Beralih ke menu navigasi utama Beralih ke bagian utama Beralih ke bagian footer website

Pembinaan Kader Posyandu tentang Perawatan Masa Nifas

Cover JIPPM v1i1 2021

Abstrak

Asuhan masa nifas sangat diperlukan karena merupakan periode kritis dimana 60% kematian ibu terjadi pada masa nifas. Bidan yang bertanggung jawab dalam memberikan asuhan pada masa nifas sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat. Kader sebagai bagian dari masyarakat tersebut sangat penting diberikan pembinaan termasuk perawatan masa nifas sehingga dapat membantu petugas Kesehatan dalam memberikan edukasi ke ibu. Tujuan kegiatan adalah melakukan pembinaan kader tentang perawatan masa nifas dan meningkatkan pengetahuan kader tentang perawatan masa nifas. Metode yang digunakan adalah ceramah dan simulasi. Kegiatan dengan melibatkan bidan koordinator di Puskesmas Soropia dan kader posyandu Kecamatan Soropia yaitu 30 orang sebagai sasaran pembinaan. Hasil pengabdian menunjukkan rerata nilai pre-test pengetahuan adalah 58,52 dan rerata nilai post-test pengetahuan adalah 85,93. Hasil pengabdian dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan kader. Kegiatan ini sangat penting agar kader dapat mengedukasi ibu nifas dan keluarganya sehingga pada masa depan ibu dan bayinya melewati masa nifas dengan sehat dan menyenangkan.

Kata Kunci

Pospartum care, Integrated healthcare center cadres, Training Kader posyandu, Pembinaan, Perawatan masa nifas

Teks Lengkap (HTML)

File Tambahan

Grafik 1 Tabel 1

Referensi

  1. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. (2020). Profil Kesehatan Sulawesi Tenggara Tahun 2019. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.
  2. Kementerian Kesehatan. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak.
  3. Lubis, Z. (2015). PENGETAHUAN DAN TINDAKAN KADER POSYANDU DALAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN ANAK BALITA. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 65. https://doi.org/10.15294/kemas.v11i1.3473
  4. Nurhidayah, I., Hidayati, N. O., & Nuraeni, A. (2019). Revitalisasi Posyandu melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan. Media Karya Kesehatan, 2(2). https://doi.org/10.24198/mkk.v2i2.22703
  5. Nurrahmaton, N., & Sartika, D. (2018). Hubungan Pengetahuan Ibu Post Partum Tentang Perawatan Luka Perineum dengan Proses Penyembuhan Luka di Klinik Bersalin Hj. Nirmala Sapni, Amkeb Medan. Jurnal Bidan Komunitas, 1(1), 20. https://doi.org/10.33085/jbk.v1i1.3911
  6. Nuryati, R. D. Y. S. (2017). Efektivitas Penggunaan Media Sosial terhadap Peningkatan Pengetahuan Perawatan Nifas dan Kepatuhan Kunjungan Ulang pada Ibu Nifas di Kota Bogor. Jurnal Bidan, 3(1), 234037.
  7. Rini, S., & Kumala, F. (2017). Panduan Asuhan Nifas dan Evidence Based Practice. Deepublish.
  8. Rodiah, S., Lusiana, E., & Agustine, M. (2017). PEMBERDAYAAN KADER PKK DALAM USAHA PENYEBARLUASAN INFORMASI KESEHATAN DI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG. Dharmakarya, 5(1). https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v5i1.9923
  9. Susanto, F., Claramita, M., & Handayani, S. (2017). Peran kader posyandu dalam memberdayakan masyarakat Bintan. Berita Kedokteran Masyarakat, 33(1), 13. https://doi.org/10.22146/bkm.11911
  10. Windarti, Y., & Dewi, U. M. (2018). PENGARUH PARITAS DAN MEDIA KONSELING MASA NIFAS TERHADAP KEMAMPUAN PERAWATAN MANDIRI IBU POST PARTUM DI BPM VIVI SURABAYA. Journal of Health Sciences, 11(1). https://doi.org/10.33086/jhs.v11i1.547
  11. Wulandari, S. R. (2011). Asuhan Kebidanan Ibu Masa Nifas. Gosyen Publishing.Yuliana, W., & Hakim, B. N. (2020). Emodemo Dalam Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia.