Modul Elektronik Pemasangan Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK/Implant) dengan Metode Pembalajaran Mandiri untuk Meningkatkan Keterampilan Belajar Mahasiswa
Keywords:
Electronic modules, contraceptives under the skin, blended learning, skillsAbstract
The aim is to determine the ability of e-modules to improve the skills of DIII midwifery students using independent learning methods in the laboratory. Method, Quasi Experiment with a pre-test post-test non-equivalent control group design. The population is all DIII midwifery level III students. The sampling technique uses total sampling technique. The sample was 102 level III DIII midwifery students, the intervention group was given electronic modules as many as 51 people, the control group was given printed modules as many as 51 people, the pre-test and post-test used checklists. The post-test was carried out the day after the pre-test. Data analysis used McNemar and Chi-Square tests. The results, using the McNemar test, obtained a p value = 0.000 in the pre-test and post-test in the control group and a p value = 0.000 in the pre-test and post-test in the intervention group, which means that statistically in the two groups there is a difference in skill improvement meaning after being given treatment. Then by using the Chi-Square test in the post-test between the two groups, the value of p=0.014 < ?=0.05 was obtained, which means that statistically there is a significant difference in skill improvement between the electronic module and the print module where the electronic module is more capable of improving student skills. , while based on the percentage of skill increase, the electronic module group was 37.3% higher than the print module group. In conclusion, there was a significant increase in the skills of DIII midwifery students who were given the electronic module so it was concluded that the subcutaneous contraceptive e-module provided was able to improve the skills of DIII midwifery students.
PENDAHULUAN
Penyebaran wabah Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan sekolahataupun universitas di seluruh dunia. United Nations Educational,Scientific and Cultural Organization (UNESCO) melaporkan kurang lebih1.576.021.818 instansi pendidikan di seluruh dunia di tutup, sehingga91,3% proses pembelajaran harus mengubah metode pembelajaran menjadiberbasis internet untuk menyalurkan informasi pendidikan kepada parasiswa (Onyema et al., 2020; Toquero, 2020). Menteri Pendidikan danKebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan kebijakan pelaksanaanpembelajaran jarak jauh untuk menghadapi situasi tersebut. Melalui SuratEdaran Nomor 4 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh kementerian tentangpanduan penyelenggaraan pembelajaran dimasa pandemi Coronavirus Disease2019. Kebijakan ini dikeluarkan untuk mengoptimalkanproses pembelajaranagar dapat terlaksana dengan baik meskipun peserta didik tidak dapatberada dalam ruangan yang sama (Surat Edaran Menteri Pendidikan DanKebudayaan Nomor 4 Tahun 2020, 2020).
Penggunaan teknologi pada pembelajaran jarak jauh memaksa dosen danmahasiswa untuk dapat menguasai cara penggunaan serta melengkapi saranadan prasarana yang dibutuhkan seperti laptop, smartphone ataupunkomputer, hal ini menjadi kebutuhan dasar untuk melaksanakan prosespembelajaran sehingga mahasiswa dapat mengumpulkan informasipembelajaran dari berbagai sumber yang ada dan melakukan pembelajaranmandiri (Fauzi & Khusuma, 2020). Pembelajaran jarak jauh dalamlingkup universitas mengharuskan dosen dan mahasiswa harus siap darisegi saranan dan prasarana karena interaksi keduanya menjadi tolak ukurutama untuk melihat keberhasilan penyampaian materi dan informasiantara tenaga pendidik dan peserta didik yang berada di berbagai wilayah(Murphy, 2020).
Elektronik Learning menjadi media pembelajaran online dan trainingyang berbasis internet yang dipilih dalam memberikan informasi yang didesain sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh mahasiswa dan diaksesmenggunakan media elektronik pada pembelajaran jarak jauh. E-Learning disediakan dalam bentuk e-modul, video ataupun animasi beraudio yangberisikan sebuah konten, dan soal latihan. Tujuan dari pembelajaranonline (daring) adalah untuk memudahkan mahasiswa dapat belajar dimanasaja dan dengan fleksibel dan mudah memahami materi secara mandiri (Buduet al., 2018; Pham et al., 2019; Yamagata-Lynch, 2014)
Pembelajaran mandiri adalah suatu metode belajar yang melibatkanmahasiswa dalam setiap tindakan dan proses belajar yang memadukanpengetahuan dan kemampuan mahasiswa dalam memahami suatu bahan ataumateri ajar. Sebagaimana dengan keberhasilan metode pembelajaranmandiri, bergantung pada pengambilan tindakan (Banyu Biru et al., 2020;Diana, 2019; Mardia & Sundara, 2020). Pola belajar ini jugabergantung pada pengetahuan dan keahlian yang menghasilkan perilaku dariproses berpikir mandiri. Mahasiswa dapat memilih gaya belajar yangpaling tepat dan sesuai bagi mereka, mereka bebas untuk memilih carabelajar terbaik yang paling sesuai dengan mereka, dan karena metodebelajar mandiri menyesuaikan dengan minat dan bakar mereka, makan metodebelajar mandiri dapat membantu mahasiswa untuk mencapai keunggulanmereka dan membuat proses belajar menjadi menyenangkan sekaligusbermakna (Sidiq et al., 2020; Mutmainnah & Julaeha, 2021)
Beberapa studi penelitian mengatakan dalam bahwa modul elektronikmerupakan media pembelajaran online yang dapat diterima oleh mahasiswadan bisa diterapkan dalam dunia pendidikan, e-learning memberikanpeningkatan motivasi, sikap, dan kepuasan kepada mahasiswa, mediapembelajaran ini juga meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa. Tidakhanya disukai karena fleksibilitas, tetapi juga mampu meningkatkanpengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam proses pembelajaran(Burrola-Mendez et al., 2019; Coyne et al., 2018; Julien et al., 2022;McCutcheon et al., 2018; Ortega-Morán et al., 2020).
Dalam menciptakan suatu bahan ajar, penyusunan harus dirancang sebaikmungkin untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Modulmerupakan salah satu bahan ajar yang di buat secara lengkap dansistematis, meliputi tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Moduldiperuntukan untuk metode pembelajaran mandiri sehingga dilengkapidengan petunjuk penggunaan yang bertujuan untuk meningkatkan efektifitasdan kualitas pembelajaran, serta meningkatkan pengetahuan danketerampilan mahasiswa dan memudahkan tercapainya tujuan belajar yangdiinginkan. Modul terbagi menjadi dua jenis, yaitu modul cetak dan moduldigital (e-modul) (Elvarita et al., 2020; Pratita et al., 2021; Ummah etal., 2020).
Penggunaan internet di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ketahun dan secara signifikan lebih tinggi pada tahun 2020-2021 di daerahperkotaan ataupun pedesaan. Internet diakses menggunakan mediaelektronik seperti komputer, laptop, telpon seluler ataupun media lainyang dapat terhubung dengan internet. Media telpon seluler mengambilperan yang cukup signifikan yang paling sering digunakan untuk mengaksesinternet dan menjadi pilihan utama masyarakat dengan persentase sekitar98,31 persen pada tahun 2020 dan 98,70 persen pada tahun 2021 (BadanPusat Statistik, 2021).
