Beralih ke bagian utama Beralih ke menu navigasi utama Beralih ke bagian footer website
Original Research
Diterbitkan: 2021-11-05

Paparan Pornografi melalui Televisi dan Perilaku Seksual Remaja di SMA Negeri 2 Kendari

Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia
Perilaku seksual Remaja Konten pornografi Televisi

Abstrak

Penggunaan teknologi dewasa ini semakin memudahkan komunikasi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Saat ini media cetak dan elektronik merupakan lingkungan yang dekat dengan remaja. Televisi merupakan media elektronik yang mudah diakses oleh remaja karena banyaknya informasi dan siaran berita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui paparan konten pornografi melalui televisi dan perilaku seksual remaja di SMAN 2 Kendari. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Sampel penelitian sebanyak 69 remaja di SMAN 2 Kendari. Sebagian besar responden (53.1%) secara rendah terpapar pornografi dari media televisi. Perilaku seksual ringan pada 60 responden (86.96%). Mayoritas perilaku seksual yang sering dilakukan adalah berpegangan tangan (57.9%). Sebanyak 5 responden (7,2%) melakukan ciuman dengan lidah saat berpacaran. Sebagian besar responden memiliki perilaku teman sebaya yang rendah (57,9%).

Metrik

Metrik sedang dimuat ...

Referensi

  1. Brown, J. D. (2002). Mass media influences on sexuality. The Journal of Sex Research, 39(1), 42–45.
  2. Brown, J. D., & Keller, S. N. (2000). Can the mass media be healthy sex educators? Family Planning Perspectives, 32(5), 255–256.
  3. Collins, R. L., Elliott, M. N., Berry, S. H., Kanouse, D. E., & Hunter, S. B. (2003). Entertainment television as a healthy sex educator: The impact of condom-efficacy information in an episode of friends. Pediatrics, 112(5), 1115–1121. https://doi.org/10.1542/peds.112.5.1115
  4. Escobar-Chaves, S. L., Tortolero, S. R., Markham, C. M., Low, B. J., Eitel, P., & Thickstun, P. (2005). Impact of the media on adolescent sexual attitudes and behaviors. Pediatrics, 116(1), 303–326.
  5. Hurlock, C., Elizabeth B. (1993). Perkembangan Anak (6th ed.). Erlangga.
  6. Kunkel, D., Cope, K. M., Farinola, W. J. M., Biely, E., Rollin, E., & Donnerstein, E. (1999). Sex on TV: A Biennial Report to the Kaiser Family Foundation. Executive Summary. Kaiser Family Foundation, 2400 Sand Hill Road, Menlo Park, CA 94025 (Free Publication #1457). https://eric.ed.gov/?id=ED445371
  7. Paquette, D., & Ryan, J. (2001). Bronfenbrenner’s Ecological Systems Theory.
  8. Sarwono, S. W. (2010). Psikolog Remaja (Edisi Revisi). RajaGrafindo Persada.
  9. Strasburger, V. C., & Donnerstein, E. (1999). Children, adolescents, and the media: Issues and solutions. Pediatrics, 103(1), 129–139. https://doi.org/10.1542/peds.103.1.129

Cara Mengutip

Yustiari, Y., & Syahrianti, S. (2021). Paparan Pornografi melalui Televisi dan Perilaku Seksual Remaja di SMA Negeri 2 Kendari. Health Information : Jurnal Penelitian, 10(2), 131–136. https://doi.org/10.36990/hijp.v10i2.125 (Original work published 30 Desember 2018)