Beralih ke bagian utama Beralih ke menu navigasi utama Beralih ke bagian footer website
Original Research
Diterbitkan: 2022-12-15

Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Website untuk Memudahkan Praktik Laboratorium bagi Mahasiswa Ilmu Keperawatan

Poltekkes Kemenkes Kendari
Poltekkes Kemenkes Kendari
Poltekkes Kemenkes Kendari
Perangkat pembelajaran Praktik laboratorium Modul praktikum Aplikasi website

Lisensi

Cara Mengutip

Nurfantri, N., Saranani, M., & Wijayati, F. (2022). Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Website untuk Memudahkan Praktik Laboratorium bagi Mahasiswa Ilmu Keperawatan. Health Information : Jurnal Penelitian, 14(2), 115–123. https://doi.org/10.36990/hijp.v14i2.482 (Original work published 9 Agustus 2022)

Abstrak

Penggunaan modul dalam praktik laboratorium bagi mahasiswa Ilmu Keperawatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam pendidikan tinggi, karena menitik berartkan pada kemampuan yang berorientasi pada tindakan prosedural, keterampilan teknis tersebut 60% nya diperoleh melalui pembelajaran praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk membuat mengembangkan modul pembelajaran praktik laboratorium berbasis website dengan metode Research and Development (R&D) melalui 3 tahap utama, analisis, desain dan pengembangan. Modul yang dikembangkan diujicobakan di Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari. Sejumlah 40 responden yang mengikuti uji coba modul berbasis website. Hasil analisis fungsional menunjukkan adanya kebutuhan pengembangan modul praktikum berbasis website dengan pengguna aplikasi Laboran, Dosen, dan Mahasiswa. Berdasarkan uji kelayakan, modul berbasis website memenuhi aspek fungsional ISO/IEC 9126 dan persentase pengujian usability sebesar 81,65 %.

PENDAHULUAN

Pandemi COVID-19 mengharuskan dunia menjalani Lockdown, tidak terkecuali di Indonesia, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang memberlakukan beberapa tingkatan pembatasan aktivitas sosial secara berkala. Akibatnya adalah terjadinya prubahan sebagai implikasi atas peraturan tersebut, dan termasuk kegiatan pembelajaran di institusi pendidikan tinggi kesehatan yang dilakukan secara daring (Vyas & Butakhieo, 2020).

Dalam aktivitas pembelajaran mahasiswa ilmu keperawatan, selain penyampaian teori, terdapat pula muatan praktik laboratorium yang jumlah pelaksanaannya harus lebih banyak (Saifan et al., 2021), sebagai contoh dibutuhkannya pemahaman dan keterampilan yang mumpuni dalam praktik di ruang perawatan intensif (Liu et al., 2022). Kendala pandemi yang mengharuskan kegiatan daring dalam berbagai aspek pembelajaran, tentu sangan dibutuhkan perangkat pembalajaran yang dapat mengakomodasi kebutuhan pembalajaran daring, dan dalam mewujudkan hal tersebut interaksi pembelajaran perlu dilakukan melalui blended learning melalui kolaborasi, project based-learning (melalui publikasi), flipped classroom (melalui interaksi publik dan interaksi digital) (Nyoman, 2021). Manfaat dari pemanfaatan digitalisasi sebagai perangkat pembelajaran memberikan peluang pencapaian pemahaman dan hasil belajar yang lebih baik (Arif Hussin et al., 2020; Harbani, 2017; Watrianthos et al., 2021).

Perangkat pembelajaran berbasis website memberikan perbedaan karakteristik utama dibandingkan perangkat pembelajaran konvensional. Karakteristik utama tersebut adalah 1) penyajian informasi dengan multimedia 2) kemudahan ruang penyimpanan dan pengolahan 3) penautan antar sumber informasi yang lebih komprehensif (Soumplis et al., 2011). Selain itu, perangkat pembelajaran berbasis website mengharuskan interaksi aktif antara mahasiswa dan instruktur/dosen yang dapat diwujudkan dengan modul multimedia yang interaktif (Giurgiu, 2017).

METODE

Rancangan penelitan yang digunakan adalah Research and Development (R&D), dengan model pengembangan menggunakan tiga tahapan, yaitu analisis kebutuhan, desain dan pengembangan. Penelitian dimulai sejak bulan April-November tahun 2021.

Tahapan Penelitian

Melakukan analisis terhadap kondisi pembelajaran secara daring, dan standar pembelajaran bahwa aspek kompetensi teknis melalui praktek laboratorium tetap harus ada. Desain sistem aplikasi website dan pengembangan isi modul praktek laboratorium. Uji kelayak aplikasi website kepada pakar. Uji kelayakan ini melibatkan dua orang pakar, pakar materi (isi modul), dan pakar media (sistem aplikasi website), dan penilaiannya meliputi format, ilustrasi/tampilan, bahasa penulisan, dan isi modul. Termasuk pula dari tahapan ini adalah melakukan revisi dan uji coba penggunaan aplikasi.

