Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Trimester III terhadap Pencegahan Covid-19
DOI:
https://doi.org/10.36990/hijp.v12i2.196Keywords:
Knowledge, Attitude, Prevention, Covid-19Abstract
The COVID-19 virus can be transmitted from person to person through coughing or saliva droplets. Pregnant women have a higher risk of morbidity and mortality than the general population. For this reason, knowledge of pregnant women regarding the prevention of COVID-19 is needed. The purpose of this study was to analyze the knowledge and attitudes of third trimester pregnant women towards the prevention of COVID-19. This research method used a cross sectional approach. The population in this study were 64 pregnant women in the city of Bandung with a sample of pregnant women who visited the Casa Medika Clinic. The research instrument was a questionnaire that was distributed online. The questions included 25 knowledge questions, 12 attitude questions and 10 preventive behavior questions. All questions on the questionnaire have been tested for validity and reliability. The results showed that out of 64 respondents, 56.3% of the respondents had a good prevention of COVID-19, 62.5% had good knowledge and 51.6% had a positive attitude towards preventing COVID-19. 19. There is a significant relationship between knowledge and prevention of COVID-19 in pregnant women. In this study, attitudes did not show a significant relationship with COVID-19 prevention behavior. Pregnant women are advised to maintain a positive attitude towards the prevention of COVID-19 in their daily life during the pandemic period, in order to avoid spreading COVID-19.
Pendahuluan
Masyarakat Indonesia dan Dunia dihebohkan dengan wabah virus korona jenis baru (Novel Corona Virus/nCoV) yang secara resmi saat ini disebut sebagai COVID-19 (coronavirus disease that was discovered in 2019) [1]. Virus ini termasuk dalam keluarga besar Corona Virus (CoV) [2]. Kasus COVID-19 berawal dari Desember 2019 dari ditemukannya pneumonia misterius yang pertama kali dilaporkan di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Sumber penularan kasus ini belum diketahui secara pasti namun kasus pertama dikaitkan dengan pasar ikan di Wuhan. Tanggal 18 Desember hingga 29 Desember 2019, terdapat lima pasien yang dirawat dengan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Sejak 31 Desember 2019 hingga 3 Januari 2020 kasus ini meningkat pesat, ditandai dengan dilaporkannya sebanyak 44 kasus. Tidak sampai satu bulan, penyakit ini telah menyebar di berbagai provinsi lain di Cina, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan [3].
COVID-19 dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui percikan batuk atau ludah dan telah menyebar secara luas di China serta dilebih dari 190 Negara dan teritorial lain. Pada 12 Maret 2020, organisasi Kesehatan dunia mengumumkan bahwa COVID-19 merupakan sebuah pandemi. Hingga tanggal 29 Maret 2020, terdapat 634.835 kasus dan 33.106 jumlah kematian di seluruh dunia. Sementara di Indonesia sudah ditetapkan 1.528 kasus dengan positif COVID-19 dan 136 kasus kematian [4].
COVID-19 pertama yang dilaporkan di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 sejumlah dua kasus. Data dari tanggal 31 Maret 2020 menunjukkan bahwa kasus yang terkonfirmasi berjumlah 1.528 kasus dan 136 kasus kematian. Persentase mortalitas COVID-19 di Indonesia sebesar 8,9%, angka ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara [1].
COVID-19 merupakan penyakit yang baru ditemukan oleh karena itu pengetahuan terkait pencegahannya sedang didalami oleh ilmuwan Dunia. Kunci pencegahan meliputi pemutusan rantai penularan dengan deteksi dini, isolasi dan melakukan proteksi dasar [4]. Hingga saat ini, pengetahuan tentang infeksi COVID-19 dalam hubungannya dengan kehamilan dan janin masih terbatas dan belum terdapat rekomendasi spesifik untuk penanganan ibu hamil dengan COVID-19. Berdasarkan data yang terbatas tersebut dipadukan dengan kasus penanganan virus korona sebelumnya (SARS-CoV dan MERS-CoV) dan kasus COVID-19, ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi terhadap terjadinya penyakit berat, morbiditas dan mortalitas dibandingkan dengan populasi umum. Efek samping pada janin berupa persalinan preterm juga dilaporkan pada ibu hamil dengan infeksi COVID-19. Akan tetapi informasi ini sangat terbatas dan belum jelas apakah komplikasi mempunyai hubungan dengan infeksi pada ibu. Dalam dua laporan yang menguraikan 18 kehamilan dengan COVID-19, semua yang terinfeksi pada trimester ketiga memiliki riwayat klinis serupa dengan yang terjadi dengan orang dewasa yang tidak hamil. Gawat janin dan persalinan prematur ditemukan pada beberapa kasus. Pada dua kasus dilakukan persalinan sesar dan pemeriksaan untuk SARS-CoV-2 ditemukan negatif pada semua bayi yang diperiksa [5].
