Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Diabetes Melitus pada Masyarakat Tanjung Anom

Pomarida Simbolon1,*, Samfriati Sinurat2, Nagoklan Simbolon3

1,2,3 STIKes Santa Elisabeth Medan

*Korespondensi E-mail: pomasps@yahoo.com

Abstrak

Masalah kesehatan yang paling serius di masyarakat saat ini yaitu diabetes melitus. Suatu penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup sesorang yang kurang sehat merupakan penyakit Diabetes melitus. Untuk mencegahnya perlu dilakukan upaya pemberian pendidikan kesehatan agar masyarakat dapat mengontrol gaya hidupnya ke arah yang lebih baik. Salah satu sasaran dari pada pendidikan kesehatan tentang pencegahan Diabetes Melitus yaitu masyarakat yang berisiko di wilayah Tanjung Anom. Hasil survei awal 60% masyarakat kurang berperan serta aktif saat dalam kegiatan pendidikan kesehatan karena sibuk dengan pekerjaannya yang dilakukan oleh pihak puskesmas atau dinas yang lain, sehingga perlu dilakukan kembali pemberian pendidikan kesehatan tentang diabetes melitus. Tujuan kegiatan pengabdian tentang pemberian pendidikan kesehatan ini dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat tentang pencegahan diabetes melitus. Untuk mencapai tujuan pengabdian metode yang digunakan yaitu ceramah dan pemberian informasi pendidikan kesehatan mengenai pencegahan diabetes melitus. Yang dicapai dari hasil pengabdian kepada masyarakat tersebut rata-rata nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan memiliki perbedaan sebesar 2,37 poin. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan sangat bermanfaat yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang pencegahan diabetes melitus pada masyarakat.


Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Diabetes Melitus


Abstract

The most serious health problem in society today is diabetes mellitus. A disease associated with an unhealthy lifestyle is diabetes mellitus. To prevent this, it is necessary to provide health education so that people can control their lifestyle in a better direction. One of the targets of health education on diabetes mellitus prevention is the community at risk in the Tanjung Anom area. The results of the initial survey 60% of the community did not participate actively in health education activities because they were busy with the work carried out by the puskesmas or other agencies, so it was necessary to re-do the provision of health education about diabetes mellitus. The purpose of this service activity regarding the provision of health education is carried out as an effort to increase public health knowledge about diabetes mellitus prevention. To achieve the goal of service, the method used is lectures and providing health education information regarding the prevention of diabetes mellitus. What is achieved from the results of community service, the average value of knowledge before and after health education is carried out has a difference of 2.37 points. Community service activities that have been carried out are very useful, namely there is an increase in knowledge about diabetes mellitus prevention in the community


Keywords: Health Education, Knowledge, Diabetes Melitus


Pendahuluan

Masyarakat mengalami suatu masalah kesehatan yang serius saat ini salah satunya adalah penyakit Diabetes Melitus (DM). Diabetes melitus merupakan keadaan penyakit metabolik yang menahun, gula darah yang tinggi merupakan salah satu tanda yang terjadi (Pranita, 2021) dan kemampuan tubuh untuk memanfaatkan protein, lemak dan glukosa yang terganggu karena defisiensi insulin atau resistensi insulin dan merupakan kelainan metabolism (Dalimunthe, 2016). Menurut International Diabetes Federation (IDF) di dunia mengalami peningkatan diabetes termasuk Indonesia pada tahun 2020. Di Indonesia jumlah prevalensi penderita diabetes melitus mencapai 18 juta pada tahun 2020, jumlah ini meningkat dari tahun 2019 sebesar 6,2%. Berdasarkan hasil penelitian oleh tim penanggulangan Covid-19 di Indonesia, penderita diabetes melitus yang terinfeksi covid-19 mengalami kematian meningkat sebesar 8,3 kali dibandingkan dengan masyarakat yang tidak menderita diabetes melitus. Di wilayah Asia dan Pasifik penderita diabetes melitus yang tertinggi yaitu Indonesia dengan posisi peringkat ke-7 diantara 10 negara dengan jumlah penderita yang terbanyak sebesar 10,7%. Prevalensi diabetes diperkirakan meningkat seiring pertambahan usia penduduk yaitu pada pada umur 65-79 tahun sebesar 19,9% (11,2 juta orang) angka ini diperkirakan terus meningkat di tahun 2030 sebesar 578 juta dan di tahun 2045 hingga mencapai 700 juta (Kemenkes, 2020). Berdasarkan monitoring (Riskesdas, 2018) penderita DM sebesar 2% di Sumatera Utara dan di wilayah kerja Puskesmas Pancurbatu berjumlah 136 jiwa.

