Sangkaan Fraktur 1/3 Distal di Rumah Sakit Umum Haji Medan

Authors

  • Liberti Tarigan Akademi Teknik Radiodiagnostik Dan Radioterapi Yayasan Sinar Amal Bhakti Medan, Indonesia, Indonesia
  • Justinus Tambunan Akademi Teknik Radiodiagnostik Dan Radioterapi Yayasan Sinar Amal Bhakti Medan, Indonesia, Indonesia

Keywords:

Os Femur, Fraktur 1/3 Distal, Computed Radiograpy (CR)

Abstract

Os Femur radiography with suspected distal 1/3 fracture to show the fracture and abnormalities found in the Os Femur. The femur has the function of supporting and supporting the body, as a place of attachment for large muscles, and as a place for the production of red blood cells in the bone marrow. Fractures of the Os Femur are more often caused by forced injuries which often occur in traffic accidents where the patient experiences decreased consciousness and active bleeding occurs. At this writing, the examination projections used are Antero-Posterior and Lateral projections. The aircraft used by General X-Ray uses 200 mA. Image recording using Computed Radiography (CR). This research was conducted at the Haji Medan General Hospital with qualitative and descriptive research. Data collection was carried out by interviews, documentation and direct photography in the field. The conclusion from the results of the X-ray examination of the femur is a diaphyseal fracture of the distal 1/3 of the femur in the contrast position, the alignment is not good, which is shown using Antero-Posterior and Lateral projections and using Computed Radiography (CR) film processing so as to provide clear image results. optimal for diagnosing diseases and disorders.

PENDAHULUAN

Os femur adalah tulang terpanjang dan terberat dari tubuh. Os femur terdiri dari bagian proksimal, corpus dan distal (Stephanie, 2019). Os Femur memiliki  fungsi  untuk menyokong  berat  badan,  memelihara  sikap tegak tubuh manusia, menahan gaya tarikan  dan  gaya  tekanan  yang terjadi  pada tulang,  dapat  menjadi  kaku  dan  lentur (Whelan et al., 2019).

Fraktur adalah terputusnya kontuinitas atau  kesinambungan  tulang  atau  tulang rawan  yang  umumnya  disebabkan  oleh ruda paksa (Torrecillas & Meier, 2020b;Lestari et al., 2018). Fraktur tidak selalu disebabkan oleh  trauma  yang  berat,  kadang-kadang trauma  ringan  saja  dapat  menimbulkan fraktur bila tulangnya sendiri terkena penyakit  tertentu  (Patel et al., 2023).  Fraktur pada  Os  Femur  lebih  sering  disebabkan oleh ruda paksa yang sering terjadi pada kecelakaan lalu lintas dimana pasien mengalami  penurunan  kesadaran  dan  terjadi perdarahan aktif(Torrecillas & Meier, 2020a;Tamura et al., 2019). Oleh sebab itu, dibutuhkan  pemeriksaan  secara  radiografi  yang dapat memperlihatkan  anatomi  serta  kelainan-kelainan yang terjadi pada Os Femur (Dollo et al., 2020;Reski & Sugianto, 2022).

Proyeksi  yang penulis  lakukan  adalah proyeksi Antero-Posterior dan Lateral, Pesawat Rontgen yang digunakan General X-Ray dengan menggunakan 200 mA. Pencatatan gambaran menggunakan Computed Radiography (CR) (Lake et al., 2021;Elmore et al., 2018).

Dari  latar  belakang  masalah  tersebut, maka penulis menguraikan salah satu kelainan pada Os Femur sesuai dengan judul karya tulis “Os Femur Dengan Sangkaan Fraktur 1/3 distal di RS Umum Haji Medan”.

METODE

Jenis penelitian yang dilakukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini adalah   jenis   penelitian   kualitatif   dan deskriptif (Meyer et al., 2020;Ariza et al., 2020).  Penelitian  kualitatif  adalah suatu pendekatan yang juga disebut investigasi      karena biasanya penelitian mengumpulkan  data  dengan  cara  bertatap  muka  langsung  dan  berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian (Liscyaningsih et al., 2023;Purba, 2022). Penelitian deskriptif adalah salah satu cara penelitian dengan menggambarkan serta  menginterpretasikan suatu  objek  sesuai  dengan  kenyataan yang ada, tanpa berlebih-lebihan.

