Beralih ke bagian utama Beralih ke menu navigasi utama Beralih ke bagian footer website
Original Research
Diterbitkan: 2019-12-30

Pengaruh Elevasi Kepala 30 Derajat terhadap Saturasi Oksigen dan Kualitas Tidur Pasien Strok

Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia
Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia
Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia
Elevasi kepala 30 derajat Kualitas tidur Saturasi oksigen Stroke

Lisensi

Cara Mengutip

Pertami, S. B., Munawaroh, S., & Rosmala, N. W. D. (2019). Pengaruh Elevasi Kepala 30 Derajat terhadap Saturasi Oksigen dan Kualitas Tidur Pasien Strok. Health Information : Jurnal Penelitian, 11(2), 134–145. https://doi.org/10.36990/hijp.v11i2.133

Abstrak

Stroke adalah cedera serebral atau serangan otak yang terjadi karena kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak yang terkait dengan obstruksi aliran darah ke otak atau pecahnya pembuluh darah serebral sehingga gangguan aliran oksigen ke otak menyebabkan hipokxia dan penderita mengalami gangguan kualitas tidur. Tujuan kajian ini adalah memastikan efek kepala atas posisi 30o terhadap saturasi oksigen dan kualitas tidur pada pasien stroke di rumah sakit Dr. Soedarsono, Pasuruan. Desain studi ini quasi eksperimental dengan kelompok kontrol Nonequivalent. Populasi adalah pasien dengan stroke pada 14 Januari-9 Februari 2019 jumlah 34 pasien, sampel digunakan sampling berturut-turut. Hasil pada tes Mann-Whitney memperoleh nilai P = 0,000 (P < 0,05) dan P = 0,001 (P < 0,05) yang berarti bahwa ada efek memberi kepala posisi 30o dalam kelompok pengobatan dan kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi untuk meningkatkan nilai saturasi oksigen dan kualitas tidur pada pasien stroke. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menambahkan terapi posisi Head up 30 º dalam pelayanan keperawatan untuk meningkatkan saturasi oksigen dan kualitas tidur stroke pasien.