Hingga saat ini belum jelas apakah infeksi COVID-19 dapat melewati rute trans plasenta untuk menginfeksi janin. Meskipun terdapat laporan bayi yang positif COVID-19 setelah lahir, tetapi penelitian ini perlu validasi lebih lanjut apakah transmisi terjadi di dalam kandungan atau saat postnatal. Demikian halnya dengan peningkatan risiko keguguran, belum terdapat data yang menjelaskan hal ini. Laporan kasus dari studi sebelumnya dengan SARS dan MERS tidak menunjukkan hubungan yang meyakinkan antara infeksi dengan risiko keguguran atau kematian janin di trimester kedua. Oleh karena tidak adanya bukti akan terjadinya kematian janin intrauterine akibat infeksi COVID-19, maka kecil kemungkinan akan adanya infeksi kongenital virus terhadap perkembangan janin [5].
Terdapat laporan kasus persalinan prematur pada ibu dengan COVID-19, namun tidak jelas apakah persalinan prematur ini iatrogenik atau spontan. Persalinan iatrogenik merupakan persalinan karena indikasi maternal yang berhubungan dengan infeksi virus, meskipun terdapat bukti adanya perburukan janin dan ketuban pecah dini preterm [5].
Kasus Virus korona tertinggi di Indonesia masih terjadi pada wilayah JABODETABEK meskipun secara detail belum dilaporkan kasus virus korona pada ibu hamil. Adapun kasus positif aktif COVID-19 di Jawa Barat masing-masing tersebar di Kota Bekasi (28 orang), Kota Depok (26 orang), Kota Bogor (21 orang), Kabupaten Bekasi (12 orang), Kabupaten Bogor (10 orang), Kota Bandung (8 orang), Kabupaten Karawang (7 orang), Kota Cimahi (5 orang), Kabupaten Bandung (3 orang), Kabupaten Cirebon (2 orang), Kabupaten Bandung Barat (1 orang), Kabupaten Kuningan (1 orang), Kabupaten Majalengka (1 orang), Kabupaten Purwakarta (1 orang), Kabupaten Sukabumi (1 orang), Kabupaten Sumedang (1 orang), dan Kota Tasikmalaya (1 orang) [6].
Hasil studi pendahuluan di Klinik Casa Medika bahwa secara umum ibu hamil telah mengetahui informasi terkait COVID-19 dan bahayanya dan mereka mengatakan bahwa perilaku pencegahan terhadap COVID-19 dimulai dari diri sendiri.
Perilaku pencegahan pada ibu hamil dapat dipengaruhi dari keluarga, masyarakat serta media informasi yang menyampaikan terkait COVID-19. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh faktor pendahulu yang meliputi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai dan tradisi. Pada survei awal yang dilakukan terhadap 10 ibu hamil yang berkunjung di klinik Casa Medika Kota Bandung, diperoleh data empat ibu hamil tidak memakai masker dengan benar (40%) dan tujuh ibu hamil (70%) diantaranya tidak mengetahui secara pasti terkait perilaku pencegahan COVID-19 khusus untuk ibu hamil. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester III terhadap pencegahan Covid 19 di Kota Bandung.
Metode
Jenis penelitian
Desain penelitian ini menggunakan pendekatan observasional. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain cross sectional.
Lokasi, waktu, populasi dan subyek
Penelitian berlokasi di Klinik Casa Medika Kota Bandung dan dilaksanakan selama bulan Mei 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah 94 ibu hamil dan subyek berdasarkan kriteria inklusi yaitu ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan pada bulan Mei 2020 sebanyak 64 Ibu hamil. Teknik pengambilan subyek adalah accidental sampling.
Pengumpulan, pengolahan, dan analisa data
Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi secara daring menggunakan aplikasi Google Form. Kuesioner disampaikan kepada ibu hamil melalui media Whatsapp dengan seijin ibu bersangkutan.