Waktu Penelitian dilakukan pada bulan April 2022 dengan tempat Penelitian di Instalasi Radiologi RSU Haji Medan.

Teknik Pengumpulan Data

Untuk  mendapatkan  data-data  dengan benar  dalam  penyusunan  karya  tulis ilmiah ini, penulis melakukan :

  1. Pengalaman belajar selama perkuliahan. Dengan   mempelajari materi-materi selama perkuliahan dan pengalaman yang diterima oleh penulis selama praktik di beberapa Rumah Sakit.
  2. Wawancara, yaitu penulis melakukan konsultasi dengan radiographer, dalam berkaitan dengan subjek penelitian dan memperoleh data-data yang diinginkan tentang pemeriksaan Os Femur dengan sangkaan Fraktur 1/3 distal (Long et al., 2019).
  3. Dokumentasi, yaitu penulis mengumpulkan film dan mendokumentasikan hasil baik normal maupun yang ada kelainan khususnya pada Os Femur yang mengalami  Fraktur 1/3 distal.

Analisa Hasil

Data yang diperoleh pada pemeriksaan ini adalah data kualitatif, yaitu data yang berhubungan dengan kategori karakteristik atau sifat variabel, data ini berupa  kalimat  pernyataan  serta  gambaran. Analisis kualitatif  ini dimulai dengan pengamatan secara langsung terhadap jalannya pemeriksaan os femur dengan sangkaan fraktur di instalasi radiologi Rumah Sakit Umum Haji Medan.

Dari  hasil  pengamatan  penulis menemukan masalah  yang melatar belakangi pengambilan judul karya tulis ilmiah ini untuk memecahkan masalah yang ditemukan maka penulisan melakukan wawancara untuk mengambil  data  yang  berkaitan  dengan  latar belakang  permasalahan  kepada radiografer yang  berkaitan  dengan  subyek masalah (Stirling et al., 2022).

Hasil dari data-data tersebut kemudian diolah  dengan  collecting  data  terlebih dahulu, hasilnya ditranskip dan disalin dalam bentuk ketikan. Setelah collecting data, maka dilanjutkan dengan reducting untuk mendapatkan data yang lebih valid (Nelson et al., 2018). Tujuannya adalah untuk memudahkan pengelompokkan informasi  data  sehingga  lebih mudah dalam menarik kesimpulan.

HASIL

Identitas Pasien

Dalam  melaksanakan  suatu  pemeriksaan  perlu  diketahui  identitas  pasien dengan jelas yang berguna untuk mengidentifikasi  pasien  yang  satu  dengan pasien yang lainnya sehingga lebih mudah  dalam  melakukan  suatu  pemeriksaan  dan  untuk  mencegah  terjadinya kesalahan data pasien yang satu dengan pasien yang lain (Cutaia et al., 2021).

Dalam kesempatan ini penulis melakukan  penelitian pemeriksaan Os Femur  dengan  sangkaan  1/3  distal  di Instalasi Radiologi RS Umum Haji Medan dengan identitas pasien yang meliputi:

Nama An. KA
Usia (Tahun) 10
Jenis Kelamin Laki-laki
Tanggal Pemeriksaan 02 Februari 2022
Jenis Pemeriksaan Femur Kanan AP Lateral
Asal Pasien IGD
Table 1. Karakteristik Responden

Prosedur Pemeriksaan

Pasien  kecelakaan  lalu  lintas  dengan kondisi non kooperatif terbaring di atas brangkard datang dari ruangan Instalasi Gawat  Darurat  ke  Instalasi  Radiologi didampingi keluarga dan perawat dengan membawa  surat  permintaan pemeriksaan radiografi femur dari dokter (Lee et al., 2023).

