait">
<object-id pub-id-type="URI">https://purl.org/jippm/v1i1.271.t001</object-id>
</graphic>
</table-wrap>
</p>
<p>Mayoritas responden berusia 20-35 tahun yang artinya dalam usia reproduksi sehat. Usia adalah variabel yang selalu diperhatikan di dalam kesehatan reproduksi, karena usia berhubungan dengan tingkat kesehatan reproduksi wanita. Usia 20-35 tahun merupakan usia yang dianggap aman untuk menjalani kehamilan dan persalinan, dan memiliki peluang yang besar dalam keberhasilan menyusui (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref11">Momongan et al., 2018</xref>). Ibu menyusui dengan usia dibawah 20 tahun (15-19 tahun) menyumbang angka pemberian ASI non eksklusif, karena ibu menyusui usia remaja memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami kegagalan pemberian ASI eksklusif (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref16">Rohmah et al., 2016</xref>).</p>
<p>Faktor pendidikan ibu dapat mempengaruhi praktik ibu dalam menyusui, tingkatan pendidikan seseorang akan berpengaruh dalam memberikan respon. Berdasarkan hasil, pendidikan terakhir responden sebagian besar berpendidikan SMA (55%), SMP (25%), SD (15%) dan paling sedikit yang berpendidikan S1 (5%) (<xref ref-type="table" rid="gt2">Tabel 2</xref>).</p>
<p>
<table-wrap id="gt2">
<label>Tabel 2</label>
<caption>
<title>Karakteristik riwayat pendidikan terakhir peserta</title>
</caption>
<alt-text>Tabel 2 Karakteristik riwayat pendidikan terakhir peserta</alt-text>
<graphic xlink:href="6573024003_gt3.png" position="anchor" orientation="portrait">
<object-id pub-id-type="URI">https://purl.org/jippm/v1i1.271.t002</object-id>
</graphic>
</table-wrap>
</p>
<p>Ibu yang berpendidikan tinggi akan memberikan respon yang lebih rasional terhadap informasi yang ada, sebaliknya ibu yang berpendidikan rendah maka akan memberikan respon masa bodoh terhadap informasi (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref19">Trianita &amp; Nopriantini, 2018</xref>). Penelitian oleh Mahesh et al (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref10">2019</xref>) di Eropa membuktikan ibu dengan tingkat pendidikan tinggi di Denmark, Belanda dan Jerman memiliki tingkat keberhasilan ASI eksklusif tertinggi (masing-masing 71, 52 dan 50%, sedangkan ibu dengan tingkat pendidikan rendah cenderung tidak mulai menyusui dan berhenti menyusui lebih awal. Secara geografis, letak desa Telaga Biru, Kecamatan Soropia berada di wilayah pesisir yang jauh dari perkotaan, sehingga mayoritas pendidikan masyarakatnya menengah ke bawah. Hal ini dapat terlihat dari data pada <xref ref-type="table" rid="gt2">Tabel 2</xref>, pendidikan peserta yang mengikuti edukasi mayoritas berpendidikan SMA pada.</p>
<p>Cakupan ASI eksklusif di Sulawesi Tenggara terus mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2016 dengan cakupan 63,8%, atau naik sebesar 49,7% dari tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2015 sebesar 54,15% dan tahun 2014 yaitu 32,9% (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref23">Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, 2016</xref>).</p>
<p>
<table-wrap id="gt3">
<label>Tabel 3</label>
<caption>
<title>Riwayat laktasi peserta</title>
</caption>
<alt-text>Tabel 3 Riwayat laktasi peserta</alt-text>
<graphic xlink:href="6573024003_gt6.png" position="anchor" orientation="portrait">
<object-id pub-id-type="URI">https://purl.org/jippm/v1i1.271.t003</object-id>
</graphic>
</table-wrap>
</p>
<p>Mayoritas responden telah memberikan ASI eksklusif (75%), dan hanya lima persen dari mereka yang mulai memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi mereka yang usianya kurang dari 6 bulan (<xref ref-type="table" rid="gt3">Tabel 3</xref>).</p>
</sec>
<sec>
<title>
<bold>Pengetahuan Sebelum dan Setelah Edukasi</bold>
</title>
<p>Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa pengetahuan yang baik tentang ASI eksklusif berhubungan dengan kesuksesan pemberian ASI eksklusif (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref2">Deafira et al., 2017</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref7">Hudayah et al., 2019</xref>; <xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref15">Ratnawati et al., 2016</xref>). Sejalan dengan penelitian oleh Handayani et al (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref6">2014</xref>), bahwa adanya hubungan antara baiknya pengetahuan ibu tentang ASI dengan perilaku pemberian ASI.</p>
<p>
<table-wrap id="gt4">
<label>Tabel 4</label>
<caption>
<title>Rata-rata skor kuesioner pengetahuan</title>
</caption>
<alt-text>Tabel 4 Rata-rata skor kuesioner pengetahuan</alt-text>