Modul elektronik (e-modul) adalah modul digital berbasis TIK,bersifat interaktif, mudah digunakan, menampilkan gambar, audio, videoatau animasi dan dilengkapi dengan daftar tilik, soal latihan atau kuis.Media ini di rancang untuk melatih siswa secara mandiri, tidak mengenalwaktu dan tempat dan dibuat sesuai dengan tujuan pembelajaran. Modulelektronik merupakan materi pembelajaran yang di kembangkan dengansangat terstruktur (Mimin Ninawati et al., 2021a; Sari et al., 2022;Wahyuni et al., 2020). E-Learning atau E-Modul memiliki manfaat dankelebihan meliputi: mengatasi hambatan finansial, temporal daninfrastruktur dalam bidang pendidikan, membantu mengembangkanketerampilan mahasiswa dalam memproses informasi. Menuntut mahasiswauntuk berpikir kritis yang melibatkan analisis, refleksi, evaluasi,interpretasi, dan inferensi untuk mengolah informasi. E-Modul juga mudahdiakses dari berbagai lokasi dan perangkat dengan cepat dan menyesuaikanwaktu penggunanya tanpa harus membuang waktu dan biaya yang banyak.E-Modul dapat dimiliki secara gratis, dapat digunakan berulang kalitanpa batas penggunaan (Brands et al., 2020; Detroyer et al., 2018;Gillan et al., 2018; Jackson, O’connor, et al., 2019; Rossi et al.,2021; Uzzaman et al., 2020).
Keterampilan dalam dunia kesehatan merupakan bagian penting yangsangat diperlukan untuk menjaga kemampuan praktik dilahan. Tujuan utamadiberikannya praktik laboratorium adalah untuk memfasilitasi mahasiswakesehatan dalam mengembangkan keterampilan dan meningkatkan kepercayaandirinya untuk bersosialisasi dilapangan. Berbagai situasi akan ditemuimahasiswa ketika praktek sehingga diperlukan aktivitas atau pembelajaranuntuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan pemahaman mahasiswayang dimulai dari lingkup universitas dengan menggunakan sarana danprasarana yang telah disiapkan oleh pihak universitas (Coyne et al.,2018).
Mahasiswa memerlukan media belajar yang mampu untuk meningkatkanketerampilan terkhusus tentang prosedur pemasangan alat kontrasepsiimplant yang menjadi salah satu keterampilan yang dimiliki oleh bidan.Alat kontrasepsi implan adalah salah satu dari alat kontrasepsi hormonaljangka panjang yaitu 1-5 tahun yang terdiri dari beberapa jenis implant.Alat kontrasepsi implant dipasang di bawah kulit pada lengan atas dengansedikit melakukan prosedur penyayatan kecil atau operasi kecil untukpemasangannya. Dari beberapa penelitian yang didapatkan mengatakan bahwae-modul mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta memberikanpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa agar dapat lebih mandiridalam cara berpikir dalam memproses dan mengolah materi yangditerima.
Untuk mengantisipasi masalah yang dapat disimpulkan dari data diatas, maka penulis tertarik untuk membuat suatu bahan ajar yang dapatdigunakan oleh peserta didik secara mandiri di masa mendatang untukmeningkatkan keterampilannya dalam melakukan pemasangan alat kontrasepsiimplant guna mempermantap ilmu keterampilan mahasiswa.
METODE
Pada penelitian ini dilakukan pengembangan modul elektronik denganmenggunakan metode R&D dengan tahapan 1. Menyusun modul elekronik 2.Melakukan validasi (uji validasi ahli media dan ahli materi, uji cobakelompok satu-satu, coba kelompok kecil, uji coba kelompok besar), 3.Revisi 4. Penerapan modul elektronik. Penelitian ini dilakukan diInstitusi Ilmu Kesehatan Pelamonia, Universitas Muhammadiyah Makassar,dan STIKES Nani Hasanuddin Makassar pada bulan April – Mei 2023. Desainpenelitian ini menggunakan desain Quasi Experiment dengan rancangan nonrandomized control group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian inimahasiswa DIII kebidanan tingkat III yang aktiv melakukan perkuliahan.Teknik pengambilan sampel menggunakan Non-Probability sampling yaitudengan totaly sampling data dianalisis menggunakan Uji McNemar untukmenguji pre dan post pada kelompok yang sama dan Uji Chi Square untukmenguji pre dan post pada kelompok yang berbeda. Jumlah sampel dalampenelitian ini adalah 102 yang terdiri dari 51 kelompok intervensi dan51 kontrol.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji validasi kelayakan media pembelajaran elektronik modul praktikumalat kontrasepsi bawah kulit yang di nilai oleh 4 orang validator ahli,2 orang ahli media serta 2 orang sebagai ahli materi. Validator akanmelakukan validasi terhadap media pembelajaran elektronik modul AKBKyang di susun dan untuk masukan serta saran dari para validator akan dijadikan sebagai revisi untuk pengembangan selanjutnya dari elektronikmodul yang di hasilkan sebagai hasil akhir dari elektronik modul.Penilaian pada kuesioner validasi menggunakan skala likert dengan 5tingkatan jawaban yaitu: Tidak Baik dengan skor 1, Kurang Baik dengan skor 2, Cukup Baik dengan skor 3, Baik dengan skor 4, Sangat Baik dengan skor 5.
| NO | Aspek Yang Di Nilai | Ahli Media I | Ahli Media II | Rata-Rata | Nilai | Kriteria |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Tampilan Dasar Layar | 4.57 | 4.43 | 4.50 | 90.00 | Sangat Layak |
| 2 | Kemudahan Penggunaan | 5 | 4.6 | 4.80 | 96.00 | Sangat Layak |
| 3 | Konsistensi | 4.67 | 5.00 | 4.83 | 96.67 | Sangat Layak |
| 4 | Kemanfaatan | 5.00 | 4.75 | 4.88 | 97.50 | Sangat Layak |
| 5 | Kegrafikan | 4.71 | 4.86 | 4.79 | 95.71 | Sangat Layak |
| Rata - Rata Penilaian | 4.79 | 4.73 | 4.76 | 95.18 | Sangat Layak | |
Pada tabel menunjukkan bahwa hasil dari validasi oleh dua orang ahlimedia terhadap elektronik modul praktikum alat kontrasepsi bawah kulitdi peroleh rata-rata nilai 4.76 dengan presentase kelayakan sebanyak95.18% yang berarti elektronik modul praktikum alat kontrasepsi bawahkulit yang di susun berada pada kategori sangat layak dari aspektampilan dasar layar, kemudahan pengguna, konsistensi, kemanfaatan dan kegrafikan.
| NO | Aspek Yang Di Nilai | Ahli Materi I | Ahli Materi II | Rata-Rata | Nilai | Kriteria | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Aspek Self-instructional | 3.83 | 4.67 | 4.25 | 85.00 | Sangat Layak | |
| 2 | Aspek Self-Contained | 4.33 | 4.67 | 4.50 | 90.00 | Sangat Layak | |
| 3 | Aspek Stand Alone | 4.33 | 4.67 | 4.50 | 90.00 | Sangat Layak | |
| 4 | Aspek Adaptive | 5.00 | 4.00 | 4.50 | 90.00 | Sangat Layak | |
| 5 | User Friendly | 4.00 | 5.00 | 4.50 | 90.00 | Sangat Layak | |
| Rata - Rata Penilaian | 4.30 | 4.60 | 4.45 | 89 | Sangat Layak | ||
Bahwa hasil dari validasi oleh dua orang ahli materi terhadapelektronik modul praktikum alat kontrasepsi bawah kulit di perolehrata-rata nilai 4.45 dengan presentase kelayakan sebanyak 89% yangberarti elektronik modul praktikum alat kontrasepsi bawah kulit yang disusun berada pada kategori sangat layak dari aspek self-instructional,aspek self-contained, aspek stand alone, aspek adaptive, dan aspek user friendly.
