Pengaruh Pemberian Puding Labu Kuning dan Wortel Terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus

Authors

  • Tiara Indah Susanti Jurusan Gizi, Politeknik Kementerian Kesehatan Palembang, Indonesia
  • Yunita Nazarena Jurusan Gizi, Politeknik Kementerian Kesehatan Palembang, Indonesia
  • Podojoyo Podojoyo Jurusan Gizi, Politeknik Kementerian Kesehatan Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36990/hijp.v17i3.1748

Keywords:

Diabetes Mellitus, Kadar Glukosa Darah, Labu Kuning, Wortel

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang meningkat yang memerlukan pengelolaan pola makan yang efektif. Labu kuning dan wortel mengandung serat larut, beta-karoten, serta antioksidan yang berpotensi menstabilkan glukosa darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian puding labu kuning dan wortel terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus di RSUD Palembang Bari. Metode: Penelitian quasi-experiment dengan desain one group pre-test–post-test pada 32 pasien diabetes melitus yang mengonsumsi puding selama tujuh hari berturut-turut. Kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji t-dependent. Hasil: Terdapat penurunan signifikan kadar glukosa darah sewaktu (p<0,05) dengan rata-rata penurunan sebesar 54,9 mg/dL setelah intervensi. Simpulan: Puding labu kuning dan wortel efektif menurunkan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus. Saran: Diperlukan penelitian lanjutan dengan desain uji klinis terkontrol, sampel lebih besar, dan durasi intervensi lebih panjang untuk memperkuat pedoman praktik gizi rumah sakit

References

Aguana, C. (2024). Pengaruh Kombinasi Jus Labu Siam Dan Jus Wortel Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Desa Plosoarang Kabupaten Blitar. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ganesha Husada.

Damayanthy K. (2018). Analisis indeks glikemik bolu labu kuning (Cucurbita moschata) menggunakan pemanis gula merah kelapa (Cocos nucifera Linn )sebagai pangan diet untuk penderita diabetes melitus. Universitas Sumatera Utara.

Dinas Kesehatan Kota Palembang. (2023). Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2023. www.dinkes.palembang.go.id

Ekasari, E., & Dhanny, D. R. (2022). Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii Usia 46-65 Tahun Di Kabupaten Wakatobi. Journal of Nutrition College, 11(2), 154–162. https://doi.org/10.14710/jnc.v11i2.32881

Internasional Diabetes Federation. (2024). IDF Diabetes Atlas 2024.

Junita, D., Setiawan, B., & Anwar, F. (2017). Komponen Gizi , Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Sensori Bubuk Fungsional Labu Kuning (Cucurbita moschata) dan Tempe. Jurnal Gizi Dan Pangan, 12(2), 109–116. https://doi.org/10.25182/jgp.2017.12.2.109.116

Kemenkes RI. (2019). Tabel Komposisi Pangan Indonesia. In Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2022). Pengaruh Serat Pangan (Dietary Fiber) dan Manfaatnya Bagi Kesehatan. Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/777/pengaruh-serat-pangan-dietary-fiber-dan-manfaatnya-bagi-kesehatan

Millati, T., Udiantoro, U., & Wahdah, R. (2020). Pengolahan Labu Kuning Menjadi Berbagai Produk Olahan Pangan. SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(1), 300. https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i1.2935

Nuraisyah, F. (2017). Faktor Risiko Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 13(2), 120–127.

PERKENI. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. PB. PERKENI.

PT Saraswanti Indo Genetech. (2025). Laporan Hasil Uji Laboratorium.

Rahayu, E. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Diabetes Mellitus pada Lansia di Puskesmas Binangun Kabupaten Cilacap Tahun 2023. In Universitas Muhammadiyah Gombong (Vol. 13, Issue 1). Universitas Muhammadiyah Gombong.

Rofikoh, H. S., & Suraya, I. (2020). Determinan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Posbindu Mawar Kuning Gambir. ARKESMAS.

Souliotis, K., Koutsovasilis, A., Vatheia, G., Golna, C., & Nikolaidi, S. (2020). Profile And Factors Associated With Glycaemic Control Of Patients With Type 2 Diabetes In Greece: Results From The Diabetes Registry. BMC Endocrine Disorders, 20(1).

Survei Kesehatan Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia Dalam angka Tahun 2023.

Syam, N. (2016). Hubungan Tingkat Pengetahuan Diet Diabetes Melitus Terhadap Asupan Serat Pasien Diabetes Melitus Rawat Jalan Di Rsud Kota Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tantri, A. A., Wati, D. A., Junita, D. E., & Nurhayati, A. (2024). Jurnal Riset Gizi. Jurnal Riset Gizi, 12(2), 240–249.

Utama, E. Z. D., & Binuko, R. S. D. (2023). Hubungan antara Kadar HBA1C dan Kadar Serum Kreatinin dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Darmayu Ponorogo. Health Information : Jurnal Penelitian, 15(2), e1193. Retrieved from https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/hijp/article/view/1193

Windayati, D. (2021). Manajemen Penyelenggaraan Makanan Pengembangan Resep Snack DM RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. In Pharmacognosy Magazine (Vol. 75, Issue 17).

Yuliya, H. Z. (2020). Efektifitas Pemberian Puding Labu Kuning dan Puding Nanas Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Alai Tahun 2020. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Padang.

Published

2025-12-03

How to Cite

Susanti, T. I., Nazarena, Y., & Podojoyo, P. (2025). Pengaruh Pemberian Puding Labu Kuning dan Wortel Terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus. Health Information : Jurnal Penelitian, 17(3), 337–346. https://doi.org/10.36990/hijp.v17i3.1748

Citation Check