<graphic xlink:href="6573024003_gt7.png" position="anchor" orientation="portrait">
<object-id pub-id-type="URI">https://purl.org/jippm/v1i1.271.t004</object-id>
</graphic>
</table-wrap>
</p>
<p>Hasil pemberian kuesioner pengetahuan tentang pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai <italic>booster</italic> ASI sebelum dan sesudah edukasi diperoleh rerata skor prates adalah 68,5 dan meningkat menjadi 89 pasca edukasi (<xref ref-type="table" rid="gt4">Tabel 4</xref>), sehingga dapat disimpulkan terdapat perubahan skor pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai <italic>booster</italic> ASI. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lanyumba et al (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref9">2019</xref>) dan Purba (<xref ref-type="bibr" rid="redalyc_6573024003_ref14">2017</xref>) bahwa adanya pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan ibu menyusui.</p>
</sec>
</sec>
<sec sec-type="conclusions">
<title>
<bold>KESIMPULAN</bold>
</title>
<p>Kegiatan Pengabmas tentang pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai <italic>booster</italic> ASI di Desa Telaga Biru, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe diikuti oleh ibu menyusui dengan mayoritas usia 20-35 tahun yang merupakan usia reproduksi sehat, berpendidikan mayoritas SMA dan mayoritas memberikan ASI eksklusif. Berdasarkan hasil pra-pascates, terdapat perubahan rerata skor pengetahuan tentang pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai <italic>booster</italic> ASI setelah diberikan edukasi.</p>
</sec>
</body>
<back>
<ack>
<title>Mengakui</title>
<p>Pengabdian Masyarakat ini didanai oleh Poltekkes Kemenkes Kendari.</p>
</ack>
<ref-list>
<title>DAFTAR PUSTAKA</title>
<ref id="redalyc_6573024003_ref1">
<mixed-citation>Badan Pusat Statistik. (2013). Survey Demografi Kesehatan Indonesia.</mixed-citation>
<element-citation publication-type="book">
<person-group person-group-type="author">
<collab>Badan Pusat Statistik</collab>
</person-group>
<source>Badan Pusat Statistik</source>
<year>2013</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref2">
<label>https://doi.org/10.35790/ecl.5.2.2017.18524</label>
<mixed-citation>Deafira, A., Wilar, R., &amp; Kaunang, E. D. (2017). Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Pemberian Asi pada Bayi yang Dirawat pada Beberapa Fasilitas Kesehatan di Kota Manado. E-CliniC, 5(2). <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.35790/ecl.5.2.2017.18524">https://doi.org/10.35790/ecl.5.2.2017.18524</ext-link>
</mixed-citation>
<element-citation publication-type="journal">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Deafira</surname>
<given-names>A</given-names>
</name>
</person-group>
<article-title>Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Pemberian Asi pada Bayi yang Dirawat pada Beberapa Fasilitas Kesehatan di Kota Manado</article-title>
<source>E-CliniC, 5(2)</source>
<year>2017</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref3">
<mixed-citation>Dinas Kesehatan Kota Kendari. (2013). Laporan Dinas Kesehatan Kota Kendari.</mixed-citation>
<element-citation publication-type="report">
<person-group person-group-type="author">
<collab>Dinas Kesehatan Kota Kendari</collab>
</person-group>
<source>Dinas Kesehatan Kota Kendari</source>
<year>2016</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref23">
<mixed-citation>Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. (2016). Profil Kesehatan Sulawesi Tenggara.</mixed-citation>
<element-citation publication-type="report">
<person-group person-group-type="author">
<collab>Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara</collab>
</person-group>
<source>Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara</source>
<year>2016</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref5">
<label>https://dx.doi.org/10.1111/j.1547-5069.2008.00234.x</label>
<mixed-citation>Gatti, L. (2008). Maternal perceptions of insufficient milk supply in breastfeeding. J Nursing Scholarship, 40(4), 355-363. <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://dx.doi.org/10.1111/j.1547-5069.2008.00234.x">https://dx.doi.org/10.1111/j.1547-5069.2008.00234.x</ext-link>
</mixed-citation>
<element-citation publication-type="journal">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Gatti</surname>
<given-names>L</given-names>
</name>
</person-group>
<article-title>Maternal Perceptions of Insufficient Milk Supply in Breastfeeding</article-title>
<source>J Nursing Scholarship, 40(4), 355-363</source>