| No | Aspek Yang Dinilai | Uji Coba Kelompok | Rata-Rata | Nilai | Kategori | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Satu-Satu | Kecil | Besar | |||||
| 1 | Kelayakan Isi | 4.33 | 4.33 | 4.57 | 4.41 | 88.25 | Sangat Layak |
| 2 | Kebahasaan | 4.56 | 4.52 | 4.60 | 4.56 | 91.12 | Sangat Layak |
| 3 | Kemanfaatan | 4.53 | 4.58 | 4.59 | 4.57 | 91.33 | Sangat Layak |
| 4 | Kegrafikan | 4.33 | 4.58 | 4.52 | 4.48 | 89.56 | Sangat Layak |
| 5 | Perceived Ease to Use | 4.50 | 4.52 | 4.57 | 4.53 | 90.57 | Sangat Layak |
| 6 | Perceived Usefulness | 3.87 | 4.26 | 4.47 | 4.20 | 83.99 | Sangat Layak |
| 7 | Attitude Toward | 3.67 | 4.15 | 4.51 | 4.11 | 82.17 | Sangat Layak |
| 8 | Behavioral Intention | 3.67 | 3.88 | 4.32 | 3.96 | 79.12 | Layak |
| 9 | Actual Usage | 3.67 | 3.97 | 4.39 | 4.01 | 80.17 | Sangat Layak |
| Rata-Rata Perkelompok | 4.12 | 4.31 | 4.50 | ||||
| Nilai (%) | 82.49 | 86.19 | 90.08 | ||||
| Kategori | Sangat Layak | Sangat Layak | Sangat Layak | ||||
| Rata - Rata Keseluruhan | 4.31 | 86.25 | Sangat Layak | ||||
Bahwa dari uji coba kelompok yang dilakukan terhadap elektronik modulpraktikum alat kontrasepsi bawah kulit dari beberapa aspek yang di nilaiyaitu kelayakan isi, kebahasaan, kemanfaatan, kegrafikan, perceived easeto use, perceived usefulness, attitude toward, behavior intention, danactual usage di peroleh jumlah rata-rata sebesar 4.31 dengan presentasekelayakan sebesar 86.25% yang menunjukkan bahwa elektronik modulpraktikum alat kontrasepsi bawah kulit yang di susun berada padakategori sangat layak.
| Karakteristik Responden (N=51) | Kontrol | Intervensi | Nilai p | ||
|---|---|---|---|---|---|
| n | % | n | % | ||
| Usia Responden | |||||
| Remaja Akhir | 51 | 100 | 51 | 100 | |
| Pendidikan Terakhir | |||||
| SMA/ SMK/ MA | 51 | 100 | 51 | 100 | |
| Perangkat yang Dimiliki | |||||
| HP | 21 | 41 | 27 | 53 | |
| HP dan Laptop | 30 | 59 | 24 | 47 | 0.692 |
| Indeks Predikat Kumulatif (IPK) | |||||
| Memuaskan | 0 | 0 | 0 | 0 | |
| Sangat Memuaskan | 1 | 2 | 10 | 20 | 0.000 |
| Dengan Pujian | 50 | 98 | 41 | 80 | |
Tabel diatas menjelaskan bahwa pada karakteristik respondenberdasarkan usia terdapat 51 (100%) mahasiswa yang berada dalam rentangusia remaja akhir pada kelompok kontrol dan terdapat 51 (100%) mahasiswayang berada dalam rentang usia remaja akhir pada kelompokintervensi.
Pada karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir padakelompok kontrol terdapat 51 (100%) mahasiswa dengan pendidikan yangsederajat yaitu SMA/ SMK/ MA dan pada kelompok kontrol, terdapat 51(100%) mahasiswa dengan pendidikan yang sederajat yaitu SMA/ SMK/ MApada kelompok intervensi.
Pada karakteristik responden berdasarkan perangkat elektronik yangdimiliki terdapat 21 (41%) mahasiswa yang memiliki HP dan 30 (59%)mahasiswa yang memiliki HP dan Laptop pada kelompok kontrol dan padakelompok intervensi 27 (53%) mahasiswa yang memiliki HP serta 24 (47%)mahasiswa yang memiliki HP dan Laptop.
Pada karakteristik responden berdasarkan indeks predikat kumulatif(IPK), terdapat 1 (2%) mahasiswa dengan kategori sangat memuaskan dan 50(98%) mahasiswa dengan kategori dengan pujian pada kelompok kontrol, 10(20%) mahasiswa dengan kategori sangat memuaskan dan 41 (80%) mahasiswadengan kategori dengan pujian pada kelompok intervensi.
| Kelompok | Tidak Terampil | Terampil | |||
|---|---|---|---|---|---|
| n | % | N | % | ||
| Kontrol | |||||
| (Modul Cetak) | Pre-Test | 46 | 90.2 | 5 | 9.8 |
| Post-Test | 16 | 31,4 | 35 | 68,6 | |
| Intervensi | |||||
| (Modul Elektronik) | Pre-Test | 48 | 94.1 | 3 | 5,9 |
| Post-Test | 8 | 15.7 | 43 | 84.3 | |
Tabel diatas menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol, persentasenilai keterampilan pretest untuk kategori tidak terampil berjumlah 46responden (90,2%) dan kategori terampil sebanyak 5 responden (9,8%) sedangkan, persentase nilai keterampilan posttest untuk kategori tidakterampil berjumlah 16 responden (31,4%) dan kategori terampil sebanyak35responden (68,6%).
Pada kelompok intervensi, presentase nilai keterampilan pretestuntuk kategori tidak terampil berjumlah 48 responden (94,1%) dankategori terampil sebanyak 3 responden (5,9%) sedangkan, presentasenilai keterampilan post-test untuk kategori tidak terampil berjumlah 8responden (15,7%) dan kategori terampil sebanyak 43 responden(84,3%).
| Post-Test Kontrol | Total | Nilai p | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tidak Terampil | Terampil | ||||
| Pre-Test Kontrol | Tidak Terampil | 19 (37,3%) | 28 (54,9%) | 47 (92,2%) | 0.000 |
| Terampil | 1 (2,0%) | 3 (5,9%) | 4 (7,8%) | ||
| Total | 20 (39,2%) | 31 (60,8%) | 51 (100,0%) | ||
| Post-Test Intervensi | Total | Nilai p | |||
| Tidak Terampil | Terampil | ||||
| Pre-Test Intervensi | Tidak Terampil | 8 (15,7%) | 40 (78,4%) | 48 (92,2%) | 0.000 |
| Terampil | 0 (0,0%) | 3 (5,9%) | 3 (5,9%) | ||
| Total | 8 (15,7%) | 43 (60,8%) | 51 (100,0%) | ||
Tabel diatas menunjukan, analisis dilakukan dengan menggunakan ujiMcNemar kemudian menguji pre-test dan post-test pada masing-asingkelompok. Pada kelompok kontrol setelah pre-test, didapatkan 47 (92,2%)mahasiswa dengan kategori tidak terampil dan 4 (7,8%) mahasiswa dengankategori terampil kemudian perlakuan diberikan yaitu penerapan modulcetak lalu di lakukan post-test pada hari selanjutnya dan didapatkan 20(39,2%) mahasiswa dengan kategori tidak terampil dan 31 (60,8%)mahasiswa dengan kategori terampil dengan nilai p=0.000<?=0.05 yangberarti ada pengaruh modul cetak dalam peningkatan keterampilanmahasiswa.