Peningkatan diabetes melitus yang terus menerus pertahunnya akan memberikan dampak dan berdasarkan peningkatan tersebut menjadi suatu masalah kesehatan serius yang harus perlu harus ditangani dengan baik, seperti pemantauan glukosa darah, terapi diet yang benar, olah raga atau latihan, dan pemberian pendidikan kesehatan kepada masyarakat (Phitri, 2013). Untuk menghindari semakin meningkatnya penderita diabetes melitus sangat diperlukan informasi dan pemahaman melalui berbagai cara agar masyarakat bila sudah lebih mengerti dan pasti akan mengaplikasikan tindakan pencegahan diabetes melitus (Heriani, 2013).

Pendidikan kesehatan merupakan salah satu cara pencegahan diabetes melitus yaitu dengan memberikan informasi berupa pengetahuan tentang emosional, intelektual, maupun spiritual dan materi yang berkaitan dengan lingkungan, fisik, dan sosial,. Pendidikan kesehatan yang diberikan dapat mengasah pengetahuan, sikap individu maupun tindakan yang diarahkan pada pencegahan diabetes yang lebih baik. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang akan terjadi setelah orang tersebut melakukan tindakan melalui pancaindra terhadap objek yang dimiliki seperti: indra tubuh (telinga, hidung, mata, dll) (Puspitasari, 2014). Penginderaan manusia terhadap sasaran yang telah dilakukan akan menghasilkan pengetahuan dan informasi yang baru dan merupakan modal utama terhadap keberhasilan suatu tindakan kuratif (Dari, 2014).

Hasil penelitian (Ratnasari, 2019) diperoleh kebutuhan masyarakat sangat tinggi akan pemberian informasi kesehatan serta tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya perilaku sehat akan lebih baik baik dengan memiliki pengetahuan yang baik. Semakin tinggi pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang maka akan meningkatkan kepatuhan dalam melakukan tindakan. Pengetahuany ang dimaksud yaitu pengetahuan secara aktif yang diperoleh dengan melalui membaca buku dan mendapatkan informasi pendidikan kesehatan dari layanan kesehatan

Keluarga merupakan salah satu faktor pendukung yang memiliki peran untuk mencapai status kesehatan yang baik bagi penderita terkait dengan penyakit yang dialaminya melalui pengetahuan yang baik. Pengetahuan dari keluarga sangat mendukung kesembuhan pasien yang dapat memberikan aspek positif terhadap perawatan penderita diabetes melitus (Ningrum, 2018), yang sekaligus merupakan suatu cara untuk mengurangi angka kejadian diabetes melitus. Cara efektif yang perlu dilakukan melalui penyuluhan ataupun pendidikan kesehatan yang bersifat berkesinambungan dan akan menyegarkan serta mengingatkan kembali prinsip-prinsip penatalaksanaan. Audio visual merupakan salah satu metode yang baik dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan (Dari, 2014) sebab dengan audio visual membantu seseorang agar lebih mudah memahami, mengingat serta mengaplikasikan suatu tindakan dengan baik dan benar..


Metode

Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan selama dua hari diawali dengan diawali tahap persiapan. Tahapan persiapan bertujuan untuk mempersiapkan sarana dan prasarana yang digunakan untuk kegiatan pendidikan kesehatan/ informasi. Tahap persiapan melibatkan 3 orang mahasiswa 1 hari sebelum kegiatan pendidikan kesehatan dilakukan. Untuk bisa melakukan kegitan teesebut harus ada izin dari dari pihak terkait dan tim pengusul beserta mahasiswa melakukan survei awal untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di lokasi pengabdian. Dari permasalahan yang diperoleh disepakati ecara bersama topiknya yaitu melakukan pendidikan kesehatan dengan cara sosialisasi ke masyarakat tentang pencegahan diabetes melitus.

