Efektifitas pemberian jus buah bit dan madu terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu menyusui di TPMB Hestina Rumanti

Authors

  • Hestina Rumanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara, Indonesia
  • Rahmadiyanti Rahmadiyanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara, Indonesia

Keywords:

Jus buah bit, Madu, Kadar hemoglobin

Abstract

Background granting effective bit boostHb levels in pregnant women with anemia. In addition, the high content of Fe and folic acid in beets plays a role in the formation of the baby's brain. honey also contains copper and magnesium which will help increase hemoglobin, so beets and honey both have the property of increasing hemoglobin levels. Purpose of Writing: for the Effectiveness of giving beetroot juice and honey to increasing hemoglobin levels in breastfeeding mothers at TPMB Hestina Rumanti Research Methods: The method in this study was a quasi-experimental with the type of research Pretest Posttest With Control Group Design. The population in this study were all lactating mothers who experienced anemia at TPMB Hestina Rumanti from March to July 2023. The data collected was primary data using observation. The dependent variable was an increase in HB levels and the independent variables were beetroot juice and honey. Statistical test data processing using the paired simple t test was carried out univariately and bivariately with the help of the SPSS 25.0 computer program. The results of the assessment before and after giving fruit and beet juice obtained a Sig value of 0.000, a sig value <0.05 which could be concluded that there was an effectiveness of giving beetroot juice and honey to increase hemoglobin levels in breastfeeding mothers at TPMB Hestina Rumanti. Whereas in the group without giving beetroot juice, a Sig value of 0.180 was obtained, a sig value> 0.05 which could be concluded that there was no effectiveness of giving beetroot juice and honey on increasing hemoglobin levels in breastfeeding mothers at TPMB Hestina Rumanti. Conclusions and Suggestions: midwives can collaborate with other health teams, such as providing education on consumption of beets and honey according to the rules so as to prevent anemia in nursing mothers. Keywords: giving beetroot juice and honey, increasing hemoglobin levels.

PENDAHULUAN

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization(WHO), kematian ibu didefinisikan sebagai kematian yang terjadi saatmasa kehamilan atau dalam kurun waktu 42 hari setelah persalinan. WorldHealth Organization (WHO) tahun 2020, menyebutkan sebanyak 295.000wanita di seluruh dunia kehilangan nyawa mereka selama dan setelahkehamilan dan melahirkan. Afrika, sub-Sahara dan Asia Selatan menyumbangsekitar 86% dari seluruh kematian ibu di seluruh dunia (WHO, 2020).

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia secara umum terjadi penurunankematian ibu selama periode 1991-2015 dari 390 menjadi 305 per 100.000kelahiran hidup. AKI di Indonesia pada tahun 2020 sebesar 230 per100.000 kelahiran hidup, tetapi walaupun terjadi kecenderungan penurunanangka kematian ibu, namun tidak berhasil mencapai target MDGs yang harusdicapai yaitu sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015(Kemenkes RI, 2020).

Penyebab langsung kematian ibu sebesar 90% adalah komplikasi yangterjadi pada saat persalinan dan setelah bersalin. Penyebab tersebutdikenal dengan “Trias Klasik” yaitu perdarahan (30,0%), hipertensi(27,1%), infeksi (7,3%), partus lama (1,8%), abortus (1,6%) danlain-lain (40,8%,). Sedangkan penyebab tidak langsung kematian ibuantara lain anemia, diabetes, kurang energy kronis (KEK) sebesar 37% dananemia (Hb < 11gr) sebesar 40%. Penyebab tersebut sebenarnya dapatdicegah dengan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) yang memadai(Kemenkes RI, 2020).

World Health Organization (WHO) tahun 2019 melaporkan bahwa AngkaKematian Ibu (AKI) di Negara berkembang berkaitan dengan anemia padakehamilan disebabkan oleh difisiensi besi sebesar 40,3%. Negara di Asiadengan prevalensi tertinggi anemia ibu hamil adalah Laos (57,1%) danFiliphina (56,2%), sedangkan di negara-negara Eropa prevalensi anemiatertinggi adalah Spanyol (18,3%) dan Portugal (16,9%). Komplikasi yangmenjadi mayoritas penyebab kasus kematian ibu, sekitar 75% dari totalkasus kematian ibu, diantaranya adalah pendarahan, infeksi, tekanandarah tinggi saat kehamilan, komplikasi persalinan, dan aborsi yangtidak aman (WHO, 2019).

