This is an outdated version published on 2023-12-10. Read the most recent version.

Pengaruh Edukasi Pencegahan COVID-19 terhadap Peningkatan Pengetahuandan Sikap Cuci Tangan pada Siswa di SMK Muhammadiyah Kartasura

Authors

  • Sahasika Apta Kirana Universita Muhammadiyah Surakarta, Indonesia
  • Dwi Linna Suswardany Universita Muhammadiyah Surakarta , Indonesia

Keywords:

Covid-19, Hand wash, Education, Knowledge, Attitude

Abstract

SARS-CoV-2 or COVID-19 is transmitted through close contact exposure or direct transmission from asymptomatic, asymptomatic, or symptomatic individuals who contain the virus. So preventive measures are needed, such as washing hands properly. Hand hygiene is a barrier to transmission through objects or materials that allows transmission with a lower risk. The research method used is quantitative with a quasi-experimental type of research. In the research, a pretest and posttest were carried out to determine the extent of knowledge and attitudes before and after being given education. The results of the research showed that there was a change in the knowledge and attitude values of Muhammadiyah Kartasura Vocational School students so the education provided had an influence on the knowledge and attitudes of Kartasura Muhammadiyah Vocational School students

Sahasika Apta Kirana1, Dwi Linna Suswardany2

1Universita Muhammadiyah Surakarta

2Universita Muhammadiyah Surakarta

*d.linna.suswardany@ums.ac.id

PENDAHULUAN

Covid-19 berdampak pada beberapa negara dari segi ekonomi maupun kesehatan. Tahun 2020 penyakit Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 pertama kali dilaporkan di Wuhan China diikuti dengan munculnya kasus positif pertama di Indonesia dengan gejala batuk, demam dan sesak nafas pada maret 2020 akhirnya Organisasi Kesehatan Dunia memberi nama Coronavirus Disease 2019(COVID-19) (Gorbalenya et al., 2020; (Kemenkes RI, 2020)). Adanya  virus SARS CoV-2(Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2) memberikan gejala yang berat pada sistem pernafasan hal yang sama terjadi pada tahun 2002 dan 2012 berasal dari hewan liar yang akhirnya dapat masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi manusia(Andersen   et   al., 2020).

Angka kejadian penyakit akibat Cara utama penularan SARS-CoV-2 adalah melalui paparan tetesan pernapasan yang membawa virus menular dari kontak dekat atau penularan langsung dari individu yang tidak menunjukkan gejala, tanpa gejala, atau bergejala yang mengandung virus(Sharma A., et al). Covid-19 di dunia pada tanggal 8 Mei 2020 mencapai 3.679.499 orang dengan angka kematian 254.199 orang di 215 negara (WHO, 2020).

Provinsi Jawa Tengah memiliki total kasus positif Covid-19 sebanyak 148.892 kasus, 13.795 kasus meninggal, 139.008 kasus sembuh atau selesai isolasi. Sedangkan Kabupaten Sukoharjo terdapat 14.984 kasus positif Covid-19, sebanyak 1.549 meninggal dan 13.386 kasus sembuh(Satgas COVID-19, 2021)

Himbauan Pemerintah kepada Masyarakat untuk melakukan berbagai Langkah pencegahan, Langkah tersebut meliputi melakukan physical distancing, menggunakan masker, rutin mencuci tangan, meningkatkan daya tahan tubuh dan mejaga Kesehatan. Ada banyak orang berpikitr bahwa mencuci tangan sesering mungkin akan membuang waktu. Padahal sejumlah virus dan bakteri dapat bertahan hidup di permukaan benda dalam waktu yang lama. Hal tersebut menjadikan cuci tangan penting dilakukan, terutama dalam masa pandemi Covid-19. Meskipun tangan terlihat bersih masih ada kemungkinan untuk tertular penyakit, virus, bakteri dan parasit yang merupakan organisme mikroskopik yang tak kasat mata (Shiddiq, 2021).

