Hubungan Pengetahuan dan Asupan Gizi Mikro Terhadap Status Gizi Balita Stunting di Wilayah Pesisir Kota Kendari

Authors

  • Sumarti Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Wa Ode Salma Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Made Christian Binekada Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • La Banudi Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36990/hijp.v17i2.1647

Keywords:

Stunting, Balita, Mikronutrien, Pengetahuan

Abstract

Ringkasan: Latar belakang: Stunting merupakan masalah nutrisi kronis yang mempengaruhi 21,6% balita di Indonesia (2022), dengan prevalensi 19,5% di Kota Kendari. Defisiensi pengetahuan gizi ibu dan asupan mikronutrien menjadi faktor penentu terjadinya stunting di wilayah pesisir. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan gizi dan asupan mikronutrien terhadap status gizi balita stunting di wilayah pesisir Kota Kendari. Metode: Studi cross-sectional dengan 108 balita di Puskesmas Mata, Benu-Benua, dan Abeli ??periode Januari 2024. Pengambilan sampel menggunakan proporsional stratified random sampling. Data pengetahuan dikumpulkan melalui kuesioner yang tervalidasi, asupan mikronutrien menggunakan formulir recall 2x24 jam. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan ?=0,05. Hasil: Prevalensi stunting 37,0% (40/108 balita). Pengetahuan gizi baik sebesar 69,4%, asupan vitamin A baik 56,5%, vitamin C kurang 59,3%, vitamin D baik 51,9%, vitamin B9 kurang 59,3%, iodium baik 66,7%, zink baik 66,7%, zat besi kurang 55,6%, dan kalsium kurang 65,7%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi (p<0,001), asupan vitamin A, C, D, B9 (p<0,05), dan mineral iodium, zink, Fe, kalsium (p<0,05) dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Pengetahuan gizi ibu dan asupan mikronutrien berkurang signifikan dengan status gizi balita stunting. Saran: Optimalisasi edukasi gizi berbasis komunitas dan suplementasi mikronutrien terintegrasi untuk pencegahan stunting di wilayah pesisir.

References

Afriansyah, E., Yuswita, E., & Fitriyani, L. (2023). Hubungan Tingkat Kecukupan Asupan Gizi (Karbohidrat, Protein, Lemak Dan Zat Besi) Sebagai Faktor Resiko Kejadian Stunting Pada Balita< 5 Tahun Di Kota Depok Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 6427–6433. Diambil dari https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/21448

Aghadiati, F. (2020). Hubungan Asupan Asam Folat, Zat Besi dan Status Ekonomi Keluarga dengan Berat Bayi Lahir. Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal), 11(1), 1–7. Diambil dari garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/1737178

Beveridge, M. C. M., Thilsted, S. H., Phillips, M. J., Metian, M., Troell, M., & Hall, S. J. (2013). Meeting the food and nutrition needs of the poor: The role of fish and the opportunities and challenges emerging from the rise of aquaculturea. Journal of Fish Biology, 83(4), 1067–1084. https://doi.org/10.1111/jfb.12187

Diskominfo. (2021). 15 Kelurahan di Kota Kendari Sasaran Penanganan Stunting. Diambil dari Kendarikota.Go.Id website: https://www.kendarikota.go.id/berita/15-kelurahan-di-kota-kendari-sasaran-penanganan-stunting/

Handayani, F., Aminuddin, & Manguntara, L. (2024). Strategi Kebijakan Pencegahan Stunting di Kota Kendari. Public Administration Journal, 1(1). Diambil dari https://trajectories.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/12

Harahap, H. S., & Zendrato, V. N. (2024). Hubungan Pengetahuan dan Pendidikan Ibu Dengan Status Gizi Balita Di Puskesmas Padang Garugur Kabupaten Padang Lawas Tahun 2024. Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, 2(3), 235–243.

Hardinsyah, & Supariasa, I. D. N. (2020). Ilmu Gizi Teori & Aplikasi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran. ECG.

Hasibuan, E. R. (2017). Pengetahuan dengan Sikap Ibu Hamil Dalam Mengonsumsi Asam Folat. Jurnal Endurance, 2(3), 245–251. Diambil dari http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=854555&val=13715&title=Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Hamil Dalam Mengonsumsi Asam Folat

Kemenkes RI. (2020). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. In Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Jakarta.

Kemenkes RI. (2022). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021.

Kundarwati, R. A., Dewi, A. P., Abdullah, & Wati, D. A. (2022). Hubungan Asupan Protein, Vitamin A, Zink, dan Fe dengan Kejadian Stunting Usia 1-3 Tahun. Jurnal Gizi, 11(1), 1–7.

Marsellinda, E., & Ferilda, S. (2023). Hubungan Asupan Kalsium Dan Vitamin D Pada Anak Stunting Dan Tidak Stunting Usia 12-59 Bulan Di Kabupaten Sijunjung. Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 12(2), 202–208. Diambil dari https://www.jurnalfarmasidankesehatan.ac.id/index.php/medfarm/article/view/240

Nugraheni, A. N. S., Nugraheni, S. A., & Lisnawati, N. (2020). Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Mineral dengan Kejadian Balita Stunting di Indonesia: Kajian Pustaka. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(5), 322–326.

