Riwayat Hipertensi Kehamilan pada Ibu sebagai Faktor Risiko Gangguan Perkembangan Saraf pada Anak
Keywords:
Hipertensi, Kehamilan, Gangguan perkembangan sarafAbstract
The first thousand days of life are a critical period for a child's neurological development. Good brain growth in children is certainly important for a child's growth. Every baby is born with six million nerve cells in its mother's ovaries. The number of children with autism spectrum disorders (hereinafter written as autism) in every country throughout the world continues to increase. Maternal hypertension and edema can lead to poor placental perfusion and function, and potentially damage fetal development through hypoxia. This literature aims to determine the relationship between a history of pregnancy hypertension in mothers and neurodevelopmental disorders in children. The method used is a literature review with a Narrative Review design. The results obtained in this literature are that there are 11 articles obtained from 2019 - 2023 and an in-depth analysis of the strengths and limitations of each article has been carried out regarding the relationship between a history of pregnancy hypertension in mothers and neurodevelopmental disorders in children. 11 articles state that there are significant relationship, 1 article said there was no significant relationship, the average odds ratio was 2-5 times the risk of neurodevelopmental disorders. Risk factors associated with the incidence of children born with Autism Spectrum Disorder can be divided into 3 groups, including prenatal, perinatal and neonatal. The conclusion from this literature is that there is a significant relationship between a history of pregnancy hypertension in mothers and neurodevelopmental disorders in children.
Wardayani A1, Mona Nulanda2, SusiawatyMustafa3
1wardayani.akib14@gmail.com, 2mona.nulanda@umi.ac.id, 3susiawatyobgyn@gmail.com
PENDAHULUAN
Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa kritis bagi perkembangansaraf anak. Kekurangan nutrisi merupakan kontributor utama gangguanperkembangan saraf anak, terutama di rangkaian sumber daya yang rendah.1Lintasan kematangan otak menyimpang dari lintasan khas perkembangan otaknormal. Ada dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangananak. Gen, ras dan jenis kelamin merupakan contoh unsur internal yangberasal dari dalam tubuh anak, sedangkan faktor lingkungan, sosial,ekonomi dan gizi berasal dari luar tubuh.2
Pertumbuhan otak anak yang baik tentu hal penting bagi pertumbuhananak. Setiap bayi lahir dengan enam juta sel saraf di indung teluribunya. Sel-sel saraf kemungkinan besar akan menghasilkan ribuansambungan atau interaksi antara neuron dalam tubuh. Pada saat lahir,hampir 25% populasi asli adalah otak bayi.2 Tidak ada perbedaansignifikan dalam skor perkembangan saraf masa kanak-kanak yang dikaitkandengan hipertensi pada kehamilan pada keturunan yang lahir dari kelompoksehat.3 Gangguan perkembangan saraf awal anak autis ditandai denganpeningkatan volume otak.4
Gangguan hipertensi pada kehamilan (HDK) telah dikaitkan dengangangguan spektrum autisme (ASD) pada keturunannya.5 Jumlah anak dengangangguan spektrum autis (selanjutnya ditulis autis) pada setiap negaradi seluruh dunia ini terus meningkat. Centers for Disease Control andPrevention (CDC, 2009) menemukan bahwa 1 persen dari anak-anak berusia 8tahun di Amerika Serikat memenuhi kriteria autis di tahun 2006, artinya,hanya untuk anak berusia 8 tahun sudah terdapat 40.000 individu yangmengalami autis. Laporan ini menemukan bahwa pada anak laki-laki yangmengalami autis adalah 1 dari 70 individu sedangkan pada anak perempuan1 dari 35 individu.4
Hipertensi dan edema ibu hamil dapat menyebabkan perfusi dan fungsiplasenta yang buruk, dan berpotensi merusak perkembangan janin melaluihipoksia. Pada preeklampsia, terdapat gangguan invasi arteri spiraluterus maternal ke dalam trofoblas plasental. Hal ini mengakibatkanperfusi plasental berkurang sehingga terjadi hipoksia pada fetus danplasenta. Kurangnya suplai oksigen ke fetus semasa kehamilan dapatmengakibatkan gangguan pada perkembangan neuron. Terbatasnya oksigen dannutrisi ke janin juga dapat mengakibatkan terjadi stres oksidatif,terkhususnya pada otak janin. Rendahnya suplai oksigen dan peningkatanstres oksidatif ini memungkinkan peningkatan risiko kejadian autisme danADHD.1 Menurut ICD (International