Setelah itu perawat Instalasi Gawat Darurat  dan  pihak  keluarga  dari  pasien memberikan surat permintaan radiologi ke petugas radiologi, petugas radiologi membaca surat permintaan pemeriksaan radiologi tersebut dan mengidentifikasi pasien dengan menuliskan identitas pasien pada buku registrer radiologi dan amplop hasil sesuai dengan data yang tertulis pada surat permintaan pemeriksaan radiologi. Setelah itu petugas radiologi memanggil pasien  dan pihak keluarga untuk masuk ke ruangan pemeriksaan dan memberikan pengarahan kepada pasien dan keluarga pasien terhadap suatu pemeriksaan yang akan dilakukan (Tanaka et al., 2022).

Persiapan Pasien

Pada pemeriksaan radiografi Os femur dengan sangkaan fraktur 1/3 distal tidak diperlukan persiapan khusus, upayakan agar pasien senyaman mungkin dan dapat diajak bekerja sama dalam melakukan pemeriksaan.

Persiapan Alat dan Kelengkapan Radiografi

Sebelum tindakan radiografi dilakukan, terlebih dahulu pesawat rontgen dihidupkan dan alat siap pakai setelah itu atur kondisi pemotretan sesuai dengan besarnya objek yang akan difoto (d’Ovidio et al., 2020).

Adapun persiapan alat pemeriksaan Os Femur  dengan  sangkaan  Fraktur  1/3 distal di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Haji Medan adalah sebagai berikut :

Pesawat  Rontgen  Generel  X– Ray merk SIEMENS

Adapun data-data Pesawat Rontgen General X– Ray  yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

Merek Pesawat Rontgen SIEMENS
Tipe Pesawat OPTITOP150/40/80H C-100
Nomor Seri Pesawat 10893488
Pelayanan Pesawat Radiografi
Waktu Ekpose 0,02-5 detik
mAs range 50-500 mA
Frekuensi 50-60 Hz
Table 2. Karakteristik Pesawat Rontgen

Figure 1. Pesawat Rontgen General X-ray Unit (Rumah Sakit Umum Haji Medan)

Perlengkapan Radiografi

  1. Kaset Computed Radiography ukuran 35x40 cm
  2. Alat proteksi radiasi berupa apron
  3. Alat-alat confortable
  4. Teknik pemeriksaan

Pemeriksaan Os Femur dengan sangkaan Fraktur 1/3 distal      di  RS Umum Haji  Medan menggunakan pesawat General Purpose X–Ray, menggunakan  proyeksi  yaitu Antero Posterior dan Lateral (Sipahutar, 2021).

Proyeksi Antero-Posterior

Tujuan : Untuk memperlihatkan gambaran radiografi os femur atau struktur femur dengan jelas. Posisi  Pasien  : Tempatkan pasien dengan posisi supine di atas tempat tidur pasien.Posisi objek : Os Femur yang akan difoto   diletakkan     diatas   kaset dengan  true AP,  jik tidak dapat maka pada proyeksi ini dimasukkan hip joint saja.

Arah Sinar Vertikal dan tegak lurus terhadap film
Pusat Sinar Pada pertengahan OS Femur yang akan difoto
Jarak Fokus ke Film 90 cm
Kondisi Penyinaran 58 kV, 10 mAs
Kaset dan Film 35 cm x 40 cm
Kriteria Gambar Tampak gambar antero-posterior dari os femur dengan jelas, Tampak caput femoris, Tampak  colum  femoris,  Tampak gambaran trochanter mayor, Tampak gambaran trochanter minor
Table 3. Proyeksi Antero-posterior

Figure 2. Hasil foto rontgen Os Femur proyeksi Antero Posterior

Proyeksi Lateral

Tujuan   : Untuk   memperlihatkan gambaran Os Femur dari sisi lateral Posisi  Pasien  :  Tempatkan  pasien dengan posisi supine   diatas tempat tidur pasienPosisi Objek : Bagian paha yang sakit  di  fleksikan  sebisa  mungkin, kemudian tempatkan paha bagian kiri (yang tidak sakit) dalam keadaan lurus (Rochmayanti et al., 2023). Posisi os femur berada dalam pertengahan kaset,tempatkan  knee joint masuk kedalam kaset.

