Penyerahan Naskah

Jurnal Stunting Pesisir dan Aplikasinya (JSPA) menggunakan sistem jurnal Poltekkes Kemenkes Kendari, open journal system versi 3.2. Penyerahan naskah dapat langsung mendaftar atau masuk ke sistem. Jika mengalami kendala teknis, silahkan menghubungi kami melalui email edofficejippm@myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id.


Asas Utama

Naskah merupakan karya yang bebas dari penyimpangan etika (penelitian atau publikasi) dan tidak sedang diserahkan ke penerbit jurnal lain (berikut aturan jspa terkait pengarsipan mandiri menggunakan Praprin) dan penyusunan struktur isi naskah harus mengacu dari standar JSPA (lihat: struktur isi naskah).
Naskah yang memiliki banyak kesalahan (tata bahasa, sitasi, etika kajian/publikasi) akan dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki atau langsung ditolak. Proses peninjauan ini dapat berasal dari reviu editorial atau reviu mitra bestari.


Peninjauan Editorial dan Sejawat

Peninjauan editorial mencakup prareviu dan pascareviu. Staff penerbit akan melakukan peninjauan awalaan (initial prereview) yang berfokus kepada kesesuaian isi naskah dengan cakupan terbitan JSPA, penyusunan isi naskah sesuai standar JSPA, dan uji similaritas menggunakan aplikasi turnitin atau iThenticate. Jika isi naskah tidak sesuai cakupan terbitan JSPA, atau skor uji similaritas lebih dari 50%, naskah akan ditolak. Naskah yang penyusunan isinya tidak sesuai standar JSPA, atau skor uji similaritas di bawah 50%, akan dikembalikan kepada penulis untuk proses revisi, dan naskah diserahkan kepada editor untuk proses prareviu.

Prareviu oleh editor memastikan bahwa naskah telah siap secara kualitas untuk direviu oleh mitra bestari dalam peninjauan sejawat. Dalam prareviu, editor meninjau penggunaan bahasa isi naskah. judul, abstrak, dan kata kunci menggunakan bahasa indonesia, dan bahasa Inggris, dan susunan kalimatnya haruslah baik dan benar. Visualisasi data yang menjadi landasan penyusunan pembahasan, disajikan dengan tepat (menggunakan tabel terbuka; gambar berkualitas baik), dan terdapat keterangannya (caption). Sitasi yang menjadi rujukan narasi disusun menggunakan aplikasi manajer referensi, dan tepat metadatanya (penulis, penerbit, tahun terbit, dan media terbitan). 80% sumber rujukan mengacu dari artikel jurnal atau prosiding, dan selebihnya buku atau sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Editor juga dapat meninjau lebih dalam pada substansi isi naskah. Memastikan ketercukupan data yang disajikan, memastikan kebenaran data yang ada, atau mengulas secara mendalam penyampaian metode kajian ilmiah sehingga penyampaiannya lebih baik.

Peninjauan sejawat oleh mitra bestari (peer review) merupakan proses lanjutan setelah prareviu. Sifat peninjauan ini adalah 'tertutup ganda' (double blind), dan komunikasi antara penulis dan mitra bestari dimoderasi oleh editor. Jumlah waktu yang diperlukan dalam menunggu hasil peninjauan untuk satu kali putaran reviu adalah minimal 7 hari, dan maksimal 21 hari. Jika tidak ada kepastian dari mitra bestari, maka editor akan mencari mitra bestari lainnya yang sebidang dengan tema keilmuan isi naskah.

Mitra bestari akan meninjau substansi isi naskah dan dapat mengomentari seluruh bagian naskah atau sebagiannya saja. Pada hasil reviu yang dikirimkan kepada editor, mitra bestari akan memberikan rekomendasi (terima naskah, revisi naskah, kirim kembali untuk ditinjau, dan tolak naskah), dan rekomendasi ini akan menjadi salah satu landasan editor dalam memberikan keputusan akhir, apakah naskah akan diproses ke dalam pascareviu atau ditolak.

Pascareviu adalah peninjauan akhir yang dilakukan oleh kepala editor, dan merupakan proses akhir sebelum naskah dinyatakan diterima, dan akan terbit pada edisi tertentu. Naskah yang diterima ini akan terbit teks lengkapnya secara langsung dalam bentuk 'edisi yang belum dikoreksi (uncorrected proof)'. Penulis koresponden akan menerima Letter of Acceptance (LOA).


Etika

Etika Penelitian

Naskah yang masuk ke JSPA adalah hasil kajian yang pelaksanaannya mengikuti aturan etik penelitian kesehatan nasional dan/atau internasional dan telah mendapatkan persetujuan etik penelitian oleh (ethical clearence) Komise Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) institusi Indonesia/luar negeri, baik kajian yang melibatkan manusia ataupun hewan sebagai subjek penelitian.

Etika Publikasi

JSPA mengadopsi prinsip etika publikasi yang diterbitkan oleh the Committee on Publication Ethics (COPE), the World Association of Medical Editors (WAME), dan the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE) baik untuk menjadi landasan aturan maupun pijakan memutuskan perkara etik.


Struktur Isi Naskah

Bahasa utama yang digunakan dalam artikel JSPA adalah Bahasa Indonesia, kecuali untuk judul artikel, abstrak, dan istilah yang menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Khusus untuk istilah asing menggunakan huruf miring dalam penulisannya. Struktur isi naskah menggunakan format introduction, methodology, result, and discussion (IMRaD) sebagai landasan tata letak teks lengkap. Berikut merupakan template layout isi naskah hasil penelitian dan reviu. Penyusunan substansi isi naskah wajib merukuk kepada Struktur Isi Naskah ini.