Sebuah penelitian QMRA juga mengevaluasi efektivitas langkah-langkah pencegahan yang mengurangi risiko penularan fomite dan menemukan bahwa kebersihan tangan dapat secara signifikan mengurangi risiko penularan SARS-CoV-2 dari permukaan yang terkontaminasi, sementara disinfeksi permukaan yang dilakukan sekali atau dua kali sehari dapat mengurangi risiko penularan virus. dampaknya kecil dalam mengurangi perkiraan resiko(Pitol, 2020)

Cuci tangan adalah salah satu Tindakan membersihkan tangan dengan air mengalir dan sabun yang berbasis alkohol, mencuci tangan selalu dilakukan karena kuman tersebar dimana-mana dan tak kasat mata, sakit bisa disebabkan respon tubuh dalam melawan serangan bakteri dan virus lainnya yang masuk ke dalam tubuh, maka dari itu satu-satunya cara yang efektif untuk hidup sehat dengan mencuci tangan dengan baik dan benar.(Shiddiq, 2021).

Kebersihn tangan merupakan penghalanga penularan melalui benda atau bahan yang memungkinkan penularan dengan resiko yang lebih rendah (Doung-Ngern.et, al 2021)

Dalam penelitian yang dilakukan Wahyuni dengan responden berbagai tingkat Pendidikan, yaitu SMA, DIII dan S1 diketahui bahwa (64%) responden memiliki pengetahuan yang baik, dan masih ada (36%) responden yang memiliki pengetahuan yang buruk(Wahyuni, 2021).

Edukasi Kesehatan berpengaruh pada peningkatan pengetahuan maupun sikap dalam pencegahan Covid-19. Penelitian pendahulu Lutfi et., al. (2021) menyebutkan bahwa edukasi berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan secara signifikan. Penelitian lainnya menyebutkan edukasi menggunakan video terbukti meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa Madrasah Ibtidaiyah Kota Bengkulu oleh Ramadhan dkk. Terlebih lagi peningkatan pengetahuan hanya terdapat perubahan 5,4%(Kaim, et., al. 2020) diperkuat dengan sebanyak 31% yang memiliki sikap yang buruk mencuci tangan dari edukasi yang dilakukan Zukmadini dkk.

Negara China memiliki empati yang tinggi dan nasionalisme sebagai dasar solidaritas, biaya yang dikeluarkan untuk penanggulangan pandemi sangat besar mencapai 1000.000 yuan jika dirupiahkan kurang lebih 2 milyar yang melahirkan solidaritas nasionalisme dan rumah sakit yang dibangun dengan waktu kurang lebih satu minggu dikhususkan untuk penderita Covid-19(Yeohphantong & Shih, 2021)

Berdasarkan uraian yang disajikan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Pengaruh Edukasi Covid-19 Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Di SMK Muhammadiyah dengan menambahkan unsur bela negara dan sikap kesalehan..

METODE

Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experimental. Dalam penelitian dilakukan pre test(tahap awal) dan post test(tes akhir) pada subjek untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan sikapsetelah diberikan edukasi mengenai pencegahan Covid-19. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Muhammadiyah Kartasura sebanyak 100 siswa yang dilaksanakan pada Oktober 2021, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan perhitungan statistik umus Lameshow, dkk jadi besar sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 20 siswa di SMK Muhammadiyah Kartasura, Teknik pengambilan sampel yang dilakukan yaitu Simple random sampling, dimana pengambilan sampel dilakukan acak kelas lalu didapatkan 2 kelas yang terpilih menjadi sampel, pengolahan Sebagai sarana analisis data menggunakan editing, coding, data entry dan cleaning data.