<year>2008</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref6">
<label>https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1475242</label>
<mixed-citation>Handayani, L., Yunengsih, Y, &amp; Solikhak, S. (2014). Hubungan pengetahuan dan teknik menyusui dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pengasih II Kabupaten Kulonprogo. Jurnal Kesmasindo, 6 (3), 232–239. <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1475242">https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1475242</ext-link>
</mixed-citation>
<element-citation publication-type="journal">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Handayani</surname>
<given-names>L</given-names>
</name>
</person-group>
<article-title>Hubungan pengetahuan dan teknik menyusui dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pengasih II Kabupaten Kulonprogo</article-title>
<source>Jurnal Kesmasindo, 6 (3), 232–239</source>
<year>2014</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref7">
<mixed-citation>Hudayah, N., Meilani, N., &amp; Ona, W. (2019). Determinan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Mangarabombang Kabupaten Takalar. Universitas Hasanuddin. </mixed-citation>
<element-citation publication-type="other">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Nudayah</surname>
<given-names>N</given-names>
</name>
</person-group>
<source>Universitas Hasanuddin</source>
<year>2019</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref8">
<mixed-citation>Kementerian Kesehatan. (2018). Hasil Utama Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan </mixed-citation>
<element-citation publication-type="other">
<person-group person-group-type="author">
<collab>Kementerian Kesehatan</collab>
</person-group>
<source>Kementerian Kesehatan</source>
<year>2018</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref22">
<label>https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/138621/permenkes-no-28-tahun-2019</label>
<mixed-citation>Kementerian Kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Permenkes No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/138621/permenkes-no-28-tahun-2019">https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/138621/permenkes-no-28-tahun-2019</ext-link>
</mixed-citation>
<element-citation publication-type="legal-doc">
<person-group person-group-type="author">
<collab>Kementerian Kesehatan</collab>
</person-group>
<source>JDIH BPK</source>
<year>2019</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref9">
<label>https://doi.org/10.51888/phj.v10i2.2 </label>
<mixed-citation>Lanyumba, F. S., Dianomo, E., Ebu, Z. Y., Yalisi, R., &amp; Sattu, M. (2019). Pengaruh Penyuluhan Asi Eksklusif Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Ibu Balita di Kecamatan Balantak Selatan Kabupaten Banggai. Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal, 10(2), 57–61. <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.51888/phj.v10i2.2">https://doi.org/10.51888/phj.v10i2.2</ext-link>
</mixed-citation>
<element-citation publication-type="journal">
<article-title>Pengaruh Penyuluhan Asi Eksklusif Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Ibu Balita di Kecamatan Balantak Selatan Kabupaten Banggai</article-title>
<source>Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal, 10(2), 57–61</source>
<year>2019</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref10">
<label>https://doi.org/10.1017/s1368980018002999</label>
<mixed-citation>Mahesh, S., Alexandr, P., &amp; Aileen, R. (2019). Comparison of national cross-sectional breast-feeding surveys by maternal education in Europe (2006–2016). Public Health Nutrition, 22(5), 848–861. <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.1017/s1368980018002999">https://doi.org/10.1017/s1368980018002999</ext-link>
</mixed-citation>
<element-citation publication-type="journal">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Mahesh</surname>
<given-names>S</given-names>
</name>
</person-group>
<article-title>Comparison of national cross-sectional breast-feeding surveys by maternal education in Europe (2006–2016)</article-title>
<source>Public Health Nutrition, 22(5), 848–861</source>
<year>2018</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref11">
<label>https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1396656</label>
<mixed-citation>Momongan, G. S., Doda, V. D., &amp; Asrifuddin, A. (2018). Hubungan antara umur dan durasi kerja dengan pemberian asi eksklusif oleh ibu pekerja di wilayah kerja puskesmas Ranotana Weru, Kecamatan Wanea, Kota Manado. Jurnal KESMAS, 7(5). <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1396656">https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1396656</ext-link>