Arah Sinar Vertikal dan tegak lurus terhadap film
Pusat Sinar Pada pertengahan OS Femur yang akan difoto
Jarak Fokus ke Film 90 cm
Kondisi Penyinaran 58 kV, 10 mAs
Kaset dan Film 35 cm x 40 cm
Kriteria Gambar Tampak gambaran os femur dari sisi lateral, Tampak gambaran knee joint, Tampak chanter  minor, Tampak corpus femoris, Tampak patella
Table 4. Proyeksi Lateral

Figure 3. Hasil foto rontgen Os Femur proyeksi Lateral

Pencucian film dilakukan dengan computed radiografi dengan tahapan sebagai berikut Setelah penulis melakukan pemotretan terhadap pasien dengan diagnose fraktur 1/3 distal, maka kaset yang sudah diekspose tersebut dibawa dan dimasukkan kedalam image reader unit, proses  yang  dilakukan  adalah  kaset (yang menggunakan  imaging  plate) yang sudah di ekspose tadi dimasukkan ke  dalam  image  reader  unit,  dengan lasser  scanner  hasil  ekspose  pada  IP akan dibaca dan dirubah menjadi signal digital yang selanjutnya ditampilan pada monitor, setelah itu gambaran bisa diperbaiki  maka  siap  untuk  di  cetak, atau  gambar  dapat  di  simpan  dalam bentuk Hard disk, floppy disk dan alat media penyimpanan lainnya (Hyperastuty et al., 2021).

Hasil ekspertise

Kriteria gambar :

  • Pada proyeksi anterior posterior
    • Tampak gambaran badan (corpus) dari os femur
    • Tampak gambaran 1/3 distal dengan jelas
    • Tampak gambaran fraktur 1/3 distal dengan jelas
    • Tampak gambaran trochanter mayor dan trochanter minor Pada proyeksi lateral
    • Tampak gambaran os femur dari sisi lateral
    • Tampak gambaran trochanter minor
    • Tampak gambaran fraktur 1/3 distal dengan jelas
    • Tampak gambaran knee joint
  • Adapun  hasil  yang  dapat  di  interpretasikan adalah sebagai berikut :
    • Proyeksi   yang   digunakan   adalah proyeksi  anterior-posterior(AP) dan lateral
    • Detail gambar cukup
    • Ketajaman gambar baik
    • Densitas gambar cukup
    • Tampak  adanya  fraktur  diafise  Os femur dextra 1/3 distal
    • Posisi kontrasionem, alignment tidak baik.

Hasil bacaan foto radiografi os femur dengan sangkaan fraktur 1/3 distal dari dokter radiologi adalah sebagai berikut : Kesimpulan:  fraktur  diafise  Os  femur dextra1/3 distal, Posisi alignment tidak baik.

Pembahasan

Rumusan Masalah

Setelah mengamati  dan mempelajari pemeriksaan radiografi Os Femur dengan  sangkaan  Fraktur  1/3  distal, maka penulis mengidentifikasi perumusan masalah yaitu : “Apa upaya yang dapat dilakukan untuk mendapatkan gambaran radiografi Os Femur dengan sangkaan Fraktur 1/3 distal secara optimal?”

Penyebab Masalah

Adapun penyebab masalah yg dihadapi penulis pada pelaksanaan radiografi os femur dengan sangkaan fraktur 1/3 distal  untuk menghasilkan gambaran yang akurat adalah :

  1. Sulitnya  pengaturan     posisi   objek, terutama pada proyeksi lateral karena rasa sakit yang dideritannya
  2. Tidak kooperatifnya pasien pada saat melakukan pemeriksaan sehingga menimbulkan pergerakan yang dapat menimbulkan kualitas gambar
  3. Upaya yang Dilakukan Untuk Menga- tasi Masalah

Adapun  upaya  yang  dilakukan  oleh penulis untuk mengatasi masalah yang timbul   pada   radiografi   Os   Femur dengan sangkaan fraktur 1/3 distal adalah :

