Beralih ke menu navigasi utama Beralih ke bagian utama Beralih ke bagian footer website

Pemberdayaan Keluarga dalam Pendampingan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Paru di Wilayah Pesisir Kecamatan Soropia

Cover JIPPM v1i1 2021

Abstrak

Keluarga adalah orang terdekat yang memiliki peran penting dalam pengobatan TB Paru. Proses pengobatan dengan jangka waktu yang lama tentunya menjadi salah satu penyebab penderita TB Paru mengalami putus obat sehingga keluarga menjadi factor pendukung keberhasilan pengobatan yang dijalani oleh anggota keluarga dengan TB Paru. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang TB Paru serta pengobatannya dengan harapan keluarga mampu menjadi pendamping minum obat bagi anggota keluarga dengan TB Paru.  Hal ini juga yang mendasari tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari untuk meningkatkan pemberdayaan keluarga dalam mendampingi pasien minum obat.

Teks Lengkap (HTML)

File Tambahan

Supplemen 1 Supplemen 2 Tabel 2 Tabel 1

Referensi

  1. Fauziah LA, Sudaryo MK. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Tuberkulosis Multidrug Resistant ( TB-MDR ) di RSUP Persahabatan Tahun 2013. Universitas Indonesia. 2013;: http://lib.ui.ac.id/detail?id=20345373.
  2. Badar B, Amiruddin A, Setiadi R, Rahman G. Pelatihan Dengan Metode Role Play Efektif Terhadap Kader PMO-TB Tentang Penemuan Kasus Baru TB Paru. Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan. 2019;4(7):419. https://doi.org/10.35963/hmjk.v4i7.148
  3. Firdaus KMZ, Widodo A. Pengaruh Peranan Pengawas Menelan Obat Terhadap Keberhasilan Pengobatan TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Baki Sukoharjo. Universitas Muhamadiyah Surakarta. 2012;:1-13. http://eprints.ums.ac.id/21949/
  4. R Puspitha A, Erika KA, Saleh U. Pemberdayaan Keluarga dalam Perawatan Tuberkulosis. Media Karya Kesehatan. 2020;3(1):50-58. https://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1650345
  5. Hermawan AD, Erlina L, Biatmojo BA. Intervensi TB-Paru Melalui Edukasi dan Konseling di Desa Pasir Panjang Wilayah Binaan Puskesmas Antibar Kabupaten Mempawah. Buletin Al-Ribaath. 2019;16(2):65-68. https://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1261079
  6. Manurung M, Nurchayati S, Woferst R. Hubungan Tingkat Pengetahuan Pengawas Menelan Obat (PMO) Dengan Keberhasilan Pengobatan Tuberculosis (TB) Paru. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan. 2020;7(1):388-391. https://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1461575
  7. Pratama ANW, Aliong APR, Sufianti N, Rachmawati E. Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Pasien dan Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan Kepatuhan Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kabupaten Jember. e-Journal Pustaka Kesehatan. 2018;6(2):218-224. https://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1898726