Paramashanti, B. A., & Rachmawati, D. (2019). Gizi Bagi Ibu & Anak untuk Mahasiswa Kesehatan dan Kalangan Umum. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Patimah, S., Arundhana, Sundari, & Septiyanti. (2022). Iodine Intake Deficiency As a Key Predictor of Stunting Among Adolescent Girls in Coastal Area, Majene District. Proceedings of the International Conference on Food, Nutrition, Health and Lifestyle, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.17501/26827026.2022.1101

Pritasari, Damayanti, D., & Lestarai, N. T. (2017). Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: Penerbit Deepublish. Diambil dari http://repository.stikeshb.ac.id/25/1/Gizi-Dalam-Daur-Kehidupan-Final-SC_.pdf

Priyantini, S. (2023). Zinc Intake Affects Toddler Stunting: A Cross-Sectional Study on Toddlers Aged 3 Years. Amerta Nutrition, 7(1), 20–26. Diambil dari https://e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/view/32551

Purwandini, S., & Atmaka, D. R. (2023). Pengaruh Kecukupan Konsumsi Zink dengan Kejadian Stunting?: Studi Literatur The Effect of Adequate Zinc Consumption with the Occurrence of Stunting in Indonesia?: Literature Review. Media Gizi Kesmas, 12(1), 509–515.

Salma, W. O., Haya, L. O. M. Y., Binekada, I. M. C., Fristiohady, A., & Alifariki, L. O. (2021). Buku Referensi Potret Masyarakat Pesisir Konsep Inovasi Gizi dan Kesehatan. Yogyakarta: Penerbit Deepublish.

Sartika, Anggraeny, D. E., Sani, A., Kumalasari, I., Herry, H., & Nuryati, E. (2022). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Bandung: Penerbit Media Sains Indonesia. Diambil dari http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/10954/1/Buku Digital Ilmu Kesehatan Masyarakat_Atik Badiah_Tahun 2022.pdf

Siahaan, M. F., Rahmatika, A., & Nadhiroh, S. R. (2023). Literature Review: Food Supplement Intervention to Increase Z-Score Height for Age in Stunting Children. Amerta Nutrition, 7(1), 154–160. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i1.2023.154-160

Sukmawati, S., Hermayanti, Y., Fadlyana, E., Mulyana, A. M., Nurhakim, F., & Mediani, H. S. (2023). Supplementation of Prenatal Vitamin D to Prevent Children’s Stunting: A Literature Review. International Journal of Women’s Health, 15(October 2023), 1637–1650. https://doi.org/10.2147/IJWH.S431616

Sulistyaningsih, D. A., Panunggal, B., & Murbawani, E. (2018). Status iodium urine dan asupan iodium pada anak stunting usia 12-24 bulan. Media Gizi Mikro Indonesia, 9(2), 73–82. Diambil dari https://www.researchgate.net/publication/331229466_Status_Iodium_Urine_Dan_Asupan_Iodium_Pada_Anak_Stunting_Usia_12-24_Bulan

Supariasa, I. D. N., Bakri, B., & Fajar, I. (2022). Penilaian Status Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran. ECG.

Sutiari, N. K., Dwipayanti, N. M. U., Astuti, P. A. S., Wulandari, K. N. P., & Astuti, W. (2022). Defisiensi mikronutrien pada anak usia 12-59 bulan di Desa Lebih, Kabupaten Gianyar, Bali. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 19(2), 58. https://doi.org/10.22146/ijcn.76336

Siregar, M. U., & Gurning, F. P. (2023). Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Kejadian Stunting di Desa Nagasaribu. Health Information : Jurnal Penelitian, 15(1), e998. https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/hijp/article/view/998

Wati, R. W. (2021). Hubungan Riwayat BBLR, Asupan Protein, Kalsium, dan Seng dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Nutrizione, 1(2), 1–12. Diambil dari https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/nutrizione/article/view/50071

WHO. (2020). Stunting Prevalence among Children Under 5 years of Age. Diambil dari who.int website: https://www.who.int/data/gho/data/indicators/indicator-details/GHO/gho-jme-stunting-prevalence

Wulandari, D., & Erawati, N. M. (2016). Buku Ajar Keperawatan Anak (1 ed.). Yogyakarta: Yogyakarta Pustaka Pelajar.

Wulandary, W., & Sudiarti, T. (2021). Nutrition Intake and Stunting of Under-Five Children in Bogor West Java, Indonesia. HSOA Journal of Food Science and Nutrition, 7(104), 1–6.

Published

2025-08-30

How to Cite

Sumarti, S., Salma, W. O., Binekada, M. C., & Banudi , L. (2025). Hubungan Pengetahuan dan Asupan Gizi Mikro Terhadap Status Gizi Balita Stunting di Wilayah Pesisir Kota Kendari. Health Information : Jurnal Penelitian, 17(2), 230–245. https://doi.org/10.36990/hijp.v17i2.1647

Issue

Section

Original Research

Categories

Citation Check

Most read articles by the same author(s)