Classification of Diseases), ChildhoodAutism atau autis pada anak-anak adalah gangguan perkembangan yanggejalanya tampak sebelum anak mencapai usia 3 tahun.6,7 Meskipunpenyebab yang mendasari ASD tidak sepenuhnya dipahami, ASD dianggapsebagai kelainan multifaktorial tanpa etiologi tunggal, melainkanberbagai kontributor genetik dan lingkungan.8,9 Lingkungan intrauterinyang abnormal yang disebabkan oleh sindrom metabolik ibu dan hipertensimeningkatkan aktivitas mTORC1 di otak kecil, mungkin sebagai akibat daripeningkatan kadar TNFa. Peningkatan aktivitas mTORC1 mungkin merupakanmekanisme molekuler untuk kelainan otak kecil dan perkembangan kelainanspektrum autisme pada anak yang lahir dari ibu dengan hipertensi dansindrom metabolik.10
Menurut penelitian Dachew (2018) yang menyebutkan bahwa preeklamsimeningkatkan risiko autisme dengan Interval CI 95% 1,20 – 1,45, menurutSusan D (2021) menyimpulkan bahwa kadar sex hormone-binding globulinyang lebih rendah dikaitkan dengan ASD pada keturunan dari kehamilanhipertensi.11
Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Lubis (2017)yang menyebutkan bahwa preeklamsi tidak berhubungan dengan kejadianAutism Spectrum Disorder dengan p = 0,054, perbedaan hasil penelitianini disebabkan karena pada penelitian Lubis (2017) hanya melihatkomplikasi kehamilan sebagai faktor risiko anak dengan Autism SpectrumDisorder dengan menelusuri dari riwayat komplikasi kehamilan tanpamemperhatikan faktor lain.1
Mencermati permasalahan riwayat hipertensi pada kehamilan sertadampaknya bagi perkembangan saraf pada anak maka perlu dicari upayapemecahan masalah karenapermasalahan gangguan perkembangan saraf padaanak mempunyai potensi menurunkan kecerdasan dan produktifitas sehinggapermasalahan gangguan perkembangan saraf pada anak harus diperhatikansecara serius. Melihat kondisi tersebut peneliti tertarik untukmelakukanpenelitian lebih lanjut yang berkaitan antara riwayathipertensi kehamilan pada ibu sebagai faktor risiko gangguanperkembangan saraf pada anak.
METODE
Penelitian ini merupakan penelitian Literature Review dengan desainNarrative Review.Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi, mengkaji,mengevaluasi, dan menafsirkan semuapenelitian yang tersedia. Denganpenggunaan metode ini, dapat dilakukan review danidentifikasi jurnalsecara sistematis, yang pada setiap prosesnya mengikuti langkah-langkahatau protokol yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini jugamenggunakan metode PICO dalammencari literature.
Jenis data pada penilitian ini berupa data sekunder, yaitu databasedari berbagai referensi, seperti jurnal penelitian, review jurnal,annual report, buku dan data-data yang berkaitan dengan hipertensi padakehamilan yang dihubungkan dengan kejadian gangguan perkembangan sarafpada anak diterbitkan pada tahun 2019-2023. Pencarian literaturdilakukan melalui database elekronik yaitu Google Scholar, Clinical Key,PubMed, Researchgate, hasil survey nasional seperti RIKESDAS, PSG danWHO, dicari dengan menggunakan kata kunci: Hipertensi dalam kehamilan,gangguan perkembangan saraf, Attention-Deficit Hyperactive Disorders danAutism Spectrum Disorders. Analisis konten dilakukan dengan menggunakantabel sintesis dengan membandingkan metode penelitian, subjek dan objekpenelitian, serta variabel yang diteliti mencakup hipertensi dalamkehamilan serta hubungannya dengan kejadian gangguan perkembangan sarafpada anak
HASIL
| No | Authors | Publisher | Objective study | Subject | Method | Result |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Liu XLiu HGu N et al (2023) | Life Science Alliance | untuk menyelidiki hubungan antara preeklamsia (PE), gangguan hipertensi parah selama kehamilan, dengan gangguan spektrum autis (ASD) pada keturunan, serta memahami mekanisme yang mendasari dampak PE pada perkembangan ASD pada keturunan dan berkontribusi dalam pengembangan pendekatan terapeutik yang efektif | studi ini adalah menggunakan model tikus. Mereka menggunakan tikus betina dewasa yang berusia lebih dari 8 minggu untuk percobaan perilaku dan analisis transkriptomik pada otak embrio dan hipokampus, serta tikus betina hamil sebagai model PE | Menggunakan metode eksperimental terhadap tikus. Para peneliti menerapkan inhibitor spesifik untuk menginduksi manifestasi kritis preeklamsia (PE) pada tikus betina hamil. | Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa anak tikus yang terpapar preeklampsia (PE) pada masa kehamilan memiliki keturunan yang menunjukkan fenotipe mirip autisme spektrum (ASD), termasuk gangguan perkembangan saraf dan abnormalitas perilaku. Selanjutnya, penelitian ini menunjukkan bahwa penghambatan sitokin TNF? selama kehamilan dapat memperbaiki fenotipe yang mirip dengan ASD dan mengembalikan tingkat aktivasi NF?B pada anak tikus tersebut. Hasil penelitian ini memberikan wawasan tentang mekanisme yang melibatkan pengaruh PE terhadap perkembangan ASD pada anak keturunan dan dapat berkontribusi dalam pengembangan pendekatan terapeutik yang efektif |
