Eksplorasi Perubahan Fisik dan Gejolak Emosional pada Pasien Gagal Ginjal Terminal yang Menjalani Hemodialisis: Pendekatan Kualitatif

Penulis

  • Lilin Rosyanti Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia
  • Indriono Hadi Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kendari, Indonesia https://orcid.org/0000-0003-1783-8806
  • Kusman Ibrahim Fakultas Ilmu Keperawatan, Padjadjaran University, Indonesia image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.36990/hijp.v10i2.83

Kata Kunci:

GGT patients, hemodialysis, experience, nurses, qualitative

Abstrak

Pasien dengan gagal ginjal terminal melaporkan keterbatasan dan perubahan fisik, fungsi psikologis, kelemahan yang berdampak negatif pada status kesehatan dan penurunan kelangsungan hidup. Kemajuan teknologi cuci darah dan penanganan penyakit masih banyak menimbulkan keluhan baik fisik maupun psikis dengan meningkatkan angka kematian pasien yang menjalani hemodialisis. Pada tahun 2008, terdapat sekitar 1,75 juta pasien di seluruh dunia yang rutin menerima terapi penggantian ginjal berupa dialisis, sekitar 1,55 (89%) juta menjalani hemodialisis (HD) dan sekitar 197.000 (11%) menggunakan peritoneal dialysis (PD). Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman pasien hemodialisis dengan perubahan fisik dan gejolak emosi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengungkap secara luas dan mendalam tentang sebab-sebab dan hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu. Metode: Eksplorasi dilakukan dengan tujuan untuk menggali lebih dalam elemen-elemen yang ada untuk memperoleh informasi spesifik yang mempengaruhi pola perilaku hidup pasien dari aspek seksualitas. Hasil penelitian menemukan dua kategori tema, yaitu: (1) Perubahan fisik dan keluhan fisik: kulit wajah menghitam, gigi rusak, badan kurus, badan lemah, dan cepat lelah. (2) Perasaan dan gejolak emosi yang dirasakan: tidak menerima dan takut mati, merasa tidak berdaya dan tidak berguna, meminta maaf dan menganjurkan agar pasangan menikah lagi. Pengalaman eksplorasi perubahan fisik dan gejolak emosi pasien hemodialisis dipengaruhi oleh aspek fisik, fisiologis, psikologis, sosial dan spiritual serta nilai-nilai budaya yang ada dalam kehidupan peserta.

Referensi

Ali Qaimi. (2007), Pernikahan Masalah dan Solusinya. Jakarta. Cahaya.

Aghighi, M. (2009). Changing Epidemiology of End-Stage Renal Disease in Last 10 Years in Iran.

Aslan, G., et all (2003). Analysis of premature ejaculation in hemodialysis patients using the International Index of Erectile Function.

Awi Muliadi M, (2010) Terapi penganti ginjal, renal replacement therapy (RRT).

Baxter, (2006). Understanding Treatment Options For Renal Therapy Baxter Healthcare Corporation.

Bharita Harilall. (2008). Experiences Of Patients On Haemodialysis And Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis In End Stage Renal Disease : An exploratory study at a tertiary hospital in, Durban, South Africa.

Baradero, M. (2008). Seri Asuhan Keperawatan : Klien Gangguan Ginjal. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Burns, D. (2004). Physical and psychosocial adaptation of Blacks on hemodialysis. Applied Nursing research, 17(2), 116-124.

Burrows-Hudson, S & Prowant, B. (2005). Nephrology nursing standards of practice and guidelines for care. Pitman, NJ : American Nephrology Nurses Association.

Callahan, M. B. (2000). The Role of the Nephrology Social Worker in Optimizing Treatment Outcomes for End-Stage Renal Disease Patients. Dialysis and Transplantation, 27 (11):630 - 642.

Colvy, J. (2010). Gagal Ginjal : Tips Cerdas Mengenali & Mencegah Gagal Ginjal. Yogyakarta: Penerbit DAFA Publishing.

Corwin Elizabeth, J. (2009). Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC

Frazier & Fortner, C. L. (2000). Social Work And Dialysis - The Medical and Psychosocial Aspects of Kidney Disease. Berkeley.

Grassmann, A. (2005). ESRD Patients in 2004: Global Overview of Patient Numbers, Treatment Modalities and Associated Trends.