Sebanyak 25 pertanyaan pengetahuan, 12 pertanyaan sikap dan 10 pertanyaan perilaku pencegahan COVID-19 terdapat dalam kuesioner. Pertanyaan pengetahuan dijawab benar dan salah. Benar mendapat 1 poin dan salah 0 poin. Pertanyaan sikap dalam kuesioner dijawab berdasarkan skala Likert, dengan nilai sangat tidak setuju=1; tidak setuju=2, setuju=3, sangat setuju=4. Pertanyaan perilaku pencegahan dalam kuesioner berdasarkan skala Likert, dengan nilai sangat tidak selalu=4; sering=3, jarang=2, tidak pernah=1.
Uji validitas dan reliabilitas terhadap pertanyaan pada kuesioner dilakukan pada 20 orang ibu hamil trimester III. Uji validitas pada keseluruhan kuesioner didapatkan rtabel = 0,468 (N=20). Untuk nilai rhitung kuesioner pencegahan COVID-19, kecuali pertanyaan nomor 9, keseluruhan pertanyaan valid dengan rhitung 1,00 (rhitung > rtabel) dengan nilai Cronbach’s alpha = 0,773. Untuk nilai rhitung kuesioner pengetahuan ibu hamil trimester III, pertanyaan nomor 1,2,3 tidak valid. Adapun pertanyaan pengetahuan lain valid dengan rhitung 1,00 (rhitung > 0,468) , dengan nilai Cronbach’s alpha = 0,756. Untuk nilai rhitung kuesioner sikap ibu hamil trimester III pertanyaan 1 dan 2 tidak valid, Adapun pertanyaan sikap yang lainnya memiliki dengan (rhitung > 0,468) dengan nilai Cronbach’s alpha = 0,772.
Analisa hasil dilakukan dengan menghitung distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan Chi-Square untuk melihat hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan COVID-19 dengan SPSS versi 17.0. Dengan signifikansi minimal p<0,05.
Hasil
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 64 responden, yang memiliki pengetahuan COVID-19 baik sebanyak 40 responden (62,5%), memiliki sikap positif terhadap pencegahan COVID-19 sebanyak 33 responden (51,6%), dan melakukan pencegahan COVID-19 dengan baik sebanyak 36 responden (56,3%).
| Variabel | Indikator | Frekuensi (N64) | Persentase |
|---|---|---|---|
| Pengetahuan | KurangBaik | 2440 | 37,562,5 |
| Sikap | NegatifPositif | 3133 | 48,451,6 |
| Pencegahan | KurangBaik | 2836 | 43,856,3 |
| Pengetahuan | Pencegahan | Total | p | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Baik | Kurang | ||||||
| F (N36) | % | F (N28) | % | F (N64) | % | 0,000 | |
| Baik | 30 | 75% | 10 | 25% | 40 | 100% | |
| Kurang | 6 | 25% | 18 | 75% | 24 | 100% | |
| Sikap | Pencegahan | Total | P | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Baik | Kurang | ||||||
| F (N36) | % | F (N28) | % | F (64) | % | ||
| Positif | 21 | 63,6% | 12 | 36,3% | 33 | 100% | 0,219 |
| Negatif | 15 | 48,4% | 16 | 51,6% | 31 | 100% | |
Pembahasan
Pengetahuan pencegahan COVID-19
Mayoritas ibu hamil trimester III memiliki pengetahuan terhadap pencegahan COVID-19 dalam kategori baik sebagaimana pada Table 1. Penelitian dengan hasil serupa [7] menyebutkan, masyarakat dan Ibu hamil di Ngrongah memiliki pengetahuan yang baik dalam mencegah COVID-19. Hasil penelitian lain menunjukkan masyarakat dan ibu hamil di sebuah Dusun di wilayah Lombok Tengah memiliki minat yang sangat baik untuk mengetahui pencegahan COVID-19, mereka sudah mulai paham dan mengerti dalam penecgahan COVID-19 diantaranya selalu menggunakan masker jika keluar rumah, tidak berkumpul serta rajin mencuci tangan [8]. Hanya beberapa responden yang memiliki pengetahuan cukup tentang pencegahan COVID-19 (Table 1) hal ini bisa saja disebabkan karena ketidakmampuan responden dalam memahami hal-hal yang berkaitan dengan COVID-19 dan pencegahannya.