| 2 | Tita AGrantz KGrobman W et al (2022) | AJOG | membandingkan hasil neurodevelopment pada anak-anak yang ibunya mengalami gangguan hipertensi selama kehamilan dengan mereka yang tetap normotensif | Anak-anak berusia 5-9 tahun yang ibunya mengalami gangguan hipertensi kehamilan (HDP) atau ibu yang mempertahankan tekanan darah normal. Sampel penelitian ini mencakup 796 anak. | studi kohort prospektif | Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan secara signifikan secara statistik dalam skor neurodevelopment antara anak-anak dengan gangguan hipertensi selama kehamilan dan mereka yang normotensif. Namun, skor rata-rata untuk anak-anak dengan gangguan hipertensi selama kehamilan secara konsisten lebih rendah, mengindikasikan adanya hubungan potensial antara gangguan hipertensi selama kehamilan, terutama preeklampsia, dan gangguan neurodevelopment pada keturunan. Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan bahwa gangguan hipertensi selama kehamilan mungkin memiliki dampak pada hasil neurodevelopment pada anak-anak, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini |
| 3 | Kong LChen XLiang Y et al (2022) | JAMA Network Open | mengevaluasi hubungan antara preeklampsia pada ibu hamil dengan perkembangan neurodevelopmental dan gangguan psikiatrik pada anak-anak mereka. Penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan apakah terdapat peningkatan risiko gangguan tersebut ketika anak mengalami komplikasi perinatal seperti kelahiran prematur dan bayi kecil sesuai usia kehamilan. | Penelitian ini melibatkan lebih dari satu juta kelahiran tunggal di Finlandia dari tahun 1996 hingga 2014. Sementara itu, paparan utama yang diteliti adalah preeklampsia dan komplikasi perinatal seperti persalinan prematur sebelum usia kehamilan 34 minggu dan/atau anak lahir kecil untuk usia kehamilan | Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah studi kohort berbasis populasi | Temuan utama dari studi ini adalah ibu hamil yang mengalami preeklamsia memiliki risiko yang lebih tinggi melahirkan anak yang mengalami gangguan neurodevelopmental dan gangguan jiwa seperti attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD), gangguan kecerdasan, dan gangguan perkembangan khusus. Risiko ini meningkat jika anak terpapar dengan preeklamsia dan komplikasi perinatal seperti kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Namun, penelitian ini menemukan bahwa risiko ini tidak meningkat jika anak terpapar hanya preeklamsia tanpa komplikasi perinatal. |
| 4 | Dalton, Susan & Worsham, Whitney,et. (2021). | AJOG | Untuk menentukan apakah disregulasi steroid sex hormone-binding globulin (SHBG) berhubungan dengan gangguan spektrum autisme (ASD) pada kehamilan hipertensi | Konsentrasi SHBG diukur dalam serum trimester kedua wanita yang terdaftar dalam studi Evaluasi Risiko Trimester Pertama dan Kedua (FASTER) di Utah | multi-center cohort study | Studi ini menyimpulkan bahwa kadar SHBG yang lebih rendah berhubungan dengan ASD pada keturunan kehamilan hipertensi setelah mengendalikan variabel perancu. Kadar SHBG secara signifikan lebih rendah pada kehamilan hipertensi terkait dengan ASD pada keturunannya |
