Experiences of Intensive Care Unit Nurses Involving Families in Caring for End of Life Care Patients: Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.36990/hijp.v15i3.1054Keywords:
Critical care, End of lice care, Involving families, Intensive care unitAbstract
The Intensive Care Unit (ICU) is a room with special equipment to provide treatment and critical nursing actions for those who are deteriorating. The aim of this research is to describe the experience of nurses involving families in caring for end of life care patients in the ICU based on research that has been carried out. The method used in the literature review is to search for articles from qualitative studies, collected from electronic databases such as Google Scholar, Science Direct, and PubMed, using the MeSH Term keywords, namely: critical nurse, patient end of life, involve family, nursing experience . Selected articles between 2018-2023. This study from several articles is expected to reveal the phenomenon of the experiences of ICU nurses involving families in caring for end of life care patients. Theme: the need to involve the family, the challenges of involving the family in patient end of life care, nurses understanding the condition of patient end of life care in involving the family. The conclusion is that end of life care for patients in the ICU fulfills basic human needs holistically. Nurses can see patients as complete human beings by facilitating and assisting with necessary needs as well as involving the patient's family and being able to resolve patient problems in accordance with applicable procedures.
PENDAHULUAN
Intensive Care Unit (ICU) adalah suatu ruangan dengan perlengkapan khusus untuk memberikan pengobatan dan tindakan keperawatan kritis yang mengalami perburukan. Ketika seorang individu tidak diharapkan untuk bertahan hidup, dokter dan perawat menghadapi dilema etika modern kematian yang terkait dengan penarikan strategi pendukung kehidupan, dan membangun hubungan keluarga pasien dalam melibatkan pemberian end of life care (Almansour & Abdel Razeq, 2021; Ozga, Wo?niak, & Gurowiec, 2020).
Kebahagiaan adalah bahan inti dari kesehatan dan kesejahteraan, namun relatif sedikit yang diketahui tentang apa arti kebahagiaan bagi individu menjelang akhir hayat, dan apakah persepsi kebahagiaan berubah saat individu mendekati akhir hayatnya (O'Callaghan, Bickford, Rea, Fernando, & Malpas, 2021).
Pengalaman perawat dalam memberikan perawatan menjelang ajal atau end-of-life kepada pasien dan keluarga pasien dari aspek klinis sampai sistem dukungan pasien mendekati ajal (Destisary, Lumadi, & Handian, 2021). Seorang perawat harus memiliki kompetensi dalam perawatan end of life pada pasien untuk mengatasi beban nyeri dan gejala tidak nyaman dan memberi mereka kapasitas untuk mengalami spiritualitas mereka sepenuhnya (D?Antonio, 2017).
Menurut (Murphy, 2021) Isu-isu terkini seperti perencanaan perawatan lanjutan, warisan digital dan Jangan Mencoba Resusitasi Jantung Paru (DNACPR) akan direfleksikan melalui lensa doula akhir kehidupan, dengan tujuan mendorong diskusi terbuka dan orasi kematian sebagai keterampilan hidup dan menciptakan ruang untuk membuat pilihan tentang akhir kehidupan.
Menurut (Baker, Luce, & Bosslet, 2015) bahwa perubahan profil pasien dalam kondisi serius adalah salah satu faktor yang mendasarinya. Hal ini membuat perlu untuk menerapkan analisis kematian baik untuk perawatan pasien dan perawatan akhir hidup (EOLC), yang merupakan tantangan bagi para profesional yang ditugaskan untuk memastikan kematian yang baik dalam perawatan kritis (Rivera?Romero, Ospina Garzón, & Henao?Castaño, 2019). Menurut (Ramasamy Venkatasalu, Whiting, & Cairnduff, 2015) Pasien akhir hayat dan keluarganya membutuhkan perawatan dan dukungan yang tepat. Di Intensive Care Unit (ICU), adalah tanggung jawab tenaga keperawatan untuk memberikan perawatan tersebut.
