Cross Sectional: Factor analysis of patient anxiety levels in the emergency room departement

Authors

  • Nurdin Nurdin Universitas Mandala Waluya, Indonesia https://orcid.org/0009-0009-8196-3901
  • Srikandi Puspa Amandaty Program Studi Diploma III Keperawatan, Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia, Indonesia https://orcid.org/0009-0007-1249-6196
  • Islaeli Islaeli Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia, Indonesia https://orcid.org/0000-0003-0385-3108
  • Wa Ode Rahmadania Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia, Indonesia https://orcid.org/0000-0001-7076-7993
  • Islamiyah Islamiyah Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia, Indonesia https://orcid.org/0000-0003-4975-8042

DOI:

https://doi.org/10.36990/hijp.v16i2.1523

Keywords:

Anxiety Level, Family Support, Experience of Entering the ER, Therapeutic Communication, Emergency Department

Abstract

Ringkasan: Latar belakang: Lingkungan Instalasi Gawat Darurat yang overcrowded seringkali mengabaikan aspek psikologis pasien, menyebabkan berbagai permasalahan termasuk kecemasan yang dapat menghambat proses penyembuhan. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien di ruang IGD RSUD Kota Kendari. Metode: Penelitian cross-sectional pada 87 responden menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner tervalidasi untuk mengukur dukungan keluarga, pengalaman masuk IGD, komunikasi terapeutik, dan tingkat kecemasan. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Mayoritas responden perempuan (65,5%) dengan rentang usia 31-50 tahun (51,7%). Sebanyak 24,1% mengalami panik dan 21,8% cemas berat. Terdapat hubungan signifikan antara pengalaman masuk IGD (p=0,027, phi=0,35) dan komunikasi terapeutik (p=0,006, phi=0,40) dengan tingkat kecemasan, sedangkan dukungan keluarga tidak berhubungan signifikan (p=0,822). Simpulan: Pengalaman masuk IGD dan komunikasi terapeutik berpengaruh sedang terhadap kecemasan pasien. Saran: Peningkatan komunikasi terapeutik perawat untuk mengurangi kecemasan dan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga keperawatan.

References

Apriani, D. (2020). Hubungan Dukungan Orang Tua Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Usia Remaja (12-18 Th) Pada Saat Pemasangan Infus Di Ruang IRD BRSUD Kabupaten Tabanan. JURNAL MEDIKA USADA, 3, 32-40. doi:10.54107/medikausada.v3i2.74

Huzaifah, Z., & Iswara, W. (2023). C CORRELATION OF EFFECTIVE COMMUNICATION TO PATIENT ANXIETY WITH CATHETER INSTALLATION IN THE EMERGENCY ROOM. Journal of Nursing Invention, 4(1), 35 - 41. doi:10.33859/jni.v4i1.299

Kaplan, & Sadock. (1997). Buku ajar keperawatan psikatri klinis. (2 ed.): Salemba medika.

KEMENKES. (2019). RISET KESEHATAN DASAR (RISKESDES). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Muliani, R., Pragholapati, A., & Irman. (2021). The Effect of Nurse Therapeutic Communication on the Anxiety Level of Patients in the Intensive Care Room. Health Information : Jurnal Penelitian, 12(1), 63-75. doi:10.36990/hijp.vi.190

MZ, S. S. R., Bahar, H., & Dewi, S. T. (2024). Strategi Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan di Unit Rawat Jalan Poli Jantung di RSUD Kota Kendari Tahun 2024. Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan

, 269-277. doi: https://doi.org/10.55606/detector.v2i3.4193

Novita, R., Nugroho, S. A., & Handoko, Y. T. (2020). Hubungan Komunikasi Terapeutik Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Baru Di Ruang UGD Puskesmas Tamanan Bondowoso. Jurnal Keperawatan Profesional (JKP), 8(2).

Oktarini, S., & Prima, R. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Fraktur Pre Operasi. Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences), 10, 55-62.

Oktarini, S., & Prima, R. (2021). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN FRAKTUR PRE OPERASI. Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences), 10(1), 54-62. doi:10.35328/keperawatan.v10i1.1590

Rangkuti, W. F. S., Akhmad, A. N., & Hari, M. (2021). DUKUNGAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 9, 9.

Rosely, B. s. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pada pasien kategori Triage P2 label Kuning di instalasi gawat Darurat RSUD Bangil.

Sari, Y. P., Riasmini, N. M., & Guslinda. (2020). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PREOPERASI BEDAH MAYOR DI RUANG TERATAI. UMSB, XIV 14.

Setyowati, L., & Indawati, E. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Laparatomi Di RSUD Cileungsi. . Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7, 19410-19421.

Telaumbanua, F. T., & Sahrudi. (2022). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRA TINDAKAN PEMERIKSAAN EKG DI RS AGUNG JAKARTA SELATAN. MALAHAYATI NURSING JOURNAL, 4, 706-719.

Published

2024-08-31

How to Cite

Nurdin, N., Amandaty, S. P., Islaeli, I., Rahmadania, W. O., & Islamiyah, I. (2024). Cross Sectional: Factor analysis of patient anxiety levels in the emergency room departement . Health Information : Jurnal Penelitian, 16(2), 205–213. https://doi.org/10.36990/hijp.v16i2.1523

Issue

Section

Original Research

Citation Check