| 5 | Wang HLászló KGissler M et al (2021) | European Journal of Epidemiology | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara jenis gangguan hipertensi ibu tertentu selama kehamilan (HDP) dan gangguan perkembangan saraf keturunan, termasuk attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD), gangguan spektrum autisme (ASD), dan kecacatan intelektual (ID). Studi ini juga bertujuan untuk memeriksa apakah waktu onset dan tingkat keparahan HDP akan mempengaruhi asosiasi ini | Populasi penelitian terdiri dari 4.489.044 lajang lahir hidup di Denmark selama 1978-2012 dan Swedia selama 1987-2010. | Studi ini menggunakan metode cohort study dengan National Patient Register (NPR) yang dilengkapi oleh Psychiatric Central Research Registry untuk mengekstrak data tentang diagnosis HDP ibu dan gangguan lainnya, serta gangguan perkembangan saraf anak | Gangguan hipertensi ibu selama kehamilan (HDP) dikaitkan dengan peningkatan risiko attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD), gangguan spektrum autisme (ASD), dan kecacatan intelektual (ID) pada keturunannya. Asosiasi terkuat diamati untuk preeklampsia onset dini dan berat, dengan rasio bahaya (HR) 1,93 untuk ADHD, 1,86 untuk ASD, dan 3,99 untuk ID. Studi ini juga menemukan bahwa pre-eklampsia onset dini dikaitkan dengan risiko gangguan perkembangan saraf yang lebih tinggi pada keturunannya dibandingkan dengan jenis HDP lainnya |
| 6 | Brand JLawlor DLarsson H et al (2021) | JAMA Pediatrics | untuk menyelidiki hubungan antara gangguan hipertensi kehamilan (HDP) dan hasil perkembangan saraf pada keturunan. | Studi ini menggunakan data dari kohort kelahiran berbasis register Swedia dari 1987-1996, yang terdiri dari 1.085.024 individu | Studi ini menggunakan kohort studi | Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan hipertensi pada kehamilan (HDP) memiliki hubungan dengan risiko sedikit lebih tinggi terkena spektrum gangguan autisme (ASD) dan mungkin juga gangguan hiperaktivitas dan kurang perhatian (ADHD) pada anak yang dilahirkan oleh ibu yang mengalami HDP |
| 7 | Scime NHetherington ETomfohr-Madsen L et al. (2021) | PLoS ONE | untuk menilai hubungan antara HDP dan keterlambatan perkembangan motorik dan kognitif pada anak-anak pada usia 36 bulan. | menggunakan data dari studi kohort komunitas All Our Families, yang melibatkan 1.554 peserta. | metode yang digunakan adalah studi kohort dengan analisis regresi logistik multivariat | Hasil studi ini menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar dengan gangguan hipertensi selama kehamilan memiliki risiko sedikit lebih tinggi mengalami keterlambatan perkembangan pada usia 36 bulan, meskipun hubungan ini tidak signifikan secara statistik. |
| 8 | Robinson RLähdepuro ATuovinen S et al (2021) | Current Hypertension Reports | untuk melakukan tinjauan terhadap penelitian terbaru mengenai hubungan antara gangguan hipertensi kehamilan pada ibu (seperti hipertensi kronis, hipertensi gestasional, preeklampsia, dan eklampsia) dengan gangguan mental dan perilaku pada anak. | Pengukuran hubungan ini dilakukan dengan menganalisis hasil dari tujuh meta-analisis dan 11 studi penelitian asli | Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui meta-analisis dan studi penelitian asli. | Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gangguan hipertensi pada ibu selama kehamilan dan gangguan mental dan perilaku pada keturunan. Temuan ini didukung oleh tujuh meta-analisis dan 11 studi penelitian asli. |
| 9 | Lahti-Pulkkinen MGirchenko PTuovinen S et al. (2020) | Journal of the American Heart Association | untuk menentukan apakah gangguan hipertensi maternal selama kehamilan dan tekanan darah maksimum selama kehamilan dapat menjadi prediktor gangguan mental pada anak-anak, dan apakah hubungan ini independen dari faktor-faktor lain seperti gangguan mental ibu dan ayah, gangguan hipertensi ayah, kelebihan berat badan/obesitas dan diabetes mellitus ibu selama awal kehamilan, serta kelahiran prematur, bayi kecil untuk usia kehamilan, dan masuk unit perawatan intensif neonatal. | melibatkan 4743 pasangan ibu-anak dari studi Prediksi dan Pencegahan Preeklampsia dan Pembatasan Pertumbuhan Intrauterin. | desain kohort prospektif | Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipertensi kehamilan kronis dan gestasional pada ibu, serta preeklampsia dan tingkat keparahannya, meningkatkan risiko gangguan mental pada anak-anak. Hubungan ini independen dari faktor-faktor lain dan sebagian dimediasi oleh kelahiran prematur, bayi kecil untuk usia kehamilan, dan masuk unit perawatan intensif neonatal. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan hipertensi maternal selama kehamilan memiliki konsekuensi negatif bagi kesehatan mental keturunan. |