Sedangkan pada kelompok intervensi, setelah pre-test dilakukan,didapatkan 48 (94,1%) mahasiswa dengan kategori tidak terampil dan 3(5,9%) mahasiswa dengan kategori terampil kemudian perlakukan diberikanyaitu penerapan modul elektronik kemudian post-test dilakukan pada hariselanjutnya dan didapatkan 8 (15,7%) mahasiswa dengan kategori tidakterampil dan 43 (84,3%) mahasiswa dengan kategori terampil dengan nilaip=0.000<?=0.05 yang berarti ada pengaruh modul elektronik dalampeningkatan keterampilan mahasiswa.
| Kelompok | Keterampilan | Nilai P | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Tidak Terampil | Terampil | ||||
| n | % | n | % | ||
| Kontrol | 20 | 39,2 | 31 | 60,8 | 0.014 |
| Intervensi | 8 | 15,7 | 43 | 84,3 | |
Pada tabel di atas analisis dilakukan dengan menggunakan ujiChi-Square dan didapatkan nilai p=0.014<?=0.05 yang artinya secarastatistik didapatkan bahwa modul elektronik memiliki pengaruh atau mampuuntuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dimana pada kelompok kontrol,mahasiswa dengan kategori tidak terampil sebanyak 20 (39,2%) orang danmahasiswa dengan kategori terampil sebanyak 31 (60,8%) orang. Sedangkanpada kelompok intervensi, mahasiswa dengan kategori tidak terampilsebanyak 8 (15,7%) orang dan mahasiswa dengan kategori terampil sebanyak43 (84,3) orang.
| Kelompok | Tidak Terampil | Terampil | Selisih | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pre | Post | Pre | Post | n | % | |||||
| n | % | n | % | n | % | n | % | |||
| Kontrol | 47 | 46.1 | 20 | 19.6 | 4 | 3.9 | 31 | 30.4 | 21 | 41,1 |
| Intervensi | 48 | 47.1 | 8 | 7.8 | 3 | 2.9 | 43 | 42.1 | 40 | 78,4 |
Pada tabel diatas menjelaskan pada kelompok kontrol setelah pre-testdilakukan, didapatkan mahasiswa dengan kategori tidak terampil sebanyak47 (46,1) orang dan kategori terampil sebanyak 4 (3.9%) orang. Kemudiansetelah dilakukan post-test, mahasiswa dengan kategori tidak terampilberkurang menjadi 20 (19,6%) orang dan kategori terampil meningkatmenjadi 31 (30,4%) orang.
Pada kelompok intervensi setelah pre-test dilakukan, didapatkanmahasiswa dengan kategori tidak terampil sebanyak 48 (747,1%) orang dankategori terampil sebanyak 3 (2,9%) orang. Kemudian setelah dilakukanpost-test, mahasiswa dengan kategori tidak terampil berkurang berkurangmenjadi 8 (7,8%) orang dan kategori terampil meningkat menjadi 43(42,1%) orang. Pada selisih peningkatan di mana kelompok intervensidengan modul elektronik lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontroldengan modul cetak, peningkatan dari tidak terampil menjadi terampilmemiliki selisih peningkatan sebesar 37,3%.
Untuk mengukur pengaruh dan efektivitas modul elektronik denganmetode pembelajaran mandiri dalam meningkatkan keterampilan mahasiswaDIII kebidanan, peneliti melibatkan 102 orang responden yang terdiridari 51 mahasiswa untuk kelompok kontrol yang di berikan modul cetak dan51 mahasiswa untuk kelompok intervensi yang diberikan modul elektronik.Dari hasil uji statistik yang di lakukan pada tabel 4.6 denganmenggunakan uji McNemarmenunjukkan bahwa pada kedua kelompok menunjukkanbahwa masing-masing perlakukan yang diberikan yaitu pemberian modulcetak dan modul elektronik efektif dan memiliki pengaruh terhadappeningkatan keterampilan mahasiswa. Sedangkan pada tabel 4.7 denganmenggunakan uji Chi-Square antar kelompok kontrol dan kelompokintervensi di dapatkan nilai p=0.014<?=0.05 yang berarti bahwa secarastatistik ada pengaruh yang signifikan pada peningkatan keterampilanmahasiswa yang diberikan modul elektronik sedangkan berdasarkan selisihpeningkatan keterampilan, perubahan dari tidak terampil menjadi terampilpada kedua kelompok ditemukan bahwa pada kelompok intervensi terdapatpersentase peningkatan lebih tinggi dari pada kelompok kontrol, yangberarti pemberian modul elektronik lebih mampu dalam meningkatkanketerampilan belajar mahasiswa.
Manfaat pembelajaran mandiri adalah sebagai pedagogi yang efektifmeningkatkan motivasi dan sikap siswa, kepuasan siswa, menjadikanpembelajaran aktif dan lebih berpusat pada mahasiswa, hemat biaya,memberikan fleksibilitas bagi peserta didik untuk mengontrol waktu,tempat, jalur, atau kecepatan belajar mereka, dan lebih mungkin untukmengembangkan keterampilannya secara mandiri. (Julien et al., 2022;McCutcheon et al., 2018). Dalam studi yang di lakukan oleh Ortega-Moránet al., 2020, Smyth et al., 2012; Sung et al., 2008 mengemukakan bahwabeberapa penelitian telah menyarankan bahwa pembelajaran mandiri dapatmemberikan waktu belajar yang lebih banyak kepada mahasiswa sehinggadapat membantu untuk meningkatkan pengetahuannya.
Penggunaan internet pada prosedur pembelajaran memudahkan mahasiswadalam mencari referensi atau pun informasi lainnya, penggunaan mediaelektronik semakin marak di gunakan dalam mengumpulkan berbagaiinformasi dari berbagai sumber di world elektrik browser (WEB) sepertie-book, e-modul, jurnal dll yang memuat informasi yang diperlukan. (Kyawet al., 2019). Penggunaan internet di Indonesia mengalami peningkatandari tahun ke tahun dan secara signifikan lebih tinggi pada tahun2020-2021 di daerah perkotaan ataupun pedesaan. Internet diaksesmenggunakan media elektronik seperti komputer, laptop, telpon selulerataupun media lain yang dapat terhubung dengan internet. Telpon selulermengambil peran yang cukup signifikan untuk mengakses internet danmenjadi pilihan utama masyarakat dengan persentase sekitar 98,31% padatahun 2020 dan 98,70% pada tahun 2021, sehingga dapat disimpulkan bahwamasyarakat terutama yang berstatus sebagai mahasiswa merupakan penggunateknologi aktif dalam mengakses referensi dan infomasi pembelajaran(Badan Pusat Statistik, 2021; Herawati & Muhtadi, 2018)
Modul merupakan salah satu dari sekian banyak sumber informasi yangmenjadi media pembelajaran dalam dunia pendidikan, modul sendiri terdirijadi dua macam yaitu modul cetak dan modul elektronik. Kedua jenis modulini mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, namun denganfungsi yang sama yaitu sebagai alat belajar mandiri untuk mahasiswa yangbertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa secara mandiri (Hilintiet al., 2020). Hasil akhir dari pengembangan media pembelajaran berupaE-Modul Praktikum Alat Kontrasepsi Bawah Kulit merupakan modulelektronik berbasis PDF dimana untuk mengaksesnya diperlukan jaringaninternet untuk membuka e-modul dan mengakses video yang terdapat didalam e-modul. E-Modul praktikum ini terdiri dari: 1.Cover modul yangmenampilkan judul dan nama pembuat 2.Pendahuluan yang berisikan latarbelakang, tujuan, capaian, lokasi praktikum dan tata tertib praktikum3.Kegiatan pembelajaran 1 tentang konseling pra pemasangan implan dantes formatif 4.Kegiatan pembelajaran 2 tentang prosedur pemasanganimplan dan link video animasi pemasangan implan 5.Kegiatan pembelajaran3 tentang konseling pasca pemasangan implan 6.Kegiatan pembelajaran 4tentang prosedur pencabutan implan dan link video animasi pelepasanimplan 7.Kunci jawaban tes formatif 8.Daftar pustaka.
E-Modul yang disusun memuat materi dengan tampilan yang Pembelajaran berbasis elektronik merupakan pembelajaran yangmemanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dari segi teknologi, komunikasi, dan informatika. Pendidik memiliki peranan yang sangat kuat dalam pembentukan dan pengembangan pengetahuan yang juga bertanggung jawab atas penerapan produk pembelajaran yang variatifdan inovatif. E-modul juga dapat membantu mahasiswa memahami materiperkuliahan sebelum memasuki waktu praktikum. Media pembelajaranmerupakan salah satu aspek yang dapat menentukan keberhasilan suatuproses pembelajaran karena merupakan alat bantu yang digunakan untukmenyampaikan materi pembelajaran kepada mahasiswa. Salah satu daribanyaknya media pembelajaran yaitu e-modul (modul digital) yangmerupakan gabungan dari teknologi audio visual yang mampu menarikperhatian serta meningkatkan minat dan motivasi belajar mahasiswa (Linet al., 2021; R.Roro Rastrani Rahada Putri et al., 2022).