Faktor lain sebagai pemungkin bisa saja karena responden kurang mendapatkan informasi mengenai COVID-19 dan pencegahannya. Jadi, pengetahuan sangat berperan dalam melakukan tindakan seperti halnya dalam melakukan pecegahan COVID-19 dan pendidikan sangat berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang yang dalam hal ini berkaitan dengan pencegahan COVID-19.
Seseorang yang mempunyai pengetahuan baik cenderung untuk bertindak lebih baik dalam memelihara kesehatan. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Rogers [9] yaitu perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Dalam penelitian ini, pengetahuan yang dimaksudkan adalah pengetahuan ibu hamil trimester III dalam pencegahan COVID-19. Ibu hamil harus menghindari COVID-19 dengan mengetahui dan mepraktikkan tindakan pencegahan COVID-19 diantaranya selalu menggunakan masker saat keluar rumah, menghindari kerumunan manusia, menutup mulut dan hidung menggunakan siku saat batuk/bersin, dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau gunakan handsanitazier yang mengandung alkohol, hindari bersalaman serta mengonsumsi gizi yang cukup [10].
Sikap pencegahan COVID-19
Hasil penelitian pada menunjukkan lebih dari separuh (Table 1) ibu hamil trimester III memiliki sikap yang positif terhadap pencegahan COVID-19. Pelaksanaan manejemen kesehatan terutama pencegehan COVID-19 pada ibu hamil, hampir keseluruhan responden telah melaksanakan manajemen kesehatan dengan baik. Hal serupa juga terjadi di Cina, ibu hamil sangat mengetahui risiko terparah akibat dari COVID-19, mereka sebisa mungkin patuh serta memiliki sikap yang positif terhadap pencegehan COVID-19, mereka khawatir akan berdampak buruk pada bayinya [11]. Penelitian lain juga menyebutkan, selain sikap positif dari klien (ibu hamil), pihak management rumah sakit juga cepat tanggap dalam melaksanakan protokol pencegahan COVID-19 pada ibu hamil [12]. Selanjutnya penelitian di Turkey menerangkan dari 172 ibu hamil yang terlibat dalam penelitian, 65% memiliki sikap yang baik dan percaya terhadap pemerintah serta tenaga kesehatan dalam penanganan dan pencegahan COVID-19, serta 85% ibu mau mengikuti aturan karantina di rumah [13].
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Manifestasi sikap tidak dapat dilihat langsung, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial [14]. Menurut Newcomb [14], Sikap itu merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu.
Hasil analisis peneliti pada penelitian ini dapat terlihat bahwa sudah cukup banyak ibu hamil trimester III yang memiliki sikap yang positif dalam pencegahan COVID-19. Hal ini menurut analisa peneliti dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang sudah baik terhadap COVID-19 dan pencegahannya sehingga mendorong ibu hamil untuk bersikap positif serta memiliki kepercayaan dalam penanganan COVID-19. Meskipun sikap ibu hamil trimester III sudah banyak yang positif, tetapi masih ada beberapa ibu hamil yang memiliki sikap yang negatif terutama dapat dilihat dari sikap tentang cara penanggulangan dan pencegahan COVID-19. Hal ini bisa saja terjadi akibat kurangnya dukungan dari masyarakat sekitar maupun keluarga, ataupun kurangnya kesadaran dari individu tersebut sendiri.
Perilaku pencegahan COVID-19
Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah responden memiliki perilaku pencegahan COVID -19 baik (Table 1). Hasil penelitian ini, juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Baud [15], ibu hamil yang melakukan protokol pencegahan dengan baik, akan mengurangi penularan terhadap COVID-19. Pencegahan yang baik seperti cuci tangan dan memakai masker merupakan bagian penting dalam mencegah penularan kepada bayi.