| 10 | Cordero CWindham GSchieve L et al. (2019) | International Society for Autism Research | untuk menyelidiki hubungan antara diabetes pada ibu hamil dan gangguan hipertensi selama kehamilan dengan perkembangan Autism Spectrum Disorder (ASD) | Diabetes pada ibu dan hipertensi diukur menggunakan data dari Study to Explore Early Development (SEED), yang merupakan studi kasus kontrol besar di Amerika Serikat. | studi case control | Hasil dari penelitian ini adalah tidak adanya hubungan antara diabetes selama kehamilan dengan ASD (Gangguan Spektrum Autisme), namun hipertensi memiliki hubungan yang signifikan dengan ASD. |
| 11 | Jenabi EKarami MKhazaei S et al (2019) | Korean Journal of Pediatrics | untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara preeklamsia dengan risiko gangguan spektrum autis (ASD) pada anak | Sebanyak 524 kutipan dihasilkan dalam pencarian awal berdasarkan strategi pencarian. | Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah meta-analisis | Hasil meta-analisis ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara preeklampsia dan gangguan spektrum autisme (ASD), dengan odds ratio (OR) dan rate ratio (RR) yang mengindikasikan risiko yang meningkat pada anak-anak dengan preeklampsia |
Sebelas artikel dianalisis dengan menggunakan tabel sintesis untukmelihat variabel yang diteliti oleh masing-masing penelitian danhubungannya dengan kejadian gangguan perkembangan saraf pada anak. Dari11 artikel yang membahas riwayat hipertensi kehamilan pada ibu sebagaifaktor risiko gangguan perkembangan saraf pada anak, 10 artikelmenyebutkan terdapat hubungan signifikan, 1 artikel menyebutkan tidakterdapat hubungan signifikan (jurnal 7). enam artikel menggunakan desainstudy cohort (jurnal 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9), dua artikel menggunakan studiliteratur meta-analisis (jurnal 8, 11), 1 artikel menggunakan desaincase control (jurnal 10), dan 1 artikel menggunakan metode eksperimental (jurnal 1)
Hasil analisis dikelompokkan kedalam satu kategori dan hubungannyadengan kejadian gangguan perkembangan saraf, yaitu: riwayat hipertensipada kehamilan. Penulis mengidentifikasi 11 artikel yang membahastentang hipertensi pada kehamilan dengan kejadian gangguan perkembangansaraf pada anak, dan terdapat beberapa kesamaan dari artikel tersebutyaitu jurnal dimana hasil analisis multivariat dengan uji regresilogistik menunjukkan korelasi yang signifikan antara beberapa variabel,dan hipertensi pada kehamilan merupakan salah satu faktor yang palingdominan berpengaruh dengan gangguan perkembangan saraf pada anakp<0,05.
Salah satu kekuatan beberapa artikel tersebut adalah penggunaan datayang representatif secara nasional maupun internasional dengan edisiterbaru serta jumlah sampel yang besar yang memadai untuk menganalisishubungan antara tingkat variabel yang berbeda terhadap gangguanperkembangan saraf pada anak. Selain itu, beberapa variabel yang mungkinmenjadi faktor risiko signifikan terjadinya gangguan perkembangan sarafpada anak juga diteliti dalam jurnal tersebut, seperti risiko terjadinyaASD berdasarkan obesitas, diabetes sebelum atau dengan timbulnya selamakehamilan, riwayat persalinan tindakan, riwayat konsumsi obatantidepressan. Hal ini penting agar dapat dilakukan intervensi untukmengurangi risiko terjadinya gangguan perkembangan saraf pada anak dandapat diketahui apakah faktor tersebut mempengaruhi hubungan riwayathipertensi pada kehamilan terhadap gangguan perkembangan saraf padaanak.
Salah satu keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam beberapaartikel tersebut adalah penggunaan data literatur review dapat mengalamibias dalam pemilihan sumber data yang digunakan. Peneliti mungkincenderung memilih data yang sesuai dengan hipotesis mereka, yang dapatmemengaruhi hasil penelitian dan menyebabkan bias pada penelitian.Sumber data yang tersedia dalam studi literatur mungkin tidak lengkapuntuk menjawab semua pertanyaan penelitian.
Selain itu, beberapa artikel menggunakan cakupan populasi yangkurang. Dalam analisis gangguan perkembangan saraf pada anak padaartikel tersebut dibatasi hanya pada gangguan autism, beberapa gangguanperkembangan saraf tidak dimasukkan dalam penelitian. Hal ini untukmemastikan apakah kriteria eksklusi tersebut memungkinkan bias seleksi.Dengan demikian, penulis menyarankan penelitian masa depan denganmetodologi yang lebih baik, ukuran sampel yang lebih besar, dan lebihbanyak variabel. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memerangi danmemberantas gangguan perkembangan saraf pada anak dengan melakukanintervensi untuk mengurangi faktor risiko.