</mixed-citation>
<element-citation publication-type="journal">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Momongan</surname>
<given-names>G. S</given-names>
</name>
</person-group>
<article-title>Hubungan antara umur dan durasi kerja dengan pemberian asi eksklusif oleh ibu pekerja di wilayah kerja puskesmas Ranotana Weru, Kecamatan Wanea, Kota Manado</article-title>
<source>Jurnal KESMAS, 7(5)</source>
<year>2018</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref12">
<mixed-citation>Mufdlilah, M. (2017). Buku Pedoman Pemberdayaan Ibu Menyusui pada Program ASI Eksklusif. Universitas Aisyiyah Yogyakarta</mixed-citation>
<element-citation publication-type="book">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Mufdilah</surname>
<given-names>M</given-names>
</name>
</person-group>
<source>Universitas Aisyiyah Yogyakarta</source>
<year>2017</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref13">
<label>http://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/12254 </label>
<mixed-citation>Naim, M. A., Lisnawaty, L., &amp; Fithria, F. (2020). Gambaran Pola Konsumsi Pangan Lokal Wilayah Pesisir Pada Tingkat Rumah Tangga Di Desa Ranooha Raya Kecamatan Moramo 2018. Jurnal Gizi Dan Kesehatan Indonesia, 1(1), 6–14. <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="http://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/12254">http://ojs.uho.ac.id/index.php/gikes/article/view/12254</ext-link>
</mixed-citation>
<element-citation publication-type="journal">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Naim</surname>
<given-names>M. A</given-names>
</name>
</person-group>
<article-title>Gambaran Pola Konsumsi Pangan Lokal Wilayah Pesisir Pada Tingkat Rumah Tangga Di Desa Ranooha Raya Kecamatan Moramo 2018</article-title>
<source>Jurnal Gizi Dan Kesehatan Indonesia, 1(1), 6–14</source>
<year>2020</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref14">
<mixed-citation>Purba, I. P. S. (2017). Pengaruh Penyuluhan ASI Eksklusif terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil di Kelurahan Alur Dua Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat. Universitas Sumatera Utara. </mixed-citation>
<element-citation publication-type="thesis">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Purba</surname>
<given-names>I. P. S</given-names>
</name>
</person-group>
<source>Universitas Sumatera Utara</source>
<year>2017</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref15">
<mixed-citation>Ratnawati, R., Indar, I., &amp; Bahar, B. (2016). Pemberian Asi Eksklusif Pada Suku Moronene Bombana Sulawesi Tenggara. JST Kesehatan, 6(3), 292–297.</mixed-citation>
<element-citation publication-type="journal">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Ratnawati</surname>
<given-names>R</given-names>
</name>
</person-group>
<article-title>Pemberian Asi Eksklusif Pada Suku Moronene Bombana Sulawesi Tenggara</article-title>
<source>JST Kesehatan, 6 (3), 292-297</source>
<year>2016</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref16">
<label>https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1898702</label>
<mixed-citation>Rohmah, F. D., Rasni, H., Sari, R., Program, H., Keperawatan, S. I., Jember, U., &amp; Kalimantan, J. (2016). Studi Fenomenologi Pemberian ASI oleh Ibu Usia Remaja pada Bayi Usia 0 Sampai 6 Bulan di Desa Karangbayat Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember (Adolescent Mothers Breastfeeding in 0 until 6 month infant at Karangbayat Village Sumberbaru Sub-District Jemb. Jurnal Pustaka Kesehatan, 4(3), 583–589. <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1898702">https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1898702</ext-link>
</mixed-citation>
<element-citation publication-type="journal">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Rohmah</surname>
<given-names>F. D</given-names>
</name>
</person-group>
<article-title>Studi Fenomenologi Pemberian ASI oleh Ibu Usia Remaja pada Bayi Usia 0 Sampai 6 Bulan di Desa Karangbayat Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember (Adolescent Mothers Breastfeeding in 0 until 6 month infant at Karangbayat Village Sumberbaru Sub-District Jemb</article-title>
<source>Jurnal Pustaka Kesehatan, 4(3), 583–589</source>
<year>2016</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref17">
<label> https://doi.org/10.1542/peds.2009-1519 </label>