Pada tahun 2019 WHO melaporkan bahwa anemia pada wanita hamil danmenyusui di negara berkembang sebesar 45% lebih tinggi dibandingkannegara maju yaitu 13%. Prevalensi anemia kehamilan di Negara majuseperti Amerika sekitar 17% dan Turki 28%, sedangkan di Negaraberkembang seperti Negara di Asia yaitu Laos 57,1%, Filiphina 56,2%,India 54% dan prevalensi tertinggi adalah wilayah Afrika sebesar 60%(WHO, 2019).

Indonesia merupakan negara berkembang dengan prevalensi anemia dalamkehamilan yang cukup tinggi. Menurut Riskesdas tahun 2018, pravalensianemia ibu hamil dan menyusui di Indonesia adalah sebesar 48,9%, angkaini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2013 yaitu sebesar 37,1%.Jumlah ibu hamil yang mengalami anemia paling banyak pada usia 15-24tahun sebesar 84,6 %, usia 25- 34 tahun sebesar 33,7%, usia 35-44 tahunsebesar 33,6% dan usia 45-54 tahun sebesar 24% (RISKESDAS, 2018).

Tingginya prevalensi anemia pada ibu hamil dan menyusui di Indonesiadipengaruhi oleh kemiskinan, dimana asupan gizi sangat kurang,ketimpangan gender, serta ketidaktahuan tentang pola makan yang benar.Provinsi di Indonesia dengan kejadian anemia ibu hamil tertinggi adalahJawa Tengah sebesar 78,9%, angka ini lebih tinggi dari angka nasionalyaitu 71,2% (Kemenkes RI, 2020).

Masalah anemia pada ibu hamil dan menyusui di Indonesia seringterjadi disebabkan oleh defisensi zat besi sebanyak 62,3%, sertamempunyai pengaruh yang dapat berakibat fatal jika tidak segera diatasi,diantaranya dapat menyebabkan keguguran, partus prematus, inersia uteri,partus lama, atonia uteri, perdarahan serta syok bahkan kematian bagiibu dan janin (Cunningham, 2018).

Dampak lain anemia pada ibu hamil akan terjadi saat kehamilan,persalinan maupun masa nifas. Dampak pada kehamilan yaitu : gangguanpertumbuhan pada sel tubuh maupun sel otak,  mengakibatkan kurangnyaoksigen yang ditransfer ke sel tubuh maupun ke otak janin. Anemia padaibu dapat mengalami perdarahan postpartum yang disebabkan karena atoniauteri. Kekurangan zat besi, kekurangan asam folat, infeksi dan kelainandarah menyebabkan anemia pada ibu hamil (Rimawati et al., 2018).

Anemia sering terjadi pada trimester ketiga dan bisa berlanjut sampaiibu menyusui. Rata-rata prevalensi anemia pada trimester ketiga lebihdari 30%, 4,5% ibu hamil menderita anemia pada trimester satu sebesar4,5%, pada trimester kedua 44,1% dan pada trimester ketiga 45,7%. Padatrimester ketiga terjadi hemodilusi dan penurunan kadar hemoglobin yangdimulai sejak usia kehamilan 6-8 minggu dan mencapai puncaknya pada usiakehamilan 32-34 minggu (Supariasa, 2018).

Kebijakan pemerintah dalam menangani anemia kehamilan adalah denganpemberian tablet zat besi (Fe) dan asam folat. Ibu hamil dianjurkanmengonsumsi 60 mg zat besi dan 0,25 asam folat atau setara dengan 200 mgferrosulfat selama masa kehamilan minimal 90 tablet. Pemberian tabletdimulai pada kehamilan trimester pertama. Namun tidak sedikit ibu hamilyang mengkonsumsi tablet Fe mengalami beberapa efek samping sepertimual, muntah, konstipasi dan nyeri ulu hati (Kundaryanti et al,2019).