Tahap uji coba penggunaan aplikasi dilaksanakan pada seluruh mahasiswa Tingkat I dan II Jurusan Keperawatan di Poltekkes Kemenkes Kendari. Total sampel berjumlah 40 orang dan diperoleh dengan menggunakan teknik pengambilan data stritified random sampling.

Pengolahan dan Analisis Data

Terdapat dua analisis data yang digunakan, yaitu analisis data dalam aspek fungsional aplikasi yang menggunakan skala Guttman dengan pilihan jawaban ‘ya’ atau ‘tidak’. Perhitungan untuk aspek functionality menggunakan standar perhitungan dari ISO/IEC 9126.

Kemudian analisis data dalam aspek kelayakan penggunaan aplikasi yang menggunakan kuesioner Computer System Usability Questionnaires (CSUQ) yang dikembangkan oleh IBM, dan menggunakan skala Likert sebagai skala pengukuran.

HASIL

Gambar 1. Visualisasi menu pada menu modul pembelajaran berbasis website

Lingkup aplikasi modul pembelajaran praktik laboratorium berjalan pada web server, pengguna aplikasi yaitu 1) administrator dalam hal ini petugas laboratorium, 2) dosen dan instruktur laboratorium, dan 3) mahasiswa (Gambar 1).

Akses pengguna sebagai berikut: Admin (petugas laboratorium) memiliki akses secara keseluruhan terhadap menu dalam aplikasi. Admin melakukan penginputan dan pengelompokan mahasiswa, dan revisi materi dari dosen,membuatkan akses kepada user lainnya. Dosen dan instruktur laboratorium berperan dalam memastikan keterbaruan data baik materi maupun instrumen praktikum, dan memeriksa hasil penugasan yang dikumpulkan oleh mahasiswa melalui aplikasi. Mahasiswa dapat menggunakan menu-menu pembelajaran dan ujian.

Tabel 2. Hasil pengujian fungsional modul pembelajaran berbasis website

Pengujian aspek fungsional aplikasi dari semua pertanyaan dengan hasil jawaban ‘ya. Berdasarkan hasil ini bahwa X = 1 memenuhi aspek fungsional aplikasi memenuhi ISO/IEC 9126 (Tabel 1).

Tabel 3. Hasil pengujian kelayakan penggunaan aplikasi modul pembelajaran berbasis website

Pengujian aspek kelayakan penggunaan aplikasi dengan persentase hasil uji sebesar 81,65%. Hasil pengujian ini dikonversikan ke dalam skala kualitatif sehingga didapat kriteria hasil “sangat tinggi” dan memenuhi aspek usability (Tabel 2).

PEMBAHASAN

Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis website merupakan upaya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi agar mahasiswa ilmu keperawatan meningkat minat belajar, dan memberikan kemudahan akses modul belajar dalam praktek laboratorium (Utami & Yuwaningsih, 2020). Dalam mewujudkan perangkat belajar berbasis website, terdapat desain aplikasi modul yang diciptakan (Gambar 1).

Spefikasi khusus perancangan modul adalah interaksi antara mahasiswa dan dosen/instruktur laboratorium. Kesiapan konten agar lebih menarik juga memiliki peran penting pembelajaran melalui modul berbasis website. Adalah tampilan antarmuka pengguna yang menggambarkan tampilan dasar yang memberikan impresi awal dari pengguna (Ghiffary et al., 2018).

Proses perancangan membutuhkan uji penilaian dari pakar dan calon pengguna. Dalam menentukan kelayakan modul pembelajaran berbasis website digunakan pengujian aspek fungsional dengan hasil bahwa rancangan aplikasi sesuai dengan standar ISO/IEC 9126 (Tabel 1). Sebagaimana diketahui bahwa uji kelayakan adalah salah satu jenis pengujian black box testing dalam mengetahui fungsi setiap bagian dari aplikasi (Purbaningtyas, 2019).

Selain uji fungsional, terdapat pula uji kelayakan aplikasi. Komponen yang diukur merupakan aspek 1) kemudahan (learnability) bahwa pengguna dapat menggunakan modul pembelajaran berbasis website secara mudah, mahir dalam pengoperasiannya, dan dapat memenuhi target penggunanya, 2) efisiensi (efficiency) terpenuhinya tujuan penggunaan modul pembelajaran berbasis website secara tepat, dan lengkap, 3) mudah diingat (memorability) didefinisikan sebagai kemampuan mahasiswa ilmu keperawatan mempertahankan ingatan/memori penggunaan modul bahkan dalam jangka waktu tertentu belum menggunakannya lagi, dan 4) kepuasan (satisfaction) yang menitikberatkan pada kenyamanan penggunaan modul serta sikap positif dari pengguna (Nalurita & Yogasara, 2015). Hasil pengujian kelayakan aplikasi dengan persentase nilai 81,65% (Tabel 2).

KESIMPULAN DAN SARAN

Hasil pengujian atau pengukuran uji fungsional disimpulkan bahwa modul pembelajaran berbasis website memenuhi aspek fungsional menurut ISO/IEC 9126, dan persentase pengujian kelayakan aplikasi adalah 81,65% atau dalam skala kualitatif memenuhi kriteria penggunaan.