Judul, Abstrak, dan Kata Kunci

Judul terdiri dari dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Judul menggambarkan hasil dan model kajian yang digunakan, misalnya kata 'hubungan' yang merujuk pada kajian observasional, 'efek' yang merujuk kajian eksperimental, dan 'faktor' yang merujuk kajian analisis dan menghindari penggunaan singkatan. Kata yang digunakan untuk membangun judul naskah dapat terdiri atas temuan dan variabel kajian yang juga digunakan untuk membangun isi abstrak dan kata kunci. Kata utama yang saling berhubungan pada judul, abstrak, dan kata kunci ini akan memudahkan mesin pencari menemukan artikel. Judul terdiri dari 12-15 kata (tidak termasuk kata hubung).

Abstrak bahasa Indonesia maksimal 250 kata, dan terdiri dari latar belakang; metode kajian; hasil; pembahasan; kesimpulan dan saran. Dan isi abstrak bahasa inggris adalah terjemahan bahasa Indonesia.

Kata kunci bahasa Inggris dapat mengacu dari Medical Subject Headings (MeSH) dan kemudian dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Penulis, Afiliasi, dan Pos Elektronik

Urutan para penulis bukan menggunakan sistem abjad, namun penulis pertama, kedua, dan selanjutnya. Nama pertama adalah penulis pertama. Penentuan urutan ini adalah kesepakatan tim penulis. Penulis koresponden diberikan simbol 'bintang' (*). Masing-masing penulis disertakan juga pos elektroniknya (email). Urutan afiliasi penulis adalah unit kerja, institusi, kota institusi, dan negara. 

Pendahuluan

Pendahuluan terdiri dari namun tidak terbatas pada hal berikut: pengenalan dan rumusan masalah; kondisi terkini tentang masalah tersebut; hal-hal apa saja yang sudah diteliti, dan apa hasilnya.

Metodologi

Metodologi merinci sub bagian jenis penelitian, desain penelitian, populasi dan sampel, teknik pengambilan sampel, pengumpulan data, manajemen data, analisis data, dan interpretasi.

Hasil

Diawali dengan penjelasan pelaksanaan kajian, dan hasil kajian dapat divisualisasi dalam bentuk tabel, grafik, atau gambar. Setelah penyajian visualnya, terdapat narasi yang menjelaskan temuan tersebut.

Judul tabel diletakkan pada bagian atas, dan grafik atau gambar di bagian bawah. Nomor urutan disesuaikan dengan jenis visualisasi hasil.

Pembahasan

Jelaskan bagaimana makna ilmiah temuan dibandingkan dengan hasil kajian atau teori yang berlaku di kalangan sesama ilmuwan (komparasi atau perbandingan). Jika ditemukan perbedaan harus dijelaskan apa sebabnya dengan didukung oleh teori-teori atau didukung oleh referensi, selain itu juga dapat dilakukan dugaan-dugaan (sintesis) yang beradasarkan teori atau temuan-temuan lain yang terkait (tidak persis).

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan harus mengacu kepada tujuan, oleh karena itu lihat dan baca kembali tujuan penelitian dan ini harus terjawab secara tegas pada kesimpulan. Sampaikan saran terhadap penelitian berikutnya berdasarkan hasil kajan dan batasan yang ditemui.

Kekurangan Penelitian

Jelaskan secara rinci temuan batasan yang mempengaruhi hasil kajian, dan mengapa batasan tersebut tidak dapat diatasi, dan pengaruhnya pada hasil kajian.

Sumber Pustaka

Gunakanlah manajer referensi Mendeley dalam memanajemen sumber pustaka (sitasi dan penyusunan daftar pustaka). Pastikan bahwa metadata pustaka telah lengkap, yaitu siapa penulisnya; penerbitnya; tahun terbit; volume dan nomor terbitan (jika jurnal), edisi terbitan (jika buku); alamat webiste terbitan; dan digital object identifier (DOI) terbitan. Gaya selingkung sumber pustaka jurnal HIJP adalah APA 7th edition style.

Dengan menggunakan manajer referensi, seharusnya tidak lagi ditemukan ketidakcocokan antara perujukan sumber pustaka namun tidak ada pada daftar pustaka.

Kontribusi Penulis dan Bukan Penulis

Deskripsi kontribusi yang dilakukan oleh masing-masing penulis pada penyusunan naskah. Lazimnya, kontribusi tersebut menggambarkan partisipasi utuh setiap nama sebagai penulis naskah. Agar deskripsi kontribusi seragam, HIJP menggunakan daftar yang diatur di dalam Contributor Roles Taxonomy (CRediT).

Kontribusi yang dilakukan oleh selain penulis, seperti yang membantu proses kajian, dapat disampaikan melalui bagian 'ucapatan terima kasih'. Pastikan bahwa yang dituliskan namanya telah menyetujui penyebutan tersebut.


Berbagi Data Hasil Kajian

JSPA mendukung gerakan berbagi data kajian agar dibuka dan disimpan pada repositori yang dapat diakses oleh peneliti lain. Penerbit jurnal menyediakan layanan penyimpanan data kajian pada repositori Zenodo dan Figshare yang dikelola oleh penerbit. Data tersebut diberikan DOI dan dihubungkan dengan artikelnya.


Panduan penulis ini terakhir diperbaharui pada 23 November 2021