Analisis Pengembangan Instrumen Skrining Resiko Penularan TB Pada Anak Di Wilayah Pesisir
Analysis of the Development of Screening Instruments for the Risk of TB Transmission in Children in Coastal Areas
DOI:
https://doi.org/10.36990/hijp.v17i2.1684Keywords:
TB paru, Anak dengan TB, Skrining TB anakAbstract
Ringkasan: Latar belakang: Skrining TB anak menggunakan sistem skoring yang direkomendasikan sejak 2005, namun tidak semua fasilitas kesehatan memiliki fasilitas uji tuberkulosis dan foto thoraks yang merupakan parameter skoring TB anak, menyebabkan underdiagnosis TB anak. Diperlukan inovasi instrumen skrining penularan TB pada anak. Tujuan: Menganalisis pengembangan instrumen skrining risiko penularan TB paru pada anak di wilayah pesisir. Metode: Penelitian Research and Development (R&D) yang diuji kelayakan oleh pakar bahasa, pakar keperawatan anak, dan 25 perawat pengguna instrumen di PKM Motui yang dipilih menggunakan total sampling. Hasil: Uji kelayakan instrumen menunjukkan validasi pakar bahasa 93%, pakar spesialis keperawatan anak 85%, dan pengguna 95%. Semua aspek penilaian menunjukkan kategori layak dengan predikat baik hingga sangat baik untuk implementasi skrining TB anak. Simpulan: Instrumen skrining risiko penularan TB pada anak telah valid dan layak digunakan untuk mendeteksi TB pada anak dengan anggota keluarga terdiagnosis TB paru berdasarkan validasi multistakeholder. Saran: Instrumen dapat diimplementasikan sebagai skrining awal TB anak namun memerlukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan untuk konfirmasi diagnosis definitif.
References
Afiyanti, yati & Rachmawati, I. M. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Riset Kualitatif. PT Raja Grafindo Persada.
Bowden, V. R., & Greenberg, C. S. (2013). Children and their families: The Continuum of Nursing Care. Lipincott William & Wilkims.
Danastri, K. S., Santosa, D., Garina, L. A., & Metode, B. (2013). Gambaran Karakteristik Tuberkulosis Paru Berdasarkan Sistem Skoring pada Pasien Tuberkulosis Anak Rawat Jalan di Rsud Al-Ihsan Bandung Tahun 2013. Prosiding Pendidikan Dokter, 874–879.
Dharma, Kelana Kusuma. (2013). Metodologi penelitian keperawatan. CV Trans Info Media.
Ernirita, Fitria, P. A., Widakdo, G., Astika, T., & Permatasari, E. (2020). Karakteristik Skrining Terhadap Kejadian Tuberculosis ( Tb ) Paru Pada Anak Di Puskesmas Kecamatan Cakung , Jakarta Timur. UMJ, 93–105. http://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaslit%0AE-ISSN:
Firmansyah, Y., Hendsun, H., Destra, edwin, & Aditya, B. (2021). Skrining Faktor Risiko Penularan Penyakit Tuberculosis. Jurnal Medika Hutama, 2(3), 960–972.
Ircham Machfoedz. (2013). Metodologi Penelitian (kuantitatif dan kualitatif (cetakan 8). fitramaya.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Deteksi TBC Capai Rekor Tertinggi. https://www.kemkes.go.id/article/view/23033100001/deteksi-tbc-capai-rekor-tertinggi-di-tahun-2022.html
Rini, D. S. (2022). Panduan Latihan Fisik pada Pasien TB Paru (1st ed.). CV Nas media.
Saputra, M. K. F., Nasution, R. F., Rini, D. S., Sartika, D., Zulkarnaen, I., Kurniawan, H., Kristina, Y., & Dompas, R. (2023). Keperawatan penyakit tropis (1st ed.). Global Eksekutif Teknologi.
Soesanto, A., Anam, M. S., Arkhaesi, N., & Pratiwi, R. (2022). Kejadian dan Faktor Risiko Tuberkulosis pada Anak Penghuni Padat Penduduk: Studi pada Rusun Kudu. In Sari Pediatri (Vol. 24, Issue 1).
Wahidah, L., Sari Wardani, R., Meikawati, W., Kesehatan Masyarakat, F., Muhammadiyah Semarang, U., & Korespondensi Wulandari Meikawati, P. (2023). Fakultas Kesehatan Masyarakat Faktor Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Anak Usia 5-14 Tahun. Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat, 1. https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/prosidingfkm
World Health Organization. (2021). Global Tuberculosis Report 2021. In Global Tuberculosis Report (pp. 1–57).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Dewi Sartiya Rini, Prishilla Sulupadang, Abdul Syukur Bau (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the works authorship and initial publication in this journal and able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book).