Referensi

  1. Arafat, R. Hapsah. (2016). Pengaruh Pemberian Posisi Lateral 300 Terhadap Tingkat Kenyamanan Pasien Stroke Dirumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Fakultas kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar (http://injec.aipniainec.org/index.php/INJEC/article/view/103/83) diakses pada tanggal 2 November 2018.
  2. Corwin, Elizabeth J. (2009). Buku Saku Patofisiologi. Ed.3. Jakarta: EGC.
  3. Dahlan, M, S. (2014). Statistic Untuk Kedokteran Dan Kesehatan. Jakarta: ECG.
  4. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. (2015). Profil Kesehatan Kabupaten Pasuruan Tahun 2015. Pasuruan: (www.depkes.go.id.) Diakses pada tanggal 24 September 2018.
  5. Dinas Kesehatan Profinsi Jawa Timur. (2016). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2016. Surabaya: (http://www.depkes.go.id.15_jatim_2016) Diakses pada tanggal 24 September 2018.
  6. Ekacahyaningtyas, M, dkk. 2017. Posisi Head Up 300 Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen Pada Pasien Stroke Hemoragik Dan Non Hemoragik. Surakarta: (https://akper-adihusada.ac.id/jurnal/index.php/AHNJ/article/view/98) diakses pada tanggal 2 November 2018.
  7. Faizin, A. 2010. Pengaruh Pengaturan Posisi Kepala Pada Pasien Stroke. Padang:(http://repository.ump.ac.id/5080/3/Ahmad%20Faizin_BAB%20II.pdf) diakses pada 23 September 2018.
  8. Hermawati. (2017). Analisis Praktik Klinik Keperawatan Pada Pasien Stroke Dengan Intervensi Inovasi Pemberian Posisi Elevasi Kepala Untuk Meningkatkan Nilai Saturasi Oksigen Di Ruang Unit Stroke Rsud Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Tahun 2017. Stikes Muhammadiyah Samarinda: (https://dspace.umkt.ac.id) diakses pada 4 Oktober 2018.
  9. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2013) Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: (http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-stroke.pdf) diakses pada 24 September 2018.
  10. Kowalak, Welsh & Mayer. (2011). Buku ajar patofisiologi. Jakarta: EGC
  11. McPhee S.J & Ganong W.F. 2011. Patofisiologi Penyakit Pengantar Menuju Kedokteran Klinis, Edisi 5. Jakarta: EGC.
  12. Muttaqin, Arif. 2012. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Pernafasan. Jakarta: Salemba Medika.
  13. Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
  14. Nursalam, 2008. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis, Dan Instrument Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
  15. Nursalam, 2013. Konsep Penerapan Metode Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
  16. Pearce, Evelyn C. 2013. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Paramedis, Edisi 4. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Anggota IKAPI.
  17. Pertami, S.B, et al. (2017). Effect Of 30° Head-Up Position On Intracranial Pressure Change In Patients With Head Injury In Surgical Ward Of General Hospital Of Dr. R. Soedarsono Pasuruan. Department of Nursing, Polytechnic of Health of Malang Ministry of Health Republic of Indonesia. (http://stikbar.org/ycabpublisher/index.php/PHI/index) diakses pada 28 Oktober 2018.
  18. Potter, P.A, & Perry, A.G. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktik, Edisi 4 Volume 2. Jakarta: EGC.
  19. Priyo, E. (2015). Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Lansia Di Desa Argopeni Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Purwokerto: (respiratory.ump.ac.id) diakses pada tanggal 4 November 2018.
  20. Riskesdas, 2013. Profil Kesehatan Indonesia, Data Dan Informasi Tahun 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan RI.
  21. Sekeon, S.A dkk. (2015). Hubungan Antara Kualitas Tidur Dengan Keparahan Stroke. Jurnal e-Clinic (eCl), Volume 3, Nomor 3. (https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic/article/view/10445) diakses pada tanggal 1 November 2018.
  22. Setiadi. 2007. Konsep Dan Penulisan Riset Keperawatan Edisi Pertama. Graha Ilmu : Yogyakarta.
  23. Setiadi. (2013). Konsep & Penulisan Riset Keperawatan Edisi Kedua. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  24. Setyopranoto, I. (2011). Gejala dan Penatalaksanaan Stroke. Yogyakarta: (http://www.kalbemed.com/Portals/6/1_05_185Strokegejalapenatalaksanaan.pdf) diakses pada 03 November 2018.
  25. Stroke Indonesia. (2016). Stroke. Copyright © 2016 Hospital Authority. All rights reserved (https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://www21.ha.org.hk/smartpatient/EM/MediaLibraries/EM/EMMedia/Stroke) diakses pada 2 Oktober 2018.
  26. Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  27. Supadi, 2011. Pengaruh Elevasi Posisi Kepala Pada Klien Stroke Hemoragik Terhadad Tekanan Rata-Rata Arterial, Tekanan Darah Dan Tekanan Intra Kranial Di Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto Tahun 2011. Purwokerto: (jos.unsoed.ac.id) diakses pada tanggal 23 September 2018
  28. Sunarto. (2015). Peningkatan Nilai Saturasi Oksigen Pada Pasien Stroke Menggunakan Model Elevasi Kepala.Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, Volume 4, Nomor 1. Kementrian Kesehatan Politeknik Kesehatan Surakarta Jurusan Keperawatan. http://jurnal.poltekkes-solo.ac.id/index.php/Int/article/view/115. Diakses tanggal 14 November 2018.
  29. Sujarweni, Wiratna. (2015). Statistic Untuk Kesehatan. Yogyakarta: Gava Media.
  30. Sulistyowati, D. (2015). Pengaruh Sudut Posisi Tidur Terhadap Kualitas Tidur Terhadap Kualitas Tidur Dan Status Kardiovaskuler Pada Pasien Infark Miokard Akut Diruang ICVCU RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal Kesmadaska (http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=153496) diakses pada tanggal 1 November 2018.
  31. Wilson, L. M. & price, S. A. (2005). Patofisiologi Konsep Klinis Proses Proses Penyakit. Ed. 6. Jakarta: EGC

Endorse

Informasi Statistik Pemakaian

Abstrak viewed = 12845 times

Data Sitasi