Hasil penelitian (Enggune, Ibrahim, & Agustina, 2014) menemukan bahwa sebagian informan telah terbiasa melakukan perawatan menjelang ajal karena sering dihadapi di ICU. Sedangkan, menurut (Ose, Ratnawati, & Lestari, 2016) mengatakan bahwa perawat sering merasa kecewa dan gagal ketika pasien yang dirawat meninggal. Munculnya perubahan psikologis timbul perasaan tersentuh, mengalami suatu perasaan yang berbeda saat merawat pasien fase end of life.
METODE
Metode yang digunakan dalam literature review adalah dengan mencari artikel dari studi kualitatif, dikumpulkan dari basis data elektronik seperti Google Scholar, Science Direct, dan PubMed, menggunakan kata kunci MeSH Term yaitu : Critical Nursing, End of Life Care, involving families, Intensive Care Unit.
Literature review menetapkan kriteria inklusi dan eklusi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
| Kriteria Inklusi | Kriteria Eklusi |
|---|---|
| Tahun sumber literatur yang diambil mulai tahun 2018 sampai dengan 2023, Bahasa yang digunakan didalam artikel adalah bahasa inggris dan bahasa Indonesia, Subjek atau sampel penelitian adalah perawat ICU, Artikel yang digunakan berbentuk full text dengan format PDF dan Tema penelitian adalah pengalaman perawat ICU dalam melibatkan keluarga dalam perawatan pada pasien end of life care di ruangan ICU | Artikel yang tidak open access, karena penelitian ini tidak mendapatkan sponsorship, Artikel proceeding, dan Review artikel. |
Setelah melakukan pencarian artikel dari beberapa data elektronik berdasarkan kata kunci dari 4 database, artikel yang sama dibeberapa database dari 2018-2023 hasil sebanyak 576 hasil artikel. Selanjutnya peneliti melakukan screening melalui seleksi berdasarkan kriteria inklusi sehingga jumlah artikel yang diperkirakan relevan sebanyak 6 artikel.
HASIL
Berdasarkan pencarian dari empat database yang didapatkan 6 artikel yang membahas mengenai pengalaman perawat melibatkan keluarga dalam merawat pasien end of life care di ruang intensive care unit. Dari 6 artikel yang ditetapkan dengan penelitian desain kualitatif.
Pengalaman adalah sesuatu yang berhubungan pernah dialami, dijalani maupun dirasakan, baik sudah lama maupun yang baru terjadi. Dengan adanya keluarga pasien dapat mambantu perawat dalam memenuhi kebutuhan pasien end of life. Sampai saat ini sudah terdapat beberapa hasil penelitian yang membahas tentang melibatkan keluarga memenuhi kebutahan pasien end of life di ruangan ICU yang dilakukan penelitian (Ozga et al., 2020), (Stokes, Vanderspank-Wright, Bourbonnais, & Wright, 2019), (Destisary et al., 2021), (Beng et al., 2022), (Chen et al., 2021).
Teori keperawatan Lydia Hall menjelaskan 3 aspek berhubungan dalam Familly support yaitu: care, core dan cure. Aspek care bahwa perawat mendukung kebutuhan pasien dan keluarga, sehingga pemberian asuhan keperawatan yang sesuai. Aspek core bahwa perawat memberikan keperawatan terapeutik dari segi dukungan sosial dan dukungan spiritual, perawat melibatkan keluarga mendukung dalam proses perawatan. Aspek cure bahwa proses penatalaksanan medis yang diberikan kepada pasien, perawat melakukan kolaborasi dengan tim medis. Menurut (De Beer & Brysiewicz, 2016) dengan kehadiran keluarga atau orang tercinta dapat memberikan dampak yang baik untuk pasien dan ketenangan selama di ICU. Kebutuhan keluarga pasien yang secara konsisten masuk dalam kategori jaminan, informasi, kedekatan, kenyamanan dan kebutuhan pribadi (Jamerson et al., 1996; Plakas, Cant, Taket, & Nursing, 2009; Quinn, Redmond, & Begley, 1996).