Upaya untuk meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil yang sesuaidengan anjuran pemerintah biasanya melalui 2 cara yaitu farmakologi dannonfarmakologi. Konsumsi tablet Fe selama kehamilan merupakan terapifarmakologi, sedangkan terapi non-farmakologi berupa memakan sayurhijau, konsumsi buah bit dan buah kurma (Pratami, 2017)

Buah bit memiliki peran dalam pembersih atau penteralan racun dalamtubuh dan penyembuhan infeksi maupun radang. Hasil penelitian Stephana(2018) menyebutkan bahwa pemberian bit efektif meningkatkan kadar HBpada ibu hamil dengan anemia. Selain itu, kandungan FE dan asam folatyang tinggi dalam buah bit berperan dalam pembentukan otak bayi (Stephana, 2018)

Madu juga kaya akan zat besi, vitamin, dan mineral, terdapat sekitar0,42 mg zat besi di dalam 100 gram madu. Selain itu, madu jugamengandung tembaga dan magnesium yang akan membantu meningkatkanhemoglobin. Untuk mendapatkan manfaat madu sebagai penambah darah, bisamenambahkan satu sendok makan madu ke segelas jus buah bit atau bisajuga langsung mengonsumsinya dengan satu sendok madu di pagi hari (Sari,2019).

Studi pendahuluan yang dilakukan di TPMB Hestina pada bulan Mei 2022,dengan melakukan wawancara terhadap 10 orang ibu menyusui didapatkan 6orang diantaranya mengalami anemia, dari hasil wawancara langsung padaibu yang mengalami anemia tersebut, 3 ibu menyatakan teratur minumtablet Fe tetapi jarang mengkonsumsi makanan bergizi, buah dan sayurankarena kondisi ekonomi ibu yang kurang, sedangkan pada 3 ibu lainnyamenyatakan tidak teratur minum tablet Fe karena sering lupa dan selamakehamilan ibu jarang mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin Ctermasuk mengkonsumsi buah bit dan madu baik berupa jus maupun makanbuahnya secara langsung dan tidak mengetahui khasiat dari buah bit danmadu Berdasarkan  data diatas maka peneliti tertarik untuk melakukanpenelitian yang berjudul “Efektifitas pemberian jus buah bit dan maduterhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu menyusui di TPMB HestinaRumanti”

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas pemberian jusbuah bit dan madu terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibumenyusui. Tempat penelitian di TPMB Hestina Rumanti, sedangkan waktupenelitian pada bulan Maret sampai Juli 2023. Metode dalam penelitianini adalah quasi eksperimental dengan jenis penelitian Pretest PosttestWith Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhibu menyusui yang mengalami anemia di TPMB Hestina Rumanti pada bulanMaret sampi Juli 2023. Data yang dikumpulkan merupakan data primer yangmenggunakan observasi variabel dependennya adalah peningkatan kadar HBdan variabel independennya adalah jus buah bit dan madu. Pengolahan datauji statistic menggunakan uji paired simple t test dilakukan secaraunivariat dan bivariat dengan bantuan komputer program SPSS 25.0.

HASIL PENELITIAN

No Perubahan Kadar HB Jumlah Persentase
1 Ada peningkatan 30 100 %
Total 30 100%
Table 1. Distribusi Frekuensi Kadar HB Kelompok Intervensi

Pada tabel 1 menunjukkan perubahan kadar hemoglobin sebelum dansesudah pada kelompok pemberian jus buah bit dan madu keseluruhan dari30 responden mayoritas semuanya mengalami adanya perubahan peningkatankadar HB ( 100%).

No Pekerjaan Jumlah Persentase
1 Ada Peningkatan 6 20%
2 Tetap Atau Tidak Ada Peningkatan 24 80%
Total 30 100%
Table 2. Distribusi Frekuensi Kadar HB Kelompok Kontrol

Pada tabel 2 menunjukkan perubahan kadar hemoglobin sebelum dansesudah pada kelompok tanpa pemberian jus buah bit dan madu didapatkanhasil mayoritas ibu menyusui yang mengalami anemia perubahan kadar HB tetap atau tidak ada peningkatan berjumlah 24 orang (80%) dan yangmengalami perubahan kadar HB meningkat berjumlah 6 orang (20%).

Penilaian Kadar HB N Mean standar deviasi Min Max
Sebelum Pemberian jus buah bit dan madu 30 10,280 0,7976 8,8 11,6
Sesudah Pemberian jus buah bit dan madu 12,260 1,0931 10,2 14,0
Table 3. Rata-rata kadar hemoglobin sebelum dan sesudah  pada ibu menyusuipada kelompok pemberian jus buah bit dan madu

Pada tabel 3 dapat diketahui bahwa penilaian kadar Hb sebelumpemberian jus buah bit dan madu   di dapatkan nilai rata – rata kadar HByaitu 10,280 ,dan standar deviasi 0,7976 dengan penilaian kadar Hb minimal 8,8 gram/dl dan maksimal 11,6 gram/dl. Sedangkan nilai rata-rata kadar HB sesudah pemberian jus buah bit dan madu yaitu 12,260 ,danstandar deviasi 1,0931 dengan penilaian kadar Hb  minimal 10,2 gram/dldan maksimal 14,0 gram/dl.