Elektronik modul yang dibuat memiliki daya tarik dari segi tampilandan warna yang menarik, terdapat gambar pada tiap rangkaian prosedur,memiliki link akses ke video animasi yang menjelaskan tahap-tahappemasangan implan dan soal latihan. Elektronik modul yang menarik dapatmemotivasi mahasiswa untuk melihat, membaca dan mempraktekkan materiserta video yang ada didalam e-modul dengan temannya berdasarkanpengetahuan yang dimilikinya. Hal ini juga didukung dengan pendapatArigiyati et al., 2020 dalam penelitiannya yang mengemukakan bahwatampilan menarik pada media pembelajaran akan mendapatkan respon baikdari mahasiswa sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswayang dapat mendorong mahasiswa untuk lebih antusias dalam mempelajarimateri yang di berikan dan mencapai hasil belajar yang diinginkan.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam prosespembelajaran dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa adalah responmahasiswa, motivasi dan pengetahuan mereka. Dengan adanya respon baikdari mahasiswa, akan membuat mahasiswa memiliki motivasi untuk mengaksese-modul dan mempelajari materi serta video yang ada sehingga pengetahuanmahasiswa bertambah dan makin terasah dan membuat mahasiswa dapatmelakukan keterampilan dengan baik dan terstruktur sehingga mencapaihasil belajar yang diinginkan. Hasil penelitian Letchumanan &Ahmad (2010), Imansari (2017) dan Puspita (2017) mengemukakan bahwapenggunaan modul elektronik dibandingkan dengan modul cetak mampumembuat mahasiswa antusias, semangat, senang dan tertarik dan mudahuntuk memahami materi yang diberikan karena modul elektronik berisimateri, animasi, gambar yang menarik, dan video interaktifsehingga membantu mahasiswa untuk mengasah pengetahuannya sehinggamenghasilkan keterampilan yang baik dan terstruktur. (Mimin Ninawati etal., 2021; Rahmi et al., 2021).
Perpaduan pembelajaran mandiri dengan menggunakan media pembelajaranelektronik dalam hal ini merupakan e-modul untuk melakukan praktikummembuat mahasiswa bisa lebih fokus untuk belajar di lokasi dan waktuyang diinginkan dengan fleksibel dimana e-modul yang memiliki kelebihanberupa tampilan yang menarik dan dapat menampilkan video animasi yanginteraktif, mahasiswa juga dapat belajar dengan kemampuan dayatangkapnya masing-masing sehingga dapat meningkatkan motivasinya dalambelajar yang berujung dengan meningkatnya atau adanya peningkatanketerampilan mahasiswa. Dalam penelitian Lin et al., 2021, Pei et al.,2019 mengemukakan bahwa elektronik learning memberikan keuntungan yaitumahasiswa dapat fokus untuk melakukan pembelajaran mandiri, elektroniklearning juga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswadan dapat dijadikan sebagai bahan ajar tambahan dalam prosespembelajaran (Lin et al., 2021; R.Roro Rastrani Rahada Putri et al.,2022)
Terdapat penelitian tentang media pembelajaran berbentuk e-learningdalam hal ini modul elektronik yakni: 1.Author Athira Balakrishnan dkk,2021, Intervensi E-Learning berbasis WEB, sampel 241 Mahasiswa KesehatanTahun Akhir, lama intervensi 1 hari, hasil Rata-rata skor pengetahuansiswa pada kelompok blended learning lebih tinggi dibandingkan denganpembelajaran didaktik dan program e-learning berbasis web (64,26±18,19Vs 56,65±8,73 Vs 52,11±22,06,p<0,001). 2. Author Brianna L Juliendkk, 2022, intervensi Modul Berbasis WEB + video pembelajaran, sampel256 Mahasiswa Tahun Akhir, lama intervensi 5 minggu, hasil Nilairata-rata kelulusan 6,5% lebih tinggi pada modul berbasis WEB dari padaModul Cetak. 3. Author Karen McCutcheon dkk, 2018, intervensi ModulPelatihan Online berbasis Aplikasi, sampel 122 Mahasiswa KeperawatanTahun Akhir, lama intervensi 4 minggu, hasil Dari segi motivasi, sikap,pengetahuan, kepuasan dan ketelitian belajar, penerapan pembelajarandengan metode campuran lebih memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggidari pada metode online. 4. Author Juan Francisco Ortega Moran dkk,2020, intervensi Kursus Pelatihan Modul berbasis moodle (WEB), sampel 24Tenaga Kesehatan Perawat, lama intervensi 1 hari, hasil 80% dari sampelmerekomendasikan pembelajaran campuran sebagai salah satu solusipembelajaran. 5. Author Ludivine Currat dkk, 2022, intervensi ModulE-Learning, sampel 65 Mahasiswa Tahun Pertama, lama intervensi 1 minggu,hasil Proporsi urutan doffing yang dilakukan dengan benar lebih tinggipada kelompok blended learning 33,3% dibandingkan 9,7% dengan nilai p =0,03. 6. Author Xavier Losfeld dkk, 2021, intervensi Modul e-learningKomunikasi Profesional, sampel 87 Tenaga Kesehatan Perawat, lamaintervensi 1 hari, hasil Setelah penerapan kemudian Post test dilakukan, didapatkan persepsi perawat tentang relevansi informasimenunjukkan peningkatan yang signifikan (M=53.19±4.33 vs M=61.03±6.01;p=0.04). Perawat juga merasa bahwa pemberian informasi pasien yang tepatwaktu meningkat secara signifikan (M=4,50±0,34 vs M=5,16±0,40;p=0,01).
Dari beberapa penelitian yang dilakukan dalam di atas, prosedurpenelitian yang dilakukan peneliti hampir menyerupai penelitian yangdilakukan oleh Athira Balakrishnan dkk, 2021, Juan Francisco OrtegaMoran dkk, 2020, Xavier Losfeld dkk, 2021, dua di antaranya, penelitiandilakukan dalam bentuk pelatihan kepada tenaga kesehatan denganmenggunakan e-modul sebagai media pembelajarannya dan hasil penelitianyang didapatkan bahwa e-modul mampu untuk meningkatkan baik itumotivasi, pengetahuan dan keterampilan.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terdapat peningkatanyang signifikan pada keterampilan mahasiswa DIII kebidanan yang diberikan modul elektronik dari pada modul cetak dan jika dilihat darisegi selisih peningkatan keterampilan yang didapatkan, modul elektronikjuga memiliki kemampuan meningkatkan keterampilan 37,3% lebih tinggidari pada modul cetak sehingga dapat disimpulkan bahwa baik dari segiefektifitas dan pengaruh, e-modul alat kontrasepsi bawah kulit yangdiberikan dengan metode pembelajaran mandiri memiliki kemampuan dalammeningkatkan keterampilan mahasiswa DIII kebidanan.
DAFTAR PUSTAKA
Akrim. (2022). Buku Ajar Strategi Pembelajaran (M. Arifin, Ed.). UMSUPRESS.
Anwar, Y., Purwiningsih, S., Anggreyni, M., Arni, F., Mahardany, B.O., Nasir, A., Mua, E. L., Aryani, N. P., Rufaindah, E., Supriadi, R.F., Sekeon, R. A., & Fitriyani, D. (2022). Kesehatan Perempuan danPerencanaan Keluarga (A. Ashriady, Ed.). Media Sains Indonesia.
Arigiyati, T. A., Sulistyowati, F., & Kusmanto, K. (2020). Modulkomputasi matematika untuk meningkatkan motivasi mahasiswa. Jurnal MathEducator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah Di BidangPendidikan Matematika, 6(2), 104–114.https://doi.org/10.29407/jmen.v6i2.14453
Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Telekomunikasi Indonesia2021 (T. I. dan P. Direktorat Statistik Keuangan, Ed.). Badan PusatStatistik.
