Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Meeting Report
Published: 2023-11-23

Traditional Health Services for Children with Weight Category Below the Red Line at Jua Gaek Health Center, Solok Regency: Activity Report

Dinas Kesehatan Kabupaten Solok
Pusat Kesehatan Masyarakat Jua Gaek
Pusat Kesehatan Masyarakat Jua Gaek

License

How to Cite

Rismayanti, M., Prianti, O., & Chairani, N. (2023). Traditional Health Services for Children with Weight Category Below the Red Line at Jua Gaek Health Center, Solok Regency: Activity Report. Jurnal Inovasi, Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat, 3(2), e893. https://doi.org/10.36990/jippm.v3i2.893

PENDAHULUAN

Masalah pada berat badan anak berkaitan dengan pemenuhan gizi, terutama pada anak dengan masa tumbuh kembang dan dipengaruhi oleh berbagai faktor (Rachmi et al., 2016). Gizi kurang merupakan permasalahan gizi utama pada balita Indonesia. Berdasarkan riset kesehatan dasar bahwa persentase berat badan sangat kurang pada balita usia 0-23 bulan (baduta) di Indonesia adalah 11,4%, sedangkan berat badan sangat kurang 3,8% dan pada anak usia 0-59 bulan berat badan sangat kurang 3,9% dan berat badan kurang 13,8% (Tim Riskesdas 2018, 2019).

Implementasi penanganan gizi di Puskesmas memadukan pelayanan kesehatan konvensional dan pelayanan kesehatan tradisional komplementer. Sehingga pelaksanaan program tidak hanya memberikan penyuluhan dan pemantauan dari sisi gizi namun dapat diberikan melalui Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad) dengan menggunakan metode totok punggung. Metode totok punggung ini telah disosialisasikan sebagai salah satu upaya dalam melakukan pencegahan dalam kejadian gizi kurang.

PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL TOTOK PUNGGUNG

Pelayanan kesehatan tradisional (Yankestrad) totok punggung yang dikenal dengan topungupakan salah satu jenis pelayanan UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat) pengembangan yang terdapat di Puskesmas Jua Gaek, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Pada Bulan Mei-Juni 2022 dilakukanlah pelayanan totok punggung pada anak yang mengalami berat badan kategori di bawah garis merah.

Peserta totok punggung adalah anak dengan berat badan kategori bawah garis merah (BGM) sebanyak 22 anak BGM dalam rentang usia 1-10 tahun. Digunakan alat bantu pengukuran WHO Chart pada Kartu Ibu dan Anak (KIA) dan Kartu Menuju Sehat (KMS).

Gambar 1. Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan

Totok punggung dilakukan oleh dokter, perawat dan bidan serta tenaga kesehatan lainnya yang ada di puskesmas (Gambar 1). Total pertemuan untuk kegiatan ini sebanyak 3 kali pada anak yang mengalami permasalahan berat badan dibawah garis merah.

Setiap pertemuan Yankestrad totok punggung terlebih dahulu dilakukan penimbangan berat badan anak, dan kemudian dilakukan pelayanan totok punggung kepada anak.

Totok punggung dilakukan pada daerah punggung menggunakan jari tangan bagian telunjuk dan jari tengah dengan cara menekan, menggoyangkan dan menggetarkan untuk memberikan stimulant (penotokan) pada daerah disepanjang punggung anak. Penotokan menggunakan minyak pijat.

Pelayanan kesehatan tradisional pada Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) merupakan salah satu bentuk aksi terhadap terintegrasinya layanan kesehatan dasar dengan kesehatan tradisional yang aman dan bermanfaat (Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, 2020). Selain itu, ibu dan kader dari Posyandu ikut mengikuti pelaksanaan Yankestrad totok punggung yang selalu dilakukan oleh Puskesmas Jua gaek pada kegiatan Pelayanan kesehatan tradisional baik di Posyandu maupun di Posbindu.

References

  1. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2020). Rencana Aksi Kegiatan Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional Tahun 2020-2024. Kementerian Kesehatan.
  2. Rachmi, C. N., Agho, K. E., Li, M., & Baur, L. A. (2016). Stunting, Underweight and Overweight in Children Aged 2.0–4.9 Years in Indonesia: Prevalence Trends and Associated Risk Factors. PLOS ONE, 11(5), e0154756. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0154756
  3. Tim Riskesdas 2018. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB).

UN/PBB SDGs

This output contributes to the following UN Sustainable Development Goals (SDGs)/Artikel ini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB berikut

SDG 3 good-health-and-well-being

Endorse

Usage Statistics Information

Abstract viewed = 58 times