Pencegahan merupakan unit yang penting dalam pemberdayaan masyarakat terutama pada ibu hamil trimester III. Pencegahan COVID-19 merupakan segala upaya yang dilakukan oleh komponen masyarakat dengan menggali potensi yang dimiliki masyarakat agar berdaya dan mampu berperan serta mencegah penularan COVID-19 [4]. Seperti yang disampaikan unit satuan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 RI, pencegahan level individu yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat, salah satunya ibu hamil trimester III selain mencegah diri sendiri juga akan mencegah pada penularan kepada orang terutama pada keluarga maupun janinnya [10]. Seperti yang disampaikan pemerintah RI dalam laman covid19.go.id tahun 2020. Hal yang penting yang perlu dilakukan ibu hamil trimester III dalam proses pencegahan COVID-19 yaitu menghindari fasilitas kesehatan dari pasien suspek terkonfirmasi COVID-19. Ibu hamil harus melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari terinfeksi COVID-19 diantaranya: sering cuci tangan pakai sabun selama 20 detik, gunakan cairan pembersih tangan dengan alkohol, jaga jarak dengan yang lain minimal 1 meter, hindari menyentuh wajah, mulut, mata dan hidung, hindari bersalaman serta wajib menkonsumsi makanan yang bergizi [4,5,10].
Menurut analisis peneliti, pencegahan merupakan bagian yang paling penting agar tidak tertular COVID-19. COVID-19 bukan merupakan virus biasa, bahkan virus yang bisa bertahan hidup baik di makluk hidup maupun benda mati seperti di uang misalnya, menempel di gagang pintu, di baju dan lainnya. Perlu memastikan diri dan keluarga untuk sering menyuci tangan dan menghindari keramaian. Ibu hamil tidak ada yang tertular COVID-19 pada saat hamil dan pada saat memberikan ASI, oleh sebab itu pencegahan dengan responsif, mengisolasi segera bayi yang baru lahir, serta menjalankan protokol lainnya seperti mencuci tangan sebelum memegang bayi dan menggunakan masker. dengan pencegahan yang baik dan disiplin baik kepada ibu hamil trimester III dan kepada keluarga yang menjenguk.
Hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan COVID-19
Hasil penelitian (Table 2) menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap pencegahan COVID-19. Hampir keseluruhan responden yang memiliki pengetahuan yang baik, memiliki pencegahan yang baik pula. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat termasuk ibu hamil terhadap kepatuhan dalam pecegahan COVID-19 dengan menggunakan masker (p<0,005). Pengetahuan ibu hamil sangat dibutuhkan untuk dapat melakukan pencegehan COVID-19. Pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan terhadap manajemen pencegahan, persiapan serta kesiapan dalam menghadapi COVID-19 [7,16,17].
Pengetahuan tidak bisa dipisahkan dengan tindakan seseorang, termasuk ibu hamil trimester III sendiri. Pengetahuan yang baik pada ibu hamil akan menuntun ibu hamil untuk mengambil keputusan dalam bertindak terutama pada pencegahan COVID-19. Memperoleh pengetahuan yang baik terhadap informasi tentu memerlukan upaya seperti membaca buku, melihat berita televisi bahkan dari jurnal ilmiah sekalipun. Informasi yang diperoleh dari media massa maupun elektronik, cetak maupun non cetak, tidak serta merta dapat merubah perilaku pencegahan jika tidak di filter dengan benar serta diperlukan dukungan dari berbagai pihak baik keluarga maupun masyarakat sekitar.
Proses perubahan perilaku pencegahan dari pengetahuan, perilaku yang didasari pengetahuan akan lebih bertahan lama dari pada perilaku yang tidak didasari pengetahuan [9]. Adapun proses perubahan perilaku diantaranya; Awareness (kesadaran), Interest (tertarik), Evaluation (menimbang), Trial (mencoba perilaku), Adoption (bersikap). Pengetahuan sangat penting untuk meningkatkan perilaku pencegahan, tahapan pengetahuan yang dapat mempengaruhi seseorang untuk berperilaku; know, comprehention, aplication, analysis, syntesis, and evaluation [18].
Hasil analisis peneliti bahwa sumber pengetahuan tentang pencegahan COVID-19 yang baik akan menuntun ibu hamil kepada perilaku pencegahan yang tepat sehingga akan menjauhkan ibu hamil trimester III dari risiko tertular COVID-19. Pemerintah dalam hal ini Gugus Tugas [10] menyebutkan dalam melawan penyakit COVID-19, menjaga imunitas merupakan yang terpenting bagi ibu hamil. Adapun tindakan yang dapat dilakukan yaitu; konsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik, istirahat cukup, suplemen vitamin, serta tidak merokok. Pengetahuan tentang pencegahan COVID-19 menjadi bagian yang sangat penting dimiliki ibu hamil trimester III. Pengetahuan yang baik, sumber informasi yang tepat, dukungan yang seimbang akan membantu ibu hamil menerapkan pencegahan terhadap COVID-19 secara optimal sehingga penualaran COVID-19 baik bagi ibu hamil sendiri, bayi bahkan keluarga dapat dihindari. semakin tinggi pengetahuan ibu hamil semakin bagus penerapan pola pencegahan COVID-19 yang dilakukan oleh ibu hamil trimester III.