Banyu Biru, R. C., Saepudin, A., & Sardin, S. (2020). AnalisisLiterasi Digital Terhadap Pembelajaran Mandiri Di Masa Pandemi Covid-19.IIJACE, Ndonesian Journal Of Adult and Community Education, 2(2).https://doi.org/https://doi.org/10.17509/ijace.v2i2.30882
Brands, B., Chomtho, S., Suthutvoravut, U., Boey, C. C. M., Tang, S.F., Godfrey, K. M., & Koletzko, B. (2020). Early nutrition eacademysoutheast Asia E-learning for enhancing knowledge on nutrition duringthe first 1000 days of life. Nutrients, 12(6), 1–12.https://doi.org/10.3390/nu12061817
Budu, K. W. A., Yinping, M., & Mireku, K. K. (2018).Investigating the effect of behavioral intention on e-learning systemsusage: Empirical study on tertiary education institutions in ghana.Mediterranean Journal of Social Sciences, 9(3), 201–216.https://doi.org/10.2478/mjss-2018-0062
Burrola-Mendez, Y., Goldberg, M., Gartz, R., & Pearlman, J.(2019). Development of a Hybrid Course on Wheelchair Service Provisionfor clinicians in international contexts. PLoS ONE, 13(6).https://doi.org/10.1371/journal.pone.0199251
Coyne, E., Rands, H., Frommolt, V., Kain, V., Plugge, M., &Mitchell, M. (2018). Investigation of blended learning video resourcesto teach health students clinical skills: An integrative review. InNurse Education Today (Vol. 63, pp. 101–107). Churchill Livingstone.https://doi.org/10.1016/j.nedt.2018.01.021
Daryanto, D., & Dwicahyono, A. (2014). Pengembangan PerangkatPembelajaran (Silabus, RPP, PHB, Bahan Ajar) (D. Purwanto, Ed.; 1sted.). Gava Media.
Detroyer, E., Dobbels, F., Teodorczuk, A., Deschodt, M., Depaifve,Y., Joosten, E., & Milisen, K. (2018). Effect of an interactiveE-learning tool for delirium on patient and nursing outcomes in ageriatric hospital setting: Findings of a before-after study. BMCGeriatrics, 18(1). https://doi.org/10.1186/s12877-018-0715-5
Diana, N. (2019). Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa padaPembelajaran Mandiri Berbasis E-Modul.
DirJen Kesehatan Masyarakat. (2020). Pedoman Pelayanan KontrasepsiDan Keluarga Berencana (1st ed.). Kementerian Kesehatan RepublikIndonesia .
Elvarita, A., Iriani, T., & Handoyo, S. S. (2020). PengembanganBahan Ajar Mekanika Tanah Berbasis E-Modul Pada Program Studi PendidikanTeknik Bangunan, Universitas Negeri Jankarta. Jurnal PenSil, 9(1), 1–7.https://doi.org/10.21009/jpensil.v9i1.11987
Emilia, O., Prawitasari, S., Sangun, D. I. E., Patmini S.S, E.,Widyasari, A., Hakimi, M., Dasuki, D., Warsito, B., Siswosudarmo, R.,Pradjatmo, H., Pangastuti, N., Lutfi, M., Attamimi, A., Rahman, M. N.,Rachman, I. T., Ganap, E. P., Anwar, M., Soefoewan, S., Nurdiati, D. S.,… Trirahmanto, A. (2021). Clinical Decission Making Series-ObstetriGinekologi (O. Emilia & S. Prawitasari, Eds.). Gadjah MadaUniversity Press.
Ernawati, E., Susanti, S., Prijatni, I., Iskandar, F. N., Wahidah, N.J., Rohmah, A. N., Primindari, R. A., Hidayanti, U. N., Putri, F. A.,Kholifah, S. N., Rahmaningtyas, I., Agustasari, K. I., Syarifah, A. S.,Siantar, R. L., Aritonang, T. R., Ratnaningsih, T., Septiasari, R. M.,Lailiyah, S. R., Rahmawati, E. I., … Isnaini, F. (2021). PerkembanganMetode Kontrasepsi Masa Kini (M. B. Karo, E. D. Widyawaty, & R. Iye,Eds.; 1st ed.). Rena Cipta Mandiri.
Fajrin, D. H., Que, Dr. dr. B. J., Permatasari, P., Widyawaty, E. D.,Taihuttu, Y. M., & Sari, M. (2020). Geliat Dunia Kesehatan IndonesiaDi Masa Pandemi Covid – 19 (Dr. N. Khomsatun, Ed.; 1st ed.). PenerbitAdab-Adanu Abimata.
Fitriani, L., & Wahyuni, S. (2021). Buku Ajar Asuhan KebidananMasa Nifas (1st ed.). Deepublish.
Gillan, C., Papadakos, J., Brual, J., Harnett, N., Hogan, A.,Milnebm, E., & Giuliani, M. E. (2018). Impact of high-fidelitye-learning on knowledge acquisition and satisfaction in radiationoncology trainees. Current Oncology, 25(6), e533–e538.https://doi.org/10.3747/co.25.4090
Hakim, L. N., Wedi, A., & Praherdhiono, H. (2020). Electronicmodule (E-Module) untuk memfasilitasi siswa belajar materi cahaya danalat optik di rumah. JKTP-Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 3(3),239–250. https://doi.org/10.17977/um038v3i32020p239
Herawati, N. S., & Muhtadi, A. (2018). Pengembangan modulelektronik (e-modul) interaktif pada mata pelajaran Kimia kelas XI SMA.Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 5(2), 180–191.https://doi.org/10.21831/jitp.v5i2.15424
Hilinti, Y., Budi, P., & Ahmad, M. (2020). Modul AsuhanPersalinan Kala III dengan Metode Preceptorship terhadap KeterampilanMahasiswa DIII Kebidanan. Jurnal Keperawatan Silampari, 3(2), 477–488.https://doi.org/10.31539/jks.v3i2.1036
Hutomo, C. S., Azizah, N., Yani, D. P., Prihartini, S. D., Siregar,R. N., Haninggar, R. D., Wulandari, D. T., Tiyas, A. H., Suryani, L.,Jufri P, F., Purnamasari, N., Irmawati, I., Argaheni, N. B., &Setiawati, R. (2022). Asuhan Kebidanan pada Kesehatan Reproduksi danKeluarga Berencana (M. J. F. Sirait, Ed.; 1st ed.). Yayasan KitaMenulis.
Jackson, L., O’connor, A., Paneque, M., Curtisova, V., Lunt, P. W.,Kremlíková Pourova, R., Macekjr, M., Stefansdottir, V., Turchetti, D.,Campos, M., Henneman, L., Godino, L., Skirton, H., & Cornel, M. C.(2019). The Gen-Equip Project: evaluation and impact of geneticse-learning resources for primary care in six European languages.Genetics in Medicine, 21, 718–726. https://doi.org/10.1038/s41436
Jackson, L., O’Connor, A., Paneque, M., Curtisova, V., Lunt, P. W.,Pourova, R. K., Macek, M., Stefansdottir, V., Turchetti, D., Campos, M.,Henneman, L., Godino, L., Skirton, H., & Cornel, M. C. (2019). TheGen-Equip Project: evaluation and impact of genetics e-learningresources for primary care in six European languages. Genetics inMedicine, 21(3), 718–726. https://doi.org/10.1038/s41436-018-0132-3
Jebraeily, M., Pirnejad, H., Feizi, A., & Niazkhani, Z. (2020).Evaluation of blended medical education from lecturers’ and students’viewpoint: a qualitative study in a developing country. BMC MedicalEducation, 20(1). https://doi.org/10.1186/s12909-020-02388-8
Johnson, E. B. (2007). Contextual Teaching And Learning (I. Sitompul,Ed.). MLC.