Langkah kegiatan selanjutnya adalah pemberian informasi pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah, diskusi, ceramah, dan presentasi dengan menggunakan media audio visual. Metode ceramah dipilih untuk memudahkan masyarakat mengerti terhadapi materi yang disampaikan. Metode diskusi bertujuan agar peserta bisa dilatih lebih aktif untuk terlibat meningkatkan pengetahuannya. Metode sharing knowledge dilakukan secara bersama dengan bertukar pikiran sehingga peserta dapat dengan mudah mengerti materi yang diberikan. Metode berikutnya adalah melakukan tindakan dengan demonstrasi, metode ini digunakan dengan cara memutarkan video, seperti video bagaimana cara pencegahan diabetes melitus dengan baik. Sehingga, setelah video diputarkan setiap peserta dapat lebih mengingat dan mengaplikasikan apa yang telah disampaikan sehingga terjadi perubahan perilaku yang diharapkan. Selain menggunakan metode tersebut tim pengusul juga menggunakan media lain seperti leaflet yang dibagikan kepada para pesera, poster dan lembar balik. Untuk memantau hasil kegiatan pengabdian sebelum dilaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan peserta diberikan pre test dan setelah selesai kegiatan dilaksanakan post test sehingga dapat dievaluasi capaian dari pengabdian yang telah dilakukan


Hasil dan Pembahasan

Kegiatan pendidikan kesehatan dihadiri oleh 30 peserta. Awal kegiatan dilakukan pre test tentang pendidikan kesehatan kemudian diakhir kegiatan dilakukan post test. Topik yang diberikan yaitu tentang pencegahan diabetes melitus. Hasil kegiatan pengabdian oleh tim pengusul berupa analisis yang berisi rata-rata menggambarkan rata-rata nilai pengetahuan pencegahan diabetes melitus sebelum perlakukan dan rata-rata nilai pengetahuan dan sesudah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Hasil pendidikan kesehatan disajikan pada tabel 1 dan gambar 1.


Tabel 1. Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Diabetes Melitus pada Masyarakat Tanjung Anom

Pengetahuan

Mean

Standar deviasi

Pretest

Postest

13,90

16,27

2,392

0,684


Hasil pengabdian diperoleh ada perubahan perubahan pengetahuan dengan nilai rata-rata pre test 13,90 dan nilai rata-rata post test 16,27, ada sebesar 2,37 point peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan pada masyarakat. Hal ini menunjukkan adanya perubahan pengetahuan masyarakat yang signifikan melalui pendidikan kesehatan tentang pencegahan diabetes melitus di Tanjung Anom. Hasil pengabdian ini didukung oleh (Methania, 2019) tentang kegiatan penyuluhan/ pendidikan kesehatan dengan media audio visual sangat berguna dengan adanya peningkatan pengetahuan. Hasil pengabdian menunjukkan keefektifitasan kegiatan pemberian pendidikan kesehatan dengan media audio visual berpengaruh baik hal ini disebabkan karena pendidikan dengan media audio visual lebih berefek yang melibatkan dua indra yaitu indra penglihatan dan pendengaran yang dapat memaksimalkan penerimaan informasi dan lebih cepat memberikan informasi karena secara langsung bisa dilihat dan didengar serta bisa diulang-ulang sehingga membuat responden lebih antusias dalam memperoleh informas dan lebih menarik. (Risma, 2018), juga diperoleh hasil bahwa pengetahuan masyarakat lebih meningkat melalui pemberian pendidikan kesehatan dikarenakan dengan penggunaan media audio visual bersifat mendorong hasrat untuk mengetahui lebih banyak informasi. Media audio visual adalah suatu alat bantu bagi seseorang dalam menerima suatu pesan, sehingga dapat memperoleh ilmu yang ingin dicapai dan pengalaman untuk latihan otak dan daya ingat. Dalam audio visual ini mengandalkan indra pendengaran dan penglihatan yang dapat meningkatkan kemampuan otak, khususnya ketajaman otak serta daya ingat, melalui media yang dapat didengar dan dilihat (Anggraini, Hariyanto, Warsono, 2018). Media audio visual tidak saja akan menghasilkan teknik belajar yang efektif dalam waktu yang relative sangat singkat, atau mempermudah orang menyampaikan dan menerima pelajaran atau informasi serta dapat menghindari adanya kesalahan dalam pengertian (Dari, 2018). Hal ini sesuai dengan pemberian informasi (Deni, 2019) dengan menggunakan audiovisual memiliki manfaat yang lebih mudah dipahami dan menarik, dengan video seseorang dapat belajar dengan sendiri, dapat mengulang-ulang tindakan pada bagian yang kurang jelas, menampilkan tindakan secara terperinci dan bisa diperlambat maupun dipercepat apabila kurang paham. Pendidikan kesehatan merupakan kegiatan penyampaikan pesan berupa informasi kesehatan pada masyarakat. Hal ini dilakukan dengan menggunakan alat berupa media cetak maupun media elektronik, dalam penyampaian pendidikan kesehatan dapat digunakan metode pendidikan individu maupun bimbingan, metode kelompok/massa dengan metode ceramah dan seminar (Muwarni, 2014).

Hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan tim pengusul di Tanjung Anom kepada masyarakat berupa pendidikan kesehatan tentang pencegahan diabetes melitus, didapatkan bahwa proses pemberian pendidikan kesehatan dengan media audio visual yang dilakukan oleh tim pengusul kepada peserta ditanggapi dengan baik serta peserta sangat fokus dan aktif dalam mengikuti pendidikan kesehatan. Hal ini didukung dengan alat yang digunakan saat memberikan pendidikan kesehatan, dengan menggunakan video disertai dengan gambar sehingga masyarakat lebih tertarik dan antusias dalam kegiatan pendidikan kesehatan tentang pencegahan diabetes melitus tersebut.

Kesimpulan

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pencegahan diabetes melitus diperoleh hasil adanya peningkatan pengetahuan dengan hasil yang baik. Pengetahuan meningkat 2,37 poin setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian melalui pendidikan kesehatan. Pemberian materi pencegahan diabetes melitus diikuti oleh seluruh peserta dengan baik dan akan melakukan pencegahan agar dapat terhindar dari penyakit diabetes melitus.


Ucapan Terima Kasih

Tim pengusul yang melakukan pengabdian pada masyarakat mengucapkan terimakasih atas dukungan serta fasilitas yang diberikan oleh STIKes Santa Elisabeth Medan serta masyarakat yang bersedia untuk memperoleh informasi tentang pendidikan kesehatan.


Daftar Pustaka

Anggraini, Hariyanto, Warsono. (2018). Perbedaan Tingkat Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus (DM) Tipe II Sebelum dan Sesudah Diberikan Edukasi dengan Media Audio Visual Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Dusun Sentong Desa Karangduren Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Nursing News Volume 3, Nomor 1, 2018

Dalimunthe. (2016). Pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME) Sebagai Model Keperawatan Berbasis Keluarga Terhadap Pengendalian Glukosa Pada Penderita Diabetes Melitus. Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol.1, No.1 November 2016

Dari dkk. (2014). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Senam Kaki Melalui Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Pelaksanaan Senam Kaki Pada Pasien DM Tipe 2. JOM PSIK

Deni. (2019). The Effect Of Health Education About Nutrition Through Interactive Visual Media On Eating Culture (Tarak) In Diabetic Foot Ulcer Patients In Bojonegoro District. Nursing of Journal STIKES. Medika Jombang 

Heriani. (2013). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Penyakit Diabetes Melitus Terhadap Mekanisme Koping Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Teluk Kuantar. Jurnal Keperawatan

Kemenkes RI. (2020). Infodati Pusa Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Tetap Produktif Cegah, dan Atasi Diabetes Melitus

Methania. (2019). The Effect of Health Education with Audio Visual Media on Hypertensive Care Behavior in the Elderly in BejiWetan Hamlet SendangsariBantul Display Yogyakarta. Nursing Journal, University: Yogyakarta

Murwani. (2014). Pendidikan Kesehatan Dalam Keperawatan. Yogyakarta: Fitramaya

Ningrum. (2018). Hubungan Dukungan Keluarga Dan Tingkat Pengetahuan Dengan Kualitas Hidup Pasien Dm Tipe 2 Di Puskesmas Nogosari Boyolali. Universitas Muhammadiyah Surakarta : Surakarta 

Phitri & Widiyaningsih (2013). Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Penderita Diabetes Melitus Dengan Kepatuhan Diet Diabetes Melitus di RSUD AM. Parikesit Kalimantan Timur. Jurnal keperawatan medikal bedah

Pranita E, 2021. Pasien Diabetes Meningkat Selama Pandemi, Indonesia Peringkat 7 Tertinggi di Dunia, https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/07/110100223/pasien-diabetes-meningkat-selama-pandemi-indonesia-peringkat-7-tertinggi?page=all.

Puspitasari. (2014). Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Tentang Monitoring Kadar Gula Darah Mandiri Pada Penderita DM di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jurnal Keperawatan falkutas kedokteran

Ratnasari, (2019). Upaya pemberian penyuluhan kesehatan tentang diabetes mellitus dan senam kaki diabetik terhadap pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa Kedungringin, Wonogiri. Indonesian Journal of Community Services E-ISSN: 2684-8619 Volume 1, No. 1, Mei 2019. http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/ijocs DOI: http://dx.doi.org/10.30659/ijocs.1.1.105-115

Riskesdas. (2018). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018. Jakarta: Kemenkes RI

Risma. (2018). Effect of Audio Visual Media Education on Knowledge and Attitudes of Adolescents Overweight. Journal of Health Volume 9, Number 3, November 2018