Beralih ke bagian utama Beralih ke menu navigasi utama Beralih ke bagian footer website
Original Research
Diterbitkan: 2021-03-29

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Harga Diri Rendah Pasien Gangguan Jiwa

Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia
Jurusan Keperawatan, STIKes Mandala Waluya, Indonesia
Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia
Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia
Low self-esteem Physical persecution Loss of others Family rejection Repeated failure

Lisensi

Cara Mengutip

Wijayati, F., Nasir, T., Hadi, I., & Akhmad, A. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Harga Diri Rendah Pasien Gangguan Jiwa. Health Information : Jurnal Penelitian, 12(2), 224–235. https://doi.org/10.36990/hijp.v12i2.234 (Original work published 26 Desember 2020)

Abstrak

Harga diri rendah adalah evaluasi diri negatif yang dikaitkan dengan perasaan lemah, tidak berdaya, putus asa, ketakutan, rentan, rapuh, tidak lengkap, tidak berharga, dan tidak memadai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya harga diri pasien jiwa di RS Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien gangguan jiwa dengan harga diri rendah di RSJ Provinsi Sulawesi Tenggara yang berjumlah 171 orang. Jumlah sampel 63 orang, teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dan phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian harga diri rendah adalah riwayat penganiayaan fisik, kehilangan orang terdekat, penolakan keluarga, dan kegagalan berulang. Disarankan bagi institusi RS Jiwa yang memberikan edukasi tentang pentingnya keluarga klien untuk memberikan dukungan dan kalimat pujian klien yang memiliki harga diri rendah untuk mengembalikan kepercayaan klien yang hilang.