Penilaian Kadar HB N Mean standar deviasi Min Max
Awal kadar Hb 30 10,533 0,8519 9,0 11,8
Akhir hari ke 14 11,367 0,392 9,2 11,8
Table 4. Rata-rata kadar hemoglobin awal dan akhir pada hari ke 14   pada ibumenyusui tanpa pemberian jus buah bit dan madu

Pada tabel 4 dapat diketahui bahwa penilaian kadar Hb awal penilaiankadar HB  di dapatkan nilai rata – rata kadar HB yaitu 10,533 ,danstandar deviasi 0,8519 dengan penilaian kadar Hb  minimal 9,0 gram/dldan maksimal 11,8 gram/dl. Sedangkan nilai rata- rata kadar HB hari ke14 yaitu 12,260 ,dan standar deviasi 0,392 dengan penilaian kadar Hbminimal 9,0  gram/dl dan maksimal 11,8  gram/dl Data ini menunjukkanbahwa pemberian jus buah bit dan madu  dapat meningkatkan kadar Hb padaibu menyusui tanpa pemberian jus buah bit dan madu di dapatkan penilaianmayoritas tetap atau tidak naid yang di tandai nilai kadar Hb maksimalsama dengan kadar 11,8 gram/dl yang artinya tidak ada perubahan awal danakhir hari ke 14.

Kolmogorov - smirnov Shapiro - wilk
statistik df sig. statistik df sig.
Sebelum intervensi .093 30 .200* .964 30 .385

Sesudah

Intervensi

.117 30 .200* .953 30 .205
Sebelum kontrol .128 30 .200* .948 30 .146
Sesudah kontrol .518 30 .200 .303 30 .100
Table 5. Hasil Uji Normalitas Data

Penilaian uji normalitas  pada kelompok intervensi di dapatkan hasilnilai Shapiro - wilk sebesar 0,385 ( sebelum) dan 0,205 ( sesudah ) makanilai shapiro – Wilk dengan P-value  > 0,05 maka dapat disimpulkanbahwa uji normalitas berdistribusi normal. Sedangkan pada kelompokkontrol di dapatkan hasil nilai Shapiro - wilk sebesar 0,146 ( sebelum)dan 0,100 ( sesudah ) maka nilai shapiro – Wilk dengan P-value  >0,05 maka dapat disimpulkan bahwa uji normalitas berdistribusi normal. Hasil uji normalitas  di dapatkan berdistribusi normal maka ujinormalitas di gunakan statistik parametik uji paired sample T test.

Variabel N Correlation sig
Sebelum dan sesudah pemberian jus buah bit dan madu 30 0,678 0,000
Sebelum dan sesudah tanpa pemberian jus buah dan bit 30 0,252 0,180
Table 6. Hasil Paired sampel T tes  sebelum dan sesudah pada kelompokintervensi dan kontrol

Pada tabel 6 dapat di simpulkan bahwa pada penilaian sebelum dansesudah pemberian jus buah dan bit di dapatka nilai Sig 0,000, nilai sig< 0,05 yang dapat di simpulkan terdapat Efektifitas pemberian jusbuah bit dan madu terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibumenyusui di TPMB Hestina Rumanti. Sedangkan pada kelompok tanpapemberian jus buah bit di dapatka nilai Sig 0,180, nilai sig > 0,05yang dapat di simpulkan ttdak terdapat Efektifitas pemberian jus buahbit dan madu terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu menyusui diTPMB Hestina Rumanti

PEMBAHASAN

Perubahan Kadar HB Pada Kelompok Intervensi Dan KelompokKontrol

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kadar hemoglobin sebelumdan sesudah pada kelompok pemberian jus buah bit dan madu keseluruhandari 30 responden mayoritas semuanya mengalami adanya perubahanpeningkatan kadar HB ( 100%) dan pada pada kelompok tanpa pemberian jusbuah bit dan madu didapatkan hasil mayoritas ibu menyusui yang mengalamianemia perubahan kadar HB  tetap atau tidak ada peningkatan berjumlah 24orang 80%) dan yang mengalami perubahan kadar HB meningkat berjumlah 6orang (20%).