Julien, B. L., Tangalakis, K., Hayes, A., & Lexis, L. (2022). Ablended learning exercise physiology theory module that supports studentautonomy and improves academic performance. Advances in PhysiologyEducation, 46(3), 375–388. https://doi.org/10.1152/ADVAN.00023.2022
Junaidi, A., Wulandari, D., Arifin, S., Soetanto, H., Kusumawardani,S. S., Wastutiningsih, S. P., Utama, M. S., Cahyono, E., Hertono, G. F.,Syam, N. M., WY, H. J., Putra, P. H., Wijayanti, C., & Jobih, J.(2020). Panduan penyusunan kurikulum pendidikan tinggi di era industri4.0 untuk mendukung merdeka belajar-kampus merdeka (S. S. Kusumawardani,Ed.; IV). Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikandan Kebudayaan.
Kemendikbud. (2017). PANDUAN PRAKTIS Penyusunan E-Modul Tahun 2017.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020,Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 1 (2020).
Kosasih, Dr. E. (2021). Pengembangan Bahan Ajar (B. S. Fatmawati,Ed.; 1st ed.). Bumi Aksara.
Kurniawan, C., & Kuswandi, D. (2021). Pengembangan E-ModulSebagai Media Literasi Digital Pada Pembelajaran Abad 21 (S. Anam, Ed.;1st ed.). Academia Publication.
Kyaw, B. M., Posadzki, P., Paddock, S., Car, J., Campbell, J., &Tudor Car, L. (2019). Effectiveness of digital education oncommunication skills among medical students: Systematic review andmeta-analysis by the digital health education collaboration. In Journalof Medical Internet Research (Vol. 21, Issue 8). JMIR Publications Inc.https://doi.org/10.2196/12967
Lin, Q., Qiu, Y., Zhang, Y., Zheng, Y., Zhang, L., Liang, J.,Anniwaer, Y., Liao, Y., Jiang, Y., Lang, S., Zhuang, W., Luo, S., Zheng,M., Yan, Q. H., Chen, K., Chen, Q., & Ou, H. (2021). A study ofblended learning using the smart class teaching module on psychosocialdysfunction course during the training of undergraduate occupationaltherapy students in China. Medical Science Monitor, 27.https://doi.org/10.12659/MSM.931748
Litasari, R., Fauzy, A. R., & Dewi, S. W. R. (2022). PengembanganE-Modul MTBS berbasis digital sebagai media pembelajaran. JurnalKesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu Keperawatan, Analis, DanFarmasi, 22(1), 49–57. https://doi.org/10.36465/jkbth.v22i1.903
Mardia, A., & Sundara, V. Y. (2020). Pengembangan Modul ProgramLinier Berbasis Pembelajaran Mandiri. Edumatica?: Jurnal PendidikanMatematika, 10(01), 9–18.https://doi.org/10.22437/edumatica.v10i01.9090
Maulida, C., Mukhlisah, I., Pratiwi, A. D., Maulida, A. R., Fahriani,A. N., Rohma, H. N., N, H. S., Assyfa, I. S., Arofah, L., Arifah, N. L.,Lestari, R. P., Mulyani, S., Mulyani, S., & Kholidah, U. N. (2022).Model Pembelajaran Inovatif (L. H. Amin, Ed.). Lakeisha.
McCutcheon, K., O’Halloran, P., & Lohan, M. (2018). Onlinelearning versus blended learning of clinical supervisee skills withpre-registration nursing students: A randomised controlled trial.International Journal of Nursing Studies, 82, 30–39.https://doi.org/10.1016/j.ijnurstu.2018.02.005
Mimin Ninawati, Burhendi, F. C. A., & Wulandari, W. (2021a).Pengembangan E-Modul Berbasis Software iSpring Suite 9. Jurnal EducatioFKIP UNMA, 7(1), 47–54. https://doi.org/10.31949/educatio.v7i1.830
Mimin Ninawati, Burhendi, F. C. A., & Wulandari, W. (2021b).Pengembangan E-Modul Berbasis Software iSpring Suite 9. Jurnal EducatioFKIP UNMA, 7(1), 47–54. https://doi.org/10.31949/educatio.v7i1.830
Munir, Prof. D. (2017). Pembelajaran Digital (1st ed.). Alfabeta.www.cvalfabeta.com
Murphy, M. P. A. (2020). COVID-19 and emergency eLearning:Consequences of the securitization of higher education for post-pandemicpedagogy. Contemporary Security Policy, 41(3), 492–505.https://doi.org/10.1080/13523260.2020.1761749
Mutmainnah, S., & Julaeha, J. (2021). Penerapan modelpembelajaran memanfaatkan rumah belajar, Pembelajaran berbasis TIK.Pusat Data dan Teknologi Informasi Pendidikan dan Kebudayaan KementerianPendidikan dan Kebudayaan.https://uptdsmpn2maros.sch.id/download/get_file/19
Najuah, N., Lukitoyo, P. S., & Wirianti, W. (2020). ModulElektronik Prosedur Penyusunan dan Aplikasinya (J. Simarmata, Ed.; 1sted.). Yayasan Kita Menulis.
Nana, D. (2020). PENGEMBANGAN BAHAN AJAR. (S. Nurausuah, Ed.; 2nded.). Penerbit Lakeisha.
Narbuko, C., & Achmadi, H. A. (2015). Metodologi Penelitian (14thed.). Bumi Aksara.
Nasution, N., Jalinus, N., & Syahril, S. (2019). Buku ModelBLENDED LEARNING (B. Simamora, Ed.; 1st ed.). Unilak Press.
Notoatmodjo, S. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan (3rd ed.).Rineka Cipta.
Nugroho, A. G., Nanda, I., Zaharah, Z., Kurniawan, D. D., Raihan, E.,Irayanti, I., Pubra, S., Siregar, T., Sutiyono, S., Prasetyo, D., Rusli,M., Yulistiyono, A., Gazi, G., Abdurrohim, A., Ridho, A., SUmianto, S.,Sina, I., Posangi, S. S., & Alimatussa’diyah, A. (2021). MewujudkanKemandirian Indonesia Melalui Inovasi Dunia Pendidikan (S. Sugiyanto,Ed.). INSANIA.
Nurhadi, N. A., Alam, B. T., Fatih, M., Rofi’ah, S., & Alfi, C.(2021). Pengembangan E-Modul Pembelajaran Online Bola Besar PendidikanJasmani Olahraga dan Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 di SMAN 1 GarumKabupaten Blitar. Patria Eduacational Journal (PEJ), 1(1), 44–54.https://doi.org/10.28926/pej.v1i1.66
Onyema, E. M., Eucheria, D. N. C., Obafemi, D. F. A., Sen, S.,Atonye, F. G., Sharma, D. A., & Alsayed, A. O. (2020). Impact ofcoronavirus pandemic on education. Journal of Education and Practice,11(13), 108–121. https://doi.org/10.7176/jep/11-13-12
Ortega-Morán, J. F., Pagador, B., Maestre-Antequera, J., Arco, A.,Monteiro, F., & Sánchez-Margallo, F. M. (2020). Validation of theonline theoretical module of a minimally invasive surgery blendedlearning course for nurses: A quantitative research study. NurseEducation Today, 89. https://doi.org/10.1016/j.nedt.2020.104406
Keputusan Bersama Nomor 01-KB-2022 Tentang Panduan penyelenggaraanpembelajaran di masa pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19),Peraturan Kementerian (2022).