Hancock, B. (2002). Trent Focus for Research and Development in Primary Health Care An Introduction to Qualitative Research. Trent Focus Group: University of Nottingham.

Hedayati S. Et all (2009). Validation of Depression Screening Scales in Patients With CKD, Volume 54, Issue 3 , Pages 433-439.

Henderson, L.W. & Thuma, R.S. (1999). Quality Assurance in Dialysis. Great Britain: Kluwer Academic Publishers.

Hudak & Gallo. 2005. Keperawatan Kritis, Pendekatan Holistik, 6 (II).

Kimmel, P.L. (2000). Psychological Factors In Adult End - Stage Renal Disease Patients Treated With Haemodialysis. Correlates And Outcomes. American Journal of Kidney Diseases, 35(4): 132 - 140.

Kouidi, E. (2004). Health-Related Quality Of Life In End-Stage Renal Disease Patients: The Effects Of Renal Rehabilitation. Clinical Nephrology, 61(1): S60-S71.

Kusuma RJ, (2010) Management Diet Untuk Pasien Dengan Gagal Ginjal..

Magnan, M., et all (2005). Barriers to addressing patient sexuality in nursing practice. MedSurg Nursing, 14(5), 282-289.

M Bossola L., Tazza S., Giungi & G Luciani. (2006). Anorexia in hemodialysis patients: An update, Kidney International. 70, 417–422. Doi:10.1038/sj.ki.5001572

McCann, K & Boore, J.R.P. (2000) Fatigue In Persons With Renal Failure Who Require Maintenance Haemodialysis. Journal of Advanced Nursing, 32 (5): 1132 - 1142.

McClellan, et all (2010). Physical and psychological burden of chronic kidney disease among older adults. American journal of nephrology, 31(4), 309-317. doi:10.1159/000285113

Moleong, L. (2011) Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Pelletier-Hibbert, M. & Sohi. (2001). Sources of uncertainty and coping strategies used by family members of individuals living with end stage renal disease. Nephrology Nursing Journal, 28(4), 411-418.

Perhimpunan Nefrologi Indonesia, PERNEFRI, (2012). Penyakit Ginjal Kronik dan Glomerulopati: Aspek Klinik dan Patologi Ginjal. PERNEFRI, Jakarta

Polaschek, N. (2002). Living on dialysis: Concerns of clients in a renal setting.

Polit, D. F. & Beck, C. T. (2006). Essentials of Nursing Research Methods, a Appraisal, and Utilization (6th ed.). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Price, S. Et all (2005). Patofisologi Konsep Klinis ProsesProses Penyakit. Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Sandelowski, M. (2000). Whatever happened to qualitative description. Research in Nursing & Society of Nephrology

Schlebusch, L.(1990). Clinical Health Psychology A Behavioural Medicine Perspective. Half way House: Southern Book Publishers.

Shabalala, T.M. (2004).Factors that facilitate Adherence to Haemodialysis therapy amongst patients with chronic renal failure. University of KwaZulu Natal.

Sibernagl Stevan & Lang Florian, (2007), Teks dan Atlas Berwarna Patofisiologi. Edisi kedua, penerbit EGC.

Smeltzer, et all (2005). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Edisi 8. Jakarta :EGC

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

McClellan, W. M., Abramson, J., Newsome, B., Temple, E., Wadley, V. G., Audhya, P., . . . Kimmel, P. (2010). Physical and psychological burden of chronic kidney disease among older adults. American journal of nephrology, 31(4), 309-317. doi: 10.1159/000285113

Weisbord, S. D., Fried, L. F., Mor, M. K., Resnick, A. L., Unruh, M. L., Palevsky, P. M., . . . Kimmel, P. L. (2007). Renal provider recognition of symptoms in patients on maintenance hemodialysis. Clinical Journal of the American Society of Nephrology, 2(5), 960-967.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2018-12-30

Cara Mengutip

Rosyanti, L., Hadi, I., & Ibrahim, K. (2018). Eksplorasi Perubahan Fisik dan Gejolak Emosional pada Pasien Gagal Ginjal Terminal yang Menjalani Hemodialisis: Pendekatan Kualitatif. Health Information : Jurnal Penelitian, 10(2), 97–107. https://doi.org/10.36990/hijp.v10i2.83

Terbitan

Bagian

Artikel