Hasil penelitian tersebut terlihat bahwa pemberian jus buah bit danmadu mempunyai khasiat dalam meningkatkan kadar HB. Hal ini sesuaidengan penelitian Stepahana (2018) yang mana pada penelitiannyamenjelaskan bahwa buah bit efektif dalam meningkatkan kadar HB yang manakandungan pada buah bit terdapat kandungan FE dan asam folat yang tinggisehingga pada buah bit tersebut dalam meningkatkan kadar HB.

Namun penelitian yang dilakukan oleh Nur Efia, et al  (2021)memberikan penjelasan di harapkan ketika pemberian tablet FE disertaidengan pengawasan minum obat oleh anggota keluarga lain. Untuk ibu hamilanemia dapat diberikan madu sebagai alternatifnya. Kandungan pada maduterdapat sejumlah nutrisi yang dapat meningkatkan produksi sel darahmerah dan meningkatkan kadar hemoglobin yang terdapat zat besi merupakansalah satu komponen utama dalam pembentukan hemoglobin.

Konsumsi madu secara teratur dapat membantu memenuhi kebutuhan zatbesi dalam tubuh. Selain zat besi madu juga mengandung vitamin Bkompleks termasuk vitamin B12 dan asam folat yang berperan penting dalamproduksi sel darah merah. Kedua jus buah bit dan madu merupakan suatujenis pengobatan non farmakologi yang dapat meningkatkan kadar HB yangsama- sama mempunyai kandungan yang dapat meningkatkan kadar HB. Makaitu peneliti melakukan kombinasi jus buah bit dan madu. Pemberian jusbuah bit dan madu pada ibu menyusui yang mengalami anemia  yangdisajikan dengan cara dijus yaitu ½ butir buah bit (100 gr) dan 1 sendokmakan madu ditambah air 100 ml dikonsumsi selama  14 hari  dan dalamseharinya 1 kali pemberian. Pada penelitian ini dibagi menjadi duakelompok yaitu kelompok intervensi (diberikan buah bit dan madu) dankelompok kontrol ( tidak diberikan buah bit dan madu) masing- masingkelompok berjumlah 30 orang dengan total ibu menyusui yang mengalamianemia sebanyak 60 orang. Pada kelompok intervensi dan kontrol di nilaikadar hemoglobin sebelum dan sesudah selama 14 hari. Maka di dapatkanhasil yang sangat efektif keduanya di kombinasi yang di konsumsi padawanita yang mengalami anemia.

Efektifitas pemberian jus buah bit dan madu terhadappeningkatan kadar hemoglobin pada ibu menyusui

Hasil penelitian ini menunjukkan pada penilaian sebelum dan sesudahpemberian jus buah dan bit di dapatka nilai Sig 0,000, nilai sig <0,05 yang dapat di simpulkan terdapat Efektifitas pemberian jus buah bitdan madu terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu menyusuiSedangkan pada kelompok tanpa pemberian jus buah bit di dapatka nilaiSig 0,180, nilai sig > 0,05 yang dapat di simpulkan ttdak terdapatEfektifitas pemberian jus buah bit dan madu terhadap peningkatan kadarhemoglobin pada ibu menyusui.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya Maulina, N.,& Amalasari, G. (2018). Menyebutkan pada penelitiannya Tidakterdapat perbedaan efektifitas antara pemberian madu dengan dosis 1,56micro/grBB dan ekstrak buah bit dengan dosis 1,61 micro/grBB terhadaprerata peningkatan kadar Hb pada mencit putih. Menurut pendapatnyapengaruh pemberian madu dapat dinilai dengan membandingkan kadar Hbantar kelompok yang diberikan madu dosis 1,56 micro/grBB dengan kelompokkontrol yang tidak diberikan madu. Pengaruh madu berperan dalampeningkatan kadar Hb pada perlakuan ini karena madu memiliki kandunganzat besi 0,42 mg, magnesium 2 mg, serta kandungan lainnya yang membantuproses pembentukan eritrosit pada pembuluh darah. Peningkatan sebesar11,75 gr/dl oleh dosis 1,56 micro/grBB merupakan pengaruh dari makan danmadu. Madu memiliki nutrisi alami yang efek sampingnya amat minimal.Khasiat madu sudah banyak diakui di dunia kedokteran. Madu dengan kadargulanya yang tinggi, kandungan beberapa enzim dan zat lainnya terbuktiberkhasiat sebagai antibakteri, antioksidan, dan mempercepat pembentukaneritrosit dalam darah. Namun, khasiat ini juga bervariasi disesuai darisumber nektarnya (sari bunga). Nutrisi madu yang lengkap dan alamimenjadikan obat berbagai penyakit, terutama meningkatkan jumlaherotrosit sehingga dapat meningkatkan nilai hemoglobin (Hb) padadarah.