Menghadapi kelangsungan hidup keluarga Mekanisme adalah cara bagaimana untuk menyelesaikan permasalahan keluarga beradaptasi dan merespons perubahan situasi ruang perawatan intensif; keluarga dan peran menunggu keluarga di unit perawatan intensif untuk mengatakan khawatir, itu karena waktu berkunjung di unit perawatan intensif tertutup, kondisi pasien dan kondisi ruangan tidak stabil mengharapkan fasilitas minimal untuk keluarga Pasien meningkatkan kecemasan keluarga (Widiastuti, Suhartini, & Sujianto, 2018).
Komunikasi yang baik antara staf ICU dan kerabat pasien dapat mengurangi terjadinya gangguan stres pasca trauma, kecemasan atau depresi, dan ketidakpuasan (Mistraletti et al., 2017). Kedekatan keluarga dan pasien dapat berpartisipasi dalam membantu perawat dalam memberikan dukungan spiritual (Makmun, Ismail, & Utami, 2019).
Hambatan yang dapat terjadi melibatkan familly support dalam pemberian end of life care di akibatkan dari kurang komunikasi antara perawat, pasien dan keluarga serta tim kesehatan lainnya. Penelitian yang dilakukan (Ozga et al., 2020) di negara polandia bahwa familly support menjadi hambatan dan didukung dengan aspek budaya, sedangkan (Chen et al., 2021) bahwa hambatan kurang informasi dari keluarga, lingkungan dan keterbatasan keluarga.
Berdasarkan (Destisary et al., 2021) bahwa dari hasil penelitiannya yaitu 1) Perawat memfokuskan perawatan pada spiritual pasien fase end of life, 2) Pengelolaan emosi perawat saat merawat pasien fase end of life, 3) Perawat melibatkan keluarga dalam merawat pasien, 4) Perawat memenuhi kebutuhan dasar pasien pada fase end of life, 5) Perawat memahami kondisi pasien fase end of life. Familly support salah satu peran membantu perawat dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien, dukungan spiritual, hubungan kedekatan keluarga dan dukungan budaya menjadi hal yang dibutuhkan pasien.
| No | Judul | Peneliti | Tujuan | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Difficulties Perceived by ICU Nurses Providing End-of-Life Care: A Qualitative Study | Dorota Ozga, Krystyna Wo?niak, Piotr Jerzy Gurowiec (2020) Polandia | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesulitan yang dirasakan oleh perawat ICU yang memberikan perawatan akhir kehidupan (EOLC) di Polandia. | Isu utama yang diangkat selama wawancara meliputi (1) hambatan yang terkait dengan rumah sakit, (2) hambatan yang terkait dengan keluarga pasien, dan (3) hambatan yang terkait dengan personel ICU yang memberikan EOLC langsung. Perawat yang diwawancarai menganggap kurangnya dukungan dari manajer menjadi hambatan utama. Kami menemukan bahwa perawat ICU di Polandia berurusan dengan aspek akhir kehidupan yang melelahkan secara emosional dan psikologis. Selain itu, mereka tidak memiliki pelatihan khusus di bidang ini, terutama yang berkaitan dengan perawatan dan penyediaan perawatan keluarga. |
| 2 | Meaningful experiences and end-of-life care in the intensive care unit: A qualitative study | Heather Stokes, Brandi Vanderspank-Wright, Frances Fothergill Bourbonnais, David Kenneth Wright (2019) Kanada | Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengeksplorasi apa yang bermakna praktek bagi perawat tentang perawatan akhir hidup; (2) Untuk menggambarkan bagaimana perawat menciptakan kematian yang baik di unit perawatan intensif dan (3) Untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi perawat yang mempengaruhi pengalaman bermakna mereka dan pada akhirnya penciptaan kematian yang baik. | Tema menyeluruh dari analisis pengalaman ini adalah "mampu membuat perbedaan" yang dijalin dengan rumit untuk berkontribusi pada kematian yang baik. Tiga tema utama diidentifikasi dan dimasukkan: menciptakan kematian yang baik, menavigasi tantangan dan membuatnya berhasil. |