Analisis yang dilakukan dengan uji normalitas data dengan uji Kolmogorof Smirnof. Data yang didapat diolah dan dianalisa, apabila data berdistribusi normal maka menggunakan uji paired sample T-test. Jika data berdistribusi tidak normal menggunakan uji Wilcoxon

HASIL

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 35 responden yang diberikan perlakuan edukasi yang sama, karakteristik responden disajikan pada tabel 1 dibawah ini.

Karakteristik Responden Variabel
Jumlah

Persentase

(%)

Usia
15 19 54,4%
16 14 40%
17 2 5,7%
Jenis Kelamin
Laki-laki 15 43,9%
Perempuan 20 57,1%
Table 1. Distribusi karakteristik responden

Berdasarkan tabel 1 diatas menunjukkan bahwa mayoritas responden penelitian berusia 15 tahun sebanyak 19 responden (54,4%), berdasarkan jenis kelamin mayoritas Perempuan sebanyak 20 responden (57,1%). Untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kepada responden makan dilakukan pretes dan postest.

Keterangan

Jumlah

(f)

Persentase

(%)

Pretest
Kurang 14 40%
Cukup 12 34,3%
Baik 9 25,7%
Posttest
Kurang 9 25,7%
Cukup 6 17,1%
Baik 20 57,1%
Table 2. Distribusi tingkat pengetahuan responden

Berdasarkan tabel 2 diatas menunjukkan bahwa hasil pretest sebelum pemberian edukasi mengenai cuci tangan yang baik dan benar mendapatkan hasil 25,7% yang dikategorikan pengetahuan baik sebanyak 9 responden, yang artinya pengetahuan siswa mengenai cuci tangan yang baik dan benar masih kurang. Namun pada postest setelah diberikan edukasi pencegahan Covid-19 pengetahuan cuci tangan yang baik dan benar didapatkan sebanyak 57,1% responden dengan kategori baik yang dimana ada perubahan yang signifikan setelah diberikan edukasi pencegahan Covid-19 mengenai cuci tangan yang baik dan benar.

Keterangan

Jumlah

(f)

Persentase

(%)

Pretest
Kurang - -
Cukup 26 74,3%
Baik 9 25,7%
Posttest
Kurang - -
Cukup 6 17,1%
Table 3. Distribusi sikap kesalehan responden

Berdasarkan tabel 3 diatas menunjukkan bahwa sikap kesalehan sebelum diberikan edukasi dalam mencuci tangan yang baik dan benar didasari kesalehan mendapatkan hasil 74,3% yang dikategorikan cukup sebanyak 26 orang, dapat diartikan bahwa sikap siswa SMK Muhammadiyah dalam penerapan edukasi pencegahan Covid-19 mencuci tangan yang baik dan benar didasari dengan kesalehan sudah cukup namun, belum baik. Setelah dibeikan edukasi mengenai cuci tangan dengan baik dan benar didasari dengan kesalehan sebanyak 82,9% responden dengan kategori baik dimana ada perubahan yang signifikan setelah diberikan edukasi mengenai cuci tangan yang baik dan benar.

Keterangan

Jumlah

(f)

Persentase

 (%)

Pretest
Kurang - -
Cukup 24 68,6%
Baik 11 31,4%
Posttest
Kurang - -
Cukup 4 11,4%
Baik 31 88,6%
Table 4. Distribusi sikap didasari bela negara responden

Berdasarkan tabel 4 diatas menunjukkan bahwa sikap sebelum diberikan edukasi pencegahan Covid-19 didasari bela negara

dalam mencuci tangan yang baik dan benar mendapatkan hasil 31,4% yang dikategorikan baik sebanyak 11 orang, dapat diartikan bahwa sikap siswa SMK Muhammadiyah dalam penerapan mencuci tangan yang baik dan benar didasari dengan bela negara cukup. Setelah dibeikan edukasi mengenai pencegahan Covid-19 cuci tangan dengan baik dan benar didasari dengan bela negara sebanyak 88,6% responden dengan kategori baik dimana ada perubahan yang signifikan setelah diberikan edukasi pencegahan Covid-19 mengenai cuci tangan yang baik dan benar yang didasari bela negara.

Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan Kosasih (2018), dimana terdapat pengaruh signifikan secara signifikan berbeda antara pretest dan post test tentang pengetahuan mengenai bahaya rokok. Hal ini menujukan bahwa edukasi kesehatan sangatlah diperlukan bagi siswa untuk updating pengetahuan mereka serta untuk merubah sikap mereka

PEMBAHASAN

Pada kelompok intervensi edukasi pengetahuan mengenai pencegahan Covid-19 mengalami peningkatan skor pengetahuan pre-test yang awal penelitian mempunyai kategori baik 9 responden (25,7%), kategori cukup 12 responden (34,3%), kategori kurang 14 responden (40%) meningkat menjadi 20 responden (57,1%) dengan kategori baik, 6 responden(17,1%) kategori cukup dan 9 responden(25,7%) dengan kategori kurang. Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan Kosasih (2018), dimana terdapat pengaruh signifikan secara signifikan berbeda antara pretest dan post test tentang pengetahuan mengenai bahaya rokok. Hal ini menujukan bahwa edukasi kesehatan sangatlah diperlukan bagi siswa untuk updating pengetahuan mereka serta untuk merubah sikap mereka.

Tabel 3 menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan edukasi pencegahan Covid-19 yang didasari dengan kesalehan pada sikap mencuci tangan pada responden. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Enindelestari bahwa edukasi mempengaruhi sikap SMAN 14 Bombana secara signifikan sikap tentang Covid-19. (Enindelastri, E., & Kusnan, A, 2021).

Tabel 4 menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan edukasi pencegahan Covid-19 didasari dengan sikap bela negara pada sikap mencuci tangan Siswa SMK Muhammadiyah Kartasura, hasilnya sejalan dengaan penelitian yang dilakukan Muh. Arfah, edukasi yang dilakukan mengenai pencegahan Covid-19 memiliki peningkatan yang signifikan. (Asrina, 2020).

KESIMPULAN DAN SARAN

Hasil dari tingkat pengetahuan siswa SMK Muhammadiyah Kartasura sebelum(pretest) diberikan edukasi pencegahan Covid-19 didapatkan hasil mayoritas kurang 14 siswa (40%) setelah(post test) didapatkan mayoritas baik 20 siswa (57,1%) terdapat kenaikan secara signifikan. Hasil dari sikap kesalehan siswa SMK Muhammadiyah Kartasura sebelum(pretest) diberikan edukasi pencegahan Covid-19 didasarkan dengan kesalehan didapatkan hasil mayoritas cukup 26 siswa (74,3%) setelah(post test) didapatkan mayoritas baik 29 siswa (82,9%) terdapat kenaikan secara signifikan. Hasil dari sikap cuci tangan siswa SMK Muhammadiyah Kartasura sebelum(pretest) diberikan edukasi pencegahan Covid-19 didasarkan bela negara didapatkan hasil mayoritas kurang 24 siswa (84,6%) setelah(post test) didapatkan mayoritas baik 31 siswa (88,6%) terdapat kenaikan secara signifikan Edukasi memiliki pengaruh terhadap pengetahuan dan sikap siswa SMK Muhammadiyah Kartasura, terdapat perbedaan signifikan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah edukasi pencegahan Covid-19 yang didasari kesalehan dan bela negara.

Saran dalam penelitian ini adalah peningkatan pemberian edukasi dari petugas kesehatan yang berwenang yang bekerja sama dengan pihak SMK Muhammadiyah Kartasura. Diharapkan agar Siswa mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap pencegahan Covid-19 dengan mencuci tangan, mengingat banyak manfaat yang diberikan bukan hanya dalam pencegahan Covid-19.