Kemudian pengaruh ekstrak bit pada penelitian yaitu Didalam ekstrakbuah bit terkandung nitrat anorganik yang tinggi, yang mempunyaimanfaatdiantaranya mengurangi tekanan darah dengan melebarkan pembuluh darah,melemaskan otot-otot halus, meningkatkan kadar oksigen, meningkatkanstamina dengan mengurangi oksigen saat berolahraga, mengobati anemiadengan meningkatkan jumlah darah dan meningkatkan sirkulasi darah danmembawa oksigen. Manfaat lainnya dapat meningkatkan eritrosit (sel darahmerah), mencegah cacat lahir oleh asam folat, mencegah hipertensi danstroke, membersihkan usus, mengurangi batu ginjal, memperbaikirheumatoid arthritis, memperbaiki masalah menstruasi. Jus buah bitsangat bermanfaat sebagai obat anemia untuk anak-anak dan remaja14.Selain zat besi dan nitrat anorganik, buah bit juga mengandung vitamin Cuntuk proses absorbsi dari zat besi. Vitamin C membantu melepaskan zatbesi dari tempat penyimpanannya. Vitamin C dapat berperan meningkatkanabsorbsi zat besi non heme menjadi 4 kali lipat.

Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang sejalan denganpenelitian ini dimana peneliti melakukan kombinasi buah bit dan madudalam bersamaan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui yang mengalami anemiadi temukan peruabahan yang maksimal dilihat berdasarkan nilai rata –rata kadar HB yaitu 10,280 ,dan standar deviasi 0,7976 dengan penilaiankadar Hb  minimal 8,8 gram/dl dan maksimal 11,6 gram/dl. Sedangkan nilairata- rata kadar HB sesudah pemberian jus buah bit dan madu yaitu 12,260,dan standar deviasi 1,0931 dengan penilaian kadar Hb  minimal 10,2gram/dl dan maksimal 14,0 gram/dl.

Buah bit dan madu sama mempunyai kadungan zat besi dan asam folat.Jus buah bit dan madu yang dilakukan oleh peneliti secara bersamaanmemiliki manfaat membantu meningkatkan kadar hemoglobin ( HB ) dalamtubuh. Menurut asumsi peneliti di simpulkan berdasarkan penelitiansebelumnya bahwa buah it kaya akan zat besi dan asam folt semestara madumengandung zat besi dan vitamin B kompleks yang penting dalampembentukan sel darah merah. Buah bit mengandung zat besi yangdiperlukan untuk produksi hemoglobin. Zat besi merupakan komponen utamadalam molekul hemoglobin yang membantu mengangkut oksigen ke seluruhtubu sehingga konsumsi jus buah bit dapat meningkatkan asupan zat besidan memperbaiki kekurangan zat besi yang dapat menyebabkan anemia. Selain itu, madu juga memiliki manfaat dalam meningkatkankadar HBkarena madu mengandung zat besi dan vitamin B komplek seperti B 12 danasam folat. Dengan kombinasi jus buah bit dan madu dapat mengoptimalkanmanfaat keduanya dalam meningkatkan kadar HB