  1. Aspek Proyeksi untuk memperlihatkan hasil gambar yang  optimal  pada  kasus  pemeriksaan  Radiografi  Os  Femur  dengan sangkaan fraktur 1/3 distal dilakukan dengan  proyeksi  Anterior-Posterior dan Lateral (Nordio et al., 2018).
  2. Aspek Pasien dikarekanak  pasien  anak-anak  dan tidak kooperatif diakibatkan rasa sakit  yang  diderita  maka  diperlukan bantuan keluarga pasien untuk memperlancar jalannya pemeriksaan (Tamura et al., 2018).
  3. Aspek Radiografer  sebelum dilakukan pemeriksaan radiographer menjelaskan keluarga  pasien  tentang pemeriksaan yang  akan supaya berjalan  dengan  lancer  dan tidak terjadi pengulangan foto.
  4. Aspek Kenyaman pasien untuk  memberikan rasa kepada pasien maka diperlukan alat comfortable seperti spons (karet  busa), dan pillow (Crivelli et al., 2021).
  5. Aspek Pencatatan Gambar pada pemeriksaan Os Femur dengan sangkaan fraktur 1/3 distal ini pencatatan gambar dengan menggunakan   Computed   Radiography (CR) karena lebih efisien.

KESIMPULAN

Setelah  dilakukan  pemeriksaan  radiografi Os Femur dengan sangkaan fraktur 1/3 distal di Instalasi Radiologi RS Umum  Haji Medan,  maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Kerja sama yang baik antara radio- grafer dan keluarga pasien mempelancar jalannya pemeriksaan.
  2. Kenyamanan  pasien     memperlancar jalannya pemeriksaan
  3. Membatasi luas lapangan penyinaran
  4. Pada  radiografi  Os  Femur  dengan sangkaan fraktur 1/3 distal proses pencatatan  gambar  yang  digunakan adalah  dengan menggunakan computer radiografi (CR).

Saran  yang dapat penulis  kemukakan sehubungan dengan pemeriksaan Os Femur dengan sangkaan fraktur 1/3 distal antara lain :

  1. Sebelum dilakukan pemeriksaan sebaiknya radiografer menjelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada  keluarga  pasien  untuk  memperlancar jalannya pemeriksaan
  2. Sebaiknya diruangan radiologi di sediakan  alat-alat  confortable  seperti, pillow dan karet busa. Untuk memberikan ketajaman gambar  sebaiknya  lapangan  penyinaran itu harus dibatasi sesuai dengan objek yang diperiksa menggunakan  faktor  eksposi  yang tepat untuk menghindari pengulangan foto.

DAFTAR PUSTAKA

Ariza, R., Messah, A. D., Sinaga, F., Wahyudi, A., Pratama, S. A., & Annisa, I. (2020). Korelasi Gambaran Radiografi Toraks Dengan Karakteristik Klinis Pasien Terkonfirmasi Covid-19. Arteri: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1), 15–22. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.37148/Arteri.V2i1.140

Crivelli, J. J., Johnson, B. A., Steinberg, R. L., Gahan, J. C., Antonelli, J. A., Morey, A. F., Pearle, M. S., & Cadeddu, J. A. (2021). Clinical And Radiographic Outcomes Following Salvage Intervention For Ureteropelvic. International Braz J Urol, 47, 1209–1218.

Cutaia, G., Messina, M., Rubino, S., Reitano, E., Salvaggio, L., Costanza, I., Agnello, F., La Grutta, L., Midiri, M., Salvaggio, G., & Gargano, R. (2021). Caustic Ingestion: Ct Findings Of Esophageal Injuries And Thoracic Complications. Emergency Radiology, 28(4), 845–856. Https://Doi.Org/10.1007/S10140-021-01918-1

D’ovidio, D., Pirrone, F., Donnelly, T. M., Greco, A., & Meomartino, L. (2020). Ultrasound-Guided Percutaneous Antegrade Pyelography For Suspected Ureteral Obstruction In 6 Pet Guinea Pigs ( Cavia Porcellus ). Veterinary Quarterly, 40(1), 198–204. Https://Doi.Org/10.1080/01652176.2020.1803512

Dollo, V., Chambers, G., & Carothers, M. (2020). Endoscopic Retrieval Of Gastric And Oesophageal Foreign Bodies In 52 Cats. Journal Of Small Animal Practice, 61(1), 51–56. Https://Doi.Org/10.1111/Jsap.13074

Elmore, J. M., Cerwinka, W. H., & Kirsch, A. J. (2018). Assessment Of Renal Obstructive Disorders: Ultrasound, Nuclear Medicine, And Magnetic Resonance Imaging. In The Kelalis--King--Belman Textbook Of Clinical Pediatric Urolog. Crc Press.

