This is an outdated version published on 2021-12-15. Read the most recent version.

Analisis Faktor Keberhasilan Pengobatan Penderita TB Paru berdasarkan Koping Individu Hubunganya dengan Kepatuhan Penderita TBC Paru di Wilayah Kabupaten Konawe

Authors

  • Lena Atoy Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia, Indonesia https://orcid.org/0000-0003-2191-8104
  • Abd Syukur Bau Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36990/hijp.v13i2.277

Abstract

Analisis Faktor Keberhasilan Pengobatan Penderita Tb Paru Berdasarkan Koping Individu Hubunganya Dengan Kepatuhan Penderita Tbc Paru Di Wilayah Kabupaten Konawe. Pemberantasan TB di Indonesia tentunya tidak lepas dari faktor Kedisiplinan pasien dalam menjalankan pengobatan.Anggota keluarga terdekat yang tinggal serumah setiap saat dapat meng¬ingatkan penderita untuk minum obat. Apa¬bila pengobatan terputus tidak sampai enam bulan, penderita sewaktu-waktu akan kambuh kembali penyakitnya dan kuman tuberkulosis menjadi resisten sehingga membutuhkan biaya besar untuk pengobatannya Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi faktor keberhasilan pengobatan penderita TB paru di Wilayah Kabupaten Konawe Penelitian ini Penelitian ini menggunakan desain case control yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen berdasarkan perjalanan waktu secara retrospektif. Penelitian dimulai dengan mengukur variabel dependen kemudian membagi subyek penelitian menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kasus (subyek yang mengalami kasus MDR-TB) dan kelompok kontrol Populasi dalam penelitian ini adalah pasien TB paru di wilayah kabupaten Konawe dengan estimasi besar sampel sebanyak 90 respondendengan jumlah masing-masing kelompok adalah 45 orang untuk kelompok intervensi dan 45 orang untuk kelompok kontrol Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah nonprobability sampling dengan metode consecutive sampling yang dilakukan dengan menyeleksi semua individu yang memenuhi kriteria penelitian sehingga sampel yang diinginkan terpenuhi. hasil penelitian tidak terdapat hub antara koping Individu dengan kepatuhan klien minum obat TBC, jadi kesimpulan dan sarannya adalah Disarankan kepada pihak pelayanan keperawatan agar Perlu dilakukan penyuluhan atau KIE kepada pasien, dan keluarga tentang pentingnya kepatuhan minum obat dan dampak yang timbul akibat dari ketidakpatuhan minum obat sehingga berdampak kepada kejadian TB MDR

References

Alfiana, L., & Korib, M. (2013). Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Tuberkulosis Multidru

g Resistant ( TB-MDR ) di RSUP Persahabatan Tahun 2013.

Amaliah, Rita. (2012) ;Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kegagalan Konversi Penderita TB Paru BTA Positif Pengobatan Fase Intensif Di Kabupaten Bekasi Tahun 2010. Tesis FKM UI Program Studi Epidemiologi

Anna Silvia Prihantana, dkk, Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Di Rsud Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, Vol. II, No. 1, September 2016

Arsin A, Azriful dan Aisyah. Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi, Jurnal Medika Nusantara Volume 25 no.3; 2004

Black, JM. & Hawks, J. (2014). Keperawatan medikal bedah (8th ed., Vol. edisi 1). singapore: Elsevier.

Black, Joyce M., Hawks, J. H. (2014). KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH BLACK VOL 3.pdf. Singapore: Elseivier.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2006). Pedoman nasional Penanggunalan Tuberkulosis. (D. tjandra Y. Aditama, D. sudijant. Kamso, D. C. Basri, & Dr Asik Surya, Eds.) (2nd ed.). Jakrat: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Depkes RI. 2010. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta: Depkes.

dharma, kelana kusuma. (2013). Metodologi penelitian keperawatan. Jakarta timur: CV Trans Info Media.

Dwi Sarwani SR, Sri Nurlaela, I. Z. A. (2012). Analisis Faktor Risiko Multidrug Resistant Tuberculosis (Mdr-Tb) (Studi Kasus Di Bp4 Purwokerto). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 62–68.

Dhewi, G.I., Yunie A., dan Mamat S. 2012. Hubungan antara Pengetahuan, Sikap Pasien dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien TB Paru di BKPM Pati. Semarang diakses tanggal 24 mei 2015 file:///C:/user/AppData/Local/Temp/89- 204-2-PB.pdf

Erawatyningsih E, Purwanta S , et al. Factors affecting incompiance with medication among lung tuberculosis patients.Yogyakarta:Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada;2009:25(3):117-23. [dikutip 9 Januari 2014]. Diunduh dari : http://journal.ugm.ac.id/index.p hp/bkm/article/view/3558/3047

Erni E, Purwanta, Heru S. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan berobat pada penderita tuberkulosis paru. Dalam Berita Kedokteran Masyarakat UGM. 2009;25(3):117-24,

Fahruda A, Supardi S, Buiningsih N, Pemberian makanan tambahan sebagai upaya peningkatan keberhasilan pengobatan penderta TB Paru di Kotamadia Banjarmasin Propinsi Kalimantan Selatan, Berita Kedokteran Masyarakat, 2002; XVIII(3):123-9.)

