Beralih ke bagian utama Beralih ke menu navigasi utama Beralih ke bagian footer website
Original Research
Diterbitkan: 2021-06-29

Kombinasi Tehnik Relaksasi Nafas Dalam dengan Terapi Akupresur dalam Menurunkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi

Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Ternate, Indonesia
Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia
Relaksasi nafas dalam Terapi akupresur Tekanan darah

Abstrak

Hipertensi merupakan penyakit silent killer (pembunuh diam-diam) karena jarang memiliki gejala yang jelas dan dapat menimbulkan banyak komplikasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya deteksi dini dan penatalaksanaan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pengaruh kombinasi relaksasi nafas dalam dengan terapi akupresur dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis peneletian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan penelitian one group pre & post-test design. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi primer di wilayah kerja Puskesmas Siko Kota Ternate sebanyak 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara rerata tekanan darah sistolik pre152,33±13,05 mmHg dengan post 142,67±15,74 mmHg (p:0,000), post 15 menit pertama 137,67±15,24 mmHg (p:0,000), post 15 menit kedua 136,00±14,99 mmHg (p:0,000). Terdapat perbedaan bermakna antara rerata tekanan darah diastolik pre 90,00±8,65 mmHg dengan post 84,33 ±7,28 mmHg (p:0,000), post 15 menit pertama 83,00 ±7,02 mmHg (p:0,000), post 15 menit kedua 82,67 ±7,40 mmHg (p:0,001). Dapat disimpulkan bahwa kombinasi relaksasi nafas dalam dengan terapi akupresur dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.

Metrik

Metrik sedang dimuat ...