Pham, L., Limbu, Y. B., Bui, T. K., Nguyen, H. T., & Pham, H. T.(2019). Does e-learning service quality influence e-learning studentsatisfaction and loyalty? Evidence from Vietnam. International Journalof Educational Technology in Higher Education, 16(1).https://doi.org/10.1186/s41239-019-0136-3
Pratita, D., Amrina, D. E., & Djahir, Y. (2021). AnalisisKebutuhan Mahasiswa Terhadap Bahan Ajar Sebagai Acuan untukMengembangkan E-Modul Pembelajaran Digital. Jurnal PROFIT KajianPendidikan Ekonomi Dan Ilmu Ekonomi, 8(1), 69–74.https://doi.org/10.36706/jp.v8i1.13129
Prihatiningtyas, S., & Sholihah, F. N. (2020). Physics LearningBy E-Module (K. Wulandari, Ed.; 1st ed.). Universitas KH. A. WahabHasbullah.
Pusdatin Kemendikbud. (2021). Panduan penerapan model pembelajaraninovatif dalam BDR yang memanfaatkan rumah belajar. Pusat Data Informasidan Teknologi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.https://belajar.kemdikbud.go.id/bdr/assets/file/Panduan%20Model%20Pembelajaran%20Inovatif.pdf
Rahmawati, L., Jumadi, J., & Ikhsan, J. (2018). E-Learning &Konsep Belajar Mandiri (E. Arianto, Ed.). Penebar Media Pustaka .
Rahmi, E., Ibrahim, N., & Kusumawardani, D. (2021a). PENGEMBANGANMODUL ONLINE SISTEM BELAJAR TERBUKA DAN JARAK JAUH UNTUK MENINGKATKANKUALITAS PEMBELAJARAN PADA PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN. Visipena,12(1), 44–66. https://doi.org/10.46244/visipena.v12i1.1476
Rahmi, E., Ibrahim, N., & Kusumawardani, D. D. (2021b).Pengembangan modul online sistem belajar terbuka dan jarak jauh untukmeningkatkan kualitas pembelajaran pada program studi teknologipendidikan. Jurnal Visipena, 12(1), 45.
Ramadhani, Y. R., Masrul, M., Ramadhani, R., Rahim, R., Tamrin, A.F., Daulay, J. S., Purba, A., Tasnim, T., Pasaribu, A. N., Asdar AB, M.,Agustin, T., Prianto, C., & Simarmata, J. (2020). Metode dan TeknikPembelajaran Inovatif (T. Limbong, Ed.; 1st ed.). Yayasan KitaMenulis.
Rossi, I. V., de Lima, J. D., Sabatke, B., Nunes, M. A. F., Ramirez,G. E., & Ramirez, M. I. (2021). Active learning tools improve thelearning outcomes, scientific attitude, and critical thinking in highereducation: Experiences in an online course during the COVID-19 pandemic.Biochemistry and Molecular Biology Education, 49(6), 888–903.https://doi.org/10.1002/bmb.21574
R.Roro Rastrani Rahada Putri, Kaspul, K., & Arsyad, M. (2022).Pengembangan Media Pembelajaran Modul Elektronik (E-Modul) Berbasis FlipPdf Professional Pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia Kelas XISMA. JUPEIS?: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 1(2), 93–104.https://doi.org/10.55784/jupeis.Vol1.Iss2.46
Salfia, E. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis E-ModulInteraktif Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada MateriIntegral SMA Kelas XII. Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, 1(1), 12–18.https://doi.org/10.30596/jcositte.v1i1.xxxx
Sari, A. P., Wahyuni, S., & Budiarso, A. S. (2022). PengembanganE-Modul berbasis blended learning pad amateri pesawat sederhana untukmeningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMP. SPEKTRA: JurnalKajian Pendidikan Sains, 8(1), 10.https://doi.org/10.32699/spektra.v8i1.228
Seruni, R., Munawaoh, S., Kurniadewi, F., & Nurjayadi, M. (2019).Pengembangan modul elektronik (E-Modul) biokimia pada materi metabolismelipid menggunakan flip PDF professional. JTK (Jurnal Tadris Kimiya),4(1), 48–56. https://doi.org/10.15575/jtk.v4i1.4672
Sidiq, B. J., Hastungkoro, P. H., & Purwanto, I. (2020). Modelblended learning pada pembelajaran bahasa indonesia program pendidikankesetaraan paket c. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan BalaiPengembangan PAUD dan DIKMAS D.I. Yogyakarta.https://repositori.kemdikbud.go.id/21449/1/1%202020-Model-Blended-Siap-DIGANDAKAN.pdf
Sirait, D. L. I., & Siantar, R. L. (2020). Buku Ajar AsuhanKeluarga Berencana Pelayanan Alat Kontrasepsi (S. J. Insani, Ed.; 1sted.). Insan Cendekia Mandiri.
Sugiharni, G. A. D. (2018). Pengembangan Modul Matematika DiskritBerbentuk Digital Dengan Pola Pendistribusian Asynchronous MenggunakanTeknologi Open Source. Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika(JANAPATI), 7(1), 58. https://doi.org/10.23887/janapati.v7i1.12667
Sugiyono, Prof. D. (2016). Metode Penelitian Manajemen (5th ed.). CVAlfabeta.
Toquero, C. M. (2020). Challenges and opportunities for highereducation amid the COVID-19 pandemic: The philippine context.Pedagogical Research, 5(4), 1–5. https://doi.org/10.29333/pr/7947
Ummah, R., Suarsini, E., & Lestari, S. R. (2020). PengembanganE-modul Berbasis Penelitian Uji Antimikroba pada MatakuliahMikrobiologi. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan,5(5), 572. https://doi.org/10.17977/jptpp.v5i5.13432
Uzzaman, M. N., Jackson, T., Uddin, A., Rowa-Dewar, N., Chisti, M.J., Habib, G. M. M., & Pinnock, H. (2020). Continuing professionaleducation for general practitioners on chronic obstructive pulmonarydisease: Feasibility of a blended learning approach in Bangladesh. BMCFamily Practice, 21(1). https://doi.org/10.1186/s12875-020-01270-2
Wahyuni, D., Sari, M., & Hurriyah, H. (2020). Efektifitas E-modulberbasis problem solving terhadap keterampilan berfikir kritis pesertadidik. Natural Sciemce: Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidkan IPA,6(2), 180–189. https://doi.org/10.15548/nsc.v6i2.1709
Wiese, L. K., Love, T., & Goodman, R. (2021). Responding to asimulated disaster in the virtual or live classroom: Is there adifference in BSN student learning? Nurse Education in Practice, 55.https://doi.org/10.1016/j.nepr.2021.103170
Wijayanti, K., & Ghofur, M. A. (2021). Pengembangan MediaPembelajaran E-Modul Bank Dan Sistem Pembayaran Berbasis Android UntukPeserta Didik Kelas X. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 14(1), 1–14.https://doi.org/10.17977/UM014v14i12021p001
Wirenviona, R., Riris, A. A. I. D. C., Susanti, N. F., Wahidah, N.J., Kustantina, A. Z., & Joewono, H. T. (2021). Kesehatan Reproduksidan Tumbuh Kembang Janin sampai Lansia pada Perempuan. AirlanggaUniversity Press.
Yamagata-Lynch, L. C. (2014). Blending online asynchronous andsynchronous learning. International Review of Research in Open andDistance Learning, 15(2), 189–212.https://doi.org/10.19173/irrodl.v15i2.1778
Yunida, S., Lestari, O., Yunike, Y., Umami, R., Aini, P. C. Q.,Lubis, D. A., Rohaya, R., Elviani, Y., & Gani, A. (2021).KONTRASEPSI DAN ANTENATAL CARE (Dr. I. Kusumawaty & E. Eprila, Eds.;1st ed.). Literasi Nusantara Abadi.
Yunita, E. P. (2019). Penggunaan Kontrasepsi dalam Praktik Klinik danKomunitas (1st ed.). UB Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2023 St Hadijah H Anwar, Sri Ramadhani, Andi Nilawati Usman, Deviana Soraya Riu, Stang Stang, Aryadi Arsyad (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the works authorship and initial publication in this journal and able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book).









