Eksplorasi Perubahan Fisik dan Gejolak Emosional pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis: Pendekatan Kualitatif

Isi Artikel Utama

Lilin Rosyanti
Indriono Hadi
https://orcid.org/0000-0003-1783-8806
Kusman Ibrahim

Abstrak

Pasien dengan gagal ginjal kronis melaporkan keterbatasan dan perubahan fisik, fungsi psikologis, dan kelemahan yang berdampak negatif pada status kesehatan dan penurunan kelangsungan hidup. Kemajuan teknologi cuci darah dan penanganan penyakit masih banyak menimbulkan keluhan baik fisik maupun psikis dengan meningkatkan angka kematian pasien yang menjalani hemodialisis. Pada tahun 2008, terdapat sekitar 1,75 juta pasien di seluruh dunia yang rutin menerima terapi penggantian ginjal berupa dialisis, sekitar 1,55 (89%) juta menjalani hemodialisis (HD) dan sekitar 197.000 (11%) menggunakan peritoneal dialysis (PD). Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman pasien hemodialisis pada perubahan fisik dan gejolak emosi yang mempengaruhi pola perilaku hidup pasien dari aspek seksualitas. Hasil penelitian menemukan dua kategori tema, yaitu (1) perubahan fisik dan keluhan fisik: kulit wajah menghitam, gigi rusak, badan kurus, badan lemah, dan cepat lelah; (2) perasaan dan gejolak emosi yang dirasakan: tidak menerima dan takut mati, merasa tidak berdaya dan tidak berguna, meminta maaf dan menganjurkan agar pasangan menikah lagi. Pengalaman eksplorasi perubahan fisik dan gejolak emosi pasien hemodialisis dipengaruhi oleh aspek fisik, fisiologis, psikologis, sosial dan spiritual serta nilai-nilai budaya yang ada dalam kehidupan peserta.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Rosyanti, L., Hadi, I., & Ibrahim, K. (2021). Eksplorasi Perubahan Fisik dan Gejolak Emosional pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis: Pendekatan Kualitatif. Health Information : Jurnal Penelitian, 10(2), 98–112. https://doi.org/10.36990/hijp.v10i2.83 (Original work published 30 Desember 2018)
Bagian
Original Research

Referensi

Bossola, M., Tazza, L., Giungi, S., & Luciani, G. (2006). Anorexia in hemodialysis patients: An update. Kidney International, 70(3), 417–422. https://doi.org/10.1038/sj.ki.5001572

Burns, D. (2004). Physical and psychosocial adaptation of blacks on hemodialysis. Applied Nursing Research: ANR, 17(2), 116–124. https://doi.org/10.1016/j.apnr.2004.02.002

Colvy, J. (2010). Gagal Ginjal: Tips Cerdas Mengenali Dan Mencegah Gagal Ginjal. Dafa Publishing.

Corwin, E. J. (2009). Buku Saku Patofisiologi (3rd ed.). EGC.

Fortner-Frazier, C. L. (1981). Social work and dialysis: The medical and psychosocial aspects of kidney disease. University of California Press.

Hancock, B. (2002). Trent Focus for Research and Development in Primary Health Care An Introduction to Qualitative Research. Tren Focus Group.

Henderson, L. W., & Thuma, R. S. (Eds.). (1994). Quality assurance in dialysis. Springer Netherlands. https://doi.org/10.1007/978-94-015-8297-1

Indonesian Renal Registry. (2012). 5 th Report Of Indonesian Renal Registry. https://www.indonesianrenalregistry.org/data/5th%20Annual%20Report%20Of%20IRR%202012.pdf

Kimmel, P. L. (2000). Psychosocial factors in adult end-stage renal disease patients treated with hemodialysis: Correlates and outcomes. American Journal of Kidney Diseases: The Official Journal of the National Kidney Foundation, 35(4 Suppl 1), S132-140. https://doi.org/10.1016/s0272-6386(00)70240-x

Kouidi, E. (2004). Health-related quality of life in end-stage renal disease patients: The effects of renal rehabilitation. Clinical Nephrology, 61 Suppl 1, S60-71.

Kusuma, R. J. (2006). Management Diet Untuk Pasien Dengan Gagal Ginjal. In Scribd. https://www.scribd.com/doc/13066913/Management-Diet-Untuk-Pasien-Dengan-Gagal-Ginjal

Mauer, K. F. (1990). Book review: Clinical health psychology: a behavioural medicine perspective. South African Journal of Psychology, 20(4), 303–304. https://doi.org/10.1177/008124639002000411

McCann, K., & Boore, J. R. (2000). Fatigue in persons with renal failure who require maintenance haemodialysis. Journal of Advanced Nursing, 32(5), 1132–1142. https://doi.org/10.1046/j.1365-2648.2000.01584.x

McClellan, W. M., Abramson, J., Newsome, B., Temple, E., Wadley, V. G., Audhya, P., McClure, L. A., Howard, V. J., Warnock, D. G., & Kimmel, P. (2010). Physical and psychological burden of chronic kidney disease among older adults. American Journal of Nephrology, 31(4), 309–317. https://doi.org/10.1159/000285113

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.

Morton, P. G., Fontaine, D., Hudak, C. M., & Gallo, B. M. (2012). Keperawatan Kritis Pendekatan Asuhan Holistik (8th ed., Vol. 2). EGC.

Pelletier-Hibbert, M., & Sohi, P. (2001). Sources of uncertainty and coping strategies used by family members of individuals living with end stage renal disease. Nephrology Nursing Journal: Journal of the American Nephrology Nurses’ Association, 28(4), 411–417, 419; discussion 418-419.

Sandelowski, M. (2000). Whatever happened to qualitative description? Research in Nursing & Health, 23(4), 334–340.

Shabalala, T. M. (2004). Factors that facilitate adherence to haemodialysis therapy amongst patients with chronic renal failure. [Thesis]. https://researchspace.ukzn.ac.za/handle/10413/3421

Smeltzer, S. C., Bare, B. G., Hartono, A., & Kuncara, H. Y. (2001). Buku ajar keperawatan medikal-bedah Brunner & Suddarth. EGC.

Sugiyono, S. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Alfabeta.

Weisbord, S. D., Fried, L. F., Mor, M. K., Resnick, A. L., Unruh, M. L., Palevsky, P. M., Levenson, D. J., Cooksey, S. H., Fine, M. J., Kimmel, P. L., & Arnold, R. M. (2007). Renal provider recognition of symptoms in patients on maintenance hemodialysis. Clinical Journal of the American Society of Nephrology: CJASN, 2(5), 960–967. https://doi.org/10.2215/CJN.00990207