Terimakasih atas kepercayaan anda kepada Penerbit Poltekkes Kemenkes Kendari. Kami menutup sementara Sistem Penerimaan Naskah (submission) hingga 03 Januari 2024. Anda dapat melakukan konsultasi penyiapan naskah anda untuk terbit pada edisi tahun 2024, melalui pos elektronik: editorial.jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id.
Beralih ke bagian utama Beralih ke menu navigasi utama Beralih ke bagian footer website
Laporan Data
Diterbitkan: 2023-08-01

Profil Penggunaan Obat dan Suplemen Herbal Selama Pandemi COVID-19 oleh Masyarakat Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara: Laporan Data

Institut Sains dan Teknologi Nasional
Institut Sains dan Teknologi Nasional
COVID-19 Bahan alam Suplemen kesehatan Obat

Lisensi

Cara Mengutip

Putri, E. T., & Dona, P. (2023). Profil Penggunaan Obat dan Suplemen Herbal Selama Pandemi COVID-19 oleh Masyarakat Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara: Laporan Data. Health Information : Jurnal Penelitian, 15(2), 190–196. https://doi.org/10.36990/hijp.v15i2.980 (Original work published 26 Juli 2023)

Abstrak

Coronavirus Disease 2019 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Pada situasi pandemi COVID-19 ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah konsumsi obat dan suplemen di masyarakat Indonesia. Penggunaan obat merupakan salah satu bagian dalam upaya penyembuhan dan penggunaan suplemen dapat membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data profil penggunaan obat dan suplemen pada masyarakat di Kecamatan Tanjung Priok Kota Jakarta Utara di era pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei yang bersifat deskriptif eksploratif. Sampel yang digunakan sebanyak 110 responden dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Analisis data yang digunakan adalah univariate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang menggunakan obat paling tinggi yaitu paracetamol (50,9%), paling rendah klorokuin fosfat (0,9%) sedangkan penggunaan obat bahan alam yang paling tinggi rimpang jahe (40,0%), paling rendah buah jambu biji (10,0%) dan penggunaan suplemen yang paling tinggi vitamin C (37,3%), paling rendah neurobion, enervon C, vitacimin (1,8%). Penggunaaan obat paling tinggi pada penelitian ini dikarenakan parasetamol merupakan obat bebas yang relatif aman digunakan untuk demam di era pandemi COVID-19.

PENDAHULUAN

Coronavirus Disease 2019 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Virus ini ditularkan secara kontak langsung dengan penderita melalui droplet yang dikeluarkan saat batuk/bersin. Gejala umum infeksi COVID-19 berupa demam, batuk, kelelahan dan anosmia (Burhan et al., 2020, 2022). Gejala yang timbul apabila terjangkit virus varian omicron yaitu nyeri otot, kelelahan, demam ringan, tenggorokan terasa gatal, batuk kering secara terus menerus dan sakit kepala (Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, 2022).

Sebagai dampak dari COVID-19 adalah masyarakat melakukan swamedikasi dengan obat dan suplemen herbal. Berdasarkan penelitian terdahulu, preferensi masyarakat terhadap swamedikasi diyakini praktis dengan reaksi lebih cepat. Perilaku konsumsi suplemen kesehatan dan herbal oleh masyarakat dengan alasan untuk memelihara daya tahan tubuh (Sari et al., 2020).

Pada penelitian Lisma & Rangkuti (2021) bahwa masyarakat paling banyak menggunakan obat parasetamol (10%), suplemen vitamin C (21,7%) dan bahan alam jahe (22,8%). Penelitian ini bertujuan sebagai profiling perilaku konsumsi obat dan suplemen herbal oleh Masyarakat di Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara.

METODE

Penelitian dilaksakana dengan metode cross-sectional selama pada bulan Desember 2021-Juli 2022 di Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara pada bulan Desember 2021-Juli 2022. Pengumpuland data dilakukan selama bulan Maret 2022.

Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat di Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara sebanyak 418.014 jiwa, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Jakarta Utara. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel dihitung berdasarkan rumus Slovin dan untuk mengantisipasi kesalahan dalam pengisian kuesioner ditambah 10%. Kriteria inklusi responden adalah: berusia dewasa (17-65 tahun), dan mengisi kuesioner dengan lengkap.