Hubungan sikap dengan perilaku pencegahan COVID-19
Hasil penelitian (Table 3) menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap perilaku pencegahan COVID-19 (Table 3). Hasil ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan di Iran [19] yang menunjukkan 89% penduduk Iran termasuk diantara ibu hamil memiliki sikap yang positif dalam menghadapi COVID-19. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan pencegahan COVID-19. Penelitian ini menyarankan agar pendudukan Iran tetap selalu positif dalam bersikap dalam menghadapi pandemi COVID-19. Penelitian lain yang dilakukan pada masyarakat termasuk ibu hamil di Pakistan, 65% memiliki sikap yang positif terhadap pencegahan COVID-19 namun hanya 35% yang memiliki pencegahan yang baik. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan pencegahan COVID-19 [20]. Penelitian lain yang dilakukan terhadap 760 warga Nepal termasuk ibu hamil, 77% sudah memiliki sikap yang baik dalam menghadapi COVID-19. Masyarakat dengan level pendidikan yang tinggi memiliki sikap yang lebih baik dari yang tidak tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan perilaku praktik dan pencegahan COVID-19 [21].
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Manifestasi sikap tidak dapat dilihat langsung, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial [18].
Hasil analisis peneliti, dalam melakukan tindakan pencegahan COVID-19 diperlukan sikap yang positif. Sikap positif akan melahirkan rasa tanggung jawab terhadap suatu tindakan. Perlu penekanan kembali bahwa sikap yang positif akan melahirkan perilaku yang positif juga. Ibu hamil yang memiliki sikap positif terhadap pencegahan COVID-19 akan mendapatkan manfaat besar, selain memperoleh informasi yang cukup, juga dapat menerapakan tindakan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sehingga hal ini akan berdampak positif bagi ibu hamil itu sendiri yaitu dapat terhindar dari risiko COVID-19.
Kesimpulan dan Saran
Dari 64 ibu hamil trimester III yang menjadi responden penelitian terhadap COVID-19, mayoritas dari mereka memiliki pengetahuan yang baik dan sikap yang positif dalam pencegahan COVID-19. Secara statistic terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan COVID-19 namun pengetahuan tidak mempengaruhi sikap mereka terhadap pencegahan COVID-19.
Ibu hamil disarankan agar tetap mempertahankan sikap positif terhadap pencegahan COVID-19 dalam kehidupan sehari-hari selama masa pandemi, agar tetap terhindar dari penularan COVID-19.
Kekurangan penelitian
Penelitian ini dirasa masih banyak kekurangan yaitunya belum menganalisis lebih dalam terkait karakter ibu hamil terhadap pencegahan virus korona.
References
Baud, D., Giannoni, E., Pomar, L., Qi, X., Nielsen-saines, K., Musso, D., & Favre, G. (2020). COVID-19 in pregnant women - Authors’ reply. The Lancet Infectious Diseases, 20(6), P654-undefined. https://doi.org/10.1016/S1473-3099(20)30192-4
Erfani, A., Shahriarirad, R., Ranjbar, K., & Mirahmadizadeh, A Moghadami, M. (2020). Knowledge, Attitude and Practice toward the Novel Coronavirus (COVID-19) Outbreak: A Population-Based Survey in Iran. Bulletin of the World Health Organization, 30 March. https://doi.org/10.2471/BLT.20.256651
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. (2020). Pedoman penanganan cepat medis dan kesehatan masyarakat COVID-19 di Indonesia (pp. 1–38). Gugus Tugas COVID-19. https://covid19.kemkes.go.id/protokol-covid-19/pedoman-penanganan-cepat-medis-dan-kesehatan-masyarakat-covid-19-di-indonesia/#.X6mEtlrivIU
Huang, C., Wang, Y., Li, X., Ren, L., Zhao, J., Hu, Y., Zhang, L., Fan, G., Xu, J., Gu, X., Cheng, Z., Yu, T., Xia, J., Wei, Y., Wu, W., Xie, X., Yin, W., Li, H., Liu, M., … Cao, B. (2020). Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30183-5