Hyperastuty, A. S., Mukhammad, Y., & Sugeng, S. (2021). Analisis Uji Kesesuaian Pesawat Sinar X Radiografi Mobile Merk Drgem Topaz-40d Menggunakan X-Ray Multimeter Piranha. Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan), 6(1), 19–26.

Lake, M., Smoot, D., O’halloran, P., & Shortsleeve, M. (2021). A Review Of Optimal Evaluation And Treatment Of Suspected Esophageal Food Impaction. Emergency Radiology, 28(2), 401–407. Https://Doi.Org/10.1007/S10140-020-01855-5

Lee, M., Nagoda, E., Strauss, D., Loecher, M., Stifelman, M., Zhao, L., & Eun, D. (2023). Role Of Buccal Mucosa Graft Ureteroplasty In The Surgical Management Of Pyeloplasty Failure. Asian Journal Of Urology. Https://Doi.Org/10.1016/J.Ajur.2023.09.001

Lestari, E. P., Cahyadi, D. D., Novelina, S., & Setijanto, H. (2018). Pf-30 Anatomical Characteristic Of Hindlimb Skeleton Of Sumatran Rhino (Dicerorhinus Sumatrensis). Hemera Zoa.

Liscyaningsih, I. A. N., Fa’ik, M., & Felleaningrum, V. V. (2023). Difference In Radiograph Image Between Prints Directly On Cr Modality With Print Through Pacs. In 2022 ‘Aisyiyah International Conference On Health And Medical Sciences (A-Hms 2022) (Pp. 248–253). Atlantis Press. Https://Doi.Org/10.2991/978-94-6463-190-6_32

Long, B., Koyfman, A., & Gottlieb, M. (2019). Esophageal Foreign Bodies And Obstruction In The Emergency Department Setting: An Evidence-Based Review. The Journal Of Emergency Medicine, 56(5), 499–511. Https://Doi.Org/10.1016/J.Jemermed.2019.01.025

Meyer, T. J., Grunz, J.-P., Taeger, J., Rak, K., Hagen, R., Hackenberg, S., Voelker, J., & Scherzad, A. (2020). Systematic Analysis Of Button Batteries’, Euro Coins’, And Disk Magnets’ Radiographic Characteristics And The Implications For The Differential Diagnosis Of Round Radiopaque Foreign Bodies In The Esophagus. International Journal Of Pediatric Otorhinolaryngology, 132, 109917.

Nelson, M. J., Miller, F. H., Moy, N., Zalewski, A., Gonsalves, N., Gregory, D. L., & Hirano, I. (2018). Comparison Of Endoscopy And Radiographic Imaging For Detection Of Esophageal Inflammation And Remodeling In Adults With Eosinophilic Esophagitis. Gastrointestinal Endoscopy, 87(4), 962–968. Https://Doi.Org/10.1016/J.Gie.2017.09.037

Nordio, E. G., Tumanska, N. V, & Kichangina, T. M. (2018). Radiological Investigation Of The Urogenital System.

Patel, A., Schnoll-Sussman, F., & Gyawali, C. P. (2023). Diagnostic Testing For Esophageal Motility Disorders: Barium Radiography, High-Resolution Manometry, And The Functional Lumen Imaging Probe (Flip). In The Afs Textbook Of Foregut Disease (Pp. 269–278). Springer International Publishing. Https://Doi.Org/10.1007/978-3-031-19671-3_28

Purba, J. S. (2022). Teknik Radiografi Ossa Pelvis Dengan Sangkaan Fraktur Os Pubis Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi Kabupaten Karo. Ulil Albab: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(5), 1003–1008. Https://Journal-Nusantara.Com/Index.Php/Jim/Article/View/224