Issa BA, Yusuf AD, Kurangga SI. Depression comorbidity among patients with tuberculosis in a university teaching hospital outpatient clinic in Nigeria. Mental Health in Family Medicine; 2009. Vol 6 (3):133-8.

Junaidi, S. (2011). Pembinaan fisik lansia melalui aktivitas olahraga jalan kaki. Jurnal Media Kesehatan Olahraga, 1.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.Profil Kesehatan Indonesia 2012. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia;2013.

Lawn, S. D., & Zumla, A. I. (2011). Tuberculosis. The Lancet, 378(9785), 57–72. http://doi.org/10.1016/S0140-6736(10)62173-3

M.bulechek, G., Butcher, H. K., & Dochterman, J. M. (2013). nursing interventions classification (NIC) (fifth edit). Elsevier.

Melina Nunkaidah, Hariati Lestari, J. R. A. (2017). Prevalensi risiko kejadian tuberkulosis multi drug resistance (tb-mdr) di kabupaten muna tahun 2013 – 2015, 1–10.

Miftakhul Janan Faktor-Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Peningkatan Prevalensi Kejadian Tb Mdr Di Kabupaten Brebes Tahun 2011-2017, Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : Jkki VolumE 08 Artikel Penelitian 64 •No. 02 Juni • 2019 Halaman 64-70

Nanda International. (2012). Nursing diagnoses: Definitions& Classification 2012-2014.

Nurvita, P.P. 2013. Hubungan Dukungan Pengawas Minum Obat (PMO) dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo tahun 2013. Skripsi. Gorontalo : Program Studi Ilmu Keperawatan JURNAL KESEHATAN, ISSN 1979-7621, Vol. 1, No. 1, Juni 2016: 39-43 (2013),

Nurnisaa, P. 2012. Hubungan Karakteristik Demografi Dengan Kepatuhan Berobat Pasien TB Paru di RS Paru Jember. Skripsi. Jember : Fakultas Kedokteran Universitas Jember

Pasek, made S.2013. Hubungan Persepsi dan Tingkat Pengetahuan Penderita TB dengan Kepatuhan Pengobatan di Kecamatan Buleleng. Jurnal Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Volume 2 No 1, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja

Pambudi U. Evaluasi tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat tuberkulosis di Puskesmas Kartasura Sukoharjo pada Desember 2012. Surakarta:Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta;2013.

Perdana P. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Berobat Penderita TB Paru Di Puskesmas Kecamatan Ciracas (Skripsi). Jakarta Timur:FIIK Universitas Pembangunan Nasional;2008 13.

Sakanthi CG. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan berobat penderita TB paru di Rumah Sakit Paru Surabaya[Skripsi]. Surabaya: Program studi pendidikan dokter Universitas Katolik Widya Mandala;2015.

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2010). Medical surgical nursing. Lippincott Williams & Wilkins.

Saragih, R. 2010. “Peranan Dukungan Keluarga dan Koping Pasien dengan Penyakit Kanker terhadap Pengobatan Kemoterapi di RB Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan”. Skripsi. Fakultas Ilmu Keperawatan. Universitas Dharma Agung.

Senewe FP. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan berobat penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Depok. Jawa Barat:Peneliti Litbang Ekologi Kesehatan, Badan Litbangkes;1997

"Sutanta"Hubungan Antara Tingkat Pendidikan PMO, Jarak Rumah danPengetahuan Pasien TB Paru Dengan Kepatuhan Berobat di BP4 Kabupaten Klaten, jurnal Kesehatan “Samodra Ilmu” Vol. 05 No. 02 Juli 2014

Watkins, R. E., & Plant, A. J. (2006). Does smoking explain sex differences in the global tuberculosis epidemic? Epidemiol. Infect 2006;134:333- 39.Diaksesmelaluiwww.jstor.org/stabl e/3865638 pada tanggal 27 April 2014

Widyastuti. (2003). Mekanisme Koping Penderita Diabetes Militus. Artikel : STIKES Maharani Malang..

WHO. (2013). Global Tuberculosis Report.

Zahara, S. N (2007). Tesis: Family support perceived by pulmonary TB Patients in complying with the DOTS program in Medan, Indonesia. Medan: USU.

Zuliana I. Pengaruh Karakteristik Individu, Faktor Pelayanan Kesehatan dan Faktor Peran Pengawas Menelan Obat terhadap Tingkat Kepatuhan Penderita TB Paru Dalam Pengobatan Di Puskesmas Pekan Labuhan Kota Medan (Skripsi). Medan:FKM Universitas Sumatera Utara;2009

Published

2021-12-15

Versions

How to Cite

Atoy, L., & Syukur Bau, A. (2021). Analisis Faktor Keberhasilan Pengobatan Penderita TB Paru berdasarkan Koping Individu Hubunganya dengan Kepatuhan Penderita TBC Paru di Wilayah Kabupaten Konawe. Health Information : Jurnal Penelitian, 13(2). https://doi.org/10.36990/hijp.v13i2.277

Issue

Section

Original Research

Citation Check

Funding data

Most read articles by the same author(s)