<mixed-citation>Shrimpton, R., Victora, C. G., De Onis, M., Hallal, P. C., &amp; Blössner, M. (2010). Worldwide timing of growth faltering: Revisiting implications for interventions. Pediatrics, 125(3). <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.1542/peds.2009-1519">https://doi.org/10.1542/peds.2009-1519</ext-link>
</mixed-citation>
<element-citation publication-type="journal">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Shrimpton</surname>
<given-names>R</given-names>
</name>
</person-group>
<article-title>Worldwide timing of growth faltering: Revisiting implications for interventions</article-title>
<source>Pediatrics, 125(3)</source>
<year>2010</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref18">
<label>https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1314002</label>
<mixed-citation>Syarief, H., Damanik, R. M., Sinaga, T., &amp; Doloksaribu, T. H. (2014). Pemanfaatan Daun Bangun-Bangun Dalam Pengembangan Produk Makanan Tambahan Fungsional Untuk Ibu Menyusui. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 19(1), 38–42. <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1314002">https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1314002</ext-link>
</mixed-citation>
<element-citation publication-type="journal">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Syarief</surname>
<given-names>H</given-names>
</name>
</person-group>
<article-title>Pemanfaatan Daun Bangun-Bangun Dalam Pengembangan Produk Makanan Tambahan Fungsional Untuk Ibu Menyusui</article-title>
<source>Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 19(1), 38–42</source>
<year>2014</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref19">
<label>https://doi.org/10.30602/pnj.v1i1.281</label>
<mixed-citation>Trianita, W., &amp; Nopriantini, N. (2018). Hubungan Pendidikan, Pekerjaan dan Sikap Ibu Menyusui terhadap Praktik Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Kerja UPK Puskesmas Telaga Biru Siantan Hulu Pontianak Utara. Pontianak Nutrition Journal (PNJ), 1(1). <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://doi.org/10.30602/pnj.v1i1.281">https://doi.org/10.30602/pnj.v1i1.281</ext-link>
</mixed-citation>
<element-citation publication-type="journal">
<person-group person-group-type="author">
<name>
<surname>Tiranita</surname>
<given-names>W</given-names>
</name>
<name>
<surname>Nopriantini</surname>
<given-names>N</given-names>
</name>
</person-group>
<article-title>Hubungan Pendidikan, Pekerjaan dan Sikap Ibu Menyusui terhadap Praktik Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Kerja UPK Puskesmas Telaga Biru Siantan Hulu Pontianak Utara</article-title>
<source>Pontianak Nutrition Journal (PNJ), 1(1)</source>
<year>2018</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref21">
<label>https://www.unicef.org/indonesia/media/2706/file/Framework-of-Action-Complementary-Feeding-2019.pdf</label>
<mixed-citation>United Nations Children's Fund. 2019. Indonesia Complementary Feeding. UNCHEF. https://www.unicef.org/indonesia/media/2706/file/Framework-of-Action-Complementary-Feeding-2019.pdf </mixed-citation>
<element-citation publication-type="other">
<person-group person-group-type="author">
<collab>United Nations Children's Fund</collab>
</person-group>
<source>https://www.unicef.org/indonesia/media/2706/file/Framework-of-Action-Complementary-Feeding-2019.pdf</source>
<year>2019</year>
</element-citation>
</ref>
<ref id="redalyc_6573024003_ref20">
<label>https://www.who.int/news/item/15-01-2011-exclusive-breastfeeding-for-six-months-best-for-babies-everywhere</label>
<mixed-citation>World Health Organization. (2011). Exclusive breastfeeding for six months best for babies everywhere. <ext-link ext-link-type="uri" xlink:href="https://www.who.int/news/item/15-01-2011-exclusive-breastfeeding-for-six-months-best-for-babies-everywhere">https://www.who.int/news/item/15-01-2011-exclusive-breastfeeding-for-six-months-best-for-babies-everywhere</ext-link>
</mixed-citation>
<element-citation publication-type="other">
<source>https://www.who.int/news/item/15-01-2011-exclusive-breastfeeding-for-six-months-best-for-babies-everywhere</source>
<year>2011</year>
</element-citation>
</ref>
</ref-list>
<fn-group>
<title>Catatan kaki</title>
<fn id="fn6" fn-type="other">
<label>Editor</label>
<p> Ainul Rafiq (Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia)</p>
</fn>
<fn id="fn1" fn-type="other">
<label>Catatan Penerbit</label>
<p>  Poltekkes  Kemenkes  Kendari  menyatakan  tetap  netral  sehubungan  dengan  klaim  dari  perspektif  ataubuahpikiran yang diterbitkan dan dari afiliasi institusional manapun.</p>
</fn>
</fn-group>
</back>
</article>