Referensi

  1. Aminuddin, A., Sudarman, Y., & Syakib, M. (2020). Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Setelah Diberikan Terapi Akupresur. Jurnal Kesehatan Manarang, 6(1), 57. https://doi.org/10.33490/jkm.v6i1.119
  2. Anderson, C., Amolda, L., Cowley, D., & Dowden, J. (2016). Guideline For The Diagnosis and Management of Hypertension In Adults.
  3. Bolívar, J. J. (2013). Essential hypertension: an approach to its etiology and neurogenic pathophysiology. International Journal of Hypertension, 2013, 547809. https://doi.org/10.1155/2013/547809
  4. Cahyanti, L., & Febriyanto. (2019). Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas dalam Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Rsud Dr. Soeratno Gemolong Tahun 2018. Prosiding HEFA, 6(1), 1–21.
  5. Ceyhan, O., Ta?c?, S., Elmal?, F., & Do?an, A. (2019). The Effect of Acupressure on Cardiac Rhythm and Heart Rate Among Patients With Atrial Fibrillation: The Relationship Between Heart Rate and Fatigue. Altern Ther Health Med., 25(1), 12–19. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/30982782
  6. Elliya, R., Sari, Y., & Chrisanto, E. Y. (2021). Keefektifan Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Stres Pada Lansia Di Uptd Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar Lampung Selatan. Malahayati Nursing Journal, 3(1), 50–60. https://doi.org/10.33024/manuju.v3i1.1624
  7. Grossman, S. C., & Porth, C. M. (2014). Porth’s pathophysiology: Concepts of altered health states (9th ed.). Wolters Kluwer Health.
  8. Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2015). Textbook of Medical Physiology (13th ed.). Elsevier Saunders.
  9. Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
  10. Kemenkes RI. (2014). Panduan Akupresur Mandiri Bagi Pekerja di Tempat Kerja. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  11. Kemenkes RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
  12. Komori, T. (2018). The relaxation effect of prolonged expiratory breathing. Mental Illness, 10(1). https://doi.org/10.4081/mi.2018.7669
  13. Lin, G. H., Chang, W. C., Chen, K. J., Tsai, C. C., Hu, S. Y., & Chen, L. L. (2016). Effectiveness of Acupressure on the Taichong Acupoint in Lowering Blood Pressure in Patients with Hypertension: A Randomized Clinical Trial. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2016. https://doi.org/10.1155/2016/1549658
  14. Masnina, R., & Setyawan, A. B. (2018). Terapi Relaksasi Nafas Mempengaruhi Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Lansia Dengan Hipertensi. Jurnal Imu Dan Teknologi Kesehatan, 5(2), 119–128.
  15. McCance, K. L., & Huether, S. E. (2014). Pathophysiology: the biologic basis for disease in adults and children (7th ed.). Elsevier.
  16. McFadden, K. L., & Hernández, T. D. (2010). Cardiovascular benefits of acupressure (Jin Shin) following stroke. Complementary Therapies in Medicine, 18(1), 42–48. https://doi.org/10.1016/j.ctim.2010.01.001
  17. Nurman, M. (2017). Efektifitas Antara Terapi Relaksasi Otot Progresif dan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Di Desa Pulau Birandang Wilayah Kerja Puskesmas Kampar Timur Tahun 2017. Jurnal Ners Uniersitas Pahlawan Tuanku Tambusai, 1(2), 108–126. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/122
  18. Parinduri, J. S. (2020). Pengaruh Tekhnik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidangkal. Indonesian Trust Health Journal, 3(2), 374–380. https://doi.org/10.37104/ithj.v3i2.63
  19. Rahayu, D. Y. S., Usman, R. D., Nirwana, N., & Firnawati, F. (2018). Pengaruh Health Education mengenai Penyakit Hipertensi pada Lansia yang Tinggal di Panti Jompo. Health Information : Jurnal Penelitian, 10(2), 123–132. https://doi.org/10.36990/hijp.v10i2.111
  20. Resti, I. B. (2014). Teknik Relaksasi Otot Progresif Untuk Mengurangi Stres Pada Penderita Asma. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 02(01), 1–20. https://ejournal.umm.ac.id/index.php/jipt/article/view/1766/1854
  21. Rokawie, A. O. N., Sulastri, S., & Anita, A. (2017). Relaksasi Nafas Dalam Menurunkan Kecemasan Pasien Pre Operasi Bedah Abdomen. Jurnal Kesehatan, 8(2), 257. https://doi.org/10.26630/jk.v8i2.500
  22. Santoso, E. B., Susilo, A. J., & Pranata, A. E. (2011). Perbedaan Tingkat Tekanan Darah Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Tindakan Akupresure Pada Penderita Hipertensi Lansia Di Palu Puger Kabupaten Jember. Jurnal Kesehatan Dr. Soebandi, 3(1), 154–160.
  23. Saputra, R., Mulyadi, B., & Mahathir, M. (2020). Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Melalui Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dan Akupresur Titik Taichong. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(3), 942. https://doi.org/10.33087/jiubj.v20i3.1068
  24. Sherwood, L. (2010). Sherwood Human Physiology from cells to System 7th ed (7th ed.). Cengage Learning.
  25. Tiwari, A., Lao, L., Wang, A. X. M., Cheung, D. S. T., So, M. K. P., Yu, D. S. F., Lum, T. Y. S., Yuk Fung, H. Y. K., Yeung, J. W. F., & Zhang, Z. J. (2016). Self-administered acupressure for symptom management among Chinese family caregivers with caregiver stress: A randomized, wait-list controlled trial. BMC Complementary and Alternative Medicine, 16(1). https://doi.org/10.1186/s12906-016-1409-1
  26. WHO. (2013). Global Brief on Hypertension: Silent Killer, Global Public Health Crisis.
  27. Wijayanti, S., & Setiyo, W. E. (2017). Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Prosiding HEFA (Health Events for All), 1(1), 403–410.

Cara Mengutip

Murwidi, I. C., & Muhlis, R. (2021). Kombinasi Tehnik Relaksasi Nafas Dalam dengan Terapi Akupresur dalam Menurunkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi. Health Information : Jurnal Penelitian, 13(1), 30–39. https://doi.org/10.36990/hijp.v13i1.288