Peneliti membagikan informasi rekrutmen responden melalui sosial media, dan calon responden mengisi kuesioner daring. Sejumlah 110 responden yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Responden mengisi data pada kuesioner berdasarkan diagnosis mandiri dari tanda dan gejala COVID-19.

Analisis data penelitian disajikan dalam tabel. Uji statistik deskriptif dinyatakan dalam bentuk angka dan persentase. Uji statistik menggunakan aplikasi komputer SPSS.

DESKRIPSI DATA

Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Berdasarkan hasil penelitian (Tabel 1), mayoritas responden dengan usia dewasa akhir (40,9%). Usia tersebut merupakan waktu produktif dengan mobilitas yang tinggi. Pada penelitian Sari et al. (2020) dengan temuan bahwa pada rentang umur 36-45 tahun merupakan usia matang dengan pertimbangan seseorang pada umur tersebut akan memiliki pola tangkap dan daya pikir yang baik sehingga pengetahuan yang dimilikinya juga akan semakin membaik. Data lainnya yaitu mayoritas responden dengan gender perempuan, sejalan dengan penelitian lain (Nidaa, 2021), penelitian yang menunjukkan bahwa sebagian besar yaitu perempuan sebanyak 92 orang (75%), hal ini dikarenakan mayoritas perempuan lebih banyak waktu untuk melihat dan membaca informasi. Pengetahun tentang COVID-19 yang lebih baik pada perempuan daripada laki-laki, didukung dari penelitian lain (Sari et al., 2020), namun berdasarkan hasil penelitian lain jenis kelamin tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku dalam pencegahan COVID-19 (Prihati et al., 2020).

Karakteristik responden berdasarkan gejala (Tabel 1), didapatkan paling banyak mengalami gejala demam yaitu sebanyak 42 orang (38,2%), dikarenakan demam merupakan gejala umum pada berbagai kasus infeksi. Hal ini sejalan penelitian yang menunjukkan gejala klinis yang paling banyak terjadi pada pasien COVID-19 yaitu demam (98%), dikarenakan demam merupakan gejala umum jika seseorang terinfeksi bakteri maupun virus (Huang et al., 2020). Tidak merasakan keluhan sebanyak 18 orang (16,4%), disebabkan karena tingkat imun seseorang yang beragam dan menjadi salah satu alasan mengapa penyebaran COVID-19 sulit dideteksi dan dapat menyebar tanpa disadari. Merasa kelelahan sebanyak 22 orang (20,0%), hal ini kemungkinan karena masyarakat tersebut merasa kelelahan akibat pekerjaan rumah ditambah lagi dengan sistem perekonomian yang menurun di era pandemi COVID-19 (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas & Mungkasa, 2020). Mengalami gejala batuk kering sebanyak 16 orang (14,5%), hilangnya indera perasa dan penciuman 12 orang (10,9%). Hal ini sejalan dengan penelitian (Kusumo et al., 2020) yang menunjukkan bahwa gejala yang lebih umum terjadi adalah demam (83%-98%). Dalam satu studi klinis, menunjukkan bahwa manifestasi klinis utama pada pasien COVID-19 meliputi demam (90% ataupun lebih), batuk sekitar 75%) (Jiang et al., 2020).

Tabel 2. Profil Penggunaan Obat dan Suplemen Kesehatan

Tabel 2 menunjukkan bahwa penggunaan parasetamol 500 mg 3 kali sehari paling banyak yaitu 56 orang (50,9%), penggunaan yang tinggi karena parasetamol termasuk obat bebas yang dapat dijual tanpa resep dokter di Apotek. Penggunaan obat untuk fungsi pernapasan oleh adalah OBH (7 ml) 3 kali sehari (10,9%), vicks formula 100 ml 3 kali sehari (4,5%), Ambroxol 30 mg 3 kali sehari (6,4%). Pada kategori obat antibiotik dan antivirus, responden menggunakan Azitromisin 500 mg 2 kali sehari (8,2%). Sejalan dengan penelitian lainnya (Lisni et al., 2021) bahwa Azitromisin 500 mg merupakan antibiotik pilihan utama dalam pengobatan pasien COVID-19 yang direkomendasikan pada tatalaksana pasien COVID-19. Dari seluruh obat yang digunakan, terdapat penggunaan antiviral (0,9%), dan dari penelitian Hayya (2021) bahwa obat klorokuin juga digunakan pada pasien COVID-19.