| 3 | Pengalaman Perawat dalam Merawat Pasien Fase End of Life di Ruang ICU | Destisary, Sisilia Mariani Lumadi, Sih Ageng Handian, Feriana Ira (2021) Indonesia | Tujuan dari penelitian adalah menggali pengalaman perawat dalam merawat pasien fase end of life ruang ICU di Rumah Sakit Baptis Batu. | Hasil penelitian yaitu 1) Perawat memfokuskan perawatan pada spiritual pasien fase end of life, 2) Pengelolaan emosi perawat saat merawat pasien fase end of life, 3) Perawat melibatkan keluarga dalam merawat pasien, 4) Perawat memenuhi kebutuhan dasar pasien pada fase end of life, 5) Perawat memahami kondisi pasien fase end of life |
| 4 | Happiness at the End of Life: A Qualitative Study | Tan Seng Beng, Wong Ka Ghee, Ng Yun Hui, Ooi Chieh Yin, Khoo Wei Shen Kelvin, Lihat Toh Yiling, Tan Ai Huey, David Paul Capelle, Sheriza Izwa Zainuddin, Loh Ee Chin, and Lam Chee Loong (2022) | Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi kebahagiaan pada pasien perawatan paliatif di University of Malaya Medical Centre . | Dihasilkan delapan tema: makna kebahagiaan, koneksi, pola pikir, kesenangan, kesehatan, iman, kekayaan, dan pekerjaan. Hasil kami menunjukkan bahwa kebahagiaan adalah mungkin di akhir kehidupan. Kebahagiaan bisa hidup berdampingan dengan rasa sakit dan penderitaan. Koneksi sosial adalah elemen kebahagiaan terpenting di akhir kehidupan. Kekayaan dan pekerjaan diberi penekanan paling sedikit. Dari deskripsi pasien kami, kami mengenali kecenderungan tingkat kepentingan bergeser dari kebahagiaan hedonis ke kebahagiaan eudaimonik karena pasien mengalami penyakit terminal. |
| 5 | The experiences of family members of ventilated COVID-19 patients in the intensive care unit: a qualitative study | Chen, Chiahui Wittenberg, Elaine Sullivan, Suzanne S, Lorenz, Rebecca A, Chang, Yu-Ping (2021) Buffalo, New York, Amerika Serikat | Untuk mengeksplorasi pengalaman dan kebutuhan dukungan anggota keluarga pasien COVID-19 yang menggunakan ventilator di unit perawatan intensif (ICU) | Tema utama mewakili pengalaman anggota keluarga: (a) reaksi terhadap diagnosis COVID-19, (b) COVID-19 sebagai kekuatan yang mengganggu stabilitas keluarga, (c) dampak COVID-19 terhadap hasil duka, (d) keputusasaan mencari informasi, (e) kebutuhan anggota keluarga, (f) perasaan yang bertentangan tentang panggilan video, dan (g) penghargaan terhadap perawatan. |
| 6 | Persepsi Keluarga terhadap Partisipasi Keluarga dalam Merawat Pasien di Ruang ICU: Studi Kualitatif | Makmun, M., Ismail, S., & Utami (2019) Indonesia | Tujuan untuk mengetahui persepsi keluarga terkait partisipasi dalam perawatan di ICU | Tema penelitian ini adalah keluarga membutuhkan kedekatan denganpasien sehingga mampu membantu untuk memenuhi kebutuhan pasien. |
PEMBAHASAN
Kebutuhan melibatkan keluarga
Hasil penelitian (Stokes et al., 2019) bahwa apa yang berarti dalam pekerjaan perawat dalam konteks EOLC (end-of-life care), adalah untuk berkontribusi terhadap penciptaan 'kematian yang baik' di ICU melalui komunikasi yang optimal dan kerja tim, memastikan kenyamanan pasien, menghabiskan waktu dengan keluarga, berada di sana untuk pasien/keluarga dan menyediakan ruang untuk keluarga.