Selanjutnya, penulis mengidentifikasi 2 artikel yang membahas tentanghipertensi kehamilan pada Ibu dengan kejadian autism spectrum disorderdan attention deficit hyperactivity disorder, dan terdapat beberapakesamaan dari artikel tersebut yaitu jurnal dimana hasil analisistersebut terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi kehamilanpada Ibu dengan kejadian autism spectrum disorder dan attention deficithyperactivity disorder. Salah satu kekuatan beberapa artikel tersebutyaitu, sampel kasus yang terdefinisi dengan baik yang diambil dariregister populasi atau kohort kelahiran, populasi yang diambil (yaitu,pasien dengan ASD) dengan jumlah sampel lebih besar dari 1000 kasus ASD,penggunaan kriteria diagnostik terstandardisasi termasuk ManualDiagnostik dan Statistik untuk Gangguan Mental (DSM-IV atau DSM-5) atauKlasifikasi Penyakit Internasional (ICD-9 atau ICD-10]), paparan danhasil yang sama.
PEMBAHASAN
Gangguan perkembangan saraf, termasuk gangguan spektrum autisme (ASD)dan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktif (ADHD), adalah sekelompokkondisi yang timbul selama periode perkembangan yang dapat mengganggufungsi pribadi, sosial, akademis, atau pekerjaan.13,14 Gangguan yangterjadi pada anak autis dapat menghalangi anak untuk berinteraksi sosialatau melakukan hubungan sosial.7 Etiologi ASD dianggap multifaktorialdan mencakup kombinasi faktor genetik dan lingkungan, sertainteraksinya.15 Gangguan perkembangan memengaruhi sekitar 10% anak-anakdi seluruh dunia. Gangguan hipertensi selama kehamilan (HDP) menyulitkan5-10% dari semua kehamilan. HDP tidak hanya memengaruhi kesehatan ibudan hasil kehamilan, tetapi juga mempengaruhi keturunannya untukmengalami gangguan perilaku saraf di kemudian hari dengan memengaruhiperkembangan otak janin akibat vaskularisasi plasenta yang buruk.Penelitian sebelumnya telah melaporkan bahwa HDP ibu dikaitkan denganpeningkatan risiko ADHD, ASD, cerebral palsy, dan masalah emosional danperilaku pada anak.16
Selain itu, dengan menggunakan sumber data apa pun, 386 ibu (15,1%)diklasifikasikan sebagai memiliki gangguan hipertensi selama kehamilan(hipertensi ibu). Para ibu dalam kelompok hipertensi diklasifikasikansebagai memiliki hipertensi kronis yang sudah ada sebelumnya, hipertensiyang diinduksi kehamilan (PIH), atau gangguan hipertensi yang lebihparah selama kehamilan, termasuk preeklampsia, eklampsia atau hemolisis,enzim hati yang meningkat, dan sindrom jumlah trombosit yang rendah(HELLP). Sub-klasifikasi tersebut tidak saling terpisah karena ibu dapatmemiliki hipertensi kronis yang sudah ada sebelumnya dan kemudianmengalami preeklampsia, eklampsia, atau sindrom HELLP padakehamilan.17
Komplikasi kehamilan telah sering dilaporkan terkait denganperkembangan ASD. Diabetes dan hipertensi pada ibu merupakan komplikasikehamilan yang paling umum terjadi dan telah meningkat dalam beberapadekade terakhir di Amerika Serikat karena tren peningkatan usia ibu danobesitas.18 Ratsep dkk. melaporkan bahwa keturunan dari kehamilanpre-eklampsia menunjukkan perubahan anatomi struktural dan vaskular otakkarena volume regional otak yang membesar pada otak kecil terdeteksioleh pencitraan resonansi magnetik, yang memiliki kemiripan dengan yangterlihat pada ASD. Hal ini menunjukkan bahwa kehamilan yang dipengaruhioleh pre-eklampsia berkorelasi dengan respons imun yang berlebihan,menciptakan keadaan peradangan kronis dan tidak terkendali.18
Hipertensi pada kehamilan telah dikaitkan dengan karakteristiksosiodemografi dan gaya hidup, faktor yang cenderung mengelompok dalamkeluarga dan dapat menentukan kemungkinan keturunan menerima diagnosishasil perkembangan saraf. Perancu keluarga oleh faktor genetik bersamamungkin juga ada karena kedua sifat tersebut ditentukan secara genetik,dengan bukti terbaru yang menunjukkan hubungan antara alel risiko ibuuntuk gangguan perkembangan saraf (terutama ADHD) dan paparan yangberhubungan dengan kehamilan. Karena tidak mungkin untuk mengacak wanitadengan HDP, penelitian observasional yang menyelidiki peran kausal HDPibu pada hasil perkembangan saraf anak perlu mempertimbangkan potensiperancu residual oleh faktor keluarga bersama ini.19