DAFTAR PUSTAKA

Gorbalenya, A. E., Baker, S. C., Baric, R. S., de Groot, R. J., Drosten, C., Gulyaeva, A. A., ... & Ziebuhr, J. (2020). Severe acute respiratory syndrome-related coronavirus: The species and its viruses–a statement of the Coronavirus Study Group. BioRxiv.

Andersen, K. G., Rambaut, A., Lipkin, W. I., Holmes, E. C., & Garry, R. F. (2020). The proximal origin of SARS-CoV-2. Nature medicine, 26(4), 450-452.

WHO.2020.Pertanyaan jawaban terkait COVID-19 untuk publik. (n.d.). Retrieved April 28, 2020, from https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public.

Shiddiq, A. F. (2021). kewajiban warga negara untuk hidup sehat dengan cuci tangan.

Wahyuni. (2021). Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Masyarakat Kelurahan Lompo Riaja(Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Makassar).

Luthfi, A. H., Khairunnas, K., Fitri, S. M., & Zakiyuddin, Z. (2021). PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN COVID-19 PADA SISWA SDN PEUNAGA KEC. MEUREUBO KAB. ACEH BARAT. Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Jurmakemas), 1(2), 97-109.

Kaim, A., Jaffe, E., Siman-Tov, M., Khairish, E., & Adini, B. (2020). Impact of a brief educational intervention on knowledge, perceived knowledge, perceived safety, and resilience of the public during COVID-19 crisis. International journal of environmental research and public health, 17(16), 5971.

Yeophantong, P., & Shih, C. Y. (2021). A Relational Reflection on Pandemic Nationalism. Journal of Chinese Political Science, 26(3), 549-572.

Pitol A. K., Julian T. R. Community transmission of SARS-CoV-2 by fomites: Risks and risk reduction strategies. Environmental Science and Technology Letters. 2020 [PubMed] [Reference list]

Kosasih, C. E., Solehati, T., & Lukman, M. (2018). Pengaruh Edukasi Kesehatan Bahaya Rokok Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Kesehatan, 11(1), 1-8.

Doung-Ngern P., Suphanchaimat R., Panjangampatthana A., Janekrongtham C., Ruampoom D., Daochaeng N., Eungkanit N., Pisitpayat N., Srisong N., Yasopa O., Plernprom P., Promduangsi P., Kumphon P., Suangtho P., Watakulsin P., Chaiya S., Kripattanapong S., Chantian T., Bloss E. Case-Control Study of Use of Personal Protective Measures and Risk for SARS-CoV 2 Infection, Thailand. Emerging Infectious Diseases. 2020;26(no. 11):2607–2616. vol. pp. [PMC free article] [PubMed] [Reference list]

Sharma A, Ahmad Farouk I, Lal SK. COVID-19: A Review on the Novel Coronavirus Disease Evolution, Transmission, Detection, Control and Prevention. Viruses. 2021 Jan 29;13(2) [PMC free article] [PubMed] [Reference list]

Satgas COVID-19. (2021). Monitoring Pemantauan Protokol Kesehatan di Wilayah Indonesia, Jakarta.

Enindelastri, E., & Kusnan, A. (2021). PENGARUH EDUKASI MELALUI MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMAN 14 BOMBANA TENTANG COVID 19. NURSING UPDATE: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN: 2085-5931 e-ISSN: 2623-2871, 12(4), 67-77.

Asrina, A. (2020). Pengaruh Edukasi Terhadap Sikap Pengurus Osis Sebagai Peer Educator Pencegahan Covid-19 Di Sma Negeri 4 Maros Tahun 2021.

Published

2023-12-10

Versions

How to Cite

Kirana, S. A., & Suswardany, D. L. (2023). Pengaruh Edukasi Pencegahan COVID-19 terhadap Peningkatan Pengetahuandan Sikap Cuci Tangan pada Siswa di SMK Muhammadiyah Kartasura. Health Information : Jurnal Penelitian, 15(2), e1335. Retrieved from https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/hijp/article/view/1335

Issue

Section

Journal Supplement

Citation Check