Berdasarkan penelitian (Siregar & Nasution, 2016) tentang pengalaman perawat tentang family centred care di ruang pediatric intensive care unit (PICU) di RSUP H. Adam Malik Medan, bahwa teman yanf didapatkan adalah 1) Perawat bekerja sama dengan keluarga dalam perawatan anak tidak sadar di PICU, 2) Perawat melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada keluarga, dan 3) Perawat mengalami dukungan yang tidak maksimal dalam melaksanakan family centered care.
Tantangan melibatkan keluarga dalam perawatan patient end of life care
Hasil penelitian yang dilakukan (Ozga et al., 2020) hambatan terkait keluarga pasien bahwa kurangnya privasi untuk keluarga dan pasien dan seringnya konflik antara keluarga dan personel ICU. Pasien mungkin tidak diberi kesempatan untuk memutuskan tentang hidup mereka, personel tidak menerima pelatihan dalam perawatan akhir kehidupan profesional. Kurangnya layanan konseling psikologis untuk keluarga dan pasien. Kami sering harus meminta keluarga pasien yang sekarat untuk meninggalkan ruangan agar kami dapat memindahkan pasien lain.
Hambatan untuk pengambilan keputusan bersama termasuk kesulitan yang dialami oleh pasien dan keluarga dalam memahami informasi yang mereka terima (Azoulay et al., 2000; Rodriguez et al., 2008), dan faktor organisasi atau perkembangan cepat penyakit yang mengancam jiwa, tim layanan kesehatan mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan percakapan yang diperlukan untuk membangun kepercayaan dan mengenal pasien dan keluarga. Pasien atau keluarga juga membutuhkan waktu untuk membentuk opini tentang tim kesehatan. Pengambilan keputusan bersama mengharuskan petugas layanan kesehatan menyesuaikan informasi dan diskusi dengan latar belakang, keinginan, dan pengalaman setiap pasien dan keluarga (Azoulay, Chaize, & Kentish-Barnes, 2014).
Temuan dari penelitian (Chen et al., 2021) memberikan kontribusi pemahaman mendalam yang berharga tentang kebutuhan mendesak anggota keluarga pasien COVID-19 yang menggunakan ventilator di ICU. Telah diprediksikan, dan memang kita telah melihat penyakit-penyakit lain yang sangat menular, bahwa diperlukan upaya untuk memitigasi perubahan-perubahan yang ditimbulkan. Penerapan perawatan paliatif dan strategi komunikasi yang bertujuan untuk mengenali beban dan preferensi masing-masing anggota keluarga. Penelitian saat ini menyoroti adanya stres, kecemasan, dan ketidakpastian yang besar pada anggota keluarga pasien COVID-19 dan rujukan perawatan paliatif dini harus menjadi prioritas untuk meningkatkan komunikasi dan mendukung melibatkan keluarga.
Perawat memahami kondisi patient end of life care dalam melibatkan keluarga
Hasil penelitian (Destisary et al., 2021) bahwa perawat sangat penting Involve family dalam membantu pemenuhan spritual pasien end of life care dan perawat berkolaborasi dengan dokter mengedukasi keluarga tentang kondisi pasien serta prosedur medis yang diberikan. Perawat memberikan informasi ke keluarga dalam pemberian asuhan keperawatan sedangkan dokter menjelaskan tentang diagnosa, prognosa dan lain-lainya. Kondisi pasien ICU dengan terpasang ventilator, dimana perawat kritis melihat kondisi pasien dari monitor dan tanda-tanda vital pasien.