Pada kategori suplemen kesehatan, hampir seluruh responden menggunaan suplemen dengan kandungan tinggi vitamin C. Vitamin C 500 mg (37,3 %; 20,0%; 2,7%), Vitacimin 500 mg (4,5%; 1,8%). Suplemen kesehatan lainnya dengan kandungan vitamin C. Kajian ilmiah lainnya (Ahmed et al., 2023; Makmun & Rusli, 2020; Politeknik Unggulan Kalimantan et al., 2022) bahwa penggunaan vitamin C yang tidak hanya sebagai suplemen kesehatan, namun juga dalam perawatan pasien positif COVID-19.

Tabel 3. Profil Penggunaan Bahan Alam

Hasil penelitian pada kategori penggunaan bahan alam, dari 5 (lima), jahe, kunyit, temulawak, jeruk nipis dan jambu biji (Tabel 3). Bahan alam terbanyak yang digunakan adalah rimpang. Pane et al (2021) mengemukakan bahwa pada pandemi COVID-19, masyarakat mengkonsumsi bahan alam sebagai suplemen pendamping dengan kemudahan dalam memperolehnya (Wahidah, 2013). Selain itu, penggunaan bahan alam tertentu dengan kayakinan manfaat dari kandungan kimianya (Lisma & Rangkuti, 2021; Yunita, 2021).

Implikasi

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran karakteristik masyarakat di Kecamatan Tanjung Priok Kota Jakarta Utara paling banyak berdasarkan usia yaitu 36-45 tahun (40,9%), jenis kelamin perempuan (61,8%), gejala demam (38,2%). Profil penggunaan obat yang paling tinggi parasetamol 500 mg 3x1 (50,9%), dan paling rendah klorokuin fosfat 150 mg 2x1 (0,9%). Sedangkan penggunaan obat bahan alam yang paling tinggi rimpang jahe 1x1 (40,0%) dan paling rendah buah jambu biji 1x1 (10,0%). Profil penggunaan suplemen yang paling tinggi vitamin C 500 mg 3x1 (37,3%) dan yang paling rendah neurobion 1x1, enervon C 1x1, vitacimin 500 mg 1x1 (1,8%).