Berdasarkan hasil studi literatur yang dilakukan oleh Menurut Wang(2017) selama periode perinatal faktor yang terkait dengan risikoautisme adalah persalinan caesar, kehamilan usia 36 minggu, paritas?4,persalinan spontan, persalinan diinduksi, tidak ada persalinan,presentasi bokong, preeklampsia, dan gawat janin,12,20 terlepas darikontroversi yang ada, temuan kami mengindikasikan bahwa preeklamsiaberhubungan dengan peningkatan risiko ASD pada anak-anak.21
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil identifikasi dan telaah beberapa dalam reviewliteratur ini, maka dapat dibuat kesimpulan bahwa riwayat hipertensikehamilan pada ibu mempunyai hubungan yang signifikan dengan gangguanperkembangan saraf pada anak dengan odds ratio rata-rata 2-5 kaliberisiko terhadap gangguan perkembangan saraf, Faktor risiko yangberhubungan dengan kejadian anak lahir dengan Autism Spectrum Disorderdapat dibagi ke dalam 3 kelompok antara lain prenatal, perinatal danneonatal. Faktor risiko prenatal terdiri atas faktor keluarga dan faktorkehamilan. Faktor keluarga yaitu usia orang tua dan wanita primipara.Faktor kehamilan yaitu perdarahan, pre-eklampsia dan obat-obatan yangdikonsumsi selama kehamilan. Faktor risiko perinatal yaitu lamanya masakehamilan, presentasi bokong dan sectio caesarea serta umur kehamilanyang muda. Faktor risiko neonatal yaitu prematuritas, rendahnya skorAPGAR, hiperbilirubinemia, berat badan lahir rendah (BBLR), ensefalopatidan cacat lahir.
Saran dari penulis terutama ditujukan untuk penelitian berikutnya,yaitu: Perludilakukan penelitian lebih lanjut terkait variabel gangguanperkembangan saraf lainnya,. Serta perlu dilakukan pengembangankebijakan dan program untuk mengatasi gangguan perkembangan saraf padaanak di Indonesia dengan mempertimbangkan kualitas air, sanitasi danintervensi kesehatan. Selain itu, perlu diberikan asupan gizi yangadekuat pada ahai agar dapat mengejar (catch up) pola pertumbuhan normalpada periode umur berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
- Papotot G, Rompiers R, Salendu P. (2021). Pengaruh Kekurangan Nutrisi Terhadap Perkembangan Sistem Saraf Anak. Jurnal Biomedik.
- Elvita S, Siregar M. (2023). Analisis Lingkungan Keluarga terhadap Asupan Gizi Anak Usia Dini yang mempengaruhi Neurosains. Jurnal PAUD Emas.
- Tita A, Grantz K, Grobman W et all. (2022). Childhood Neurodevelopmental outcomes of hypertensive disorders of pregnancy. American Journal of Obstetrics & Gynecology.
- Daulay N. (2017). Struktur Otak dan Keberfungsiannya pada Anak dengan Gangguan Spektrum Autis: Kajian Neuropsikologi. Buletin Psikologi.
- Moussa H, Sibai B, Blackwell S et all. (2015). 478: Parental inheritance of NOS3 and uterine environment alter cytokine levels in a murine model of autism like disorder.
- Lubis, R. (2017). Komplikasi Kehamilan sebagai Faktor Risiko Gangguan Spektrum Autistik pada Anak. Jurnal Elektronik Tunas-Tunas Riset Kesehatan, 7(1): 8–12.
- Tialani K, Solikhin N, Susiolo. (2023). Pengaruh Terapi ABA pada Anak terdiagnosis Autism Spectrum Disorder. Jurnal Cakrawala Ilmiah.
- Dachew, B. A., Mamun, A., Maravilla, J. C., & Alati, R. (2018). Pre-eclampsia and The Risk of Autism-Spectrum Disorder in Offspring: Meta-analysis. British Journal of Psychiatry, 212(3): 142–147.
- Wang C, Geng H, Liu W, Zhang G. (2017). Prenatal, perinatal, and postnatal factors associated with autism. Medicine.
- Lu F, Moore A, Hamrick D et all. (2017). Maternal metabolic syndrome and hypertension altered TNFa and mTOR1 activity in the cerebellum of adult offspring: implications for autism-spectrum disorder.
- Dalton S, Worsham W, Esplin M et all. (2021). Sex hormone-binding globulin is decreased in hypertensive pregnancies with offspring affected by autism spectrum disorder. American Journal of Obstetrics & Gynecology.
- Alfinna T, Santik Y. (2019). Kejadian Autism Spectrum Disorder pada Anak di Kota Semarang. Higeia Journal of Public Health Research and Development.
- Maher G, O’Keeffe G, Kearney P et all. (2018). Association of Hypertensive Disorders of Pregnancy With Risk of Neurodevelopmental Disorders in Offspring A Systematic Review and Meta-analysis. JAMA Psychiatry.