Hasil penelitian (Beng et al., 2022) bahwa makna kebahagiaan, koneksi, pola pikir, kesenangan, kesehatan, iman, kekayaan, dan pekerjaan. Pasien mengalami penyakit terminal makna kebahagian mengurangi beban pasien dengan kedekatan perawat serta mengikut sertakan keluarga pasien dalam kebahagian di akhir kehidupan pasien. Perawatan paliatif, sangat penting untuk menilai makna kebahagiaan bagi setiap pasien dan tingkat kepentingan setiap domain kebahagiaan untuk memungkinkan intervensi yang ditargetkan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Penerapan perawatan pasien end of life care di Intensive Care Unit (ICU) merupakan memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia secara holistik. Perawat dapat melihat pasien sebagai manusia yang utuh dengan memfasilitasi dan membantu kebutuhan yang diperlukan serta melibatkan keluarga pasien dan mampu mengatasi masalah pasien sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dengan studi ini dari beberapa artikel mengungkapkan fenomena dari pengalaman perawat melibatkan keluarga dalam merawat pasien end of life care di Intensive Care Unit (ICU), dengan tema : kebutuhan melibatkan keluarga, tantangan melibatkan keluarga dalam perawatan patient end of life care, perawat memahami kondisi patient end of life care dalam melibatkan keluarga. Saran perlu dilakukan penelitian yang melibatkan pengalaman keluarga dalam penerapan end of life care.
DAFTAR PUSTAKA
Almansour, I., & Abdel Razeq, N. M. (2021). Communicating prognostic information and hope to families of dying patients in intensive care units: A descriptive qualitative study. 30(5-6), 861-873. doi:10.1111/jocn.15630
Azoulay, E., Chaize, M., & Kentish-Barnes, N. (2014). Involvement of ICU families in decisions: fine-tuning the partnership. Ann Intensive Care, 4, 37. doi:10.1186/s13613-014-0037-5
Azoulay, E., Chevret, S., Leleu, G., Pochard, F., Barboteu, M., Adrie, C., . . . Schlemmer, B. (2000). Half the families of intensive care unit patients experience inadequate communication with physicians. Crit Care Med, 28(8), 3044-3049. doi:10.1097/00003246-200008000-00061
Baker, M., Luce, J., & Bosslet, G. T. (2015). Integration of palliative care services in the intensive care unit: a roadmap for overcoming barriers. Clinics in chest medicine, 36(3), 441-448.
Beng, T. S., Ghee, W. K., Hui, N. Y., Yin, O. C., Kelvin, K. W. S., Yiling, S. T., . . . Loong, L. C. (2022). Happiness at the end of life: A qualitative study. Palliative & Supportive Care, 20(1), 69-75. doi:10.1017/S1478951521000262
Chen, C., Wittenberg, E., Sullivan, S. S., Lorenz, R. A., Chang, Y.-P. J. A. J. o. H., & Medicine®, P. (2021). The experiences of family members of ventilated COVID-19 patients in the intensive care unit: a qualitative study. 38(7), 869-876.
D?Antonio, J. (2017). End-of-Life Nursing Care and Education: End-of-Life Nursing Education: Past and Present. J Christ Nurs, 34(1), 34-38. doi:10.1097/cnj.0000000000000338
De Beer, J., & Brysiewicz, P. J. S. A. J. o. C. C. (2016). The needs of family members of intensive care unit patients: A grounded theory study. 32(2), 44-49.
Destisary, S. M., Lumadi, S. A., & Handian, F. I. (2021). Pengalaman Perawat dalam Merawat Pasien Fase End of Life di Ruang ICU. Jurnal Gawat Darurat, 3(1), 29-42.
Enggune, M., Ibrahim, K., & Agustina, H. R. (2014). Persepsi perawat neurosurgical critical care unitterhadap perawatan pasien menjelang ajal. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 2(1).