Reski, M. A., & Sugianto, I. (2022). Identifikasi Kesalahan Radiografi Periapikal Digital Teknik Bisecting: Literature Review. Sinnun Maxillofacial Journal, 4(02), 104–112. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.33096/Smj.V4i02.91

Rochmayanti, D., Abimanyu, B., Kurniawati, A., Santi, L. P. E., Trimorti, B., Kartikasari, Y., & Indrati, R. (2023). Image Improvement And Dose Reduction On Computed Tomography Mastoid Using Interactive Reconstruction. In Journal Of Big Data (Vol. 9, Issue 1, Pp. 103–116). Springeropen. Https://Doi.Org/10.1007/978-981-99-0248-4_8

Sipahutar, D. M. (2021). Pemeriksaan Buick Nier Overzicht Intra Venous Pyelografi (Bno-Ivp) Dengan Sangkaan Hidronefrosis Pada Pasien Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Jurnal Medika Radiologi, 3(1), 12–18. Https://Jmr.Jurnalsenior.Com/Index.Php/Jmr/Article/View/27

Stephanie Christina Sulaiman, N. (2019). Profil Tb Paru Mdr (Multidrug Resistant) Pada Radiografi Toraks (Studi Retrospektif Di Rsud Dr. Soetomo Surabaya September 2015–Maret 2018). Universitas Airlangga. Http://Lib.Unair.Ac.Id/

Stirling, A. D., Murphy, M. C., Murray, W. L., & Murray, J. G. (2022). Patient’s Posteroanterior Chest Radiographs Are Routinely Displayed At Different Sizes On Pacs: Cause And Prevalence. Clinical Imaging, 90, 59–62. Https://Doi.Org/10.1016/J.Clinimag.2022.07.010

Tamura, R., Tomio, R., Mohammad, F., Toda, M., & Yoshida, K. (2018). Analysis Of Various Tracts Of Mastoid Air Cells Related To Csf Leak After The Anterior Transpetrosal Approach. Journal Of Neurosurgery, 130(2), 360–367.

Tamura, R., Tomio, R., Mohammad, F., Toda, M., & Yoshida, K. (2019). Analysis Of Various Tracts Of Mastoid Air Cells Related To Csf Leak After The Anterior Transpetrosal Approach. Journal Of Neurosurgery, 130(2), 360–367. Https://Doi.Org/10.3171/2017.9.Jns171622

Tanaka, T., Shindo, T., Hashimoto, K., Kobayashi, K., & Masumori, N. (2022). Management Of Hydronephrosis After Radical Cystectomy And Urinary Diversion For Bladder Cancer:, 1046–1053. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.1111/Iju.14970

Torrecillas, V., & Meier, J. D. (2020a). History And Radiographic Findings As Predictors For Esophageal Coins Versus Button Batteries. International Journal Of Pediatric Otorhinolaryngology, 137, 110208.

Torrecillas, V., & Meier, J. D. (2020b). History And Radiographic Findings As Predictors For Esophageal Coins Versus Button Batteries. International Journal Of Pediatric Otorhinolaryngology, 137(5), 110208. Https://Doi.Org/10.1016/J.Ijporl.2020.110208

Whelan, R., Shaffer, A., & Dohar, J. E. (2019). Button Battery Versus Stacked Coin Ingestion: A Conundrum For Radiographic Diagnosis. International Journal Of Pediatric Otorhinolaryngology, 126, 109627. Https://Doi.Org/10.1016/J.Ijporl.2019.10962

Author Biography

Justinus Tambunan, Akademi Teknik Radiodiagnostik Dan Radioterapi Yayasan Sinar Amal Bhakti Medan, Indonesia

Akademi Teknik Radiodiagnostik Dan Radioterapi Yayasan Sinar Amal Bhakti Medan, Indonesia

Published

2023-12-20

How to Cite

Tarigan, L., & Tambunan, J. (2023). Sangkaan Fraktur 1/3 Distal di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Health Information : Jurnal Penelitian, 15(2), e1338. Retrieved from https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/hijp/article/view/1338

Issue

Section

Journal Supplement

Citation Check