- Liu X, Liu H, Gu N, Pei J, Lin X, Zhao W. (2023). Preeclampsia promotes autism in offspring via maternal inflammation and fetal NF B signaling. Life Science Alliance.
- Katz J, Reichenberg A, Kolevzon A.(2021). Prenatal and Perinatal Metabolic Risk Factors for Autism: A Review and Integration of Findings from Population Based Studies. Current Opinion in Psychiatry.
- Wang H, László K, Gissle M, Li F et all. (2021). Maternal hypertensive disorders and neurodevelopmental disorders in offspring: a population-based cohort in two Nordic countries. European Journal of Epidemiology.
- Cordero C, Windham G, Schieve L, Fallin M et all. (2020). Maternal Diabetes and Hypertensive Disorders in Association with Autism Spectrum Disorder. HHS Public Access.
- Xu R, Chang Q, Wang Q, Zhang J et all. (2018). Association between hypertensive disorders of pregnancy and risk of autism in offspring: a systematic review and meta- analysis of observational studies. Impact Journals.
- Brand J, Lawlor D, Larsson H, Montgomery S. (2021). Association Between Hypertensive Disorders of Pregnancy and Neurodevelopmental Outcomes Among Offspring. JAMA Pediatrics.
- Böhm S, Curran EA, Kenny LC, O'Keeffe GW, Murray D, Khashan AS. (2019). The effect of hypertensive disorders of pregnancy on the risk of ADHD in the offspring. J Atten Disord. 23(7):692–701. doi: 10.1177/1087054717690230
- Jenabi E, Karami M, Khazaei S, Bashirian S. (2019). The association between preeclampsia and autism spectrum disorders among children: a meta-analysis. Korean Journal Pediatry.
- Wang, H., László, K. D., Gissler, M., Li, F., Zhang, J., Yu, Y., & Li, J. (2021). Maternal hypertensive disorders and neurodevelopmental disorders in offspring: a population-based cohort in two Nordic countries. European Journal of Epidemiology, 36(5), 519–530. https://doi.org/10.1007/s10654-021-00756-2
- Brand, J. S., Lawlor, D. A., Larsson, H., & Montgomery, S. (2021). Association between Hypertensive Disorders of Pregnancy and Neurodevelopmental Outcomes among Offspring. JAMA Pediatrics, 175(6), 577–585. https://doi.org/10.1001/jamapediatrics.2020.6856
- Kono, Y., Yonemoto, N., Nakanishi, H., Hosono, S., Hirano, S., Kusuda, S., & Fujimura, M. (2022). A Retrospective Cohort Study on Mortality and Neurodevelopmental Outcomes of Preterm Very Low Birth Weight Infants Born to Mothers with Hypertensive Disorders of Pregnancy. American Journal of Perinatology, 39(13), 1465–1477. https://doi.org/10.1055/s-0041-1722874
- Scime, N. V., Hetherington, E., Tomfohr-Madsen, L., Nettel-Aguirre, A., Chaput, K. H., & Tough, S. C. (2021). Hypertensive disorders in pregnancy and child development at 36 months in the All Our Families prospective cohort study. PLoS ONE, 16(12 December). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0260590
- Robinson, R., Lähdepuro, A., Tuovinen, S., Girchenko, P., Rantalainen, V., Heinonen, K., … Lahti-Pulkkinen, M. (2021, May 1). Maternal Hypertensive Pregnancy Disorders and Mental and Behavioral Disorders in the Offspring: a Review. Current Hypertension Reports. Springer. https://doi.org/10.1007/s11906-021-01141-w
- Lahti-Pulkkinen, M., Girchenko, P., Tuovinen, S., Sammallahti, S., Reynolds, R. M., Lahti, J., … Räikkönen, K. (2020). Maternal Hypertensive Pregnancy Disorders and Mental Disorders in Children. Hypertension, 75(6), 1429–1438. https://doi.org/10.1161/HYPERTENSIONAHA.119.14140
- Cordero, C., Windham, G. C., Schieve, L. A., Fallin, M. D., Croen, L. A., Siega-Riz, A. M., … Daniels, J. L. (2019). Maternal diabetes and hypertensive disorders in association with autism spectrum disorder. Autism Research, 12(6), 967–975. https://doi.org/10.1002/aur.2105
- Chen, K. R., Yu, T., Kang, L., Lien, Y. J., & Kuo, P. L. (2021). Childhood neurodevelopmental disorders and maternal hypertensive disorder of pregnancy. Developmental Medicine and Child Neurology, 63(9), 1107–1113. https://doi.org/10.1111/dmcn.14893
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2023 Wardayani, Mona Nulanda, Susiawaty Susiawaty (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the works authorship and initial publication in this journal and able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book).