Jamerson, P. A., Scheibmeir, M., Bott, M. J., Crighton, F., Hinton, R. H., & Cobb, A. K. (1996). The experiences of families with a relative in the intensive care unit. Heart & Lung, 25(6), 467-474. doi:https://doi.org/10.1016/S0147-9563(96)80049-5
Makmun, M., Ismail, S., & Utami, R. S. J. J. P. I. (2019). Persepsi keluarga terhadap partisipasi keluarga dalam merawat pasien di ruang ICU: studi kualitatif. 3(3), 197-200.
Mistraletti, G., Umbrello, M., Mantovani, E. S., Moroni, B., Formenti, P., Spanu, P., . . . Martinetti, F. J. I. c. m. (2017). A family information brochure and dedicated website to improve the ICU experience for patients’ relatives: an Italian multicenter before-and-after study. 43, 69-79.
Murphy, S. (2021). Being an end-of-life doula. Br J Community Nurs, 26(7), 334-337. doi:10.12968/bjcn.2021.26.7.334
O'Callaghan, A., Bickford, B., Rea, C., Fernando, A., & Malpas, P. (2021). Happiness at the End of Life: A Qualitative Study. 38(3), 223-229. doi:10.1177/1049909120939857
Ose, M. I., Ratnawati, R., & Lestari, R. (2016). Studi Fenomenologi Pengalaman Perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam Merawat Pasien Terlantar pada Fase End of Life di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Jurnal Ilmu Keperawatan: Journal of Nursing Science, 4(2), 171-183.
Ozga, D., Wo?niak, K., & Gurowiec, P. J. (2020). Difficulties Perceived by ICU Nurses Providing End-of-Life Care: A Qualitative Study. Glob Adv Health Med, 9, 2164956120916176. doi:10.1177/2164956120916176
Plakas, S., Cant, B., Taket, A. J. I., & Nursing, C. C. (2009). The experiences of families of critically ill patients in Greece: A social constructionist grounded theory study. 25(1), 10-20.
Quinn, S., Redmond, K., & Begley, C. (1996). The needs of relatives visiting adult critical care units as perceived by relatives and nurses. Part 2. Intensive and Critical Care Nursing, 12(4), 239-245. doi:https://doi.org/10.1016/S0964-3397(96)80148-0
Ramasamy Venkatasalu, M., Whiting, D., & Cairnduff, K. (2015). Life after the Liverpool Care Pathway (LCP): a qualitative study of critical care practitioners delivering end?of?life care. Journal of advanced nursing, 71(9), 2108-2118.
Rivera?Romero, N., Ospina Garzón, H. P., & Henao?Castaño, A. M. (2019). The experience of the nurse caring for families of patients at the end of life in the intensive care unit. Scandinavian Journal of Caring Sciences, 33(3), 706-711.
Rodriguez, R. M., Navarrete, E., Schwaber, J., McKleroy, W., Clouse, A., Kerrigan, S. F., & Fortman, J. (2008). A prospective study of primary surrogate decision makers' knowledge of intensive care. Crit Care Med, 36(5), 1633-1636. doi:10.1097/CCM.0b013e31816a0784
Siregar, R. M., & Nasution, S. S. (2016). Pengalaman Perawat Tentang Family Centred Care di Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di RSUP H. Adam Malik Medan.
Stokes, H., Vanderspank-Wright, B., Bourbonnais, F. F., & Wright, D. K. (2019). Meaningful experiences and end-of-life care in the intensive care unit: A qualitative study. Intensive and Critical Care Nursing, 53, 1-7.
Widiastuti, W., Suhartini, S., & Sujianto, U. J. J. K. d. K. A. (2018). Persepsi pasien terhadap kualitas caring perawat yang islami di intensive care unit, studi fenomenologi. 14(2), 147-152.
Downloads
Published
Versions
- 2023-12-31 (2)
- 2023-12-31 (1)
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2023 Irfandi Rahman, Baktianita Ratna Etnis, Kistan Kistan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the works authorship and initial publication in this journal and able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book).