Referensi

  1. Ahmed, S., Hossain, M., Chakrabortty, D., Arafat, K. I., Hosen, M. J., & Khan, M. M. R. (2023). Impacts of vitamin C and D supplement on COVID-19 treatment: Possible patho-mechanisms and evidence from different countries. The Egyptian Journal of Bronchology, 17(1), 13. https://doi.org/10.1186/s43168-023-00186-6
  2. Burhan, E., Susanto, A. D., Isbaniah, F., Nasution, S. man, Ginanjar, E., Pitoyo, C. W., Susilo, A., Firdaus, I., Santoso, A., Juzar, D. A., Arif, S. K., Wulung, N. G. H. L., Muchtar, F., Pulungan, A. B., Sjakti, H. A., Prawira, Y., & Putri, N. D. (Eds.). (2020). Pedoman Tatalaksana COVID-19 (Edisi 3). Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
  3. Burhan, E., Susanto, A. D., Isbaniah, F., Nasution, S. man, Ginanjar, E., Pitoyo, C. W., Susilo, A., Firdaus, I., Santoso, A., Juzar, D. A., Arif, S. K., Wulung, N. G. H. L., Muchtar, F., Pulungan, A. B., Sjakti, H. A., Prawira, Y., Putri, N. D., & Yanuarso, P. B. (Eds.). (2022). Pedoman Tatalaksana COVID-19 (Edisi 4). Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
  4. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. (2022). Update COVID-19. https://infeksiemerging.kemkes.go.id/dashboard/covid-19
  5. Hayya, A. W. (2021). Penggunaan Klorokuin pada Infeksi Virus COVID-19. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(8), Article 8. https://doi.org/10.47492/jip.v1i8.391
  6. Huang, C., Wang, Y., Li, X., Ren, L., Zhao, J., Hu, Y., Zhang, L., Fan, G., Xu, J., Gu, X., Cheng, Z., Yu, T., Xia, J., Wei, Y., Wu, W., Xie, X., Yin, W., Li, H., Liu, M., … Cao, B. (2020). Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. Lancet (London, England), 395(10223), 497–506. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30183-5
  7. Jiang, F., Deng, L., Zhang, L., Cai, Y., Cheung, C. W., & Xia, Z. (2020). Review of the Clinical Characteristics of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Journal of General Internal Medicine, 35(5), 1545–1549. https://doi.org/10.1007/s11606-020-05762-w
  8. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, & Mungkasa, O. (2020). Bekerja dari Rumah (Working From Home/WFH): Menuju Tatanan Baru Era Pandemi COVID 19. Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning, 4(2), 126–150. https://doi.org/10.36574/jpp.v4i2.119
  9. Kusumo, A. R., Wiyoga, F. Y., Perdana, H. P., Khairunnisa, I., Suhandi, R. I., & Prastika, S. S. (2020). Jamu tradisional indonesia: Tingkatkan imunitas tubuh secara alami selama pandemi. Jurnal Layanan Masyarakat, 4(2), Article 2. https://doi.org/10.20473/jlm.v4i2.2020.465-471
  10. Lisma, L. T., & Rangkuti, I. Y. (2021). Penggunaan tanaman herbal pada masa pandemi virus corona. Jurnal Kedokteran STM (Sains Dan Teknologi Medik), 4(2), Article 2. https://doi.org/10.30743/stm.v4i2.147
  11. Lisni, I., Mujianti, D., & Anggriani, A. (2021). Profil antibiotik untuk pengobatan pasien COVID-19 di suatu rumah sakit di bandung. Jurnal Ilmiah Farmako Bahari, 12(2), 99. https://doi.org/10.52434/jfb.v12i2.1196
  12. Makmun, A., & Rusli, F. I. P. (2020). Pengaruh vitamin c terhadap sistem imun tubuh untuk mencegah dan terapi COVID-19. Molucca Medica, 60–64. https://doi.org/10.30598/molmed.2020.v13.i2.60
  13. Nidaa, I. (2021). Gambaran pengetahuan masyarakat pekalongan tentang COVID-19. JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN, 19. https://doi.org/10.54911/litbang.v19i0.128
  14. Pane, M., Rahman, A., & Ayudia, E. (2021). Gambaran penggunaan obat herbal pada masyarakat indonesia dan interaksinya terhadap obat konvensional tahun 2020. Journal of Medical Studies, 1(1), Article 1.
  15. Politeknik Unggulan Kalimantan, Muliyani, M., Zaini, M., Isnani, N., & Rahmah, M. (2022). Profil penggunaan vitamin dan suplemen pada pasien COVID-19 rawat inap di rumah sakit bhayangkara tk. III banjarmasin pada tahun 2020. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 5(1), 87–97. https://doi.org/10.36387/jifi.v5i1.926
  16. Prihati, D. R., Wirawati, M. K., & Supriyanti, E. (2020). Analisis Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Di Kelurahan Baru Kotawaringin Barat Tentang Covid 19. Malahayati Nursing Journal, 2(4), Article 4. https://doi.org/10.33024/mnj.v2i4.3073
  17. Sari, A. R., Rahman, F., Wulandari, A., Pujianti, N., Laily, N., Anhar, V. Y., Anggraini, L., Azmiyannoor, M., Ridwan, A. M., & Muddin, F. I. (2020). Perilaku Pencegahan Covid-19 Ditinjau dari Karakteristik Individu dan Sikap Masyarakat. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1(1). https://doi.org/10.15294/jppkmi.v1i1.41428
  18. Wahidah, B. F. (2013). Potensi tumbuhan obat di area kampus II uin alauddin samata gowa. Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi, 7(1), Article 1. https://doi.org/10.24252/teknosains.v7i1.78
  19. Yunita, F. (2021). Peranan bahan alam dalam pandemi COVID-19. Ebers Papyrus, 27(1), Article 1.

UN/PBB SDGs

This output contributes to the following UN Sustainable Development Goals (SDGs)/Artikel ini berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB berikut

SDG 3 good-health-and-well-being

Endorse

Informasi Statistik Pemakaian

Abstrak viewed = 432 times