Hussain, A., Garima, T., Singh, B. M., Ram, R., & Tripti, R. P. (2020). Knowledge, attitudes, and practices towards COVID-19 among Nepalese Residents: A quick online cross-sectional survey. Asian Journal of Medical Sciences, 11(3), 6–11. https://doi.org/10.3126/ajms.v11i3.28485
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (COVID-19). In Direkorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Luo, Y., & Yin, K. (2020). Management of pregnant women infected with COVID-19. The Lancet Infectious Diseases, 20(5), 513–514. https://doi.org/10.1016/S1473-3099(20)30191-2
Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta. https://onesearch.id/Record/IOS2726.slims-12294
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Nwafor, J. I., Aniukwu, J. K., Anozie, B. O., Ikeotuonye, A. C., & Okedo-Alex, I. N. (2020). Pregnant women’s knowledge and practice of preventive measures against COVID-19 in a low-resource African setting. International Journal of Gynecology and Obstetrics. https://doi.org/10.1002/ijgo.13186
Peyronnet, V., Sibiude, J., Deruelle, P., Huissoud, C., Lescure, X., Lucet, J. C., Mandelbrot, L., Nisand, I., Vayssière, C., Yazpandanah, Y., Luton, D., & Picone, O. (2020). SARS-CoV-2 infection during pregnancy. Information and proposal of management care. CNGOF. Gynecologie Obstetrique Fertilite et Senologie. https://doi.org/10.1016/j.gofs.2020.03.014
Pikobar Jawa Barat. (2020). Pusat Informasi & Koordinasi COVID-19 Provinsi Jawa Barat.
Pokja Infeksi saluran Reproduksi. (2020). Rekomendasi Penanganan Infeksi Virus Corona (Covid-19) Pada Maternal (Hamil, Bersalin Dan Nifas). In Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia.
Qi, H., Luo, X., Zheng, Y., Zhang, H., Li, J., Zou, L., Feng, L., Chen, D., Shi, Y., Tong, C., & Baker, P. (2020). Safe delivery for pregnancies affected by COVID-19. BJOG: An International Journal of Obstetric & Gynaecology, 127(8). https://doi.org/10.1111/1471-0528.16231
Rogers, E. M. (2002). Diffusion of preventive innovations. Addictive Behaviors, 27(6), 989–993. https://doi.org/10.1016/S0306-4603(02)00300-3
Salman, M., Mustafa, Z. U., Asif, N., Zaidi, H. A., Hussain, K., Shehzadi, N., Khan, T. M., & Saleem, Z. (2020). Knowledge, attitude and preventive practices related to COVID-19: a cross-sectional study in two Pakistani university populations. Drugs and Therapy Perspectives, 36(7), 319–325. https://doi.org/10.1007/s40267-020-00737-7
Sari, D. P., & ‘Atiqoh, N. S. (2020). Hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan kepatuhan penggunakan masker sebagai upaya pencegahan penyakit COVID-19 di Ngronggah. INFOKES Journal. https://doi.org/10.1002/ijgo.13186
Sheng, W. H. (2020). Coronavirus disease 2019 (covid-19). Journal of Internal Medicine of Taiwan. https://doi.org/10.6314/JIMT.202004_31(2).01
Sulaeman, S., & Supriadi, S. (2020). Peningkatan pengetahuan masyarakat Desa Jelantik dalam menghadapi pandemi corona virus disease-19 (COVID-19). Jurnal Pengabdian UNDIKMA?: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan Masyarakat, 1(1). https://doi.org/10.33394/jpu.v1i1.2548
WHO Headquarters. (2020). Infection Prevention and Control for the safe management of a dead body in the context of COVID-19. In Interim guidance.
Yassa, M., Birol, P., Yirmibes, C., Usta, C., Haydar, A., Yassa, A., Sandal, K., Tekin, A. B., & Tug, N. (2020). Near-term pregnant women’s attitude toward, concern about and knowledge of the COVID-19 pandemic. Journal of Maternal-Fetal and Neonatal Medicine. https://doi.org/10.1080/14767058.2020.1763947
Downloads
Published
Versions
- 2021-03-29 (2)
- 2020-12-26 (1)
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2020 Rosmala Dewi, Retno Widowati, Triana Indrayani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the works authorship and initial publication in this journal and able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book).