Referensi

  1. Bean, R. A., & Northrup, J. C. (2009). Parental psychological control, psychological autonomy, and acceptance as predictors of self-esteem in Latino adolescents. Journal of Family Issues, 30(11), 1486-1504.
  2. Deans, C., & Meocevic, E. (2006). Attitudes of registered psychiatric nurses towards patients diagnosed with borderline personality disorder. Contemporary Nurse, 21(1), 43-49.
  3. Dermawan, D. (2013). Keperawatan Jiwa (Konsep dan Kerangkan Kerja Asuhan Keperawatan Jiwa) Yogyakarta: Gosyen Publishing.
  4. Direja, A. H. S. (2011). Buku ajar asuhan keperawatan jiwa. Yogyakarta: Nuha Medika, 78-85.
  5. Doolen, J., Giddings, M., Johnson, M., de Nathan, G. G., & Badia, L. O. (2014). An evaluation of mental health simulation with standardized patients. International Journal of Nursing Education Scholarship, 11(1), 55-62.
  6. Garber, J., & Cole, D. A. (2010). Intergenerational transmission of depression: A launch and grow model of change across adolescence. Development and Psychopathology, 22(4), 819-830.
  7. Goodman, S. H., & Gotlib, I. H. (2002). Children of depressed parents: Mechanisms of risk and implications for treatment. Washington, DC.
  8. Hadi, I., Wijayanti, F., Devianti, R., & Rosyanti, L. (2017). GANGGUAN DEPRESI MAYOR (MAYOR DEPRESSIVE DISORDER) MINI REVIEW. Health Information: Jurnal Penelitian, 9(1), 25-40.
  9. Hadi, I., Wijayanti, F., Usman, R. D., & Rosyanti, L. (2017). Gangguan Depresi Mayor: Mini Review. Health Information: Jurnal Penelitian, 9(1), 34-49.
  10. HALIFAH, E. N. (2016). ASUHAN KEPERAWATAN PADA SDR. A DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI: HARGA DIRI RENDAH DIRUANG BIMA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO.
  11. Hawari, D. (2009). Psikometri alat ukur (skala) kesehatan jiwa. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
  12. Henriksen, I. O., Ranøyen, I., Indredavik, M. S., & Stenseng, F. (2017). The role of self-esteem in the development of psychiatric problems: a three-year prospective study in a clinical sample of adolescents. Child and adolescent psychiatry and mental health, 11, 68-68. doi: 10.1186/s13034-017-0207-y
  13. Keliat, B. A., Panjaitan, R. U., & Helena, N. (2006). Proses keperawatan kesehatan jiwa. Cetakan I, EGC, Jakarta.
  14. Kim, S.-W., Stewart, R., Kim, J.-M., Shin, I.-S., Yoon, J.-S., Jung, S.-W., . . . Jun, T.-Y. (2011). Relationship between a history of a suicide attempt and treatment outcomes in patients with depression. Journal of clinical psychopharmacology, 31(4), 449-456.
  15. Maharjan, S., & Panthee, B. (2019). Prevalence of self-stigma and its association with self-esteem among psychiatric patients in a Nepalese teaching hospital: a cross-sectional study. BMC psychiatry, 19(1), 347. doi: 10.1186/s12888-019-2344-8
  16. Martínez, B. I. V., Roselló, J., & Toro-Alfonso, J. (2016). Autoestima y juventud puertorriqueña: Eficacia de un modelo de intervención para mejorar la autoestima y disminuir los síntomas de depresión. Revista Puertorriqueña de Psicología, 21(1), 35-61.
  17. Montgomery, S. A. (2011). Handbook of generalised anxiety disorder: Springer Science & Business Media.
  18. MULYONO, A. (2013). Asuhan Keperawatan Pada Tn. S Dengan Harga Diri Rendah Di Ruang Maespati Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  19. Orth, U., & Robins, R. W. (2013). Understanding the link between low self-esteem and depression. Current directions in psychological science, 22(6), 455-460.
  20. Orth, U., Robins, R. W., & Widaman, K. F. (2012). Life-span development of self-esteem and its effects on important life outcomes. Journal of personality and social psychology, 102(6), 1271.
  21. Pambudiarto, A. A., Widodo, A., Kep, A., Zulaicha, E., & Kp, S. (2012). Gambaran Konsep Diri: Harga Diri Pada Klien Dengan Amputasi di Wilayah Karesidenan Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  22. Potter, P. A., & Perry, A. G. (2005). Fundamentals of nursing: Mosby.
  23. Ranøyen, I., Stenseng, F., Klöckner, C. A., Wallander, J., & Jozefiak, T. (2015). Familial aggregation of anxiety and depression in the community: the role of adolescents' self-esteem and physical activity level (the HUNT Study). BMC public health, 15, 78-78. doi: 10.1186/s12889-015-1431-0
  24. Rinaldi Eka Saputra, S. (2019). PEMIKIRAN DADANG HAWARI TENTANG PSIKOTERAPI ISLAM DALAM PENANGGULANGAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, ZAT ADIKTIF DAN RELEVANSINYA DENGAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM. UIN Raden Intan Lampung.
  25. Rosyanti, L., Devianti, R., Hadi, I., & Syahrianti, S. (2017). KAJIAN TEORITIS: HUBUNGGAN ANTARA DEPRESI DENGAN SISTEM NEUROIMUN (SITOKIN-HPA AKSIS)“Psikoneuroimunoologi”. Health Information: Jurnal Penelitian, 9(2), 35-52.
  26. Rosyanti, L., Hadju, V., Hadi, I., & Syahrianti, S. (2018). Pendekatan Terapi Spiritual Al-quranic pada Pasien Skizoprenia Tinjauan Sistematis. Health Information: Jurnal Penelitian, 10(1), 39-52.
  27. Salsali, M., & Silverstone, P. H. (2003). Low self-esteem and psychiatric patients: Part II–The relationship between self-esteem and demographic factors and psychosocial stressors in psychiatric patients. Annals of general hospital psychiatry, 2(1), 3.
  28. Sharaf, A. Y., Thompson, E. A., & Walsh, E. (2009). Protective effects of self?esteem and family support on suicide risk behaviors among at?risk adolescents. Journal of Child and Adolescent Psychiatric Nursing, 22(3), 160-168.
  29. Silverstone, P. H., & Salsali, M. (2003). Low self-esteem and psychiatric patients: Part I - The relationship between low self-esteem and psychiatric diagnosis. Annals of general hospital psychiatry, 2(1), 2-2. doi: 10.1186/1475-2832-2-2
  30. Souza, L. D. d. M., Ores, L., Oliveira, G. T. d., Cruzeiro, A. L. S., Silva, R. A., Pinheiro, R. T., & Horta, B. L. (2010). Ideação suicida na adolescência: prevalência e fatores associados. Jornal Brasileiro de Psiquiatria, 59(4), 286-292.
  31. Sowislo, J. F., & Orth, U. (2013). Does low self-esteem predict depression and anxiety? A meta-analysis of longitudinal studies. Psychological bulletin, 139(1), 213.
  32. Stenseng, F., & Dalskau, L. H. (2010). Passion, self-esteem, and the role of comparative performance evaluation. Journal of Sport and Exercise Psychology, 32(6), 881-894.
  33. Stuart, G. W. (2014). Principles and practice of psychiatric nursing-e-book: Elsevier Health Sciences.
  34. Suerni, T., Keliat, B. A., & CD, N. H. (2013). Penerapan Terapi Kognitif dan Psikoedukasi Keluarga pada Klien Harga Diri Rendah di Ruang Yudistira Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor Tahun 2013. Jurnal Keperawatan Jiwa, 1(2).
  35. Taylor, C. (2008). Potter & Perry's fundamentals of nursing: Elsevier Australia.
  36. Thompson, W. R., & Binder-Macleod, S. A. (2006). Association of genetic factors with selected measures of physical performance. Physical therapy, 86(4), 585-591.
  37. Townsend, A. K., Clark, A. B., McGowan, K. J., Buckles, E. L., Miller, A. D., & Lovette, I. J. (2009). Disease-mediated inbreeding depression in a large, open population of cooperative crows. Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences, 276(1664), 2057-2064.
  38. Townsend, M. C. (2013). Essentials of psychiatric mental health nursing: Concepts of care in evidence-based practice: FA Davis.
  39. Tuasikal, H., Siauta, M., & Embuai, S. (2019). Upaya Peningkatan Harga Diri Rendah Dengan Terapi Aktivitas Kelompok (Stimulasi Persepsi) di Ruang Asoka (Sub Akut Laki) RSKD Provinsi Maluku. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 345-351.
  40. Varcarolis, E. M. (2016). Essentials of Psychiatric Mental Health Nursing-E-Book: A Communication Approach to Evidence-Based Care: Elsevier Health Sciences.

Endorse

Informasi Statistik Pemakaian

Abstrak viewed = 8274 times

Data Sitasi