Kekurangan Penelitian

Dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mengakomodir fiture dalam aplikasi yang lebih detail. Kurangnya pengguna sebagai admin sehingga penambahan materi tidak maksimal, dan peneliti belum melakukan desain metode evaluasi yang agar lebih detail.

Referensi

  1. Arif Hussin, M., Abdul Kadir, M. F., Mohd Ghazali, S. A., Md Hanafiah, S. H., & Zakaria, A. H. (2020). The Effectiveness of Web Systems and Mobile Applications for their End-Users. International Journal of Engineering Trends and Technology, 148–152. https://doi.org/10.14445/22315381/CATI3P224 DOI: https://doi.org/10.14445/22315381/CATI3P224
  2. Ghiffary, M. N. E., Susanto, T. D., & Prabowo, A. H. (2018). Analisis Komponen Desain Layout, Warna, dan Kontrol pada Antarmuka Pengguna Aplikasi Mobile Berdasarkan Kemudahan Penggunaan (Studi Kasus: Aplikasi Olride). Jurnal Teknik ITS, Vol. 7, No. 1 (2018), A143–A148. DOI: https://doi.org/10.12962/j23373539.v7i1.28723
  3. Giurgiu, L. (2017). Microlearning an Evolving Elearning Trend. Scientific Bulletin, 22(1), 18–23. https://doi.org/10.1515/bsaft-2017-0003 DOI: https://doi.org/10.1515/bsaft-2017-0003
  4. Harbani, A. (2017). Pengembangan Software Multimedia Interaktif Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi dan Sains, 7(1), 11–24. DOI: https://doi.org/10.36350/jbs.v7i1.30
  5. Liu, Y., Wang, L., Shao, H., Han, P., Jiang, J., & Duan, X. (2022). Nursing students’ experience during their practicum in an intensive care unit: A qualitative meta-synthesis. Frontiers in Public Health, 10. https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fpubh.2022.974244 DOI: https://doi.org/10.3389/fpubh.2022.974244
  6. Nalurita, R., & Yogasara, T. (2015). Evaluasi Metode dan Kriteria Usability Testing pada Aplikasi Mobile untuk Anak-Anak Sekolah Dasar di Indonesia. Prosiding Industrial Engineering National Conference (IENACO), 592–598.
  7. Nyoman, M. I. B. (2021). Blended Learning As a Future Learning Model to Enhance Students’ Learning Competence. JOSELT (Journal on Studies in English Language Teaching), 2(2), 34–44.
  8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/135059/pp-no-21-tahun-2020
  9. Purbaningtyas, R.-. (2019). Penerapan Fuctional Testing pada Uji Kelayakan Aplikasi Mobile Smart Malnutrition Detection. Jurnal Teknologi Informasi, 18(3), 251–263. https://doi.org/10.33633/tc.v18i3.2504 DOI: https://doi.org/10.33633/tc.v18i3.2504
  10. Saifan, A., Devadas, B., Daradkeh, F., Abdel-Fattah, H., Aljabery, M., & Michael, L. M. (2021). Solutions to bridge the theory-practice gap in nursing education in the UAE: A qualitative study. BMC Medical Education, 21(1), 490. https://doi.org/10.1186/s12909-021-02919-x DOI: https://doi.org/10.1186/s12909-021-02919-x
  11. Soumplis, A., Koulocheri, E., Kostaras, N., Karousos, N., & Xenos, M. (2011). Learning Management Systems and Learning 2.0. International Journal of Web-Based Learning and Teaching Technologies, 6(4), 1–18. https://doi.org/10.4018/jwltt.2011100101 DOI: https://doi.org/10.4018/jwltt.2011100101
  12. Utami, W. T., & Yuwaningsih, D. A. (2020). Analisis Kebutuhan Pengembangan E-Modul Pada Pokok Bahasan Turunan Menggunakan Kvisoft Flipbook Maker Pro Untuk Siswa Sma Kelas XI. Prosiding Konferensi Ilmiah Pendidikan, 1, 149–152.
  13. Vyas, L., & Butakhieo, N. (2020). The impact of working from home during COVID-19 on work and life domains: An exploratory study on Hong Kong. Policy Design and Practice, 1–18. https://doi.org/10.1080/25741292.2020.1863560 DOI: https://doi.org/10.1080/25741292.2020.1863560
  14. Watrianthos, R., Hasibuan, R., Rimbano, D., Jalinus, N., & Abdullah, R. (2021). Effectiveness Blended Learning During Pandemic in Indonesia: A Meta-Analysis. Jurnal Pendidikan MIPA, 22(2), 270–278. https://doi.org/10.23960/jpmipa/v22i2.pp270-278 DOI: https://doi.org/10.23960/jpmipa/v22i2.pp270-278

Endorse

Informasi Statistik Pemakaian

Abstrak viewed = 208 times

Pemberi Dana

Data Sitasi