KESIMPULAN

  1. perubahan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pada kelompok pemberian jus buah bit dan madu keseluruhan dari 30 responden mayoritas semuanya mengalami adanya perubahan peningkatan kadar HB ( 100%)
  2. Perubahan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pada kelompok tanpa pemberian jus buah bit dan madu didapatkan hasil mayoritas ibu menyusui yang mengalami anemia perubahan kadar HB  tetap atau tidak ada peningkatan berjumlah 24 orang (80%) dan yang mengalami perubahan kadar HB meningkat berjumlah 6 orang (20%).
  3. Nilai rata – rata kadar HB yaitu 10,280 ,dan standar deviasi 0,7976 dengan penilaian kadar Hb  minimal 8,8 gram/dl dan maksimal 11,6 gram/dl. Sedangkan nilai rata- rata kadar HB sesudah pemberian jus buah bit dan madu yaitu 12,260 ,dan standar deviasi 1,0931 dengan penilaian kadar Hb  minimal 10,2 gram/dl dan maksimal 14,0 gram/dl
  4. Nilai rata – rata kadar HB yaitu 10,533 ,dan standar deviasi 0,8519 dengan penilaian kadar Hb  minimal 9,0 gram/dl dan maksimal 11,8 gram/dl. Sedangkan nilai rata- rata kadar HB hari ke 14 yaitu 12,260 ,dan standar deviasi 0,392 dengan penilaian kadar Hb minimal 9,0  gram/dl dan maksimal 11,8  gram/dl
  5. pada penilaian sebelum dan sesudah pemberian jus buah dan bit di dapatka nilai Sig 0,000, nilai sig < 0,05 yang dapat di simpulkan terdapat Efektifitas pemberian jus buah bit dan madu terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu menyusui di TPMB Hestina Rumanti. Sedangkan pada kelompok tanpa pemberian jus buah bit di dapatka nilai Sig 0,180, nilai sig > 0,05 yang dapat di simpulkan ttdak terdapat Efektifitas pemberian jus buah bit dan madu terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu menyusui di TPMB Hestina Rumanti

DAFTAR PUSTAKA

Dewifarhanah, (2018). Atasi Anemia dengan Konsumsi Madu,https://www.tribunnews.com/tribunners/2018/11/14/atasi-anemia-dengan-konsumsi-madu.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun2019. Kementerian Kesehatan RI. Sekretariat Jenderal

Maulina, N., & Amalasari, G. (2018). Perbandingan EfektivitasMadu dengan Ekstrak Buah Bit (Beta Vulgaris) terhadap Peningkatan KadarHemoglobin (Hb) Pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculus L) Strain DoubleDitsch Webster. Anatomica Medical Journal, 1(3), 167–178.

Meli Romayanti & Novita (2020). Efektifitas Pemberian Jus BuahBit dan Kurma terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamildengan Anemia), 187–192.https://doi.org/10.30604/well.221422022

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan, EdisiRevisi, Rineka Cipta, Jakarta.

Nur Efia, Ana Mariza, Nita Evrianasari, Astriana. (2021). EfektivitasPemberian Tablet FE dan Madu Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil.https://e-jurnal.iphorr.com/index.php/chi/article/view/150/186

Risnawati, (2021). Efektivitas Pemberian Jus Buah Bit Terhadap KadarHemoglobin Ibu Hamil Dengan Anemia di Puskesmas Tayu I .  IndonesiaJurnal Kebidanan Volume 5 Nomor 1 (2021)

Sari Mutia Nisa, (2019). 5 Makanan Penambah Darah yang WajibDikonsumsi Penderita Anemia.https://hot.liputan6.com/read/4022965/5-makanan-penambah-darah-yang-wajib-dikonsumsi-penderita-anemia

Sathya P, Gandhimathi R,Viruthasarani K, Poornima MR, Rajeswari PM,Subhathra N, dkk. (2017). A study to assess the prevalence of anemiaamong women in a selected urban area in Coimbatore district. JSIR.2017.

Stephana, W., Utami, S. & Elita, V. (2018). Efektivitas PemberianJus Buah Bit Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Dengan Anemia. JurnalIlmu Keperawatan. 2018: 334-341.

Sugiyono, (2018). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif danR&D, Alfa Beta, Bandung.

Sulastri, (2021). Bisa Jadi Pemanis Alami, Manfaat Mengonsumsi Maduuntuk Ibu Menyusui.https://www.popmama.com/pregnancy/birth/maey/manfaat-mengonsumsi-madu-untuk-ibu-menyusui/3

WHO. World Health Statistics, (2020). World Health Organization;2019

Wulansari, D. (2018). Madu Sebagai Terapi Komplementer. Yogyakarta:Graha Ilmu.

Published

2023-09-20

How to Cite

Rumanti, H., & Rahmadiyanti, R. (2023). Efektifitas pemberian jus buah bit dan madu terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu menyusui di TPMB Hestina Rumanti . Health Information : Jurnal Penelitian, 15(2), e992. Retrieved from https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/hijp/article/view/992

Issue

Section

Journal Supplement

Citation Check