Beralih ke menu navigasi utama Beralih ke bagian utama Beralih ke bagian footer website

Eliminasi Vektor Demam Berdarah Dengue melalui Penyuluhan dan Pemasangan Ovitrap di Kelurahan Puuwatu Kecamatan Puuwatu

Cover JIPPM v1i1 2021

Abstrak

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang terjadi akibat infeksi virus Dengue, yang dibawa oleh  nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama. Penelitian mengenai pemasangan  ovitrap di daerah endemis DBD telah pernah dilakukan sebelumnya di Kota Kendari. Hasil penelitian tersebut perlu diimplementasikan dalam bentuk kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman stakeholder melalui sosialisasi hasil penelitian di wilayah kelurahan Puuwatu, meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai konsep penanganan DBD dan pencegahannya  dan melakukan pemasangan ovitrap untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan ovitrap dalam menurunkan kepadatan nyamuk dewasa. Hasil pascates setelah penyuluhan mengenai DBD menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai DBD dan pencegahannya. Hasil pengamatan ovitrap yang dipasang pada 50 rumah warga kelurahan Puuwatu menunjukkan bahwa ovitrap yang dipasang pada semua zona terdapat ovitrap yang positif telur nyamuk Aedes sp.

Kata Kunci

Knowledge, Dengue Hemmoragic Fever, Ovitrap Ovitrap, Demam Berdarah Dengue, Pengetahuan

Teks lengkap XML

Referensi

  1. Boewono D, Barodji, Suwasono H, Ristiyanto, Widiarti, Widyastuti U. Studi Komprehensif Penanggulangan dan Analisis Spatial Transmisi Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kota Salatiga. Prosiding Seminar Sehari : Strategi Pengendalian Vektor dan Reservoir pada Kedaruratan Bencana Alam di Era Desentralisasi; Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga. 2006.
  2. Baskoro T, Nalim S. Pengendalian nyamuk penular demam berdarah dengue di Indonesia. Pelatihan dan Simposium International Demam Berdarah Dengue (DBD); Universitas Gadjah Mada. 2007.
  3. WHO. Epidemiologi. https://www.who.int/denguecontrol/epidemiology/en/
  4. Kementerian Kesehatan. Profil kesehatan Indonesia tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018.
  5. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Profil Kesehatan Sulawesi Tenggara Tahun 2014. Kendari: Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara; 2015.
  6. Direktorat jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Petunjuk teknis Jumantik-PSN anak sekolah. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014.
  7. Rozilawati H, Tanaselvi K, Nazni W, Mohd masri S, Zairi J, Adanan C, Lee H. Surveillance of Aedes albopictus Skuse breeding preference in selected dengue outbreak localities, peninsular Malaysia. Tropical Biomedicine. 2015;32(1). PMID 25801254
  8. A Polson K, Curtis C, Moh Seng C, G Olson J, Chantha N, Rawlins SC. The Use of Ovitraps Baited with Hay Infusion as a Surveillance Tool for Aedes aegypti Mosquitoes in Cambodia. Dengue Bulletin. 2002;26:https://apps.who.int/iris/handle/10665/163716.
  9. Rozendaal JA, World Health Oranization. Vector control : methods for use by individuals and communities. World Health Organization; 1997.
  10. Askrening A, Yunus R, Susilawati S. Analisis Perbedaan Jumlah Nyamuk Aedes sp. yang Terperangkap pada Ovitrap Standar dan Ovitrap Bambu. Health Information : Jurnal Penelitian. 2020 06 30;12(1):1-7. https://doi.org/10.36990/hijp.vi.149
  11. Yunus R, Rosanty A. RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE, ACTION OF FAMILY IN DCB (DRAIN, CLOSE, AND BURY) PROGRAM, AND THE EXISTENCE OF EGGS OF AEDES AEGYPTI MOSQUITO ON OVITRAP IN KANDAI KENDARI, INDONESIA. Public Health of Indonesia. 2016 Dec 28;2(4):185-190. https://doi.org/10.36685/phi.v2i4.97
  12. Bahtiar Y. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Tokoh Masyarakat Dengan Perannya Dalam Pengendalian Demam Berdarah Di Wilayah Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya. Jurnal Aspirator. 2012;4(2):https://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1994602.